Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 228 - Patung Qiang Jun


__ADS_3

Pertarungan usai begitu saja meninggalkan rasa hampa di hati para Aliansi Pedang Suci, meskipun berat hati melepaskan kepergian Zhang Bingjie namun mereka sadar keputusan pimpinan tak bisa diganggu gugat. Xin Fai pasti memiliki alasan yang kuat untuk melakukan itu semua.


Sekali lagi mayat-mayat musuh yang bergeletakan di segala arah segera dikumpulkan di satu titik lalu dibakar, mereka tidak memiliki terlalu banyak waktu untuk memakamkan satu per satu mayat itu. Lagipula matahari mulai naik, masih banyak yang harus mereka kejar di luar sana. Para musuh telah meninggalkan sarangnya dan mencari tempat baru, mengulur waktu sama saja seperti membiarkan mereka lolos hidup-hidup.


Xin Fai membalikkan badannya ke belakang, menatapi seluruh pasukan yang dibawanya.


"Kita beristirahat sebentar, satu jam lagi perjalanan akan dilanjutkan."


"Siap, Ketua!"


Desa Daan nyatanya tak begitu jauh berbeda dengan Lembah Kabut Putih, di tempat ini energi alamnya begitu banyak, namun rata-rata penduduk di sini hanyalah petani maupun orang-orang biasa. Namun sejak beberapa bulan belakangan kedatangan Manusia Darah Iblis mengganggu ketentraman desa ini, memperbudak banyak gadis dan semena-mena mengambil persediaan makanan rakyat.


Xin Fai menarik tali kudanya dan berhenti cepat sebelum menabrak sebuah patung besar yang amat megah, dia mendongak ke atas demi bisa melihat patung Qiang Jun lebih jelas. Wajahnya masih begitu muda, meski sudah beratus-ratus tahun dibuat namun patung ini masih kokoh tak terhancurkan.


Patung Qiang Jun di hadapannya berdiri dengan mengangkat pedang menentang langit, aura kepahlawanan terasa saat melihat patung tersebut. Xin Fai melirik ke arah dahi patung tersebut, tanda bunga api juga berada di atas sana.


Sesaat Xin Fai tertegun, dia tersadar akan lamunannya. Tujuan dirinya datang ke Desa Daan adalah untuk memastikan keberadaan Pedang Manusia Iblis, dikatakan pedang itu berada di dekat makam Qiang Jun namun dia sendiri tidak tahu di mana letak pastinya.


Xin Fai berkeliling di sekitar patung dan sama sekali tidak bisa menemukan apapun, dia mengedarkan pandangan mencoba mencari tahu kemungkinan pedang itu disembunyikan namun yang terlihat hanyalah sebuah desa biasa yang kini telah dihancurkan oleh Manusia Darah Iblis.


"Kau mencari Pedang Manusia Iblis?"


Sebuah suara menggema di telinganya, Xin Fai tahu siapa yang berbicara di dalam kepalanya itu. Iblis Merah terkikik sebentar membuat suara yang dia keluarkan menjadi sangat amat mengerikan.

__ADS_1


Tak begitu lama Iblis Merah tampak di hadapannya dengan wujud nyata, mahkluk itu berbalik ke arah patung di belakang dan mengawasi dalam diam.


"Di mana pedang itu berada?" Xin Fai bertanya tenang, meski sudah tahu Iblis Merah belum tentu bersedia memberitahu untuk hal ini. Padahal Xin Fai yakin sebelumnya akan mendapatkan pedang itu di sini namun agaknya harapan itu harus diurungkan dulu.


"Menurutmu?"


"Pedang itu tidak ada di sini."


Iblis Merah lantas tersenyum memamerkan giginya yang tajam, dia berjalan pulang balik di depan patung seolah berpikir-pikir.


"Jika kau mengetahuinya lantas mengapa kau tidak memberitahuku?"


Iblis Merah menjawab. "Jika aku memberitahumu kau tidak akan pergi ke tempat ini."


Sejenak lawan bicaranya membisu seperti enggan menjawab, hanya melihat ekspresinya saja Xin Fai sudah paham namun dirinya sendiri sudah muak mengikuti omongan iblis ini. Maksud kedatangan dan bantuannya belum tentu baik, bisa jadi iblis ini sedang merencanakan sesuatu namun Xin Fai belum mendapatkan bukti sejauh ini.


"Lihatlah ke atas, di kepala patung."


