
Sesampainya di gerbang mereka dihadapkan oleh sebuah pemandangan yang begitu mengerikan, seorang pria dengan gagah berani melawan sepuluh Manusia Darah Iblis. Pria itu adalah Mu Liong, sang Pejuang yang berani bertaruh nyawa demi desanya.
Banyak luka sayatan telah merobek kulitnya, dan satu anak panah menancap di punggung pria itu namun dia masih bisa berdiri.
Biasanya orang yang bisa bertahan seperti itu adalah mereka yang memiliki semangat juang tinggi, Pejuang sendiri memiliki idealisme seperti itu. Mereka selalu berdiri di baris terdepan jika terjadi kekacauan di desanya.
Seseorang yang diangkat menjadi Pejuang sendiri akan bersumpah mengabdi pada pekerjaannya meskipun dengan taruhan nyawa sekalipun. Seperti yang dikatakan Mu Liong sebelumnya, bahwa pembentuk pasukan Pejuang ini adalah siluman kucing ribuan tahun dengan kekuatan yang mahadahsyat.
Siluman tersebut mengenang Tuannya yang memiliki semangat juang tinggi dengan membuat organisasi ini. Meskipun Pejuang hanya terkenal di Kekaisaran Shang namun sosok mereka begitu dihormati oleh penduduk desa.
Melihat pertarungan Mu Liong tak berjalan seimbang membuat Xin Fai khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada pria tersebut.
Sedangkan yang lain hanya terpana melihat pertarungan itu, Xin Fai segera berlari kencang memasuki pertarungan. Dia menahan seluruh laju serangan yang menyerang titik buta Mu Liong.
Pedangnya mengeluarkan bunga api saat bertemu dengan senjata musuh, Xin Fai berupaya mengalirkan tenaga dalam ke pedangnya dan tanpa disangka pedang tersebut mengeluarkan cahaya berwarna emas.
Ukiran di pedang tersebut berubah menjadi keemasan, Xin Fai tak bisa menutupi kekagetannya. Dia menatap Lang yang sibuk menerkam musuh di dekatnya. Benar kata Lang, kekuatan milik serigala itu tanpa sengaja terserap dan menyatu dalam tubuhnya. Meskipun dia belum mendapatkan efek samping dari hal itu Xin Fai tetap berhati-hati menggunakan tenaga dalamnya.
Xin Fai dan Mu Liong sekarang berdiri saling membelakangi. Dengan saling melindungi titik buta masing-masing membuat posisi mereka sedikit diuntungkan.
__ADS_1
"Untunglah kau masih selamat, Pejuang Liong. Aku sudah membawa bala bantuan. Kau bisa menyembuhkan lukamu dulu."
"Tidak." Mu Liong menolak mentah-mentah sambil menebas musuh dengan pedangnya, dari sorot matanya ia tampak begitu yakin bisa membasmi seluruh musuh yang menghancurkan desanya.
"Aku harus membunuh mereka dengan tanganku sendiri."
Xin Fai masih mencoba membujuk melihat banyaknya bekas luka dan tusukan di tubuh pria tersebut. Darah mengalir dari mulutnya, pedangnya telah patah kala musuh menghantam. Namun Mu Liong bersikeras untuk bertarung sampai titik darah penghabisan, Xin Fai hanya bisa berharap pria itu tetap bisa mempertahankan nyawanya sampai akhir pertarungan nanti.
Terjadi gejolak di pintu gerbang, ratusan Pasukan Seribu Kaki memasuki desa sambil mengacungkan pedang. Chuan Gui berteriak lantang yang seketika menaikkan semangat bertarung pasukannya.
Pasukan Darah Iblis menyambut para musuh, kembali terjadi pertarungan sengit yang berlangsung hampir satu jam.
Suara gaduh itu membuat seluruh Manusia Darah Iblis datang dari berbagai penjuru, sekitar seratus pria berpedang merah ikut bertempur.
Desa tersebut menjadi tanah penuh kematian, pertumpahan darah berlangsung dengan sangat cepat. Xin Fai memutar tubuhnya ke seluruh penjuru setelah berhasil membunuh musuhnya.
Ia mendapati Mu Liong tengah dikepung lima musuh. Xin Fai mendekat dan beberapa anggota Pasukan Seribu Kaki mengikutinya dari belakang hendak membantu pria tersebut. Namun sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Saat sedang berfokus membunuh musuh di depannya, seorang petarung lain menebas kepala Mu Liong dengan segenap tenaga. Kepala Mu Liong terpotong dan jatuh ke tanah.
__ADS_1
"Pejuang Liong!!!" Xin Fai membelalak tak bisa menahan diri melihat hal itu, ia berlari dengan kecepatan yang lebih mengerikan seraya memutar pedangnya ke segala arah membuat musuh mundur beberapa langkah.
Cahaya keemasan terpancar dari tubuhnya, pisau angin dari cahaya tersebut terbang dan salah satunya menebas leher musuh.
Pasukan Seribu Kaki yang lain menghadang sisanya sedangkan Xin Fai jatuh terduduk di depan tubuh Mu Liong yang telah kehilangan kepalanya.
"Pejuang Liong..." Xin Fai tak bisa menahan kesedihannya, sebisa mungkin dia tak ingin menangis mengingat wajah penuh semangat Mu Liong saat ingin membunuh semua orang yang mengusik desa tercintanya. Pria dengan hati seputih kapas itu harus tumbang, seorang pahlawan sepertinya gugur di pertempuran terbesar dalam hidupnya hari ini.
Chuan Gui memaklumi hal tersebut mengingat Xin Fai mungkin belum memiliki pengalaman bertarung. Kematian rekan-rekan adalah hal yang wajar, sebisa mungkin pendekar harus bisa membiasakan diri dalam situasi seperti itu.
Xin Fai bergeram kesal, ia memupuk dendam semakin banyak membuat kekuatan yang dia keluarkan semakin besar.
Sesaat matanya tertuju pada tangan Mu Liong yang seperti menggenggam sebuah kertas, ia membuka kertas tersebut dan langsung merapatkan giginya kesal.
Mu Liong menuliskan di kertas tersebut bahwa jika dia mati nanti, dia memohon pada Xin Fai agar menguburkan mayatnya di desanya sendiri dengan angka 043 sebagai suatu bentuk kehormatan untuk Pejuang seperti dirinya.
Xin Fai meremas kertas tersebut, ia memusatkan seluruh tenaga dalam keluar dari tubuhnya. Mata anak kecil itu bersinar emas dengan ratusan pisau cahaya memutari tubuhnya.
Beberapa orang berhenti melihat pusaran cahaya emas di tubuh anak kecil tersebut, ditambah dengan hawa pembunuh yang begitu pekat. Mereka tidak mengenal Xin Fai siapa, namun kekuatan yang dia miliki setara dengan seorang Pendekar Besar.
__ADS_1
"Aku akan membunuh kalian!"