Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 288 - Pertemuan Mengharukan


__ADS_3

Pertanda buruk mulai terjadi kembali, Ratu Iblis tak mau membuang waktu lebih lama. Tampaknya dia mulai terancam karena Xin Fai terus mengimbanginya sejauh ini.


Wanita itu menciptakan lebih banyak serangan, dalam waktu itu berbagai senjata tercipta mengambang di udara. Bergerak seperti tahu siapa targetnya, siluman-siluman iblis pun turut menyerangnya di waktu yang hampir bersamaan. Kembali menghimpit Xin Fai, membuatnya terpojokkan lagi dan lagi.


Namun Xin Fai sendiri tidak boleh membiarkan dirinya mati hari ini, selain janjinya dengan Rubah Petir belum terpenuhi hanya dirinya yang mampu mengalahkan Ratu Iblis.


Dalam gelapnya malam tanpa bulan dan bintang itu Xin Fai sedikit tersenyum, walaupun keadaannya sama sekali terdesak dia masih bisa menarik sudut bibirnya dengan tatapan mengejek.


"Kalau dipikir-pikir lagi kita memang sama..."


"Apa maksudmu?" Ratu Iblis menjawab datar.


"Kau membalas kemarahanmu dengan membunuh musuhmu, aku pun begitu. Membunuh Manusia Darah Iblis yang telah mengambil nyawa kedua orang tuaku."


Ratu Iblis tertawa sinis. "Kalau kau berniat mengajakku berdamai, percuma saja. Aku tidak berniat mengampuni siapapun setelah diberikan kesempatan untuk membalaskan semuanya hari ini."


Xin Fai menarik pedangnya yang berhasil memotong leher siluman kemudian menghentikan laju senjata tajam yang hendak menembusnya. Sebisa mungkin dia ingin menghemat kekuatan roh yang sedari tadi terus dipakainya untuk menghindari serangan Ratu Iblis.


"Perbedaannya hanya, kau melakukan itu untuk kejahatan dan aku melakukannya untuk kebaikan. Membunuh Manusia Darah Iblis sama dengan menyelamatkan ribuan nyawa di masa depan dan menghentikanmu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan masa depan itu sendiri."


Ratu Iblis mengangkat kedua tangannya hingga tercipta monster berwajah sangat mengerikan. "Memang kau mendapatkan apa setelah melakukan itu semua? Kalian semua manusia bodoh, benar-benar mahkluk rendahan yang menyebalkan. Kalian egois, tamak, rakus. Apa gunanya membiarkan orang-orang seperti mereka tetap hidup?"


Xin Fai menggelengkan kepalanya pelan sekali, jika mengingat teman-temannya seperti Zhu Yue, Huang Kun, Shen Xuemei, Lan An dan yang lainnya rasanya kata-kata itu sangat berkebalikan.


"Kau tidak akan mengerti, aku tidak akan menyalahkanmu. Menurutmu sendiri apa para iblis lebih baik dari manusia?"


"Tentu saja. Setidaknya mereka–"

__ADS_1


"Mereka hanya baik kepada sesama iblis tidak kepada ras lain, kami manusia juga demikian. Mendengar nama iblis hanya membuat manusia ketakutan." Dia tersenyum pelan. "Andai kita bisa saling mengerti mungkin pembatas antara hubungan ras manusia dan iblis bisa diperbaiki."


Meskipun sempat terdiam beberapa detik Ratu Iblis tetap memasang wajah galak. "Tidak akan pernah, aku tidak akan memaafkan kalian. Tidak akan ada pengampunan!"


Usai teriakan itu kembali serangan beruntun menyerang Xin Fai, Ratu Iblis bayangan kembali menyerbunya. Mereka terbang seperti hantu, taring tajam mereka siap merobek kulit Xin Fai kapan saja.


Sepuluh menit berlalu sangat lama, Monster yang diciptakan Ratu Iblis tak kunjung mati. Bentuknya yang elastis dan besar terus kembali ke bentuk semua walaupun pemuda itu mengoyaknya dengan jurus Seratus Pedang Purnama.


Sedangkan tenaga dalamnya mulai menipis, Xin Fai tidak memiliki waktu untuk beristirahat walau sedetik pun. Berhenti satu detik saja nyawanya bisa melayang.


Xin Fai menggunakan Pedang Manusia Iblis, menyalurkan sedikit kekuatannya agar sang pedang bekerja dengan baik.


