
Dalam menjalankan turnamen agar berlangsung tertib seperti yang diharapkan sekte Lembah Kabut Putih menugaskan murid-murid mereka untuk mengawasi jalannya turnamen. Ratusan murid dari sekte ini bergerak sesuai tugas masing-masing, mereka diarahkan dengan cukup baik sehingga turnamen berlangsung aman tanpa kendala.
Para murid-murid dari sekte Gunung Angin Timur menghampiri rombongan Li Yong yang baru saja keluar dari kediaman setelah bersiap-siap sebelumnya, mereka berbincang sebentar kemudian mengantarkan rombongan tersebut menuju lokasi turnamen.
Setibanya di lokasi turnamen, nyatanya tempat tersebut sudah ramai didatangi oleh para peserta sekaligus penonton, Li Yong menemani tiga perwakilan sektenya untuk mendaftarkan diri.
Setelah selesai mencatat data Shen Xuemei dan Huang Kun murid yang bertugas mengisi data peserta dibuat mengernyit saat menatapi Xin Fai.
Apalagi saat dikatakan umur Xin Fai baru satu bulan ini memasuki umur 10 tahun, memang ada beberapa murid yang masih berusia muda namun rata-rata usianya sekitar 12 tahun ke atas. Memang, tidak ada peraturan yang melarang Xin Fai ikut, siapapun yang berusia di bawah 17 tahun dan memiliki kemampuan boleh mengikuti turnamen ini.
Murid itu tak lagi memikirkannya, dia merasa Xin Fai hanya mencoba peruntungannya saja dan hanya akan berakhir di babak penyisihan. Di lain sisi, rombongan Ho Shing datang beriringan dan menatapi Xin Fai dengan raut wajah canggung.
Zhuan Ang menelan ludahnya saat itu juga, entah apa yang ada di pikirannya yang jelas dia tak ingin ketika bertarung nanti harus dihadapkan pada Xin Fai setidaknya sampai dia masuk babak utama. Dia tak mau dikalahkan seperti kemarin oleh pemuda kecil itu.
Hal yang sama juga dirasakan Gong Li, dia terus menatapi Xin Fai yang masih sibuk menyelesaikan proses pendaftaran. Setelah selesai Xin Fai menghadap ke belakang dan sontak saja tatapannya bertemu dengan mereka.
Merasa terkejut, mereka memalingkan muka ke arah keramaian. Li Yong memerhatikan dengan wajah curiga dan hal tersebut langsung membuat Xin Fai menyengir canggung.
Xin Fai, Shen Xuemei dan juga Huang Kun menuju ke ruang tunggu yang telah dipersiapkan sedangkan Li Yong dipersilahkan untuk duduk di kursi penonton. Sambil menunggu turnamen dimulai ketiganya saling bercerita dan berbagi ilmu yang barangkali berguna saat di pertandingan.
Bola mata Huang Kun bersinar terang, dia seperti terbakar semangatnya sendiri sementara Shen Xuemei seperti biasa memasang wajah datar. Dia bahkan hanya memandangi cicak yang sibuk bertengkar di dinding ruangan.
Xin Fai mengeluarkan Permata Cahaya Biru miliknya sambil tersenyum tipis. "Ibu, hari ini aku akan mengikuti turnamen seperti yang Ayah inginkan."
Mengingat ini adalah langkah pertama untuk mencapai tujuan hidupnya Xin Fai menjadi sangat semangat. Dia dan Huang Kun bersorak-sorai membuat peserta lain mengerutkan dahi bingung, mereka saling menatap lalu ikutan bersorak.
__ADS_1
"Aih... Orang-orang norak." Salah seorang memandangi mereka dengan tatapan jijik, pemuda berusia 17 tahun tersebut menatapi Xin Fai sangat hina.
Merasa sebuah tatapan menusuk tertuju padanya Xin Fai balik membalas dengan tatapan yang sama.
Pemuda yang berdiri di sana memiliki kekuatan besar serta aura pembunuh yang begitu kuat, Xin Fai tak tahu apa yang telah dilewati oleh pemuda itu sampai memiliki aura pembunuh yang kuat sekali. Di saat bersamaan pula dia merasa orang tersebut sangat berbahaya.
Di sisi lain Li Yong baru saja duduk di bangku penonton setelah mengikuti arahan para panitia acara yang merupakan murid Lembah Kabut Putih, dia memerhatikan kebisingan sekitarnya dengan cermat.
