
Tampaknya pendirian Raja Iblis mulai menyusut saat mendengar berita bahwa Ratu Iblis akan kembali dibangkitkan dengan tujuan yang sama sekali tidak dimengertinya, dulu dia berharap dengan darahnya manusia akan saling membunuh. Mengumpulkan Mustika 7 Musim untuk membangkitkan istrinya.
Namun hari ini semua telah berubah jauh melenceng dari tujuan utama, para manusia akan mempermainkan kekuatan penghapusan dan penciptaan demi keuntungan sendiri. Membuatnya tidak bisa tinggal diam, ingin berbuat banyak. Tapi kian lama dia sadar ini adalah salahnya sendiri.
"Kalau kau mengkhawatirkan Ratu Iblis aku akan memastikan menghentikannya, tidak akan kubiarkan mereka sembarangan menggunakan kekuatannya apalagi demi menguasai dunia."
"Kau tidak mengerti seberapa bahayanya istriku itu, saat dia kehilangan kendali... Langit saja bisa dibelah olehnya..."
"Diam saja juga bukan tindakan yang tepat." Xin Fai melancarkan serangan untuk yang kesekian kalinya, memecahkan permata ke dua puluh yang tertanam di tubuh raja iblis.
Raja Iblis menahan tangannya, membuat pemuda itu melepaskan diri agak panik.
"Aku tidak akan melukaimu lagi setelah ini, jika benar apa yang kau katakan bahwa mereka hendak membangkitkan istriku tolong antarkan aku padanya."
Xin Fai berhasil melepaskan pergelangan tangannya kemudian menatapi sang iblis dalam tanda tanya besar. "Maksudmu? Aku tidak mengerti. Bukankah kau memang menunggu-nunggu untuk membangkitkan istrimu itu? Kenapa sekarang malah berniat menghentikannya?"
"Dulu... Saat istriku meninggal aku sama sekali tidak bisa merelakan kepergiannya dan selalu berharap dipertemukan sekali saja... Jiwanya menghilang begitu saja tak pernah bisa kutemukan. Seperti yang kau katakan, aku terlanjur menganggap semua manusia jahat tapi ternyata diriku sendiri jauh lebih jahat."
Xin Fai tidak tahu harus berkata apa lagi, dia teringat perkataan ayahnya dulu. Tidak semua orang jahat itu benar-benar jahat, begitupun sebaliknya. Saat ini dia mengerti dengan jelas maksud kata-kata itu.
"Mungkin aku bisa membantumu untuk bertemu dengannya?"
"Aku tidak yakin kau bisa menghadapinya, istriku memiliki kekuatan setara dewi. Selama kami hidup tidak ada yang bisa menandingi kekuatannya itu."
__ADS_1
Xin Fai menarik napas dalam, dia mulai mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi Ratu Iblis yang memiliki bakat penciptaan dan penghapusan. Untuk saat ini dia belum bisa memastikan Raja Iblis benar-benar menyerah atau tidak, tampaknya sosok itu benar-benar telah menyesali perbuatannya dulu. Melenyapkan puluhan ribu manusia tak bersalah hanya karena rasa sedihnya akan kematian Ratu Iblis.
"Jadi bagaimana dengan keputusanmu? Kau benar-benar akan membiarkanku mendapatkan tubuh ini?"
"Aku memiliki satu permintaan. Mungkin sedikit berat, tapi aku benar-benar tidak akan meminta apapun lagi selain ini."
Qiang Jun membuka matanya, merasakan sedikit keraguan saat mendengar Raja Iblis yang mengutarakannya. Dia takut Xin Fai terjebak dengan kata-kata manisnya.
"Aku ingin kau membawa ku bertemu dengan Ratu Iblis, bagaimanapun caranya... Kumohon."
Xin Fai terdiam cukup lama, dia memikirkan pertimbangan ini dengan keras hingga akhirnya terdengar penolakan dari mulut Qiang Jun.
"Jangan pernah membuka kesempatan pada iblis penuh tipu muslihat sepertinya atau kau akan kehilangan kesempatan. Aku tahu kekuatannya telah melemah setelah kau mencabut lebih dari separuh permata di tubuhnya dan dia tidak memiliki pilihan lain selain mengharapkan rasa kasihanmu!"
Raja Iblis menentang keras. "Aku tidak akan mengkhianati kepercayaan siapapun asal kau tahu!"
"Tapi kau berbuat jahat hingga ribuan tahun! Terlalu banyak dosa yang kau lakukan hingga tak terhitung jumlahnya, bagaimana kami bisa mempercayai omonganmu dengan perbuatan jahatmu yang sudah kelewat batas itu!?"
