Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 202 - Mencari Shen Xuemei


__ADS_3

"Komandan, dia tidak mau menurunkan mayat-mayat itu!"


Xin Fai mengalihkan tatapannya pada lima mayat yang bergelantungan itu, bagian kulit mereka mulai membiru dan ulat-ulat putih pun keluar di lobang matanya. Bukan perkara jijik ataupun takut dengan bau bangkai yang sudah berhari-hari tidak dikubur itu tetapi ini semua juga menyangkut harga dirinya. Dia tidak mau direndahkan oleh orang sombong ini.


"Oh, kau yang berdiri di pasukan paling belakang tadi, bukan?" Ucapan Komandan mulai membuat beberapa anggotanya datang mengerubungi Xin Fai. Pemikiran mereka sama halnya seperti pria itu.


"Mengapa kau memanggilku aku dengan sebutan Ketua tadi?"


"Maaf, aku tidak tahu sebelumnya."


"Sekarang sudah tahu?"


"Ya."


"Atau sejak awal kau membohongiku?"


Lantas saja suasana menjadi hening mencekam, tidak ada yang berani bersuara menunggu komandan mereka bergerak. Xin Fai mewanti-wanti akan terjadinya pertarungan.


Komandan mereka menarik paksa pelindung kepala Xin Fai dan menampakkan wajah asing itu, dia berseru. "Cih, menyebalkan sekali! Melihat wajahmu itu aku seperti ingin menyayatnya dengan pisau tajam."


Pria itu agak terkejut melihat wajah pemuda di hadapannya, wajahnya memang terbilang bagus dengan keunikan terletak di bola matanya yang bersinar agak emas.


"Boleh kembalikan pelindung kepalanya?" Xin Fai mulai geram, dia masih sedikit menunjukkan sikap segannya karena ini semua menyangkut berhasil tidaknya rencana mereka semua.


Komandan itu tersenyum miring, terkesan menantang. "Boleh setelah kau menunjukkan lencana identitasmu."


Kecurigaannya terhadap Xin Fai berakhir sudah saat sebuah lencana tersodor, dia memasang wajah tidak enak. "Ah, maaf sudah memperlakukanmu seburuk tadi. Kukira kau penyusup tadinya, hahahaha..." Laki-laki itu menggaruk belakang kepalanya canggung.


"Nah, sebagai permintaan maafku kau tidak harus menurunkan mayat-mayat itu." Sang komandan beralih pada orang yang tadi menyuruh Xin Fai seenaknya. "Kau saja yang membereskannya, tidak pakai bantahan! Cepat lakukan!"

__ADS_1


Pria yang tadi memaksa Xin Fai menurunkan mayat-mayat itu tersentak tak percaya, dia ingin menyahut namun kata-kata terakhir komandannya itu tidak mengijinkannya menjawab lagi. Tak punya pilihan lain lelaki itu mendengus pasrah dan segera pergi menjalankan tugasnya sambil mengumpat serapah.


Usai membuka ikat tali di kaki mayat pria itu menutup hidungnya akibat bau bangkai yang begitu menyengat, dia menyeret mayat tersebut ke kobaran api dan melemparkannya penuh rasa jijik.


Sementara itu orang-orang yang berada di dalam kurungan mulai waspada, rakyat-rakyat kecil nan malang itu menjerit tak henti-henti sampai suara yang terdengar hanya sesenggukan.


Xin Fai memandangi rakyat tak bersalah itu tanpa berkedip, dia tidak membayangkan berapa orang yang sudah mati sia-sia oleh para Manusia Darah Iblis ini. Rasanya ingin sekali Xin Fai membebaskan seluruh orang ini namun bisa dipastikan jika dia membebaskan pun belum tentu mereka masih bisa selamat atau bahkan rencananya menyelamatkan Shen Xuemei juga gagal total.


Dalam hati Xin Fai hanya bisa menyumpahi Manusia Darah Iblis dan berjanji akan memberikan kematian yang jauh lebih menyakitkan dari apa yang dilihatnya sekarang. Lima orang di dalam kurungan dikeluarkan secara kasar oleh tiga pendekar. Mereka menyeret lima orang tersebut ke bawah pohon di mana tali yang sebelumnya mengikat kaki mayat itu bergelantungan.


'Aku juga harus bergerak cepat, barangkali mereka semua masih bisa kuselamatkan...' batinnya sembari menyapu pandangan di sekitarnya. Merasa tidak ada yang memperhatikan Xin Fai segera angkat kaki dari tempat itu dan pergi ke tempat di mana Zhuan Ang menunggu.


Setibanya di sudut markas Xin Fai perlahan memasuki sebuah perkemahan yang menyimpan banyak kain katun. Dia menyelidik sekitar sebelum api obor di tangannya melesat cepat dan tergelatak di atas kain katun tersebut.


