
Tak terbayangkan dulu dirinya begitu kagum dengan kekuatan Naga Air dan semua orang menyebut kekuatan siluman itu setara melebihi dewa-dewi. Hari ini saja, Naga Air dibuat mati kutu oleh Naga Es.
Tidak ada satupun manusia yang mengetahui asal usul Naga Es ini darimana kecuali sesama Siluman Penguasa Bumi sendiri. Mereka telah lebih lama hidup, bahkan sebelum manusia mendiami bumi ini.
Xin Fai mendudukkan tubuhnya secepat mungkin tapi lagi-lagi hal sama terjadi, ekor Naga Es melibas tubuhnya. Xin Fai mengutuk keras dalam hati, perubahan mode rohnya saja yang sudah sangat cepat tak bisa mengimbangi kecepatan Naga Es menyerangnya.
"Harusnya kau tahu, setiap siluman memiliki kelebihan masing-masing. Naga yang kau bawa itu memiliki kekuatan menciptakan dimensi dunia baru dan kau bisa menebak apa keistimewaanku?"
Xin Fai mencengkram erat Pedang Manusia Iblis, berusaha yakin bisa mengalahkan Naga Es ini. Meskipun dalam sejarah dunia manusia terkuat seperti Qiang Jun pun belum pernah mengalahkan siluman sepertinya.
Semua orang sudah mengetahui bahwa Xin Fai mampu menandingi kekuatan Ratu Iblis, kali ini pemuda itu harus menandingi kekuatan yang sepuluh kali lebih mengerikan dari Ratu Iblis. Yakni Naga Es.
Bola mata merah sang Naga Es bersinar, Xin Fai takjub saat melihat bentuk mata tersebut. Bola mata tersebut memiliki tiga jarum jam serta angka Romawi kuno di setiap sisi bulatannya. Terlihat seperti jarum jam matahari sebagai penunjuk waktu.
"Menghentikan dan melambatkan waktu-?"
"Manusia pintar!"
Naga Es lagi-lagi melepaskan serangan kencang, tapi berbeda dengan yang sekarang. Saat ini bongkahan es melayang di udara, ujungnya yang runcing teracung ke arah Xin Fai berada bersiap menyerangnya di berbagai sisi.
Xin Fai melepaskan kekuatannya dengan sangat besar, menggunakan kecepatan yang tak pernah digunakannya seumur hidup.
Dengan kekuatan Ratu Iblis yang sempat diserapnya sebelum iblis itu kembali ke dimensinya sendiri, Xin Fai dapat melampaui Langkah Petir, sebuah kecepatan tempuh yang sangat tersembunyi dan hanya ditemukan dalam Kitab milik Setan Gila.
__ADS_1
Untuk menggunakan kekuatan tersebut dibutuhkan tenaga dalam yang tidak sedikit, bahkan jika pendekar besar menggunakannya akan langsung kritis atau paling parah kehilangan nyawanya. Sedangkan untuk tingkat pendekar agung mengalami cedera parah.
Serangan dari tikaman bebatuan es di abaikannya begitu saja, pemuda itu melaju kencang menuju Naga Es. Pedang Manusia Iblis di tangannya menghilang berganti Pedang Roh yang ukurannya berkisar satu banding empat dengan tubuh Naga Es.
Pedang tersebut menghentak keras seperti akan membelah langit, namun sayangnya dengan kecepatan petir pun Naga Es masih memiliki waktu untuk menghindar.
Naga Es sedikit kagum ternyata peradaban manusia semakin hebat, dia tak menyangka kekuatan manusia bisa menembus level kekuatan seperti ini.
"Kau sudah melampaui kekuatan si pendekar Kaisar Langit, Qiang Jun. Jujur saja aku cukup terkejut saat merasakan hawa kehadiranmu kemarin. Aku sudah lebih dulu menyadarinya. Dan tak menyangka hawa kekuatanmu sangat besar–kekuatan manusia, iblis, siluman, roh dan para binatang buas menyatu padu di dalam tubuhmu itu."
"Kau sedang memujiku?" tanya Xin Fai balik, menaikkan sebelah alisnya.
"Kau boleh menganggapnya begitu. Sekarang aku ingin menguji kepintaranmu lagi, menurutmu setelah pendekar Kaisar Langit, tingkat pendekar selanjutnya apa?"
Xin Fai terdiam tak memiliki jawaban, dia benar-benar buntu sedangkan Naga Es hanya memberikan waktu tiga detik untuk berpikir.
"Aku memiliki terlalu banyak hal yang harus diselesaikan, tidak ada waktu untuk mengukur kekuatanku sendiri."
