
Xin Fai bersiap mengeluarkan pedang andai sekelompok pendekar ini akan menyerangnya, keberadaan Pedang Kaisar Langit dan Pedang Manusia Iblis yang berada di tangannya kerap kali membuat Aliansi Pedang Suci mengalami benturan keras terhadap pihak aliran putih maupun netral yang ingin merebut dua pedang legendaris itu dari tangannya.
Tidak ada yang bisa merebut kedua pedang itu meskipun Xin Fai lengah sekalipun, untuk menjaganya tetap aman Xin Fai menyimpan keduanya di dalam cincin ruang. Dan hanya menggunakan pedang pusaka saat bertemu lawan yang tak seberapa.
Sosok pria tinggi di depannya mengulas senyum yang hangat. "Mungkin kau sudah tak mengenaliku, maklum. Lagipula aku yakin tidak terlalu penting bagimu untuk mengingatnya."
"Maaf, bisa kau katakan lebih jelas lagi?"
"Sebelum itu bisa kau perintahkan pada anggotamu untuk menurunkan senjata mereka?"
Xin Fai mengisyaratkan dengan tangan, menyuruh mereka untuk melakukan apa yang diinginkannya. Masih dalam tanda tanya besar, siapa gerangan pria yang kini terlihat seperti lelaki umur 50 tahun ini, dari pembawaannya tampaknya dia adalah sosok penting serta berkuasa. Tampaknya dari rombongan yang dia bawa mereka bukanlah musuh.
Lelaki itu berjalan dengan dua tangan di belakang. "Aku Ho Shing. Salah satu tetua dari sekte Gunung Angin Timur," ucapnya memberikan sedikit hormat. Xin Fai lantas memindai sosok pria di depannya agak lama, teringat jubah yang dia kenakan pernah dilihatnya dulu saat turnamen. Lagipula garis wajah Ho Shing sangat tak asing.
Ketika akhirnya mengingat siapa sosok di hadapannya ini Xin Fai langsung memberikan hormat. "Maaf karena bersikap tidak hormat sebelumnya, anggota terlalu waspada takut musuh datang lagi menyerang."
Dia tak pernah menyangka guru dari Ren Yuan, Gong Li dan Zhuan Ang akan bertemu dengannya lagi seperti ini. Mengingat pertemuan pertama mereka dulu tak cukup baik, Xin Fai menjadi agak segan padanya.
"Tidak perlu merasa segan, aku bisa memakluminya." Ho Shing menjawab santai, dia berjalan saat Xin Fai mengajaknya duduk ke meja duduk. Menikmati suasana di pinggir laut yang tenang bersama hembusan angin malam.
Hidangan ikan bakar dan arak menemani rombongan dari sekte Gunung Angin Timur, menyambut mereka dalam kemeriahan. Dalam beberapa tahun terakhir sekte Gunung Angin Timur menjadi sekte besar yang memiliki kontribusi besar dalam membantu Kekaisaran bangkit dalam keterpurukan. Hal ini membuat Qin Minjie menaruh kepercayaan penuh terhadap sekte tersebut.
__ADS_1
Tak bisa dipungkiri juga kehadiran generasi muda seperti Ren Yuan, Gong Li dan Zhuan Ang di dalam sekte tersebut menambah kemajuan drastis, ketika berumur 15 tahun ketiga-tiganya mampu mencapai tingkat pendekar besar. Suatu prestasi yang cukup mengagumkan, nama Ho Shing sebagai guru dari tiga murid ini pun tak kalah terkenalnya.
"Jadi bisa kau katakan langsung tujuan utusan sekte Gunung Angin Timur ke sini?"
Ho Shing menenggak minumannya, usai itu baru dia berbicara. "Kebetulan kelompok kami sedang berada di sekitar sini, baru kemarin malam Kaisar Qin Minjie mengirimkan pesan untuk mengawal Aliansi Pedang Suci kembali ke kota, apa kau tidak keberatan kami mengantarkan kalian semua?"
"Kami bisa pergi sendiri, aku sebenarnya tidak berniat menolaknya tapi bergerak dalam rombongan yang lebih besar seperti akan jadi sangat merepotkan. Sedangkan daerah di sekitar sini masih sangat rawan, dibanding mengawal para pendekar seperti kami lebih baik Senior membantu mereka yang sedang dalam kesulitan."
"Pemikiran yang kritis... Baru kali ini aku melihat orang sepertimu." Ho Shing tertawa sedikit saat mengingat masa lalunya, seharusnya dia sudah mengerti sedari awal. Sejak pertama kali bertemu Xin Fai memang berbeda dari orang kebanyakan. Dia memiliki keunikan tersendiri.