Banyak yang berkoar-koar menyebutkan perwakilan sekte mereka sendiri sebagai calon juara, Li Yong hanya memejamkan mata tak peduli, dia fokus memikirkan hal lain.
Li Yong teringat dengan pendeta Tao Wei, gurunya itu sangat berharap salah satu dari tiga perwakilannya dapat menduduki kursi Pilar Kekaisaran selanjutnya. Mengingat umur Pendeta Tao Wei sudah sangat tua dan juga sering sakit-sakitan Li Yong tak mampu berkata apa-apa lagi selain berharap muridnya menang dan membahagiakan pendeta itu sebelum dia tiada.
Awalnya Li Yong sangat berharap pada Shen Xuemei namun ketika Xin Fai mengatakan dirinya akan ikut juga, Li Yong juga ikut berharap padanya, setidaknya dia ingin salah satu dari mereka masuk ke babak final.
Li Yong sendiri tak terlalu berharap banyak pada Huang Kun, mengingat kekuatan dan pengalamannya bertarung masih sangat sedikit, Huang Kun diikutkan untuk menjadikan turnamen ini sebagai pengalamannya.
"Apa kau mendengar kabar tentang munculnya Siluman Penguasa Air di lautan sana?"
"Ah, aku mendengarnya. Tak ada satupun yang tidak mendengar berita itu... Malam harinya saat berita itu terjadi aku mendengar suara monster yang menggema hingga ke rumahku. Kurasa berita itu benar-benar ada..."
"Benarkah? Sebenarnya aku tak percaya, namun saat kau bilang kau juga mendengar suara itu kurasa ini bukan berita bohong."
Mereka terus saja berbincang tentang bagaimana bentuk dari Siluman Penguasa Air dari kabar yang didengar, ada yang menambahkan bahkan melebih-lebihkan. Li Yong yang sudah melihat dengan mata kepala sendiri tahu berita tersebut tak seperti kenyataannya dan banyak diubah-ubah.
Saat hendak mendengar lebih jauh lagi, dua orang itu dikagetkan karena seseorang menimbrungi berita tersebut.
__ADS_1
"Apa kalian mendengar tentang seorang anak kecil yang melawan Siluman Penguasa Air sendirian?"
"Ah, kalau yang itu pasti bohongan. Mana ada seorang bocah yang bisa melawan siluman setingkat dewa sendirian? Sepuluh Pilar Kekaisaran saja belum tentu sanggup melawannya."
"Aku pun berpikir demikian. Orang mana yang membuat cerita bualan sampai sangat tak masuk akal seperti itu?"
Li Yong terbatuk-batuk pelan membuat ketiga orang di belakangnya berhenti berbincang.
"Hei? Kau tidak apa-apa?" Salah satunya bertanya.
"Ahaha, maafkan aku. Aku hanya tersedak angin hahaha..."
Jawaban melantur itu membuat kening mereka merapat sekaligus menaikkan sebelah alis. Li Yong berbicara pelan. "Ah, kalian boleh melanjutkan perbincangan tadi. Anggap saja aku tak ada."
Setelah mengatakan itu ketiga orang tersebut kembali bercerita dan makin lama topik bahasannya pun berubah. Li Yong memutuskan untuk tidak mengikuti alur pembicaraan mereka lagi.
'Aku yang melihatnya dengan mata kepalaku saja masih tak percaya, apalagi mereka yang mendengarnya dari mulut ke mulut. Xin Fai, kau memang sungguh penuh dengan kejutan.' batin Li Yong.
Setelah itu banyak orang-orang penting memasuki bangku penonton yang paling depan, sepuluh orang tersebut sengaja ditempatkan pada posisi istimewa karena jabatan mereka yang tinggi.
Salah satu dari orang yang duduk di sepuluh bangku terdepan adalah seorang pria gagah yang sangat disegani semua orang. Dia adalah orang terkuat nomor satu di Kekaisaran Shang, pria itu bernama Yong Tao.
Kehadiran pria itu sontak saja membuat penonton bersorak semangat, Yong Tao melambaikan tangannya dengan sangat ramah menanggapi antusias penonton. Sedangkan Li Yong sendiri tak percaya hari ini dia bisa melihat secara langsung orang nomor satu ini.
Antusias penonton yang membludak berusaha ditertibkan oleh panitia turnamen, mereka menekankan penonton agar tetap tenang. Selanjutnya masuk orang-orang penting lainnya yang disambut baik juga oleh para penonton.
__ADS_1
Hal tersebut berlangsung agak lama hingga akhirnya turnamen dengan resmi dimulai.
***