
Keadaan semakin genting ketika decitan tikus tak henti-hentinya menggema ke seluruh penjuru, Xin Fai meluruskan kakinya dan berdiri di depan Lang dengan mantap.
"Aku tidak akan mati di tempat ini! Sekalipun langit yang menginginkannya!" Xin Fai berteriak keras, langit sudah mulai gelap dan menunjukkan tanda-tanda hendak turun hujan.
Jarak dengan lautan tikus hanya belasan meter, Xin Fai menghela napas lama seraya membulatkan tekad. Dia harus melindungi Lang yang kini tak sadarkan diri, meskipun nyawanya jadi taruhan.
Sambil menarik pedang Xin Fai menaikkan konsentrasi setinggi mungkin untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.
Saat jarak mereka hampir bertubrukan Xin Fai mengangkat tinggi-tinggi pedang dengan mengeluarkan segenap kemampuannya, seketika cahaya emas bercampur asap pekat keluar dari pedang tersebut.
"Kitab Tujuh Kunci - Jurus Seribu Roh!"
Kitab di saku Xin Fai keluar kemudian mengambang di udara bersamaan dengan cahaya terang yang membuat tikus itu mundur, dan dalam beberapa detik lembar demi lembar kitab itu terbuka dengan sangat cepat mengeluarkan ribuan roh di dalamnya.
Ribuan roh-roh itu berterbangan liar ke arah tikus dan tanpa disangka hampir setengah dari jumlah mereka dimakan oleh roh-roh yang keluar dari kitab tersebut.
Xin Fai terpana, kakinya gemetar melihat keajaiban yang jauh dari nalar manusia itu, dia jatuh berlutut melihat para roh yang terbang dengan bentuk asap yang menyerupai wajah manusia.
Setiap tikus yang dimakan roh itu akan menjadi kepulan asap, Xin Fai tak tinggal diam. Dia menghancurkan ratusan tikus di hadapannya menggunakan jurus lain.
"Kitab Tujuh Kunci - Bulan Separuh Lingkaran!"
Tebasan dari pedang itu bahkan membelah kerumunan tikus dalam jarak dua puluh meter. Xin Fai menyadari perbedaan kekuatan jurus itu saat ini, jika dia memiliki sesuatu yang patut dilindungi maka kekuatan sesungguhnya dari kitab itu akan keluar.
"Kau sudah menyadarinya?"
__ADS_1
Sebuah asap berkumpul dan menampakkan Kaibo yang kini menggenggam Kitab Tujuh Kunci yang mengambang di udara.
Xin Fai mengangguk pelan tanpa melepaskan pandangannya dari lautan tikus. Dia mencoba melindungi Lang yang kini tak sadarkan diri, sedikit rasa bersalah menghantuinya.
Tentu saja Lang kelelahan setelah pulang balik mengangkut bahan makanan ke desa sebelumnya belum lagi berlari berjam-jam menghindari tikus-tikus ini. Sudah sepatutnya Lang kelelahan, namun serigala itu tetap saja memaksakan diri.
"Kitab ini berasal dari Kekaisaran Qing, ilmunya jauh lebih tinggi dari yang pernah kau lihat terlebih lagi yang membuatnya adalah Qiang Jun." Kaibo menatap Kitab Tujuh Kunci yang kini terbuka seperti ditiup angin.
"Tidak perlu khawatir jika tenaga dalammu habis, kami para roh akan memberikan sedikit kekuatan kami padamu." Kaibo berkata tenang sambil menyodorkan kitab tersebut dan diterima Xin Fai dengan segera, pandangannya terjatuh pada sosok raja siluman tikus yang kini murka karena anak-anaknya telah dibantai oleh para roh.
Langit gelap kala itu membuat pedang di tangan Xin Fai bersinar terang, ukirannya nampak lebih bercahaya dari biasanya. Xin Fai menghampiri raja siluman tikus yang bertubuh gemuk dengan hati-hati.
Saat berusaha maju gelombang tikus menyerangnya, beberapa berhasil ditangkis oleh Xin Fai sedangkan yang lain dimakan oleh roh-roh.
