Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 280 - Xin Xia


__ADS_3

Liu Fengying tertawa menggelegar membuat kuping pemuda yang berdiri tak jauh darinya mulai panas, tatapan matanya tertuju pada Xin Xia selama beberapa saat. Tak disangka gadis itu justru sama sekali tak mengenalnya. Bahkan caranya memandang Xin Fai seperti ingin membunuhnya saja.


"Kau apakan adikku?" geramnya bersiap memenggal kepala Liu Fengying.


"Adikmu? Kau yakin dia masih adikmu?"


Xin Xia bergerak maju secara perlahan-lahan, bajunya yang panjang berterbangan dihembus angin, dalam situasi itu terlihat jelas bola matanya yang kini hanya diisi oleh gelap gulita, dia sama sekali tidak memiliki bola mata.


"Kau–!?" Xin Fai tidak sabar lagi, dia menggunakan dimensi ruang untuk berpindah ke tempat Liu Fengying berdiri.


"Xiaxia! Kuperintahkan padamu untuk membunuh pengganggu ini!" Liu Fengying memerintah tegas yang akhirnya membuat Xin Xia bergerak sesuai kehendaknya. Gadis itu melayang dengan sangat cepat melindungi tubuh Liu Fengying dari berbagai arah, ketika Pedang Kaisar Langit hendak menembus jantung Liu Fengying Xin Xia segera menahannya hanya dengan menggunakan tangan.


Xin Fai membelalakkan matanya saat pedangnya kini melewati tangan Xin Xia begitu saja. Yang dia gunakan bukan kekuatan roh yang bisa membuat penggunanya tembus oleh apapun, tapi Xin Xia menghilangkan tangannya begitu saja dan muncul kembali di detik berikutnya.


'Jadi ini yang dinamakan ilmu penghapusan, apa jurus ini juga bisa melenyapkan mahkluk hidup? Kalau benar, semua orang di tempat ini berada dalam bahaya.' Dia membatin dalam hati sembari melangkah jauh, namun Xin Xia mengejarnya terus tanpa henti membuatnya sama sekali tidak bisa berdiam jika masih ingin selamat.


Pertarungan kakak-beradik ini menjadi tontonan seru bagi Liu Fengying. Dia tertawa puas melihatnya sambil bertepuk tangan.


"Kau tahu, seratus tahun lalu leluhurku meramalkan akan lahir seorang Manusia Iblis di desa kecil. Kau pasti bisa menebak apa yang akan dilakukan Manusia Darah Iblis untuk mendapatkannya, bukan?" tutur Liu Fengying, Xin Fai merubah ke posisi bertahan tak mampu berkutik dengan ratusan jurus mengerikan yang diciptakan Xin Xia. Di sisi lain dia juga tak sanggup melukai adiknya itu.


"Kalian membantai semua orang di desaku demi mendapatkan kekuatan yang kalian inginkan?" Pemuda itu menatap Liu Fengying dengan bola mata mengecam, entah sudah berapa kali nyawa pria itu selamat dari tangannya.


"Sayangnya... Hari itu aku melihat orang yang ditunjuk itu sudah tiada, tapi aku mendapatkan satu mainan yang lebih menarik..." Bola mata Liu Fengying beralih ke arah Xin Xia secara perlahan-lahan. "Entah ini kebetulan yang sangat langka, adikmu memiliki kemiripan dengan sosok Ratu Iblis yang selama ini kami puja." Di akhir kalimat senyumnya melebar dengan sangat menakutkan.

__ADS_1


"Kau tidak seharusnya mempermainkan adikku seperti boneka!" Xin Fai berseru marah, dia menepis besi tajam yang menghalanginya, Xin Xia masih menciptakan segala jenis serangan mematikan. Tapi tak lama kemudian dia berhenti dan memuntahkan darah segar.


"Xia'er!" Xin Fai mendekati gadis itu untuk menahannya agar tidak ambruk, secara refleks Xin Xia mendorongnya jatuh ke atas dinding benteng.


"Ah, tampaknya Manusia Iblis buatan masih belum begitu sempurna. Xiaxia, apa kau membutuhkan lebih banyak kekuatan lagi? Kau akan mendapatkannya tak lama lagi."


"Berhenti mempermainkannya! Kau–"


"Kau marah?" potong Liu Fengying dengan wajah dingin, Xin Fai merapatkan giginya sampai bergetar.


