
Xin Fai dan Ren Yuan baru saja hendak meninggalkan ruangan tersebut usai melalui perdebatan panjang, suasana perlahan mulai damai seperti biasanya namun tidak dengan wajah sosok Pilar Kekaisaran ketiga bernama Xiu Juan. Dia terus menatapi bayang kedua orang yang tengah berjalan tersebut seperti ingin menyampaikan sesuatu.
Lan An yang duduk bersebelahan dengan Xiu Juan menaikkan sebelah alisnya. "Sepertinya kau ingin berbicara dengan anak itu?"
Xiu Juan tersentak kaget saat melihat Lan An, pemuda itu memang sudah dikenalnya sangat lama. Jauh sebelum Xin Fai kembali ke Lembah Kabut Putih, Lan An dan dia selalu ditempatkan pada misi yang sama. Kurang lebihnya kini Lan An tahu apa yang Xiu Juan rasakan.
"Ren Yuan... Dia sangat pemberani, mengatakan apapun yang ingin dikatakannya, sedangkan aku..." Xiu Juan perlahan menunduk enggan melanjutkan ucapan. Lan An tersenyum kecil.
"Kau ingin mengatakan sesuatu padanya?"
"Aku sudah mengatakannya sewaktu kami bertemu dulu," ucap Xiu Juan. Dia mengingat pertemuannya dengan Xin Fai saat insiden penyerangan Lembah Kabut Putih kedua.
"Jadi sekarang?"
Xiu Juan melemparkan pandangannya ke arah Xin Fai yang telah menghilang di ujung jalan. "Aku hanya ingin mengatakan hati-hati di jalan, itu saja."
***
Lalu lalang di sepanjang jalan menjadi sangat ramai tidak seperti biasanya, kali ini Xin Fai tak dapat menerobos jalan dikarenakan telah padat oleh para pengunjung.
Beberapa yang mengenali wajahnya menyapa berkali-kali sambil menyerukan namanya. Keriuhan tak terhindarkan dan berujung Xin Fai harus terjebak di satu tempat meladeni orang-orang.
Setibanya di ujung jalan Xin Fai tidak dapat menemukan Ren Yuan di belakangnya. Lantas pemuda itu menyapu pandangan ke seluruh penjuru.
"Ck, kalau begini lebih baik kutinggalkan saja." Dia hanya menggumam tapi masih dapat didengar oleh gadis yang baru saja menyusulnya.
"Meninggalkan siapa?"
"Jalanmu lambat seperti kura-kura, kalau begitu terus nanti aku tinggalkan."
Ren Yuan menggembungkan pipinya. "Itu karena kakimu lebih panjang, langkahmu pun sangat cepat seperti orang dikejar setan."
__ADS_1
Xin Fai tidak menggubris kata-kata tersebut, dia mengalihkan sorot mata ke arah depannya. Terasa sedikit keraguan dalam hatinya saat mengingat SilumanĀ Rubah Petir di dalam hutan belantara yang akan dimasukinya.
Bagaimanapun saat ini dia belum bisa menepati janjinya untuk mendapatkan kembali permata kehidupan Rubah Petir yang telah direbut Siluman Penguasa Es.
"Ngomong-ngomong kita akan pergi ke mana?"
"Hutan Kabut." Xin Fai menjawab datar. Sementara Ren Yuan terkejut sangat hebat, dia yakin telinganya salah mendengar. Nama Hutan Kabut sangatlah mengerikan, ribuan mayat sudah mati membusuk di hutan kematian tersebut.
"Ka-kau...."
"Salah sendiri meminta ikut, sudah kubilang perjalanan ini berbahaya. Aku tidak yakin Rubah Petir mengizinkanmu masuk ke sana walaupun memintanya."
Ren Yuan menelan ludahnya kasar. "Rubah Petir? Apa dia orang yang akan kau temui?"
"Dia hanya siluman bukan manusia, memang mulutnya juga tidak kalah menyebalkannya dengan mulut manusia tapi tetap saja dia adalah Siluman Penguasa Langit."
Awalnya Ren Yuan penasaran dengan sosok yang akan ditemui Xin Fai namun setelah mendengar nama Rubah Petir dirinya mulai ragu untuk terus ikut.
"Masih ada waktu untuk kembali, aku tidak memaksamu untuk ikut ke Hutan Kabut."
