
Jauh dari wilayah perang, satu pertapa agung sedang terlibat dalam pertarungan sengit dengan Iblis. Alasan serangan dari iblis tersebut masih belum jelas.
"Minggir kau, iblis! Aku sedang terburu-buru untuk membantu Kerajaan Raja Erick," teriak pertapa agung dengan marah kepada iblis tersebut.
"Hahaha... Apa kau ingin membantu seseorang? Aku tidak tahu dengan siapa kau berurusan. Sekarang, bantulah aku untuk menghilangkan rasa bosanku!" balas Iblis dengan nada mengejek.
Pertarungan berlanjut dengan serangan cakar perobek jiwa dari sang iblis. Namun, serangan-serangan tersebut tidak berdampak apa-apa bagi pertapa agung. Hal ini dikarenakan pertapa agung memiliki julukan 'agung' karena keberhasilannya dalam memisahkan tubuh dan rohnya.
"Mengapa seranganku tidak berhasil melukaimu, manusia!" teriak iblis tersebut dengan kebingungan.
"Terimalah ini! Semburan api abadi!" seru Iblis itu sambil mengarahkan semburan api yang sangat besar ke arah petapa agung tersebut. Namun, dengan kecepatan yang luar biasa, pertapa agung berhasil melewati celah di bawah semburan api.
Dengan cepat, pertapa agung menutup mulut iblis tersebut. Sebagai akibatnya, api yang seharusnya keluar malah berkumpul di tenggorokan sang iblis.
"Aaaaaa... Apa yang kau lakukan, manusia? Sangat panas! Tolong, aku kesakitan!" seru sang iblis dengan kesakitan, tak mampu memadamkan api yang ia ciptakan sendiri.
Dalam keadaan terjepit, iblis itu berjuang keras untuk melawan sengatan api yang membara di dalam tenggorokannya. Pertapa agung dengan tenang melihat penderitaan sang iblis.
"Bahkan dengan kekuatanmu sendiri, kau tidak bisa mengalahkanku," batin pertapa agung.
Dengan menggunakan jurus pengambil roh, pertapa agung melemparkan roh sang iblis ke atas dengan kekuatan yang luar biasa.
Saat iblis itu terlempar, ia terbang hampir keluar dari atmosfer. Di udara yang sangat dingin, jiwa iblis itu hampir membeku karena ketinggian yang ekstrim. Akhirnya, roh iblis itu jatuh dari langit dan mulai terbakar dengan kekuatan yang mengagumkan. Seperti meteor yang membara, roh iblis tersebut jatuh di daerah utara wilayah Raja Erick.
Roh itu menembus pepohonan, hingga atap salah satu rumah.
Ketika roh iblis menyentuh sesuatu, lebih tepatnya masuk, dentuman dahsyat terjadi. Getaran energi jahat memenuhi udara. Penduduk di sekitar daerah tersebut merasakan kehadiran kekuatan yang gelap dan berbahaya.
__ADS_1
Setelah terdengar suara dentuman yang mengagetkan, roh iblis berteriak dengan putus asa, "Apa ini? Aku tidak bisa mengendalikan apapun, bahkan tubuhku. Tidak, tidak, tidak... Tolong aku!!!" Teriakan itu tidak terdengar oleh siapapun kecuali burung-burung yang mulai beterbangan untuk menghindari iblis yang tidak terkendali.
Namun, Agil, yang sedang berada di dekatnya, merasakan getaran yang aneh di udara. "Suara apa itu?" batin Agil, kebingungan melanda pikirannya.
Tiba-tiba, istri Agil, Eva, berteriak kesakitan. "Tolong aku, sepertinya aku akan melahirkan!!!" Teriakan Eva membuat Agil melupakan suara dentuman misterius yang tadi terdengar.
"Tunggu sebentar, aku akan mencari bantuan!" balas Agil, dan dengan langkah tergesa-gesa, ia meninggalkan Eva yang sedang kesakitan.
Agil berlari, menggunakan langkah kilat, bergegas ke desa terdekat untuk mencari bantuan. Dia berlari dengan nafas terengah-engah, melintasi jalan-jalan yang berkelok dan menembus hutan yang lebat sangat cepat, hanya terlihat kilatan cahaya di kegelapan.
Agil adalah keluarga kerajaan. tetapi karena ia menikahi Eva, yang bukan keluarga kerajaan, ia diusir dan diasingkan diwilayah utara. Itulah sebabnya Agil bisa menggunakan jurus langkah kilat, yang hanya bisa dilakukan oleh keluarga kerajaan.
