Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 103 - Tawaran dari Ho Shing


__ADS_3

Seorang pria berusia 40 tahun dengan porsi tubuh padat dan kekar mendatangi mereka, sontak saja kehadiran pria itu membuat tiga murid dari sekte Gunung Angin Timur menundukkan kepalanya dengan penuh hormat.


Kehadirannya yang secara tiba-tiba itu membuat Zhuan Ang mengingat kembali kata-kata Xin Fai, ternyata benar dia tak berbohong jika guru mereka sejak tadi menonton pertarungan mereka.


Sementara Gong Li hanya bisa mengepalkan tangan erat ketika memikirkan bagaimana perasaan Gurunya ini saat dua muridnya kalah dari murid sekte lain.


Usai memberi hormat mereka mengangkat kepala, menatapi Ho Shing–salah tetua sekte Gunung Angin Timur sekaligus guru mereka yang menjadi perwakilan dalam turnamen ini memasang wajah begitu dingin, sesaat mereka merasa tertekan dengan tatapan itu. Atmosfer juga turut mengelam membuat suasana menjadi tidak nyaman.


Wajah Ho Shing berangsur ramah ketika pandangannya jatuh pada Xin Fai namun keramahan tersebut sama sekali tidak tulus, Xin Fai dapat merasakan kekesalan di balik tatapannya.


Setelah keadaan berlangsung hening akhirnya Ho Shing membuka suara. "Maafkan murid-muridku yang telah mencari masalah denganmu."


Xin Fai menjawab baik. "Tidak apa-apa, Senior. Aku telah memaafkan mereka."


Jawaban Xin Fai membuat Ren Yuan mendengus kesal, di hadapan Ho Shing dia tak ingin terlihat rendah. Harga diri adalah prioritas nomor satu bagi gadis sepertinya.


"Ha! Dialah yang bersalah karena telah mengusik latihan kami!" lontarnya sembari menunjuk-nunjuk Xin Fai, orang yang ditunjuknya mengernyit hingga keningnya berlipat.


"Benar, Guru! Dia telah sengaja mempermalukan kami!"


Xin Fai tak habis pikir saat Zhuan Ang ikut mengompori situasi, padahal dia berpikir pemuda itu telah belajar dari kesalahannya dan takkan mengulang lagi namun rasanya semua itu hanya perkiraan melesetnya saja.


"Benarkah yang dikatakan muridku itu?"


Xin Fai menggemerutukkan giginya sambil menatap Ren Yuan serta Zhuan Ang seperti ingin memakannya.


"Dan juga guru, dia telah mematahkan pedangku menjadi dua, ini adalah pedang pemberian kakek dan harganya pun sangat mahal. Sebenarnya kami tidak bertarung serius namun dia sengaja sekali mematahkan senjata kesayanganku ini." Gong Li turut memojokkan Xin Fai, hal tersebut membuat guru mereka semakin menyipitkan mata.


Xin Fai sejak awal memang sudah hafal bahwa para bangsawan selain licik dalam siasat berpolitik, mereka memiliki jiwa yang penuh drama, seharusnya Xin Fai menyadari jika mereka akan melakukan segala cara untuk menyudutkannya.

__ADS_1


Ho Shing menaikkan sebelah alisnya seperti mempercayai perkataan murid-muridnya. "Kau sengaja melakukannya?"


"Baiklah, baiklah kalian memang sengaja membuat seolah kalian korban dan aku pelakunya. Benar-benar tidak tahu malu..." Geram Xin Fai kesal. Dia mengalihkan tatapan pada Ho Shing yang kini memasang wajah tersinggung.


"Bukankah Senior sudah melihat sendiri mereka duluan yang mencari masalah denganku? Soal mempermalukan itu aku melakukannya untuk memberi pelajaran pada mereka, dan juga tentang pedang yang kupatahkan itu, dia sendiri yang menggunakannya untuk menangkis seranganku."


"Seandainya aku tak melakukannya Zhuan Ang sudah pasti terluka tadi!" Gong Li kembali memojokkannya.


"Aku tak serius melakukannya, mengapa kalian jadi menyalahkanku?!"


Urat di kening Xin Fai muncul pertanda dirinya sedang dilalap emosi, Xin Fai sebaik mungkin menahan diri supaya tak termakan omongan mereka yang akan berakhir dengan memperburuk keadaan.


Sebagai penengah, Ho Shing sudah jelas akan membela para muridnya dan dia juga sebenarnya kesal karena dua murid kebanggaannya ini kalah telak di tangan Xin Fai.