"Menarik sekali... Kalau begitu kau pantas untuk mati di tanganku! Setidaknya berbahagialah kau mati di tangan siluman sepertiku!"
Naga Air yang sedari tadi terjebak dalam bongkahan es yang diciptakan Naga Es akhirnya berhasil keluar. Dia memang sudah sadar bertarung di kandang lawan adalah satu kesalahan fatal.
Kemungkinan besar siluman itu telah membuat tunduk alam di sekitarnya dan menjadikannya tempat persemayaman yang mengerikan. Menyerang mereka di kandangnya sama seperti menggali kuburan sendiri.
__ADS_1
Dia segera menyerang Naga Es yang hendak menebas Xin Fai, membuat perhatian Naga Es sedikit terbagi. Perlawanan dilakukan naga tersebut dengan mengaum keras, membuat angin kencang dan menerbangkan salju berserta helaian sayap. Meskipun tidak sepenuhnya melukai Naga Air akan tetapi setiap terkena sayap tersebut sedikit demi sedikit kulitnya menipis, seolah-olah membunuhnya dengan pisau tumpul.
Naga Es menyerbu lawannya geram, dia tak begitu menyukai Naga Air sejak dulu. Memang mereka sesama naga akan tetapi dalam spesies berbeda, nyatanya Naga Es hanya memiliki sayap dan tak memiliki tangan seperti Naga Air. Kekurangan itulah yang membuat sang siluman terkuat itu murka, dia ingin sekali mendapatkan apa yang tidak dimilikinya.
Melihat Naga Air dan Naga Es sedang bertarung dengan hebat Xin Fai berusaha mengambil celah untuk menyerangnya, dia lagi-lagi menggunakan dimensi ruang untuk berpindah tempat. Naga Es telah menyadari pergerakan tersebut lebih dulu, dengan ekornya dia menebas ruang hampa yang muncul tapi yang diserangnya justru hanya sebuah pedang. Pedang tersebut menancap di kulitnya, berhasil tembus karena terjangan ekor sang Naga sangat kuat.
Pedang tersebut menyerap kekuatan Naga Es dalam sekali hisap, daya tariknya menjadi sangat gila. Naga Es menjadi panik saat mengetahui kekuatannya diserap sedangkan dirinya tengah disibukkan dengan Naga Air yang terus mengepungnya.
Naga Es mengaum keras lagi, mengepakkan sayapnya dengan sangat kuat dan menikam Naga Air ke bawah. Seketika permukaan es retak dan lawannya lagi-lagi terjebak dalam air es beku. Menyegelnya di dalam sana agar tak bisa bergerak.
Naga Es melibaskan ekornya berusaha membuat pedang itu lepas tapi tidak bisa, tak kehabisan akal dia mendekatkan wajahnya ke ekor untuk mencabutnya dengan gigi tajamnya. Sekaligus untuk menghancurkan pedang tersebut.
Tanpa melihat pun Naga Es tahu Xin Fai pasti akan menghentikannya, dia bersiap akan perpindahan ruang selanjutnya dan benar saja lagi-lagi ruang hampa muncul. Naga Es melibas ekornya ke ruang hampa dan menyadari lagi-lagi yang keluar adalah Pedang Kaisar Langit.
"Kitab Tujuh Kunci - Tapak Pembelah Bumi!"
Kunci semesta, yang merupakan kunci terakhir dalam Kitab Tujuh Kunci dikeluarkannya dan menghantam tulang tengkorak Naga Es. Membuat suara bunyi dentuman tulang yang amat sangat kuat apalagi ditambah dengan kekuatan Sang Ratu Iblis. Daya penghancurnya bertambah setidaknya lima kali lipat dari kekuatan awalnya.
Naga Es membalikkan badannya ke belakang dan kini yang terlihat Pedang Kaisar Langit di sana bersiap mencolok matanya, Xin Fai telah berpindah tempat dengan sangat cepat.
Kali ini Naga Es tak bisa mengendalikan emosinya dengan stabil seperti di awal, dia mulai terlihat kesal berapi-api. Tak pernah ada satupun manusia yang berani meletakkan kaki di atas kepalanya seperti Xin Fai tadi.
"Kau memaksaku untuk menjadi monster yang sebenarnya..."
__ADS_1
Mata Naga Es merah bercahaya, es-es mulai retak dan bumi pun ikut berguncang. Mengakibatkan gelombang air di Kutub Utara pasang surut tak terkendali. Perlahan retakan es tersebut naik ke atas langit pertanda kehancuran akan kembali datang.
***