
Xin Xia menjadi sangat cemas sejak beberapa hari belakangan, dia mulai mengkhawatirkan Xin Fai yang tak kunjung menjawabnya sejak 6 hari lalu. Matanya memerah keruh, air matanya terasa kering.
Sedangkan Lang masih duduk tenang di tempatnya menunggu pemuda itu bangun, meski dia tampak paling tenang tapi sebenarnya justru dia sangat khawatir. Di hari keenam Mantra Api akan melemah, dinding pembatas dunia bawah sadar dengan dunia nyata akan melemah. Naga Es akan keluar jika Xin Fai tak kunjung membunuh Naga itu atau kalau tidak mereka semua akan terbunuh.
Dinginnya es seakan tak terasa lagi, Ren Yuan memeluk Xin Xia dengan erat. Mereka berdua duduk di bawah dada Lang. Di tempat itu terasa sangat hangat.
"Tenanglah Xia'er, kakakmu pasti kembali. Aku yakin, sangat yakin..."
"Seandainya dia kembali aku ingin mengajaknya ke tempatku." Naga Air bergumam kecil, terasa seperti bicara pada diri sendiri.
"Ke tempatmu?"
"Kurasa kau juga boleh ikut, siapa tahu..." Naga Air tertawa sedikit membuat Ren Yuan kebingungan. Merasa ada yang aneh tapi tak tahu di mana letak kesalahannya.
Di dimensi lain pertarungan yang amat sangat sengit telah berjalan enam hari berturut-turut, tanpa henti ataupun jeda.
Xin Fai menciptakan penjara api yang mengekang Naga Es dari atas sampai bawah, ribuan iblis diciptakannya menyerbu Naga Es secara cepat. Tak sampai di situ Pedang Kaisar Langit terbang mengikuti kemauannya, menyalip dalam kecepatan tinggi di antara tubuh-tubuh iblis. Xin Fai mengincar permata kehidupan Rubah Petir di kepala Naga Es sedari kemarin.
Sangat sulit untuk mendapatkan permata tersebut, dia tak dapat menyentuhnya secepat apapun dia mencoba. Xin Fai tak peduli lagi, dunia alam bawah sadarnya sudah hancur. Dia beralih mengganti ke dunia dalam dasar laut, membuat Naga Es tertawa mengejek.
"Mengajakku bertarung di air? Aku sangat ahli berenang dalam air, bodoh!"
Xin Fai membuat lebih banyak serangan mematikan lagi, meluncur kencang dengan dua pedang di tangannya. Saat dia dan Naga Es saling bertubrukan dirinya berhasil menggoreskan luka dalam, membuat sedikit darah siluman itu melumuri Pedang Manusia Iblis.
"Kau sungguh tak ingin memberikan permata itu baik-baik? Kita bisa berdamai dengan jalan ini."
"Sudah hari keenam sepertinya kau makin takut akan kekalahanmu, lihat saja setelah ini aku akan menyerang seluruh umat manusia. Dan sampai saat itu tiba, kehancuran kalian semua adalah kesalahanmu. Kau mengusikku, aku akan menghancurkan saudara-saudaramu sebagai balasannya."
__ADS_1
Ancaman Naga Es membuat Xin Fai sedikit gelisah, dia menarik napasnya berat tak sanggup memikirkan konsekuensinya. Sejauh ini memang dia berhasil melemahkan Naga Es namun jika diperkirakan hanya mengurangi 25 persen kekuatannya. Dalam jangka 6 hari dia hanya bisa melakukan sedikit, dan esok adalah hari terakhir. Rasanya kemenangan tak mungkin lagi diraihnya.
"Sial... Bukan waktunya untuk mengeluh," gumamnya mengingatkan diri sendiri, lantas menguatkan pijakan dan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk yang kesekian kalinya.
Xin Fai kembali menyerang dengan gesit, melayang di sekitar kepala Naga Es dan mengecoh ke sana kemari. Melihat di mana titik buta namun Naga Es juga tak kalah cepat darinya, keadaan berimbang ini membuat keduanya sama-sama berada dalam keadaan sulit.
Naga Es menyemburkan salju yang sangat dingin, di saat itu pula Xin Fai menciptakan batu-batu api di dasar laut. Membuat suhu lautan menjadi panas dan mulai terasa seperti akan mendidih.
Naga Es merasa ini malah menjadi masalah baru baginya, dia menoleh cepat ke arah Xin Fai. Terlihat jelas dia sedang kesal, lagi-lagi pemikiran pemuda itu jauh lebih cerdik darinya. Xin Fai tahu jika menggunakan dimensi seperti sebelumnya, serangan dari api bisa dihindarinya dengan mudah. Tapi jika berada di dalam air, secara langsung tubuhnya terkena air tersebut.
Suhu panas membakar Naga Es di dalam air, dia seperti sedang direbus. Naga itu menjerit menimbulkan bunyi gema yang amat besar. Xin Fai menaikkan tingkat kepanasan hingga membuat dirinya sendiri hampir celaka. Dia akhirnya menemukan kelemahan naga tersebut.
"Saat kupikir aku hanya membutuhkan kekuatan tanpa batas untuk mengalahkanmu ternyata aku salah besar...masih ada satu hal penting lainnya untuk benar-benar membasmimu dari dunia ini."