Respon yang didapatkan Ren Yuan sangat miris, Xin Fai hanya menggendikan bahu dengan wajah lelah, dia meninggalkannya pergi memasuki hutan belantara. Berharap gadis itu tidak banyak protes selama perjalanan nanti.
Dedaunan semakin rimbun, sisik siluman ular terlihat di sepanjang Hutan Kabut yang telah lama ditinggalkannya. Ren Yuan memegang ujung baju Xin Fai sambil menoleh kanan-kiri. Suara-suara aneh terdengar sangat menyeramkan. Entah dari mana saja suara itu berasal yang pasti mereka adalah siluman yang bisa memakan manusia dalam satu kali kunyah
Xin Fai sedikit kebingungan saat mencari goa tempat Rubah Petir tinggal dulu, untungnya buaya penguasa danau segera mengantarkannya. Tidak banyak yang berubah dari tempat itu, hanya saja suasananya menjadi lebih sepi.
Ren Yuan mengamati aliran sungai yang dipenuhi belut listrik, dia terpana melihat ratusan hewan itu menggeliat di dalam air mengingat harga satu ekornya saja sudah sangat mahal.
Saat Ren Yuan berjongkok untuk bisa melihat lebih jelas Rubah Petir datang menyusul, menepis tangan gadis itu agar tak menyentuh para belut listrik.
"Siapa kau?"
__ADS_1
Ren Yuan mundur beberapa langkah. Xin Fai menatap Rubah Petir lama, baru kali ini dia melihat secara langsung penampakan rubah tersebut karena sebelumnya hanya bisa merasakan kekuatannya yang begitu besar saja.
"Kau jadi semakin tua, Rubah."
Rubah Petir mengangsurkan pandangannya ke arah Xin Fai, sedikit mengingat-ingat dan akhirnya tahu siapa pemuda itu. Namun tak terlihat ekspresi senang di wajahnya itu.
"Untuk apa membawa orang lain ke tempat ini?"
Xin Fai menelan ludah takut terkena omelan Rubah Petir ini. Dia sudah tahu betul Rubah Petir tidak akan senang orang asing datang ke rumahnya.
"Tenang dulu paman Rubah, dia tidak akan menyusahkanmu ke depannya."
"Mengetahui tempat ini sama saja membocorkan informasi, bisa saja dia mengatakannya pada orang lain dan Hutan Kabut akan berakhir di tangan manusia. Seharusnya kau tahu para siluman tinggal di sini, di tangan kalian kami bisa dijual dengan harga yang tinggi."
Xin Fai melirik ke sebelah pasrah. "coba jelaskan padanya, aku paling malas kalau berdebat dengannya."
Ren Yuan memberanikan diri sambil melangkah kakinya mendekati Rubah Petir. "Aku ke sini hanya untuk menemaninya."
Bukannya membuat suasana baik justru kata-kata itu makin membuat Rubah Petir kesal. Xin Fai menarik napas berat, entah berapa kali Ren Yuan menjebaknya dalam situasi sulit seperti ini. Baru bertemu dengan Rubah Petir saja dia sudah kesusahan bagaimana bertemu dengan Siluman Penguasa Air yang sepuluh kali lebih menyeramkan nantinya.
"Paman Rubah, aku datang ke sini bukan untuk berdebat. Lagipula dia sudah terlanjur pergi ke tempat ini, kalau dia benar-benar membuat masalah ke depannya aku sendiri yang akan memberinya pelajaran."
Rubah Petir tak menghiraukan nasehat itu, dia beralih ke aliran sungai tempat belut listrik berkembang biak.
Xin Fai mengeluarkan tujuh mustika dari ruang hampa, seketika kekuatan 7 Mustika itu terasa, membuat Rubah Petir mau tak mau menoleh ke belakang.
"Kau berhasil mendapatkannya?"
"Ya, jadi apa aku boleh langsung membangkitkannya?"
Sesaat Rubah Petir mengubah topik pembicaraan. "Lalu bagaimana dengan janjimu?"
__ADS_1
"Aku akan melaksanakannya setelah ini." Tahu Rubah Petir akan tidak setuju dia segera menjelaskan lebih rinci. "Aku akan segera berperang dan seterusnya menemui Siluman Penguasa Es, jika tidak membangkitkan Lang sekarang aku tidak yakin masih memiliki nyawa untuk melihatnya hidup kembali..."
***