Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 41 - Kekalahan Kaibo


__ADS_3

Saat sedang menyempurnakan teknik pedangnya Xin Fai dikejutkan oleh suara seorang pria sepuh, ia mendapati Kaibo sedang berdiri di pinggir sungai. Tentu seperti biasanya, kerutan di wajah Kaibo menambah kesan ngeri yang berlipat ganda. Xin Fai bahkan menahan napas melihat sorot mata tersebut.


"Boleh tunjukkan padaku perkembanganmu setelah tiga hari ini?"


Xin Fai mengangguk pelan dan mulai memfokuskan pandangan ke sebilah pedang di tangannya.


Wajah Kaibo yang semulanya penuh ancaman berubah takjub, dia mengamati dengan amat teliti gerakan yang diperlihatkan Xin Fai dan jelas teknik itu adalah teknik yang sangat baru.


Alunan pedang menghentak namun setiap gerakan saling berhubungan seperti air mengalir, di balik itu semua yang membuat Kaibo tak kalah takjub adalah langkah demi langkah Xin Fai layaknya seorang yang sedang menari. Pergerakan yang indah namun mematikan.


Xin Fai menggabungkan pola gerakan Lan An yang kasar dan menguras banyak tenaga dengan pola gerakannya sendiri. Lalu mengembangkan keduanya menjadi lebih sempurna. Setelah siang malam akhirnya dia bisa menemukan jawaban itu setelah wajah Lan An sekelebat muncul di ingatannya.


"Bagus, bagus," puji Kaibo mengelus jenggotnya lama. "Namun masih jauh dari targetku. Ayo berlatih denganku lagi."


Xin Fai kembali melompat ke tanah dan Kaibo menerima serangan pedang tersebut. Pertarungan berat sebelah, Xin Fai untuk sementara tak bisa mengimbangi lelaki sepuh itu.


Dia mundur beberapa langkah sembari menarik napas, setelah membulatkan tekadnya Xin Fai berlari cepat. Dia mengayun pedang tanpa jeda, seperti yang sebelumnya dia tunjukkan. Setiap gerakannya seperti air mengalir dan terus menyerang tanpa henti. Kaibo sedikit kewalahan namun masih bisa mengantisipasi hal tersebut.


"Anak ini..." Batin Kaibo setelah dibuat mundur, dia maju lagi menyerang namun Xin Fai tak menunjukkan ekspresi gentar. Dia malah menyambut serangan Kaibo.


"Dia tidak segan-segan menyerang seperti sebelumnya." Batin Kaibo sambil menangkis pedang yang hendak mengenainya, laju serangan pedang itu sangat tajam bahkan untuk seseorang dengan kekuatan tingkat tinggi sepertinya.


Di serangan selanjutnya Xin Fai tak lagi berbasa-basi, dia mengeluarkan segenap kekuatannya agar Kaibo mengakui kekuatannya.


Pertukaran serangan berlangsung begitu cepat, Xin Fai dalam posisi menyerang sedangkan Kaibo masih dalam posisi bertahan. Namun sesaat Kaibo mulai menyerang, dia menargetkan bagian lemah Xin Fai.


Menyadari itu Xin Fai mulai memasang posisi bertahan jika tidak mau pertarungannya berakhir sia-sia. Langkah kaki anak itu semakin terdesak mundur dikarenakan Kaibo yang mulai agresif.


"Sudah cukup latihannya, mari kita akhiri ini." Kaibo menguap lebar, dia semakin gencar menekan Xin Fai hingga termundur begitu jauh.

__ADS_1


Saat posisi semakin tak menguntungkan Xin Fai melepaskan satu serangan yang berakibat fatal. Pedangnya ditangkis Kaibo hingga lepas dan terlempar ke atas.


Senyum kemenangan tampak menghiasi wajah Kaibo sedetik, meskipun sempat terkagum tadi namun dirinya bukan termasuk orang yang mudah ditaklukkan. Dia tidak akan mengakui seseorang dengan semudah itu.


Xin Fai juga memasang tatapan yang sama, memunculkan pertanyaan besar dalam kepala Kaibo. Seketika Xin Fai melompat dan mendapatkan kembali pedangnya.


"Kitab Tujuh Kunci - Bulan Separuh Lingkaran!"


Kaibo yang terlalu senang dengan kemenangannya tak menyangka akan mendapatkan serangan begini. Dia menahan laju pedang Xin Fai dengan pedangnya.


