
Di depan sana sebuah hutan rimba mulai terlihat, Lang mempercepat laju kecepatannya sebelum sekelompok pasukan pendekar aliran hitam yang baru saja hendak datang ke stadium Turnamen Pendekar Muda menghadang. Melihat mangsa mereka telah melarikan diri pimpinan kelompok itu berteriak lantang.
"Dia bocah Manusia Iblis yang dikatakan Ketua! Tangkap dia!"
Xin Fai dapat merasakan aura pembunuh yang berasal dari lima orang pendekar hebat tersebut, mereka berasal dari salah satu kelompok dalam Manusia Darah Iblis, yakni Darah Suci yang terdiri dari 12 petinggi berkekuatan tinggi.
Lima pendekar ini bersiap bertarung namun Lang seperti tidak memedulikan mereka, dia justru menerobos tanpa memerhatikan tubuhnya akan diserang atau tidak. Hal itu dia lakukan karena di belakangnya mereka hampir terkejar oleh sekelompok pasukan siluman burung dan di depannya kini lima orang petinggi juga muncul dan jika disatukan kekuatan mereka hampir seimbang dengan Liu Fengying.
"Pegangan yang kuat, bocah!"
"Tanpa kau suruh aku juga tetap melakukannya serigala cerewet!"
Keduanya menerobos berlawanan arah menuju kelima orang tersebut, salah satu serangan nyaris saja menebas kepala Lang jika seandainya Xin Fai tak menyadarinya dan membalikkan pedang pria itu hingga terlempar.
Xin Fai mulai merasakan tubuhnya bisa kembali menyerap energi alam, dia melakukan hal itu secepat mungkin hingga keadaannya kembali membaik namun tidak dengan Lang. Serigala itu mengalami pendarahan fatal yang akan sangat sulit disembuhkan jika hanya mengandalkan tenaga dalam.
Lima petinggi Manusia Darah Iblis mengejar lari mereka lebih cepat lagi, bahkan salah satu dari mereka yang membawa tombak besar berhasil menyusul. Dia mengayunkan tombak sekuat tenaga, sedang Xin Fai membalas serangan tersebut namun perkiraannya salah karena hanya mengandalkan indera pendengaran. Alhasil tombak itu meleset hingga menggores wajahnya dalam.
"Kena kau!"
Tiga anak panah dengan ujung yang dibakar api melesat amat cepat hingga salah satunya hampir mengenai Xin Fai. Belum sempat merasa lega, Xin Fai merasakan sesuatu yang aneh.
Lari Lang semakin melemah dan suara serigala itu mulai berdesis, dia terus memaksakan diri seperti yang dilakukannya dulu di Hutan Terkutuk namun situasi kali ini jauh lebih parah. Serigala itu mempertaruhkan nyawanya demi mencapai hutan misterius yang dikatakan Yong Tao.
Rupa-rupanya salah satu anak panah berapi itu berhasil menancap di tubuh Lang, Xin Fai mendengarkan baik-baik di mana bunyi api itu berasal dan mencoba memadamkannya namun sayangnya api itu bukanlah api biasa.
Api itu adalah api yang digunakan Manusia Darah Iblis untuk membakar desa Peiyu dulu. Api tersebut berasal dari seekor siluman iblis yang telah hidup selama ribuan tahun dan sulit dipadamkan kecuali menggunakan ilmu tingkat tinggi.
__ADS_1
Lang tak mampu lagi berlari sekencang tadi, dia mulai kehabisan napas demi mencapai hutan di depannya.
"Bocah..."
Xin Fai mendengarkan baik-baik omongan serigala itu.
"Setelah ini kau harus terus bertahan hidup, jangan berpikir kehadiranmu di dunia ini sebagai beban saja. Dengan kekuatan itu harusnya kau bisa membasmi para cecunguk dari aliran hitam itu..." Lang berucap tanpa menoleh ke arahnya, dia pernah merasakan situasi genting ini berulang kali namun bisa dikatakan kali ini adalah yang paling terparah semasa hidupnya.
"Jangan bicara seperti itu, Lang! Kita harus pergi ke tempat yang dikatakan Senior Yong."
Lang sudah mengetahui pasti bagaimana nasibnya ke depan nanti, dia tidak peduli jika harus bertaruh nyawa untuk Xin Fai. Selama ini dia selalu mengabdi pada majikannya termasuk pada Qiang Jun. Seandainya dirinya mati nanti setidaknya dia tidak ingin Xin Fai berada di tangan Manusia Darah Iblis.