Dengan Langkah Cahaya Xin Fai melompat di antara pepohonan tinggi, dia mengincar titik buta siluman tersebut dan saat menemukan waktu yang tepat Xin Fai menebas pedangnya.
"Kitab Tujuh Kunci - Bulan Separuh Lingkaran!"
Xin Fai agaknya paham, kulitnya jauh lebih keras daripada manusia biasa karena latihan di air terjun. Dia tidak akan dimakan dengan mudah dengan kondisi kulitnya yang seperti itu. Setidaknya itu sangat membantunya di saat seperti ini.
Saat sedang fokus menyerang siluman tikus Xin Fai dibuat khawatir saat ratusan tikus berlari ke arah Lang. Dia hendak menyelamatkan serigala itu namun musuhnya lebih dahulu memasukkan serangan membuatnya terpaksa menghindar.
Kaibo mengarahkan tangannya ke arah Lang dan ketika itu juga ratusan roh terbang ke arah Lang dengan cepat dan memakan dengan rakus tikus-tikus di sana. Xin Fai menarik napas lega setelah melihat Lang baik-baik saja.
Sembari mengalirkan tenaga dalam ke pedang Xin Fai mengingat kembali latihannya selama ini. Dia memejamkan mata dengan tarikan napas panjang, mendadak matanya terbuka lebar kemudian berlari secepat kilat.
__ADS_1
Xin Fai mengayunkan serangan tepat di perut siluman tersebut, mata Xin Fai berubah keemasan dengan pisau cahaya yang bergerak liar mengenai tubuh musuhnya. Sang siluman tikus mundur namun Xin Fai terus saja memperpendek jarak.
Siluman tikus itu memanggil anak-anaknya namun yang tersisa hanya ratusan ekor lagi, sedangkan roh yang berada di pihak Xin Fai semakin gencar memakan mereka.
"Akhirnya kami bisa makan malam setelah sekian lama..." Gumam Kaibo ketika itu, Lang yang akhirnya tersadar membuka matanya dan tersentak kaget. Dia melihat sekitar dan mencoba memahami apa yang sedang terjadi.
"Tidak perlu cemas, Tuanmu bukan orang yang lemah. Lihatlah dia sedang bertarung di sana, gerakannya sangat indah namun penuh dengan bahaya. Siluman tikus itu bahkan bisa terpukul mundur dibuatnya." Kaibo mengakui Xin Fai diam-diam meskipun tak pernah mengatakannya secara langsung.
Lang menatapi Tuannya dengan lama, jika bukan karena Xin Fai sudah pasti dirinya sekarang tak lebih dari kerangka tulang.
Xin Fai bergerak semakin gencar namun masih belum cukup untuk membunuh tikus tersebut. Bulu siluman itu seperti besi yang keras, sangat sulit untuk menembusnya menggunakan pedang.
Sedangkan itu cakar siluman tikus sangatlah berbahaya, dia mendapatkan goresan yang cukup serius akibat serangan tersebut.
"Jika menyerangnya begini akan memakan waktu berjam-jam dan aku tidak memiliki stamina yang cukup biarpun roh-roh ini membantuku."
Xin Fai mundur beberapa langkah untuk memulihkan tenaganya begitu juga dengan siluman tersebut. Luka-luka di tubuh siluman tikus langsung tertutup dengan mudah, membuat Xin Fai tak henti-hentinya mengumpat dalam hati.
Lang hendak membantu namun Kaibo melarangnya.
"Kita harus membiarkan anak itu menghadapinya sendiri jika kau ingin dia bertambah kuat."
Meskipun tak senang diperintah namun Lang menurut, dia membiarkan Xin Fai menghadapi siluman itu sendiri.
***
__ADS_1
**Pas baca ulang eh rupanya bnyk typo bertebaran wkwkw maapin yak saya kdg lupa periksa
Jgn lupa vote, komen dan like untuk mendukung author dan membuat cerita ini semakin berkembang🙏😆ehee**