Xin Fai mengernyit sebentar berusaha tidak ingin mematuhi mahkluk itu, namun rasa penasarannya membuat dia segera melompat dan mengambil sebuah benda di dahi patung Qiang Jun.


"Mustika Musim Kemarau?" Xin Fai memerhatikan sebuah batu berwarna jingga tersebut, dari bawah melihatnya memang batu itu hanya seperti sebuah tanda bunga api. Namun saat melihat secara langsung benda itu adalah benda berharga yang mungkin sanggup membeli satu desa Daan ini. Tidak disangka salah satu Mustika 7 Musim berada di sebuah desa kecil, mungkin saja kedatangan Manusia Darah Iblis adalah untuk mencari batu tersebut.


"Kau-? Darimana kau mengetahui ini semua?"

__ADS_1


"Apa aku harus memberitahunya?"


Xin Fai menyipitkan mata curiga, dia mulai menduga banyak hal akan identitas iblis ini. Begitu banyak tanda tanya dalam kepalanya membuat pemuda itu bingung sendiri, dia memilih menyerah dan hanya mengabaikan semua itu.


Saat kembali fokus pada perhatiannya, Xin Fai mendapati Iblis Merah tengah sibuk memandangi Desa Daan. Tatapannya terlihat berbeda dari biasanya, seperti seorang yang telah lama tak kembali ke desanya. Lantas saja Iblis Merah terganggu saat menyadari sepasang mata tengah memerhatikan gerak-geriknya dan dia menghilang begitu saja tanpa mengatakan apapun.


'Iblis Merah ini... Sebenarnya dia siapa?' Xin Fai hanya bisa membatin. Dia bersiul memanggil kudanya yang sibuk meminum air, saat kuda itu datang Xin Fai segera naik dan memacu kuda cepat kembali ke tempat Aliansi Pedang Suci beristirahat.


Malam hari datang begitu cepat, rombongan kembali berhenti bergerak setelah melakukan 6 jam perjalanan. Sedangkan para anggota sibuk bercengkrama Xin Fai mengasingkan diri dengan naik ke dahan pohon yang tinggi. Dia membaca kitab dan memakan belut listrik bergiliran, sambil terus memikirkan di mana letak pasti Pedang Manusia Iblis.


Seharusnya jika sudah menemukan lokasi pedang itu, Pedang Kaisar Langit juga akan didapatkannya. Namun tampaknya mendapatkan pedang pusaka langit tidak bisa semudah itu, sudah ribuan orang mencoba mencarinya namun tidak ada satupun yang berhasil mendapatkan dua pedang itu setelah kematian Qiang Jun.


"Makam Qiang Jun, ya? Tapi di mana?" tanyanya sembari menghela napas panjang. "Di Desa Daan tidak ada, sedangkan Qiang Jun dikatakan lahir di tempat ini. Jadi sebenarnya di mana Qiang Jun dimakamkan?"


Tiba di pertanyaan terakhir Xin Fai dibuat buntu lagi dan lagi, pemuda itu membaringkan tubuhnya di atas batang pohon lalu menatap bulan sabit di atasnya. Warnanya begitu temaram karena dihalangi oleh awan-awan tipis.


"Aku tidak memiliki banyak informasi tentang Qiang Jun, bagaimana aku bisa mencari petunjuk dengan informasi sedikit ini?" rutuknya dengan tangan melipat di bawah kepala. Masih mencoba mencari-cari jawaban bersama suasana malam yang hening.


Daripada terus larut dalam kebuntuan Xin Fai kembali dalam posisi duduk dan mengeluarkan sebuah kitab yang cukup usang. Kitab itu telah lama tak dibukanya setelah beberapa waktu terakhir hanya mempelajari Kitab Terlarang dengan Iblis Merah.


Kitab Tujuh Kunci bersinar terang saat telah tampak di tangannya, Xin Fai memerhatikan sinar kehijauan yang bersinar terang dari buku itu. Benda tersebut melayang sebentar di udara, tiap lembarnya terbuka begitu cepat dan di saat bersamaan energi roh mulai terasa.


Sayup-sayup suara para pendekar Aliansi Pedang Suci terdengar, mereka menjerit tak jauh darinya. Sontak Xin Fai turun dari pohon dengan segera dan mengejar mereka, saat langkahnya tiba di api unggun ternyata sosok pria berjenggot putih bersama tongkat kayu telah menunggunya. Dia adalah Kaibo.

__ADS_1


***


__ADS_2