Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 80 - Melawan Lima Manusia Darah Iblis


__ADS_3

Malam harinya seperti dugaan Xin Fai, terjadi keributan di ruang depan penginapan. Dia terbangun dari tidurnya dan mendapati telah terjadi pertumpahan darah yang mengerikan malam itu.


Kejadian tak terduga ini lantas membuat suasana penginapan sangat gaduh, ruang untuk menerima tamu dibanjiri aliran darah seorang pria dari Kemangi Lima Daun yang telah terpotong kepalanya sehingga tak bernyawa lagi. Satu temannya masih berdiri dengan pendarahan serius, wajahnya pucat pasi menatap ke depan.


Pertarungannya dengan kelima pasukan Manusia Darah Iblis berlangsung berat sebelah, dia mengalami luka yang tidak sedikit.


Xin Fai tak bisa tinggal diam saat orang yang tidak bersangkutan juga menjadi korban dalam pertarungan itu. Banyak pekerja di penginapan ini mengalami luka-luka, bahkan salah satunya telah tak bernyawa ketika menahan rombongan asing ini masuk.


Manusia Darah Iblis selalu menghancurkan apapun yang menghalangi langkah mereka, hal itulah yang membuat nama mereka terdengar mengerikan ketika dibicarakan.


Seorang dari mereka maju dengan senyum iblis, senyum yang terakhir kali Xin Fai lihat sebelum Ayahnya meninggal. Semuanya seperti terulang kembali, Xin Fai menatapi pria berumur 40-an yang berlutut di bawah pria itu seperti Ayahnya sendiri.


Saat hendak membabatkan goloknya, pria yang berasal dari kelompok Manusia Darah Iblis dibuat kaget ketika senjatanya tertahan dengan sesuatu yang sangat keras.


Mata pria itu membelalak begitu lebar bahkan seperti hampir menggelinding di lantai, melihat seorang bocah memegang sebilah pedang bernama Pedang Manusia Darah Iblis yang kini di pakainya untuk mematahkan laju serangan.


Bola mata Xin Fai mengelam saat menatapi tato merah di dada pria itu, dia memandang bengis. Manusia Darah Iblis adalah mimpi buruk baginya.


"Siapa kau-?!" jelas saja teman pria itu terkejut, mereka yang masih baru memasuki kelompok Manusia Darah Iblis sangat kesusahan mendapatkan pedang di tangan Xin Fai. Dibutuhkan prestasi gemilang serta jumlah korban bunuhan yang banyak agar bisa mendapatkan pedang istimewa tersebut.


Xin Fai menopang pedang di tangannya dengan bahu.


"Siapa aku? Aku adalah seorang iblis untukmu, dan menjadi malaikat untuk orang yang berada di sekitarku."


Pria dari Kemangi Lima Daun mengangkat kepalanya bingung namun di saat bersamaan dia merasa sangat lega. Li Yong baru saja datang dan menyaksikan muridnya dalam bahaya, dirinya hendak maju melindungi Xin Fai.


"Hah? Besar juga bualanmu! Lihat setelah ini, setelah kupecahkan kepalamu, apa kau masih berbicara demikian?"


Xin Fai melebarkan senyumnya, "Mari kita buktikan sekarang."


Setelah mengatakan hal itu mendadak Xin Fai hilang di depannya, pria itu menyapu pandangan ke sekitarnya panik. Mendadak terdengar suara bisikan di belakangnya.


"Aku di belakangmu."

__ADS_1


Pria itu menoleh ke belakang dengan cepat, seketika itu juga sebuah tebasan melayang tepat ke kepalanya. Dengan banyak mengalirkan tenaga dalam ke pedang Manusia Darah Iblis, pedang itu memotong leher musuhnya sangat tajam.


Pria itu terkapar di lantai tanpa kepala, Xin Fai tak lagi takut menebas orang lain. Jika dulu jiwa kemanusiaannya masih kuat, sekarang berkat permata siluman tikus rasa takutnya ketika membunuh seperti menghilang.


Xin Fai tak tahu apakah hal itu baik atau buruk, namun sebisa mungkin dia akan mengendalikan dirinya agar tak terpengaruh sisi negatif dari permata itu.


Li Yong menelan ludah saat melihat pria itu terkapar, sedangkan Xin Fai hanya memandang ke bawah melihat leher pria itu mengucurkan darah dengan deras.


Sesaat setelahnya Xin Fai menoleh ke belakang, empat Manusia Darah Iblis lainnya mulai ragu namun insting mereka tetap tak bisa berubah. Mereka akan bertarung walaupun nyawa sebagai bayarannya.


Tangan kiri Xin Fai menarik pedang yang satu lagi, kini kedua tangannya menggenggam pedang berbeda.


Serempak empat musuhnya maju menerjang, mereka melakukan segala upaya untuk melukai Xin Fai namun sangat sulit menemukan celah.


Saat salah satu dari mereka berhasil mendapatkan celah dan hendak menebas Xin Fai dari titik buta saat itu juga Li Yong turun tangan.