"Aku memang sudah melihat pertarungan kalian tadi, dan bagaimana jika aku mengatakan kalau sebenarnya kau yang bersalah?" Ho Shing seperti menantangnya.


'Guru murid sama saja tak ada bedanya...' Xin Fai mengumpat dalam hati, dia bertanya balik.


Ho Shing melipat kedua tangan di depan dada sambil menjelaskan. "Pertama, kau sengaja membuat Zhuan Ang malu di depan Nona Ren, aku sudah bisa melihatnya sejak awal."


"Kedua, seharusnya kau berhenti menyerang saat pedang Gong Li hampir patah, aku yakin kau pasti tahu betapa berharganya pedang itu.."


"Dan ketiga, karena aku tak menyukai gayamu itu. Itulah tiga kesalahanmu."


Xin Fai memaki dalam hati mendengar perkataan Ho Shing, setelah mengetahui karakter pria itu seperti apa Xin Fai tak berniat lagi bersikap segan kepadanya.


"Oh, benarkah? Tapi aku tak menganggap itu semua kesalahanku. Justru kalau dilihat-lihat lagi bukannya kesalahan muridmu jauh lebih banyak dibandingkan aku?"


"Hm... Ini cukup sulit..." Wajah Ho Shing seolah berpikir keras namun di baliknya terdapat satu siasat, Xin Fai dapat membaca itu dari wajah liciknya.

__ADS_1


Xin Fai terdengar mendengus di tempatnya, dia menarik napas setelahnya. "Katakan saja langsung ke intinya, apa yang Senior inginkan dariku? Malah berbelit-belit begini..."


Perkataan Xin Fai membuat pria itu menoleh kepadanya heran, dia agak pucat pasi setelahnya. Ho Shing menerka-nerka bahwa Xin Fai adalah seorang pembaca pikiran. Merasa siasatnya diketahui Ho Shing akhirnya langsung mengutarakan maksudnya.


"Kau tahu aku merasa sangat malu saat melihat dua muridku kalah olehmu, padahal mereka adalah jagoan dari sekteku."


"Hm? Jadi?"


"Karena kita belum tahu pihak kau atau pihak kami yang harus minta maaf maka aku memiliki satu penawaran."


Xin Fai mulai merasa siasat beracun pria ini sesuai dugaannya, dia sadar kekuatan Ho Shing setara dengan pendekar besar tahap 5 dan sebentar lagi menjadi pendekar agung. Pengalaman bertarungnya juga terbilang banyak dari kebanyakan orang.


"Aku ingin menentukannya dengan pertarungan, hanya kau dan aku? Bagaimana? Apa kau setuju?"


Penawaran tersebut membuat ketiga muridnya merasa tak percaya, seorang Ho Shing dengan terang-terangan menantang bertarung sosok yang jauh lebih muda darinya. Hal ini merupakan suatu kejutan tersendiri bagi mereka mengingat Ho Shing adalah pria berdarah dingin yang bahkan tak pernah sekalipun mengajak orang bertarung.


Melihat guru mereka mengajak Xin Fai bertarung sudah menjelaskan bahwa Ho Shing mengakui kekuatan Xin Fai, pria itu tersenyum tipis menunggu jawaban lawan bicaranya.


Xin Fai berpikir-pikir sebentar sambil mengukur kekuatan pria di hadapannya, dia sebenarnya hampir saja batuk saat mendengar tawaran tersebut.


Jika dilihat lagi kekuatan Ho Shing setara atau lebih kuat di atas Zhang Bingjie, musuh yang pernah dihadapinya dulu.


Xin Fai membuang napas perlahan sembari menatap ke atas, Ho Shing termasuk pria yang memiliki ukuran tubuh tinggi memaksa Xin Fai harus mendongak untuk bisa melihat wajahnya. Dia berkata sambil menarik pedang dari sarungnya.


"Baiklah seperti kesepakatan tadi, jika aku kalah maka aku yang meminta maaf dan sebaliknya. Kuharap kalian memegang kesepakatan itu nanti."


"Woah, sangat tak kusangka kau menerima tawaranku ini.." Ho Shing bertepuk tangan dengan takjub, dia mengira dengan mengajak Xin Fai bertarung akan membuat anak itu gentar dan meminta maaf kepada mereka namun yang terjadi justru sebaliknya. Bahkan Xin Fai lebih dulu bersiap-siap menarik pedangnya.


Bunyi tepuk tangan itu membuat hati Xin Fai panas, entah mengapa dia merasa itu adalah ejekan.

__ADS_1


"Simpan pujianmu itu untuk nanti Senior, hari sudah mulai gelap sebaiknya kita selesaikan ini dengan segera."


***


__ADS_2