
"Kalau kau mencari Huang Kun dia ada di dalam," ucap Li Yong. Lelaki itu beralih pada kelompok Aliansi Pedang Suci.
"Maaf sebelumnya sudah lancang, aku tidak bermaksud menyerang kalian."
"Ah tidak apa-apa Senior Li, lagipula aku tahu kau khawatir kami adalah musuhmu."
Li Yong menarik senyum kecil namun sesaat dia mengendurkan senyuman itu dan menyadari suara tersebut begitu familiar. Matanya mengarah pada Xin Fai cukup lama namun tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya.
"Kau...?"
"Apakah harus aku memperkenalkan diri lagi?"
"Xin Fai-!?"
"Benar, Senior Li."
Raut wajah Li Yong berubah dalam sejenak, tampak haru biru di kedua matanya. Lelaki itu menghampiri Xin Fai kemudian memeluknya dengan erat.
"Sejak hari itu kalian semua pergi, tak kusangka kita masih bisa bertemu hari ini..."
Xin Fai tidak membalas apa-apa dan hanya membiarkan Li Yong menenangkan dirinya dulu, sulit menerima kehadiran orang yang telah dia anggap tiada selama beberapa tahun. Meskipun Li Yong masih menganggap ini hanya mimpi namun dia dapat merasakan bahwa ini bukan mimpi semata karena dapat menyentuh pemuda itu.
"Masuklah dulu, kita bicarakan ini di dalam saja."
Xin Fai mengangguk, bersama dengan Shen Xuemei yang ikut berjalan di sampingnya. Saat memasuki sekte ini para murid hanya memasang wajah waspada dan saling mencurigai. Tidak pernah lagi mereka menerima tamu sembarangan walaupun tamu itu dari sekte besar sekalipun. Penjagaan yang semakin ketat ini tentu saja memiliki alasan kuat, agar tidak ada lagi pertumpahan darah yang merenggut nyawa dari pihak mereka.
Tiba di sebuah ruangan yang kini telah diisi oleh para Tetua dan juga pengawal, mereka dipersilahkan untuk duduk sebelum menjelaskan maksud kedatangan mereka.
Zhu Yue lah yang menjelaskan ini lebih dulu, pria itu memiliki keterampilan berbicara yang cukup baik. Para tetua yang awalnya tidak senang akan kehadiran mereka mulai bisa menerima, sejenak beberapa tetua Kuil Teratai menatapi Shen Xuemei dalam.
Kehadiran pemuda itu di Kuil Teratai kembali tentu akan mengundang satu permasalahan yang lebih besar lagi, lantaran tubuhnya kini menjadi incaran para pendekar aliran hitam.
__ADS_1
"Kami datang ke sini untuk mengantarkan Shen Xuemei pada Ayahnya, Walikota mengatakan beliau akan menunggu anaknya di Kuil Teratai."
Salah satu tetua dengan jubah putih angkat bicara. "Tentu saja. Beliau mengatakan dia akan tiba dalam waktu beberapa hari lagi, apa kalian bersedia menunggu?"
Xin Fai menurunkan alisnya, tampaknya Ayah Shen Xuemei adalah tipikal orang yang sibuk dengan urusan politik Kekaisaran. Dia tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan sesuatu yang di luar pekerjaannya.
"Kira-kira berapa hari kami harus menunggu?"
"Mungkin satu minggu."
"Dan itu bisa lebih, bukan?" ucap Xin Fai berhasil menebak pemikiran lelaki itu, tampaknya menunggu seperti ini hanya akan memakan banyak waktu.
"Shen Xuemei akan dirawat kembali ke kediaman keluarga bangsawan Shen. Jadi kalian tidak perlu khawatir lagi soal itu, dalam menunggu kedatangan Ayahnya kami akan memastikan keamanannya dan akan mengawalnya menuju kediaman mereka dengan aman."
Setidaknya keputusan ini meringankan tugas Aliansi Pedang Suci, Xin Fai mengangguk pelan dengan sedikit menoleh ke arah Shen Xuemei. Tampaknya dia juga tidak keberatan tinggal di kediaman keluarganya, daripada harus membahayakan sekte Kuil Teratai.
"Lalu setelah ini kau akan ke mana, Fai'er?" kini Li Yong bertanya. Nama panggilan itu sudah cukup lama tidak didengar oleh Xin Fai, lantas saja dia terkekeh kecil.
"Reputasi Aliansi Pedang Suci memang tidak bisa diragukan lagi, belakangan ini berita tentang pergerakan besar-besaran kalian menjadi topik yang paling sering dibicarakan di Kekaisaran."
"Senior terlalu memuji," ujar Xin Fai sekenanya. "Senior Li, boleh aku meminta sesuatu?"
"Apa itu? Aku akan melakukannya selagi aku bisa."
