Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 137 - Penyerangan Tak Diduga III


__ADS_3

Di tempat lain Li Yong dapat mengerti situasi Yong Tao, selain dirinya tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan Xin Fai. Dia meloncat dan berlari ke arah Fen Yin sembari melepaskan tebasan. "Pergilah! Aku akan menangani yang di sini! Kumohon lindungi Xin Fai!" Teriak Li Yong keras, dia dan Fen Yin tiba-tiba bertarung. Wanita itu menggerutu kesal menyambut kedatangan pendeta Li Yong.


"Minggir kau!"


"Aku yang akan menjadi lawanmu!"


Pendekar kekar dengan tato kalajengking hitam mengusap kepala pemuda berkulit gelap itu, Xin Fai mencoba menebak hubungan keduanya dan merasa wajah mereka memang hampir sama. Dia meyakini pemuda itu adalah anak pimpinan Manusia Darah Iblis, Xin Fai dapat memastikannya tanpa ragu. Dia menoleh ke arah Lan An.


"Kakak An, aku tidak ingin kau terlibat. Pergilah dari sini, kumohon."


"Tidak akan! Aku tidak akan pergi, jika nanti kau–"


"Aku tidak akan kenapa-kenapa, kumohon percayakan semua padaku."


Lan An tidak bisa berpikir jernih, situasi kacau ini terjadi tanpa diduga-duga. Bahkan tangannya sampai bergetar takut saat menyadari aura pendekar hitam di depan sana sangatlah tidak biasa, seumur hidup dia tidak pernah menemukan aura iblis semengerikan ini.


Yang Guifei segera menyetujuinya, namun dia sedikit menambahkan. "Kau juga, Xin Fai. Situasi di sini benar-benar tidak aman. Mereka sedang mengincar kalian para pendekar muda yang akan menjadi generasi penopang Kekaisaran berikutnya."


Xin Fai tidak mendengarkan perkataan wanita itu, dia mengeluarkan pedang dalam balutan kain putih di kainnya. Seketika itu pula aura iblis yang begitu kuat menguar di sekitar arena.


"Pedang itu-!?" Anak Liu Fengying berseru kencang, dia menunjuk Xin Fai yang kini menyilangkan pedang Manusia Darah Iblis di depan dadanya. Tak kalah terkejut, Yang Guifei ikut terdiam membisu saat mengenali pedang tersebut.


"Dia... Apakah dia juga Manusia Darah Iblis, Ayah?!"


"Yun'er, dia bukan Manusia Darah Iblis seperti kita. Dia adalah Manusia Iblis sempurna, maka dari itu pedang tersebut mau patuh padanya." Liu Fengying juga mengeluarkan sebuah pedang besar bergerigi, enam permata siluman iblis menghiasi beberapa lekukan pedang tersebut. Bentuknya memang indah namun juga terkesan bengis.


Yang Guifei berdiri di hadapan Xin Fai, dia hendak memastikan kebenaran dari perkataan Liu Fengying. "Apa benar itu Xin Fai? Kau.... Kau Manusia Iblis?"

__ADS_1


"Benar sekali, Senior Yang."


Yang Guifei menelan ludah kasar, kini dia tahu benang merah yang menjadi penyebab penyerangan ini. Manusia Darah Iblis berniat merebut Manusia Iblis yang dikabarkan bisa mengguncang dunia persilatan ribuan tahun silam.


"Tenang saja, Xin Fai. Demi Kekaisaran ini, aku bersumpah akan menjagamu sampai nyawaku habis sekalipun."


Dia menghunuskan pedang sangat yakin, meskipun sebentar tadi dia merasakan ketakutan yang kuat namun Yang Guifei mencoba menyembunyikannya. Saat Yang Guifei mulai bertarung dengan Liu Fengying, anaknya menghampiri Xin Fai dan Lan An tanpa rasa takut.


"He... Kau nampak berani sekali ingin bertarung dua lawan satu?" Sindir Xin Fai, pemuda bernama Liu Yun tak mempedulikan Lan An, dia menatap Xin Fai tajam.


"Mengapa kau sangat beruntung?" Liu Yun mengangkat wajahnya yang nampak ingin membunuh. "Kenapa kau yang memiliki tubuh itu?! Kenapa tidak aku saja!?"


Liu Yun melesat tajam hingga akhirnya pedangnya bertemu dengan pedang Manusia Darah Iblis milik Xin Fai, Lan An tentu tidak bisa tinggal diam. Dia menarik pedang yang sedari tadi tidak dipakainya dan mengarahkannya pada Liu Yun. Namun seorang gadis datang dengan jarum racun yang hendak menusuk Lan An.