Api menyebar begitu cepat hingga membakar perkemahan tersebut dalam beberapa detik, orang-orang yang menyadari kebakaran tersebut segera berkumpul dan luntang-lantung memadamkan api.


Selagi mereka disibukkan dengan api Xin Fai melemparkan pisau dari sakunya dan memotong penyangga api yang berada di atas sana begitu saja. Zhuan Ang yang berdiri di luar markas mundur saat api siluman jatuh di depannya, dia mendengar bisik-bisik di balik dinding penghalang.


Sekuat tenaga Zhuan Ang memanjat pohon di samping pagar lalu melompat tinggi memasuki markas Manusia Darah Iblis, dia mendarat mulus menyadari di depan sana sedang terjadi keributan.


Belum sempat menyeimbangkan tubuhnya, Zhuan Ang segera ditarik di balik-balik perumahan yang telah ditinggalkan warga. Mendapati Xin Fai tengah berjongkok dengan musuh yang tergeletak tak bernyawa di depannya.


"Sekarang, ganti pakaianmu!"


"Sekarang?"


"Bukan... besok! Ya sekarang!"


"Yang benar saja, di depanmu?"

__ADS_1


Xin Fai menahan emosinya sangat kesal, dia menyadari beberapa penjaga sudah mulai kembali ke tempat semula. Jika Zhuan Ang tak segera mengganti pakaiannya jelas saja mereka akan ketahuan.


"Cepat ganti, jangan seperti perempuan saja gayamu itu."


Zhuan Ang mencebik kesal sedang Xin Fai membalikkan badannya, dia mulai merasa tidak peduli serta langsung menggantikan pakaiannya asal-asalan. Di saat itu pula seorang pendekar datang secara tiba-tiba.


"Hei apa yang kalian lakukan?"


Xin Fai segera menjawab tak membiarkan Zhuan Ang berbicara. "Sedang berjaga-jaga."


"Ck, apa yang kau jaga di sini? Pohon? Ke perkemahan sana bantu bereskan tenda yang kebakaran!"


Agak diseret Zhuan Ang oleh Xin Fai menuju arah yang ditunjukkan oleh pendekar itu.


Zhuan Ang memang susah sekali diajak bekerja sama dan alasannya menggantikan Ren Yuan nyatanya hanya sekedar agar Nona Ren itu tidak berduaan dengan Xin Fai.


Agak kebingungan Zhuan Ang saat arah pergi mereka tidak menuju perkemahan itu, dia kembali memprotes. "Tadi katanya mau ke sana? Kenapa kita malah pergi ke arah berbeda?"


Xin Fai berhenti berjalan, menahan rasa sebalnya yang semakin menjadi-jadi. "Memangnya kau mau bantu beres-beres bersama mereka di sana? Bodoh, kita di sini menyusup bukan bantu bersih-bersih!"


"Oh kenapa tidak bilang daritadi..." Zhuan Ang manut begitu saja, membuat Xin Fai makin tidak habis pikir dengan pemuda ini. Dia menggelengkan kepala pelan sembari melanjutkan perjalanannya, berjalan tenang di balik-balik tumpukan kayu hingga tiba di bangunan yang berderet-deret memadati jalan. Beberapa masih dalam pembuatan sedang yang lainnya beralih menjadi tempat mereka tinggal.


Awalnya Xin Fai berniat melanjutkan penyusupan ini hingga ke depan sana di mana sebuah bangunan yang tampak jauh lebih besar berdiri kokoh namun tampaknya dia harus menghentikan langkah ketika melihat pendekar biasa yang tidak memiliki wewenang apa-apa tidak dibiarkan masuk.


Mereka hanya sebatas berdiri di depan bangunan itu untuk menyampaikan laporan yang selanjutnya akan diteruskan oleh para pendekar besar di bangunan tersebut.


Zhuan Ang menyadari memasuki bangunan itu tidak terlalu bagus lagipula masih banyak tempat yang berkemungkinan besar adalah lokasi di mana Shen Xuemei disembunyikan.


"Sekarang kita harus berpencar, kau memeriksa semua tempat di sebelah kiri dan aku di sebelah kanan. Kalau kau sudah menemukannya dan merasa tidak yakin segera cari aku."

__ADS_1


"Nah, sekarang kita malah berpencar. Kau tidak tahu aku bisa saja mati nanti."


"Untuk itulah aku membawamu ke sini, lagian salahmu sendiri yang memintanya." Xin Fai berdalih memerhatikan sekitar. "Asal kau tidak membuat masalah mereka tidak akan mencurigaimu."


__ADS_2