Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 212 - Pedagang Kumal


__ADS_3

Si nenek tua melanjutkan. "Tentang yang kukatakan tadi, jangan sampai sisi gelap menelanmu." Tampaknya nenek tersebut mengetahui apa yang berada di dalam tubuhnya meskipun tidak bisa memastikan dengan jelas, di dalam keremangan tampak wajah berkerut itu serius berkata.


"Ngomong-ngomong aku datang ke sini untuk mencari penyegel, apa itu dijual?" Xin Fai mengalihkan topik pembicaraan.


"Segel? Untuk apa?"


"Untuk menyegel..." Xin Fai berpikir keras. "Ah, itu... Siluman bebek jantan."


Meskipun alasan tidak masuk akal itu yang keluar dari mulutnya namun si nenek tua masih berusaha percaya. Dia mencoba mengingat-ingat sebentar, meski sudah tua ingatannya cukup bagus. Wanita tua itu berkata tenang.


"Kau cukup jalan lurus, sampai ke bagian paling belakang di sudut kiri, kau akan bertemu dengan pria tua yang menyedihkan. Dagangannya itu selalu tidak laku, dan jika kau sudah sampai di sana berhati-hatilah."


"Berhati-hati kenapa?"


"Berhati-hati karena nanti wajah cantikku ini akan terngiang di kepalamu." Wanita tua itu mengedipkan mata genit, Xin Fai membulatkan matanya takut. Dia buru-buru mengusap tubuhnya sambil menggumam amit-amit. Si nenek tua itu begitu nyentrik, dari gayanya berbicara saja sudah jelas dia bukan berasal dari Kekaisaran Shang.


Tidak memikirkan lebih jauh lagi omongan wanita tua itu Xin Fai segera melangkahkan kakinya menuju ujung dari pasar gelap. Tak memakan waktu yang lama untuk sampai ke sana, dia menemukan seorang pria tua dalam baju penuh tambalan persis seperti seorang pengemis.


Dari wajahnya saja sudah terlihat dia tidak memiliki semangat hidup, kantung matanya dalam membuat penampilannya begitu seram. Lalat-lalat pun berterbangan seperti sedang menyanyikan lagu kematian pada pak tua yang sebentar lagi seperti akan tewas.


Canggung untuk membuka pembicaraan, Xin Fai beranjak melihat-lihat barang dagangannya, memilih, mengamati dan mengernyit heran. Kebanyakan adalah barang yang tidak laku dijual selama beberapa tahun. Penjual ini tidak melakukan apa-apa selama setengah jam ke depan selain duduk bersila dalam posisi menunduk.


"Hei, aku ingin membeli sesuatu. Boleh kau lihat sebentar barang ini? Kira-kira berapa harganya?"


Angin berlalu begitu saja, penjual itu tidak bergeming justru suara lalat terbang seolah menertawakannya saat itu. Sambil memutar akal, Xin Fai beranjak melihat-lihat sebuah topeng dalam ukiran naga, tidak jelas apa kegunaannya karena ketika dia memakai benda itu tidak ada satupun keanehan yang muncul.


'Hm... Pantas saja dagangannya tidak laku, dia bahkan menjual mainan anak-anak di tempat yang dikerubungi orang-orang dewasa seperti ini.' Xin Fai hanya membatin, matanya menyoroti pria itu lama tanpa berkata-kata.


Pandangannya kini jatuh pada sebuah kotak dari batu giok, tampaknya itu satu-satunya barang yang paling berharga di sana.

__ADS_1


Beberapa saat lagi tangannya hendak menyentuh kotak tersebut, sang penjual bangkit dari duduknya dan dalam keadaan tak terduga kotak giok telah berpindah tangan.


Pergerakan tidak diduga tersebut lantas saja membuat Xin Fai terkejut, sedari awal dia berusaha mengukur kemampuan pria itu dan merasa dirinya hanya seorang pedagang biasa.


Penjual itu, sejak tadi sedang menyembunyikan kekuatannya.


"Barang ini tidak dijual."


Bingung, Xin Fai menyela ucapannya. "Jadi untuk apa kau pajang di situ jika tidak boleh dibeli?"


"Apa tujuanmu datang ke sini?" Pria itu lantas balik bertanya.


"Kudengar dari nenek tua di depan sana, kau menjual barang-barang seperti penyegel."


Pria itu lantas mengeluarkan sebuah kalung yang digelantungi oleh sebuah batu kecil berwarna biru pucat. "Kau boleh mengambilnya, silakan pergi dari sini."