Dia berhenti di satu titik menunggu salah satu Ratu Iblis bayangan menghampirinya. Saat Ratu Iblis datang, dia menancapkan pedang itu ke dadanya, membuat seluruh kekuatannya terhisap ke dalam pedang dan menyatu dengan tubuh Xin Fai.


Ratu Iblis yang memerhatikannya dari jauh dibuat kehabisan kesabaran, dia memerintahkan empat yang tersisa untuk menyerangnya secara bersama-sama sedang dia sendiri menciptakan jurus-jurus lain untuk menyudutkan pemuda itu.


Lagi-lagi Ratu Iblis tak bisa berbuat apa-apa ketika Xin Fai kembali menyerang bayangan yang dia ciptakan, pemuda itu menyerang dengan sangat gesit kemudian menyerap kekuatannya. Tak bisa dibohonginya kali ini wanita itu mulai merasa terancam.


Dia menengok ke bawah kakinya, melihat keadaan di bawah sudah mulai damai. Para mayat hidup telah dimakan habis oleh Naga Air.


"Jangan bilang sedari tadi kau menahan diri karena mereka?!" Ratu iblis menunjuk ke bawah, menggertak tajam.


"Sekarang aku akan mulai serius."


Ratu Iblis terkejut sepersekian detik setelahnya Xin Fai tiba-tiba berada di belakangnya, menyerang di titik buta membuat helai rambutnya terpotong bilah pedang. Dia menggeram memperlihatkan gigi taringnya namun Xin Fai tak mau berhenti.


Jurus-jurus Kitab Tujuh Kunci menyerang wanita itu, membuatnya kewalahan dalam posisi bertahan. Xin Fai yang begitu cepat tak membiarkan dia menggunakan jurus penciptaan dan penghapusan walau sedetik pun, alhasil sang Ratu Iblis dalam keadaan terpojok.

__ADS_1


Ratu Iblis masih berusaha membayangkan apa yang hendak dia ciptakan, namun Xin Fai telah lebih dulu menghunuskan pedang ke arah dadanya.


Ratu Iblis menangkap bilah pedang itu dan seketika itu pula Xin Fai lenyap dari pandangannya.


Darah segar keluar dari mulut Ratu Iblis saat Pedang Manusia Iblis menusuknya dari belakang, Xin Fai berdiri di belakangnya dan mengeluarkan Rantai Api Neraka untuk mengunci pergerakan Ratu Iblis tersebut.


"Kau...."


"Ada yang harus kubicarakan padamu."


Ratu Iblis menahan Pedang Manusia Iblis yang tembus ke dadanya, pedang tersebut terus menyerap kekuatannya hingga perlahan melemah dan semakin melemah.


"Katakan cepat sebelum aku membunuhmu," jawab Ratu Iblis sangatlah kesal, rahangnya mengeras memperlihatkan kemarahannya telah mencapai puncak. Kekalahannya terhadap manusia tidak akan pernah dia akui. Bagaimanapun Ratu Iblis amat membenci manusia, dia tidak ingin kalah dari mahkluk yang menurutnya lebih rendah.


Xin Fai mencabut pedangnya dari jantung Ratu Iblis, membuatnya mulai kehilangan keseimbangan untuk melayang di udara.


Sebuah kantung putih yang mengeluarkan sinar agak kemerahan tersodor, Ratu Iblis menatapi kantung tersebut lamat-lamat dengan kebingungan. Di satu sisi dia dapat merasakan ada satu kekuatan yang sangat familiar, dia berusaha mengenalinya namun ingatannya ribuan tahun lalu tak kunjung kembali.


"Dia adalah suamimu, kalau kau masih belum mengenalnya."


Air mata darah jatuh membasahi pipi Ratu Iblis, wanita itu berusaha menggapai kantung tersebut. Sekilas tangannya terlihat gemetar, dia menelisik sebuah batu kecil di dalamnya. Mendekatkannya di dada sambil memejamkan mata.


Sebuah bayangan Raja Iblis perlahan-lahan muncul dari gabungan cahaya yang dikeluarkan batu tersebut, dapat terlihat raut wajah rindu yang telah terpendam selama ribuan tahun dari tatap mata keduanya.


Raja Iblis memeluk istrinya bahagia, benar-benar bahagia hingga tak menyadari ada seorang manusia yang berdiri di belakangnya dengan wajah canggung.


***

__ADS_1


__ADS_2