Namun tekanan tak biasa dari pedang Xin Fai memunculkan bunga api, membuat pedang milik Kaibo patah dan serangan Xin Fai berhasil mengenai pundaknya.


"Kau-!?" Kaibo tidak bisa menerima hal itu.


"Aku tidak menggunakan tenaga dalam, jadi tidak ada yang salah, kan?"


Kaibo terdiam dan merasa malu telah bersikap demikian, dia meminta maaf dan mempersilahkan Xin Fai untuk beristirahat.


Kaibo tentunya tak menyangka Xin Fai menggunakan jalan lain untuk mengalahkannya. Walaupun berusaha menutupi hal tersebut namun roh seperti Kaibo sudah pasti tahu jika Xin Fai menggunakan sedikit energi alam dalam serangan terakhirnya.


Dia melihat Xin Fai yang tidak mendengarkan perkataannya, anak itu berlatih di atas batu besar dan mengumpulkan energi alam di sekitarnya. Roh seperti Kaibo juga dianugerahi penglihatan yang istimewa, dia bisa melihat dengan jelas energi alam berwarna biru tersebut mengumpul di sekitar Xin Fai.


"Bagaimana kau bisa memahami semua ini? Maksudku, energi alam itu?" Kaibo tidak berusaha menutupi rasa penasarannya karena tidak bisa menahannya.


Xin Fai tersenyum kecil.


"Aku pernah berlatih di air terjun dengan suhu yang tinggi. Di sana energi alamnya jauh lebih banyak dan aku belajar menyerap energi alam dari sana."


"Kau memahaminya dengan sangat mudah. Kau tahu, manusia seusiamu belum tentu memiliki pemikiran sepertimu juga."

__ADS_1


Tawa Xin Fai berderai, dia sebenarnya sudah menyiapkan kejutan terakhir itu untuk membuat Kaibo tak lagi mengomelinya. Di sisi lain Xin Fai berterimakasih pada Lang yang sudah memberinya sedikit petunjuk.


Jika saja bukan karena dendamnya pada Manusia Darah Iblis Xin Fai takkan segiat ini untuk meningkatkan kekuatannya. Setidaknya, mimpinya saat ini adalah menjadi orang terkuat hingga bisa membunuh pemimpin Manusia Darah Iblis, Liu Fengying.


"Kemarilah, ada sesuatu yang harus kuperiksa."


Xin Fai mendekatkan keningnya di telunjuk Kaibo, di saat itulah dia bisa melihat Kaibo menggeleng kepalanya.


"Kau sudah memiliki setidaknya enam puluh tenaga dalam, setengah gerbang dalam dirimu telah terbuka dan itulah yang menyebabkan Iblis tersebut bisa bergerak dalam tubuhmu."


"Setengah gerbang? Apa yang kau maksud empat gerbang tenaga dalam itu?"


"Ya. Untuk membuka gerbang pertama setidaknya kau harus memiliki seratus tenaga dalam. Dan di usiamu yang baru 9 tahun ini kau sudah memiliki 60 tenaga dalam. Aku tidak tahu darimana kau mendapatkan tenaga dalam sebanyak itu dalam waktu singkat."


Xin Fai menceritakan tenaga dalam itu dia dapatkan ketika latihan di air terjun berhari-hari dan dari goa kelelawar juga. Kaibo menambahkan. "Dan permata siluman yang kau dapatkan itu masing-masing menambah tenaga dalammu sebanyak 10 lingkaran."


"Berarti jika aku berhasil mendapatkan ke-33 permata aku akan mendapatkan 330 tenaga dalam secara cepat."


"Tidak," Kaibo menyela. "Permata yang kau dapatkan itu golongan lemah. Semakin kuat permata yang kau dapat semakin banyak pula tenaga dalamnya. Setahuku permata paling kuat bisa menambah setidaknya dua ratus tenaga dalam."


Xin Fai mengangguk-anggukkan kepala, dia rasa informasi dari Kaibo sangat berguna.


"Jika aku semakin kuat artinya iblis dalam diriku semakin kuat juga..." Batinnya. Anak itu tampak berpikir keras.


Seakan membaca isi kepala Xin Fai pria tua memberikan sarannya.


"Kau bisa menyegel Iblis itu, dengan ilmu penyegelan di sebuah Kuil."


"Kuil Teratai?"

__ADS_1


***


__ADS_2