"Emas-emas yang kau berikan itu hanya akan menimbun di sana. Aku tidak membutuhkan itu lagi," ucapnya datar sekali, tanpa minat dan terasa kosong. Di belakangnya terdapat beberapa bungkus kain yang diisi oleh emas, begitu banyak bahkan membuat Xin Fai terdiam dalam waktu cukup lama sedang lelaki itu memangku tangannya sembari menerawang jauh.


"Jadi apa yang kau inginkan sebagai bayarannya?"


"Huh... Tidak mungkin kau akan memilikinya, lantas kau datang ke sini untuk membeli, bukan?"


"Iya. Kalau tujuanku berjualan untuk apa pula aku datang kepadamu."


"Nah, itulah yang aku cari..." Pria itu menopang dagunya malas, dia mengembuskan napas berat sembari menerawang kotak giok dalam genggaman tangannya. "Akhir-akhir ini barang yang bisa kujual tidak ada lagi, terlalu banyak pembeli berdatangan setelah mengetahui keberadaan pasar gelap sampai aku tidak memiliki apapun yang bisa dijual selain kotak kecil ini dan barang-barang tidak berguna itu."


"Jika kotak inipun menjadi emas mungkin aku akan berhenti menjadi penjual dan menikmati sisa umurku dengan menghabiskan emas-emas itu." Pria itu seperti menggantungkan kata-katanya.


"Aku hanya ingin menghabiskan sisa umurku dengan terus bekerja, paling tidak masih lebih berguna daripada hidup bermalas-malasan."

__ADS_1


"Jalan hidupmu rumit juga, ya..." Xin Fai berkata simpati. Dia tidak mengerti dengan apa yang berada di kepala pria itu, di saat semua orang ingin hidup tenang dia justru memusingkan cara agar selalu hidup dalam keadaan susah.


"Memang apa yang ada di dalam kotak itu?"


"Sebuah Mustika 7 Musim."


Spontan Xin Fai terbatuk-batuk mendengarnya, dia tidak menyangka barang yang dicarinya itu berada di pelosok pasar gelap seperti ini. Masih belum pulih dari rasa terkejutnya, pria itu sudah memasukkan kotak giok dalam sakunya.


"Tu-tunggu!"


"Aku sudah bilang ini tidak dijual!" Pria itu melotot kesal, dia menarik napas berat lalu membuangnya perlahan. Tampaknya dia ragu memberikan kotak itu tanpa dituruti kemauannya.


"Aku tidak membelinya, tapi menukarnya!"


"Oh... Kau berani menukar barang paling diincar satu Kekaisaran ini dengan apa? Aku berhasil membelinya dengan menggunakan seluruh uang saat berada di puncak kejayaanku dulu. Dan asal kau tahu saja, aku membelinya dari Kekaisaran lain. Bisa kau taksir berapa bayaran yang harus kau berikan?" Ucapannya terkesan menantang, tidak semudah itu mendapatkan sebuah Mustika 7 Musim dengan cara jual-beli. Harganya pun selangit jika ditaksir dengan koin-koin emas.


Xin Fai mengeluarkan seluruh barang-barang yang dicurinya dari markas Manusia Darah Iblis sekaligus sisa lainnya yang dia dapatkan saat menjalankan misi bersama Yong Tao.


Seketika itu, tempat si penjual dipenuhi oleh banyak kitab-kitab dari Kekaisaran lain, pedang segala macam jenis dan ukuran, ramuan aneh dengan bau menyengat dan masih banyak lagi. Jumlahnya bahkan melewati area berjualan pedagang lain.


Tatapan terkejut tampak di mata orang-orang di sekitarnya, mereka terpana melihat semua barang-barang itu. Bukan perkara mudah mengumpulkannya bahkan dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun pun belum tentu, kecuali jika dilakukan dalam satu kelompok besar.


Si pria kumal tersenyum girang menerima itu semua, matanya yang berkantung berbinar bahagia–sungguh tidak percaya akan pemandangan yang amat memanjakan mata ini. Bermandikan barang-barang antik dan berharga tinggi dia mulai mengira-ngira keuntungan yang akan didapatkannya. Para pembeli tentu tidak akan segan mengeluarkan ribuan keping emas hanya demi mendapatkan satu barang ini.


"Aih, aih! Ini begitu berlebihan, tak kusangka hari ini aku kedatangan juragan harta!" Si penjual memeluk barang-barang berkilau itu.


"Apa aku boleh memiliki mustika itu?"


***

__ADS_1


__ADS_2