Xin Fai mengeluarkan Rantai Api Neraka yang langsung mengejar tubuh Naga Es, melilitnya dari berbagai arah sekaligus mengunci pergerakannya.
Naga Es mengeluarkan berbagai senjata pamungkasnya yang semuanya terbuat dari es, tak satupun bisa mencapai tubuh Xin Fai karena telah lebih dulu meleleh. Naga Es merasa tubuhnya semakin terbakar, dia mengamuk sejadi-jadinya hingga ekornya melibas dengan amat kuat. Menyerang Xin Fai dalam kecepatan tinggi.
Naga Es mengeluarkan seluruh kekuatannya, terjadi gelombang yang amat besar dan membuat air mulai tak stabil lagi. Naga Es melonjak ke atas dan keluar dari dalam air, dia terbang sangat tinggi karena kekuatannya terlewat besar.
Xin Fai mengejar Naga Es, kembali pertarungan besar dilanjutkan. Xin Fai menciptakan kloning dirinya sendiri bersenjatakan Pedang Manusia Iblis sedangkan dirinya sendiri memakai Pedang Kaisar Langit.
Dari dua sisi Naga Es dikepung, naga tersebut tak memedulikan Xin Fai dan terus naik ke atas langit menembus awan-awan tinggi. Xin Fai tahu betul Naga Es sedang mencari dinding pembatas untuk dihancurkannya, tampaknya Naga Es semakin panik dan takut menerima kekalahannya. Sebelumnya dia tak pernah sepanik ini. Omongannya yang terlalu tinggi membuat Xin Fai harus sabar saat menghadapi mulutnya.
Nyatanya Naga Es hampir menemui dinding pembatas dunia, dia memusatkan sisa kekuatannya untuk menyerang dinding tersebut.
Xin Fai menggunakan perpindahan ruang dan tiba-tiba berada di belakang Naga Es, menusuknya dengan Pedang Kaisar Langit begitu saja. Tidak ada perlawanan dari Naga Es, dia terlalu acuh untuk mempedulikan tubuhnya sendiri. Tujuannya adalah dinding tersebut. Naga Es tak mau menunda semakin lama lagi untuk keluar dari sini.
__ADS_1
"Terlalu panik bisa membuatmu hancur, Naga Es," gumam Xin Fai sedikit menyunggingkan senyum, dia masih mengejar Naga Es dari belakang.
Kloning dirinya sendiri terlalu membagi fokusnya, Xin Fai memilih tak menggunakannya lagi. Perlahan kloning itu datang ke tubuhnya dan menyatu.
Xin Fai memasang tatapannya pada dua pedang tersebut. "Ini alam bawah sadarku, aku bisa membuat apapun menjadi nyata saat berada di sini..." gumamnya berpikir-pikir. Sebuah ide jahil terlintas di kepalanya, dia sekedar ingin mencobanya saja dan tak yakin benar-benar bisa atau tidak.
Dua pedang di tangannya dia dekatkan satu sama lain, membayangkan sesuatu yang cukup aneh. "Menyatulah."
Sebuah cahaya perpaduan emas dan merah membuat matanya silau, Xin Fai terkejut sepersekian detik melihat sebuah pedang dalam wujud baru muncul di tangannya. Pedang gabungan Pedang Kaisar Langit dan Manusia Iblis. Sebuah energi mengerikan muncul berkali-kali lipat bahayanya.
Saat mencoba menggenggam gagang pedang dia dapat merasakan satu kekuatan hebat mengalir dalam pedang tersebut, Xin Fai menukikan alisnya. Merasa dengan pedang ini dia dapat menghancurkan sang Naga Es.
Perpindahan tempat terjadi begitu saja, Xin Fai berada tepat di hadapan Naga Es yang panik. Dia tidak terlalu memedulikan pemuda itu karena yakin serangannya takkan mampu membunuhnya seketika.
"Hari ini ingatlah, kau mati di tanganku, Naga Es."
Pedang yang sangat tak biasa muncul tiba-tiba, sebuah kekuatan tersembunyi keluar dan seperti meledak-ledak. Naga Es tak sempat menghindari pedang tersebut hingga pedang di tangan Xin Fai mengenai batang hidungnya.
Berbeda dengan pedang Manusia Iblis maupun pedang Kaisar Langit yang hanya bisa menembus satu lapis kulit Naga Es, pedang yang satu ini dengan mudah mengoyak tubuh sang naga hingga terbelah dua.
Xin Fai terbang sambil memotong Naga Es hingga ke ekornya, Naga Es terbelah dua begitu saja. Jeritannya terdengar mengoyak langit, menggema hingga beberapa detik lamanya.
Xin Fai berhasil mencabut permata kehidupan dari kening Naga Es. Siluman Penguasa Bumi terkuat telah mati di tangannya sendiri. Xin Fai tak sanggup lagi berdiri, dia terjatuh dari langit begitu saja. Sebuah senyuman kemenangan tampak di kedua sudut bibirnya, sangat bahagia.
**
besok chapter terakhir wee, sudah siap berpisah dengan cerita ini? wkwkkw
__ADS_1