Dua pendekar Aliansi Pedang Suci membawa Ho Xiuhan tepat di hadapan mereka. Hal itu menimbulkan tanda tanya besar di kepala para pendeta yang melihatnya. Tak begitu lama mengulur waktu Xin Fai segera menjelaskan.
"Apa kalian bisa menyegel iblis di dalam tubuh pria ini?" tanyanya.
"Maksudmu?"
"Seperti kalian menyegel iblis di dalam tubuhku, apa bisa?"
__ADS_1
Terjadi keheningan mendadak, Li Yong seperti berpikir berat. Di Kuil Teratai saat ini hanya dirinyalah yang dianggap paling mampu menguasai ilmu penyegelan karena yang mengajarinya adalah Tao Wei langsung.
"Fai'er... Iblis di dalam tubuhmu dengan tubuh pria ini berbeda." Dia berkata sambil mengecek tubuh Ho Xiuhan dan dapat memastikan pria itu adalah seorang Manusia Darah Iblis dengan mengenali tato kalajengking di dadanya.
Semakin hitam tato itu, semakin banyak pula bunuhan yang telah ditumbangkannya. Sedangkan tato kalajengking Ho Xiuhan sendiri berwarna merah darah, tidak terlalu banyak nyawa yang jatuh di tangannya.
"Bagaimana kau bisa yakin ini berhasil?" tanya seorang tetua, dia tentu masih mengingat jelas sosok Xin Fai yang datang ke sekte mereka beberapa tahun lalu, tak disangka kini anak kecil itu telah menjadi seorang pemimpin Aliansi Pedang Suci.
"Iblis yang tumbuh di tubuhnya berasal dari monster iblis di tubuhku juga. Aku yakin ini pasti akan berhasil."
Mendengar itu mereka tak memiliki alasan untuk menahannya, alasan Xin Fai masih sempat dipertimbangkan sebelum akhirnya para tetua mengiyakan hal tersebut dan segera memanggil beberapa pendeta senior yang akan melakukan formasi penyegelan iblis.
Melewati menara kuil di seberangnya terdapat sebuah jalan menuju ruang bawah tanah, Xin Fai berjalan memasuki jalan tanah tersebut dalam diam. Anggota Aliansi Pedang Suci tidak diizinkan ikut, hanya Xin Fai, Li Yong, Ho Xiuhan dan sisa lainnya adalah pendeta Kuil Teratai yang diperbolehkan masuk.
Sebuah ruangan luas dengan banyak rantai menggantung mengingatkannya akan masa lalu, di saat kekuatan iblis ini masih di luar kendalinya. Xin Fai menatap tangannya sendiri, entah sudah sejauh mana dia berdiri namun setidaknya detik ini dia telah berhasil menguasai kekuatan iblis miliknya.
Ho Xiuhan dirantai di tengah ruangan bersama kertas penyegel yang menempel di tubuhnya. Para pendeta berdiri di titik masing-masing yang telah ditentukan.
Sesaat sebuah cahaya dengan mantra penyegel bersinar, tersambung melingkar dari setiap titik para pendeta berdiri. Formasi penyegelan ini berhasil membuat Ho Xiuhan tersadar, pria itu membelalakkan matanya sembari berteriak bengis.
Bunyi rantai terdengar beberapakali dan hampir saja salah satunya terlepas andai saja Li Yong tidak menguatkan segel demi menekan Ho Xiuhan.
Aura kegelapan keluar dari tubuh Ho Xiuhan dan terserap langsung oleh rantai penyegel yang bersinar agak hijau, pria itu mengais tanah mencoba melepaskan diri namun begitu kuat segel mengikat tubuhnya.
Semakin lama Ho Xiuhan semakin tak terkendali. Dia mencoba menyerang formasi dengan melemparkan apapun yang berada di dekatnya, sebelah mata pria itu memerah pekat.
Darah menetes dari sebelah matanya perlahan. Ho Xiuhan kian menjerit, menggertak marah kemudian menghancurkan rantai yang mengikat lehernya.
Li Yong lantas membuka mata menyadari pemberontakan tersebut, dia mengeluarkan kekuatan cukup besar membuat ikatan rantai semakin erat mengikat membuat leher Ho Xiuhan memerah.
Meskipun tak dapat melakukan apapun Xin Fai tetap waspada pada sekitarnya, dia menggerakkan pedang menggunakan jurus ruang saat iblis itu mengamuk. Benar saja, tak begitu lama setelah Ho Xiuhan melemah sebuah energi besar keluar membuat langit-langit bergetar hebat.
__ADS_1
Iblis dalam tubuh Ho Xiuhan mengamuk mengeluarkan semua sisa kekuatannya yang mengakibatkan seisi ruangan kini dipenuhi oleh aura merah milik iblis tersebut.