Ketika dia mencapai desa, Agil mengetuk rumah seorang yang akan membantunya.
"Tolonglah istriku! Dia akan melahirkan!" teriak Agil dengan panik begitu pintu rumah dibuka.
Dalam beberapa saat yang penuh ketegangan, Eva berhasil melahirkan.
Tangisan melengking memenuhi ruangan. Bayi itu sehat, tidak kurang apapun.
Wajah Agil berseri-seri ketika dia melihat anak mereka yang baru lahir. Dia merasa bersyukur dan lega bahwa istri dan bayi mereka selamat.
Dalam kegembiraan dan kelegaan, Agil mencium kening istri dan anaknya. Dia menyadari bahwa meskipun ancaman perang masih mengintai di luar sana, kelahiran anak mereka adalah cahaya dan harapan baru bagi mereka.
Agil membawa putranya yang baru saja lahir keluar rumah. Setelah itu ia melompat sangat tinggi ke udara, dia merasakan semacam kekuatan yang mengalir dalam dirinya. Dengan penuh keyakinan, dia berteriak, "Aku, putra dari Raja Erick. Menamai putraku, Teo!"
Agil memberikan nama Teo kepada putranya karena saat sebelum kelahirannya, dia mendengar suara jatuh yang terdengar seperti meteor.
__ADS_1
Tak lama setelah nama Teo diberikan, tiba-tiba cahaya yang luar biasa terang membelah kegelapan malam. Dalam cahaya tersebut, terlihat sebuah pedang hitam yang kuat dan tajam jatuh dari langit, menusuk tanah dengan ganas. Pedang itu menembus masuk ke dalam istana kerajaan Braga.
Dampaknya sangat besar. Semua yang berada dalam ruangan itu hancur berantakan, termasuk tahta Raja Erick. Tak hanya itu, goncangan hebat juga dirasakan oleh semua yang berada dalam radius 10.000 kilometer, baik manusia maupun naga yang berperang merasakannya.
Kala itu, semua menjadi sadar bahwa ramalan telah dimulai. Seorang pemimpin murni telah lahir di kalangan manusia.
Seiring guncangan itu berhenti, cahaya yang mengelilingi pedang itu menyebar hingga perbatasan kerajaan Braga, membentuk kubah yang menerangi seluruh wilayah.
Raja Eden yang melihat cahaya tersebut langsung terbang dengan cepat menuju arah ibu kota, ia memiliki firasat buruk.
Namun ketika ia menyentuh cahaya, itu seperti menabrak penghalang. Seperti ada perisai yang tak terlihat di sekitar wilayah Braga.
"Ini bukanlah cahaya! Ini adalah penghalang yang mencegahku masuk. Manusia Sialan!" gumam Raja Eden dengan kekesalan.
Tidak lama kemudian, Elin menyusul Raja Eden.
"Ini sebabnya aku selalu bilang kau bodoh, Ayah! Mengapa kau tidak menyerang langsung ke dalam sana?" ejek Elin.
"Diamlah kau! Aku tahu. Tapi para manusia itu cukup tangguh sehingga tidak mudah dilawan," balas Raja Eden dengan rasa marah yang memuncak.
Memiliki firasat bahwa penghalang tersebut bukanlah cahaya biasa, Raja Erick dengan tegas memerintahkan seluruh pasukannya untuk mundur dan memasuki wilayah yang dinaungi oleh cahaya tersebut.
Sementara itu, Raja Eden menyadari bahwa seluruh para kesatria telah berhasil menembus penghalang dan masuk ke dalam wilayah yang dilindungi. "Mundur! Kita kembali!" Dengan rasa kesal dan frustrasi, ia memberikan perintah kepada pasukan naga untuk mundur dan kembali ke wilayah naga mereka.
Para pasukan naga mematuhi perintah Raja Eden. Mereka mundur dengan hati yang berat, menyadari bahwa situasi telah berubah dan kekuatan manusia tampaknya semakin kuat dengan adanya penghalang tersebut.
Raja Erick dan para kesatria yang berhasil memasuki wilayah yang dilindungi oleh cahaya aneh merasa lega dan semangat hidup mereka kembali.
__ADS_1
Sementara itu, Raja Eden dan Elin merencanakan strategi baru untuk menghadapi para kesatria yang semakin kuat. Mereka sadar bahwa pertempuran dengan manusia tidak akan berjalan mudah, namun mereka tidak berniat menyerah begitu saja. Mereka akan menggunakan segala kekuatan yang dimiliki untuk melawan dan mengakhiri ramalan itu.