Xin Fai mengalihkan pandangan sebentar dan mendapati gadis itu adalah pembunuh bayaran yang juga berniat membunuh Huang Kun di penginapan waktu itu.


"Hum? Kita akhirnya bertemu kembali? Hahahaha bagaimana rasanya? Apa kau terkejut melihat seluruh pasukan pembunuh bayaran dan Manusia Darah Iblis mengepungmu?"


Amarah besar nampak membakar Xin Fai yang kian larut dalam kekesalannya, dia tidak tahu siapa yang telah membocorkan informasi bahwa dirinya adalah Manusia Iblis. Mengingat perkiraannya tentang kerja sama dua kelompok aliran hitam ini nyatanya benar-benar terjadi Xin Fai sampai tidak bisa bernapas dengan tenang kali ini.


"Hari ini kau takkan bisa kabur lagi, tidak akan ada satupun orang yang akan menyelamatkanmu, hahahaha!"


Liu Yun memasukkan serangan selagi Xin Fai sibuk mendengarkan gadis pembunuh bayaran, namun siapa sangka kini malah muncul seekor serigala dengan tubuh besar dari kumpulan cahaya emas.


"Grroooahh!"


"Akhirnya keluar juga... Siluman paling melegenda ini akhirnya muncul kembali!"

__ADS_1


Gadis itu terpana menatapi siluman serigala tersebut.


Lang menerkam Liu Yun namun pemuda itu sangat ahli dalam hal menghindari serangan, sesaat dia tertawa puas sembari menatapi Ayahnya.


"Ayah! Aku ingin siluman ini menjadi milikku!"


Liu Fengying yang baru saja melumpuhkan Yang Guifei menarik senyuman terbaiknya, dia menginjak kepala wanita itu keras hingga menimbulkan bunyi tulang retak. Sang Pilar Kekaisaran nomor 8 kini telah tumbang di awal pertarungan.


"Dengan senang hati aku akan menjadikannya sebagai peliharaanmu."


Xin Fai dan Lan An saling membelakangi punggung masing-masing penuh siaga, sedikit rasa takut menjalar di hati Lan An ketika pendekar nomor satu di aliran hitam mendekati keduanya secara perlahan.


Di berbagai sisi para Manusia Darah Iblis yang jumlahnya jauh lebih banyak mulai berhamburan seisi stadium, setiap detik lebih dari satu nyawa melayang akibat mengamuknya para anggota kelompok ini, mereka nampak senang membunuh dan menikmati jeritan para korban yang sedang meregang nyawa.


"Ini benar-benar surga yang sesungguhnya! Hahahaha!"


"Lagi! Lagi! Lagi! Bunuh mereka semua sampai tak bersisa!"


"Dengan membunuh ribuan orang aku akan menjadi yang terkuat dari kalian semua! Dengan begitu, Tuan Iblis akan memberikan kekuatan yang tak terhingga padaku! Minggir! Mereka semua mangsaku!" Salah seorang berebut mangsa, pendekar dari sekte kecil yang menjadi sasaran hanya bisa berlari ketakutan namun mendadak dia menabrak Manusia Darah Iblis lainnya. Detik itu juga, kepalanya ditebas oleh hingga terpisah dari tubuhnya.


Keadaan pihak aliran putih-netral benar-benar terpojokkan dalam sekejap mata, jumlah mereka bahkan telah terbunuh lebih dari seperempatnya.


Dua Pilar Kekaisaran fokus mengawal Qin Gaozu dan perwakilan keluarga bangsawan lainnya ke tempat yang aman, sedang satu lagi ikut bertarung melawan Manusia Darah Iblis dan para pembunuh bayaran tersebut.


Pertarungan di atas arena kembali dimulai, kali ini Lan An dan gadis pembunuh bayaran yang sedari tadi sibuk bertarung tanpa sadar menjauh dari arena pertarungan.


Sang gadis pembunuh bayaran sengaja melakukannya agar mangsa mereka sama sekali tidak memiliki bantuan untuk melarikan diri, gadis itu tertawa seperti nenek-nenek bahkan Lan An akan percaya begitu saja jika seseorang menuduh gadis ini sebagai seorang nenek lampir.

__ADS_1


Gadis itu mengeluarkan jarum-jarum beracun yang tersalip di setiap jarinya, dia memiringkan kepala sambil berkata pelan. "Hari ini adalah hari kehancuran kalian semua."


__ADS_2