"Tahan bocah itu! Jangan sampai dia memasuki Hutan Kabut atau kita tidak akan bisa mengejarnya sama sekali!"
Gelombang manusia bergerak semakin cepat mengejar langkah Lang yang semakin melemah, mereka terus melepaskan serangan yang mengenai Lang dan Xin Fai.
Lang jatuh ambruk ke tanah dengan darah bercucuran, kaki kirinya masih dalam keadaan terbakar api siluman iblis. Xin Fai tak bisa memahami sekitarnya yang terasa amat mengancam, dia mengangkat gagang pedang tinggi-tinggi bersiap menerima serangan yang datang.
Benar saja belum semenit sebelum mereka tiba di dalam Hutan Kabut tiga siluman mendatangi mereka dengan aura pembunuh. Sedangkan di luar sana para pendekar aliran hitam yang mengejar mereka berhenti ketika suatu suara misterius terdengar menggema membelah langit. Mereka sontak saja mundur teratur sebelum sang Siluman Penguasa Bumi yang bersinggah sana di tempat itu mengamuk.
Hutan Kabut yang kini mengeluarkan aura siluman begitu dahsyat memang bukan lagi sekedar dongeng, bahkan tempat ini amat melegenda di seluruh dunia persilatan. Kabar tentang hidupnya seekor siluman yang berkekuatan setara dengan dewa bukanlah terbukti benar adanya.
Dulu sekali bahkan diceritakan ribuan pasukan pernah memasuki hutan ini secara bersamaan namun beberapa hari kemudian tidak ada satupun dari mereka yang berhasil selamat setelah memasuki hutan tersebut.
Bumi terasa bergetar ketika Xin Fai merasakan sesuatu yang sangat besar datang, dia tidak bisa bernapas karena rasa takut amat menekannya.
Sedangkan Lang masih bernapas dengan terputus-putus, serigala itu kini sekarat di atas tanah.
__ADS_1
Xin Fai telah melakukan segala cara untuk menghilangkan api yang membakar kaki serigala itu namun hasilnya nihil. Sementara tiga siluman tadi bersiap menikam mereka dari berbagai arah.
Sesaat sebelum tiga siluman itu menerkamnya sesuatu yang daritadi berjalan ke arah mereka telah tiba dan keluar dari balik pepohonan. Xin Fai dapat merasakan aura siluman yang sama seperti naga air di laut Kota Fanlu. Kekuatan tanpa batas milik sosok mahkluk yang kini berdiri di hadapannya sangatlah mengerikan bahkan tiga siluman yang sebelumnya hendak menyerangnya lari terbirit-birit menghindari mahkluk tersebut.
Sang Siluman Penguasa Langit berdiri memandang ke depan, dia kedatangan dua tamu tak diundang. Yang satu siluman milik Kaisar Langit dan satu lagi seorang bocah dengan kekuatan yang sangat tidak biasa. Keadaan mereka sangatlah buruk, dengan tubuh dipenuhi luka sayatan dan juga tanpa tenaga yang tersisa tak mungkin mereka dapat melakukan perlawanan lagi.
Ketika merasa siluman itu hendak menyerangnya, Xin Fai mundur tiga langkah. Jantungnya tak bisa bekerja secara normal, suhu tubuhnya turun sangat drastis.
"Sepertinya aku kedatangan tamu tak diundang."
Xin Fai meneguk ludahnya kasar, dia hendak mengutarakan maksud kedatangannya sebelum tiba-tiba sebuah halilintar menghentak permukaan bumi. Langit mulai gelap dengan petir menyahut-nyahut, melolong seperti sesuatu tengah menjerit di atas sana.
Kepanikan yang luar biasa memenuhi kepala Xin Fai, dia dapat merasakan mahkluk itu mendekatinya.
"Sekarang, tidurlah."
***
**Act 2 – End
Sisa satu act lagi horeeeee! Semoga aja bisa tamat dan gak berhenti di tengah jalan aamiin😭
Kemarin sbnrnya mau dipublish 3 chapter tapi pas jam tengah 12 aku udh ketiduran wkwk, yaudalah hari ini aja di-upload sekalian
Tiga hari ke depan kyknya author sibuk dan jarang pegang hp, semoga aja sempet nulis deh diusahain. Thanks ya buat yg masih setia nungguin dan support aku, kalian paling debes lah TwT
Lupyu ehee\(TwT)/♡**
__ADS_1