Mereka bisa mengukur kekuatan Li Yong sudah memasuki tingkat pendekar agung, salah satu dari mereka mundur ketakutan sedangkan Xin Fai seperti tak memberikan mereka ampunan. Dia harus mengurangi jumlah anggota kelompok ini sebanyak mungkin jika ingin membalaskan dendamnya di kemudian hari.


Kembali satu dari mereka terkapar bersimbah darah, Li Yong tak ingin mencabut nyawa mereka namun Xin Fai tetap melakukannya.


Sedangkan amarah dalam Xin Fai kembali meledak-ledak, rasa dendamnya pada Manusia Darah Iblis begitu membekas hingga detik ini. Dia berpikir jika Manusia Darah Iblis tak ada, mungkin hari ini dia masih bisa berkumpul dengan keluarganya.


Dua orang Manusia Darah Iblis selanjutnya mengembuskan napas terakhir tanpa perlawanan berarti, Xin Fai terus menebas dengan kencang.


"Seandainya kalian tidak membunuh keluargaku..." Xin Fai merapatkan giginya geram, matanya mulai berkaca-kaca. Li Yong bisa melihat semua dengan jelas, terlihat penderitaan anak itu jauh lebih hebat dari apa yang dilihatnya.


Darah musuh kembali mencuat membasahi lantai dan dinding penginapan, satu nyawa lagi telah melayang di tangannya. Setelah berhasil menebas kelima Manusia Darah Iblis baru Xin Fai berhenti. Namun rasa dendamnya sama sekali tidak mereda, justru semakin bertambah.


Xin Fai tak bisa memahaminya lagi, pikirannya gelap. Dia menoleh ke belakangnya dan mendapati tatapan ketakutan dari orang-orang yang berada di penginapan. Termasuk Huang Kun, Shen Xuemei serta Li Yong yang sedari tadi melihatnya.


"Fai'er.... Kau...?" Huang Kun tak percaya Xin Fai yang melakukan semuanya, dia merasa juniornya itu adalah bocah kecil periang serta berwajah polos. Namun kenyataannya, hari ini Xin Fai seperti iblis pemakan darah.


Tatapan Xin Fai kembali menyesal, dia yakin akan banyak orang yang takut atau bahkan membencinya. Tidak akan ada yang mau mengerti tujuan hidupnya hanya untuk menghancurkan Manusia Darah Iblis.

__ADS_1


Pria dari Kemangi Lima Daun tak begitu berharap dirinya diampuni, mengingat tubuhnya saat inipun sudah terluka parah dan membutuhkan pengobatan mahal untuk memulihkannya.


Xin Fai memberikan sejumlah koin emas pada pria itu, membuatnya mengerutkan alis dan mendongak.


"Kenapa?"


"Yang ingin kubunuh di dunia ini hanya Manusia Darah Iblis. Aku tahu kau masih ingin hidup untuk memperbaiki kesalahanmu sebelumnya," kata Xin Fai pelan.


Xin Fai teringat dengan seorang yang bernasib sama dengan pria ini, orang yang selalu berharap pada kesempatan kedua untuk memperbaiki diri. Berbeda dengan Manusia Darah Iblis yang sampai matipun akan terus berbuat kerusakan.


"Tuan Pendekar, bagaimana kau-?" Mata pria itu berkaca-kaca, setelahnya dia menangis.


"Aku telah salah, aku salah. Aku membunuh banyak orang dengan tanganku... Kau, kenapa kau tak membunuhku saja...?"


Semua orang mendengar pria itu sesenggukan di tempatnya, nadanya sangat memilukan dan tanpa dibuat-buat. Xin Fai berjongkok menenangkan pria itu, setidaknya ada rasa senang menyeruak di dalam hatinya.


Jika dulu Xin Fai sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan ayahnya ketika Manusia Darah Iblis datang, hari ini dia bisa menyelamatkan pria Kemangi Lima Daun ini dengan kekuatannya.


Xin Fai berkata hangat. "Terkadang tidak perlu membunuh seseorang untuk mendamaikan keadaan, aku hanya perlu mengubah cara pandangmu yang akan menjadikanmu manusia baru."


Pria itu mencuri pandang ke belakang Xin Fai. Xin Fai mengerti tatapan itu.


"Mereka bukan termasuk orang yang harus dimaafkan, bagiku mereka semua adalah dosa yang harus dihapuskan."


"Terimakasih, Tuan Pendekar. Aku berjanji akan mengingat kebaikanmu dan merubah diriku agar menjadi orang berguna ke depannya.." pria itu berterima kasih bahkan hingga puluhan kali. Xin Fai mengatakan koin emas yang diberikannya untuk mengobati luka dan memenuhi kebutuhan pria itu ke depannya.


Suasana hening beberapa saat, mereka menatapi pria dari Kemangi Lima Daun yang kini memutuskan untuk pergi dari tempat itu karena tak ingin mengganggu kenyamanan orang lain.


Sedangkan pekerja penginapan membersihkan mayat di sekitarnya, Xin Fai tak berani mengatakan apa-apa pada Li Yong.


Li Yong menarik sedikit senyumnya.


"Tak ada yang perlu kau khawatirkan," katanya. "Melihatmu masih memiliki kebaikan untuk merubah hidup orang lain, kurasa iblis itu takkan bisa mempengaruhimu."

__ADS_1


***


__ADS_2