"Kau mengambil keluarga ku, adikku dan semua orang kehilangan segalanya karena ulahmu.." Xin Fai menopang tangannya di atas lutut, berusaha untuk bangkit. "Bangkai manusia sekalipun takkan mau memaafkan dosa-dosamu itu. Kau manusia paling busuk."


Kini wajah Liu Fengying padam, dia menggeram kesal dengan dada naik turun.


Xin Xia langsung menuruti perkataan Liu Fengying, dia menciptakan pedang yang sama dengan apa yang Xin Fai gunakan. Serta melaju kencang hingga tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Dalam waktu kurang dari sedetik pedang Kaisar Langit di tangan Xin Xia bersiap memotong leher Xin Fai. Pemuda itu tak bergeming dari tempatnya.


Melihat Xin Fai tak bergerak sedikit pun Xin Xia menahan laju pedangnya tiba-tiba, membuat Liu Fengying makin kesal.


"Xiaxia! Kau sudah tahu apa yang akan kau rasakan jika membangkang padaku?!"


Pedang di tangan Xin Xia bergetar hebat. Pemuda di depannya menepis senjata itu sembari menatapnya sedih.


"Kau berpura-pura tak mengingatku? Bisa jelaskan sekarang alasanmu berada di sini?"

__ADS_1


"Xiaxia!"


"Aku tidak akan marah, setidaknya aku mengerti apa yang kau alami selama ini." Xin Fai tak menyerah, dia menunggu adiknya itu berbicara. Satu kata saja boleh.


"Xiaxia! Kau ingin membuat orang lain menderita karena ulahmu!?" Liu Fengying menyeru dengan nada lebih tinggi, emosinya habis terbakar.


Xin Fai menepuk pundak gadis itu, "Tidak ada yang perlu kau takutkan pada si tua bangka itu. Sekarang ada aku di sini, aku akan melindungimu.*


Xin Xia mengangkat wajahnya perlahan-lahan, menatapi Xin Fai dalam diam. Bola matanya yang hanya terlihat gelap mengeluarkan cairan merah darah, dia menangis.


"Xin Xia, jangan nakal, kau milik kami." Tiba-tiba saja muncul seorang pria di belakang gadis itu, dia naik dari dinding untuk menangkap gadis itu ke tangannya.


Xin Fai dapat menebak siapa lelaki itu melihat baju dan wajahnya, kemungkinan besar dia adalah salah satu petinggi Manusia Darah Iblis.


"Kembalikan!" teriak Xin Fai bersiap mengeluarkan hawa pembunuh yang sangat mencekam, Liu Fengying yang merasakannya dari jauh tertegun heran. Dia tak pernah merasakan keinginan membunuh yang sebesar ini. Apalagi mengingat target bunuhannya adalah Manusia Darah Iblis, keringat dingin mulai mengucur di pelipisnya.


Pedang bergerigi diletakkan persis di atas kulit leher Xin Xia, lelaki itu siap kapan saja membunuhnya agar Xin Fai tidak mendekat. "Aku tidak akan membunuhnya kalau kau mundur."


Xin Fai berusaha mendekat namun pedang di leher Xin Xia semakin merapat, dia yakin gadis itu tak melawan balik karena ada Liu Fengying di tempat ini. Entah apa yang telah dilakukan Liu Fengying padanya hingga terpaksa menuruti semua kemauannya.


"Cih, lihatlah dirimu sangat menyedihkan. Kau ingin menyelamatkan orang yang akan menghancurkan Kekaisaran Shang kelak? Jiwa Ratu Iblis telah tertanam di tubuhnya, hanya menunggu waktu untuk bangkit sepenuhnya," peringat Liu Fengying.


Xin Xia terlihat jauh lebih terpuruk saat Liu Fengying mengatakan keadaannya pada Xin Fai, wajahnya ditekuk agar tak menghadap ke saudara laki-lakinya itu.

__ADS_1


"Kalau begitu aku hanya perlu menyelamatkannya. Kalau aku tidak bisa melindungi adikku sendiri, bagaimana aku bisa melindungi semua orang?!" Tepat saat mengatakannya Pedang Manusia Iblis muncul di balik ruang hampa dan menembus tubuh pria yang menyandera Xin Xia.


__ADS_2