Qiang Jun beralih pada Xin Fai, kini Jurus Pemakan Jiwa telah berhasil dibuatnya, tulisan kuno bersinar saat Qiang Jun mengeluarkan kekuatan spiritualnya yang tersisa, setelah ini dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menghilang ditelan bumi berharap Xin Fai bisa membereskan semua masalah yang tidak sempat dituntaskan olehnya.
Yang Qiang Jun tahu saat ini adalah mencegat Xin Fai mematuhi Raja Iblis, memercayainya sama dengan mempertaruhkan jutaan nyawa di bumi ini. Hal itu terlalu berbahaya hanya untuk alasan sepele seperti mempertemukan dua pasangan yang telah lama berpisah.
Qiang Jun memilih bersikap egois daripada membiarkan kehancuran benar-benar terjadi di depan matanya sendiri.
__ADS_1
Saat ini Jurus Pemakan Jiwa telah mengelilingi tempat Xin Fai dan Raja Iblis berpijak, Qiang Jun memfokuskan kekuatannya untuk mengeluarkan batu kehidupan dari tubuh Xin Fai. Menggunakan jurus tingkat tinggi ini menguras habis kekuatannya, Qiang Jun memuntahkan darah segar saat batu kehidupan mulai terbentuk di antara keduanya.
Saat batu itu telah muncul dengan utuh Raja Iblis sama sekali tidak mengejarnya, dia hanya tersenyum pasrah masih berharap Xin Fai mewujudkan keinginan yang telah diimpikannya selama ribuan tahun itu.
"Kumohon..."
Batu kehidupan berada di tangan Xin Fai, pemuda itu meraihnya dengan mudah. Menatap Raja Iblis sebentar dan melihat segel pemakan jiwa kini mulai menghancurkan iblis itu dengan begitu ganas. Perlahan-lahan kekuatan iblis itu terserap bersama mantra kuno itu, aura merah terhisap begitu saja sebelum iblis itu benar-benar menghilang dari pandangan mereka.
Xin Fai menganggukkan kepalanya di detik-detik terakhir, Raja Iblis mengangkat tangannya perlahan menciptakan benda terakhir yang merupakan berupa batu bening berukuran kecil. Dia menyimpan sedikit jiwanya di dalam sana.
"Pertemukan aku dengannya sekali saja, setelah itu aku tidak akan memiliki penyesalan apapun."
Kata-kata terakhir yang didengarnya sebelum lenyap cukup membuat Xin Fai tertegun, dia tidak mengerti mengapa Raja Iblis sangat menyayangi istrinya itu. Mungkin suatu saat dia akan merasakan hal yang sama, namun Xin Fai segera menggelengkan kepalanya. Dia terlalu sibuk untuk memikirkan sesuatu yang bernama cinta seperti itu.
Qiang Jun mendekat padanya, memerhatikan sesuatu yang berada di tangan Xin Fai sebentar sebelum mengeluarkan suaranya.
"Kuharap kau bisa menyelesaikan semua ini, meskipun sendirian tapi aku yakin teman-temanmu di luar sana akan membantumu."
Xin Fai teringat pada Aliansi Pedang Suci, dia tidak tahu bagaimana situasi di luar dan hanya berharap tidak ada satupun anggota aliansi yang meninggal karena kebangkitan ini.
"Pendekar Kaisar Langit selanjutnya adalah dirimu, jangan lupakan itu. Berusahalah sekeras mungkin, suatu saat nanti aku dan dirimu akan dipertemukan lagi. Kita akan menceritakan semua hal kita lalui."
"Senior Qiang, aku tahu ini sama sekali tidak penting tapi... Sampai hari ini semua orang masih mengagumimu. Seperti Lan An dan lainnya, namamu masih terus terdengar keren. Pengorbananmu hari itu bukan sesuatu yang harus disesali."
__ADS_1
Qiang Jun tertawa, lebih tepatnya menertawakan dirinya sendiri. Dia heran kenapa Xin Fai bisa mengetahuinya padahal dia sudah menyembunyikan hal itu sejak awal. Setidaknya pria itu sedikit terhibur, perlahan-lahan wujudnya memudar dalam dimensi yang mulai menggelap, satu hal yang terlihat di wajahnya sebelum benar-benar menghilang adalah senyuman lega. Beban di pundaknya terasa terangkat. Qiang Jun bisa mempercayakan semua ini pada Xin Fai.