"Aku sudah memastikan daerah sekitar sini aman, kami sudah melakukan pengawasan selama satu minggu dan tidak satupun musuh datang ke sini. Lagipula Aliansi Pedang Suci sudah terkenal berkat kerja keras kalian beberapa tahun terakhir, mengirimkan kami untuk mengawal kalian juga bentuk penghormatan Kaisar Qin pada kalian."
"Begitu..." Xin Fai menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, tak tahu harus membicarakan apa dengan Ho Shing. Dia hanyut dalam lamunan sendiri hingga beberapa menit, sampai akhirnya Ho Shing membuka obrolan.
Ho Shing meliriknya pelan. "Salah satu tetua kami, dia telah menunjukmu secara langsung untuk memimpin perang. Aku tidak tahu mengapa dia melakukannya, tapi yang kutahu selama berpuluh-puluh tahun dia terkenal sebagai peramal yang handal."
"Nenek Liang menunjuknya bukankah sudah jelas? Perang akan berjalan sempurna jika dipimpin olehnya," ujar seseorang dari belakang. Keduanya beralih mengamati sosok pemuda yang sibuk menimbang apel di tangannya. Dia mengunyahnya cepat.
Zhuan Ang merangkul Xin Fai setibanya di sana, "Lama tak berjumpa kau jadi tambah tinggi. Sayangnya tubuhmu jadi lebih kurus." Xin Fai mengernyit aneh, baru bertemu saja pemuda itu sudah berkomentar banyak.
"Benarkah? Aku tidak mau dikomentari oleh orang yang tubuhnya lebih ceking daripada aku."
__ADS_1
Zhuan Ang nyaris terbatuk-batuk mendengarnya. "Nah, sekarang matamu tampaknya bermasalah. Apa otot-otot di tubuhku ini tidak terlihat di matamu itu?"
"Yang kau maksud daging gagal tumbuh di tubuhmu itu?" Xin Fai hampir terbahak keras andai saja tak mengingat masih ada Ho Shing di sampingnya.
Zhuan Ang melotot sembari menyikutnya agak keras. "Kau masih menyebalkan seperti dulu, ya."
Baru saja hendak melanjutkan perbincangannya dengan Ho Shing tiba-tiba terdengar jeritan yang memekakkan telinga, suara itu berasal dari arah samping. Tampaknya mereka kedatangan sisa rombongan sekte Gunung Angin Timur yang menyusul dari belakang.
Xin Fai memerhatikan gadis yang wajahnya terbilang sangat rupawan itu, sayangnya wajahnya yang galak membuat siapapun akan berpikir dua kali untuk menggodanya. Dia terlihat sangat kuat dan juga cantik dalam satu waktu.
Ren Yuan berhenti mengomel ketika tatapannya jatuh pada Xin Fai, semburat merah terlihat di pipinya agak lama sebelum akhirnya dia memalingkan muka, menatap Zhuan Ang masih kesal. "Hei bodoh, kau bawa ke mana apelku?"
"Nona Ren yang cantik, bukannya sudah kubilang aku tidak melihatnya."
Xin Fai bercelutuk, sengaja menjebak Zhuan Ang. "Tapi tadi kulihat kau datang ke sini sambil memakan apel?"
"Kau ini–" ucapan Zhuan Ang terpotong, dia mengawasi Ren Yuan yang seperti ingin mengamuk. Dari kejauhan terlihat Gong Li mengusap pelipisnya yang terasa berdenyut, memang dua temannya itu selalu saja membuat keributan.
Xin Fai terlihat puas melihat Zhuan Ang menjadi korban amukan Ren Yuan, di satu sisi dia terus memerhatikan gadis itu, tampaknya Ren Yuan berlatih sangat keras selama ini. Bisa terlihat dari perban yang membaluti kedua tangannya dan juga postur tubuhnya yang menjadi lebih tegap.
Ren Yuan menyadari seseorang tengah memerhatikannya, dia balik menatap Xin Fai tapi ekspresinya sama sekali tidak bersahabat. Tiga detik ditatap dengan tatapan menusuk seperti itu membuat Xin Fai hanya bisa tersenyum kikuk. Dia tidak mengerti apa yang salah dengannya, merasa tidak pernah berbuat jahat pada Ren Yuan, lantas apa yang membuat gadis itu menganggapnya seperti musuh?
__ADS_1
Ho Shing mengerti apa yang dialami gadis itu, dia mengeluarkan suara. "Hari itu saat kau menyelamatkannya dari Setan Gila, apa kau masih mengingatnya?"
***