
Lantas seluruh pendekar dalam aliansi memberi hormat besar padanya, sejenak setelah itu mereka mengamati Xin Fai lamat-lamat. Sedikit kagum juga mereka dibuatnya saat melihat wibawa pemuda itu hampir sama seperti Yong Tao. Aura yang dia keluarkanpun sangat tidak biasa dan membuat siapapun akan segan saat bertatapan padanya.
Xin Fai maju beberapa langkah dan berdiri di depan mereka semua, menggunakan tenaga dalam dia berbicara agar suaranya terdengar sampai ke telinga orang-orang paling belakang.
"Perkenalkan namaku Xin Fai, Kaisar Qin sudah memercayakan tugas sebagai pimpinan Aliansi Pedang Suci ini padaku. Mohon kerjasamanya."
Riuh rendah mengisi barisan pendekar tersebut, bagaimanapun juga mereka adalah para pendekar berpengalaman yang sudah mengarungi dunia persilatan selama bertahun-tahun. Melihat Kaisar Qin menunjuk pemuda yang masih sangat muda itu sebagai pimpinan tentu saja agak aneh hingga salah satu di antara mereka berkata.
"Nama pemuda itu bukannya sama dengan nama Pilar Kekaisaran kita yang sudah tiada?"
"Maksudmu si Pedang Iblis yang terkenal itu?"
"Ya, benar sekali! Apa itu dia?"
Kaisar Qin meletakkan tangannya ke belakang seraya menyapu pandangannya ke seluruh penjuru.
"Sesuai tebakan kalian, pimpinan Aliansi Pedang Suci ini adalah Pilar Kekaisaran masa depan kita. Dia Xin Fai yang telah kembali dari Hutan Kabut."
Suara bising mulai terdengar di antara para pendekar, namun mereka masih cukup segan dan hanya berbisik-bisik pelan sambil sedikit-sedikit melirik ke arah Xin Fai.
"Baiklah, Xin Fai. Aku sudah mengenalkanmu pada mereka. Setelah ini kau bebas menggerakkan mereka sesuai keinginanmu."
"Semua keputusan berada di tanganku?"
Hanya senyum tipis yang menjawab pertanyaan tersebut, Xin Fai menjadi sedikit ragu memikirkan semua ini. Artinya mulai detik itu juga nyawa para pendekar ini berada di tangannya, hidup atau mati. Xin Fai memijit dahinya yang terasa sedikit sakit, entah keputusannya menerima penawaran Yong Tao benar atau salah sekarang dia hanya bisa menjalani tugasnya.
__ADS_1
"Tapi jangan salah, aku akan memberikanmu misi suatu saat nanti. Pencapaian aliansimu akan menjadi perhitungan kami dan akan ada hadiah yang kami berikan sebagai imbalannya."
Melihat anggota aliansi mulai bersemangat, Xin Fai segera memikirkan cara untuk menggunakan kekuatan pendekar ini sebaik mungkin.
"Aku akan melakukan yang terbaik, Kaisar Qin."
Beberapa saat kemudian Yong Tao yang berbicara.
"Baiklah jika ada yang ingin kau tanyakan, kau bisa langsung datang padaku." Yong Tao menjentikkan jarinya hingga beberapa pelayan datang membawa jubah khusus pimpinan Aliansi Pedang Suci. Jubah itu membuat mata Xin Fai berbinar bahagia.
Tak lupa juga sebuah lencana diberikan padanya dengan beberapa barang lainnya, dia menerima itu semua dengan senang hati.
Malam hari tiba di keesokan harinya bersama siut-siutan panjang burung yang bertengger di pohon.
Xin Fai baru saja membuka matanya yang kian terasa berat sembari bangkit dari duduknya, dia berjalan ke arah jendela demi melihat pemandangan ke luar sana.
Dengan ini dirinya yakin tidak membutuhkan waktu lama lagi untuk mencapai kualitas tubuh Manusia Iblis yang sempurna.
Xin Fai keluar dari kamarnya, sembari melirik ke kanan kiri di mana banyak pelayan bekerja dia berjalan menyusuri lorong utama kediaman Kaisar Qin. Salah satu pengawal mengatakan Kaisar Qin sedang sibuk dan yang lainnya pun tidak berada di kediaman.
Sedangkan Yong Tao semalam mendapatkan kabar penting yang mengharuskannya untuk bepergian jauh selama berminggu-minggu.
Kebingungan sendiri, Xin Fai memutuskan untuk pergi ke bangunan yang disediakan sebagai markas Aliansi Pedang Suci. Di sana sudah terlihat wakil ketua sedang bersiap-siap untuk latihan pagi bersama yang lainnya.
"Pagi, Ketua."
__ADS_1
"Pagi juga, bagaimana dengan anggota kita?"
Zhu Yue yang merupakan wakil ketua Aliansi Pedang Suci menganggukkan kepala. "Anggota dalam keadaan baik, Ketua. Ada yang bisa saya bantu?"
"Ya. Katakan pada mereka kita harus bersiap-siap menuju barat untuk menghancurkan markas Manusia Darah Iblis di sana. Aku akan mengurus sisanya segera."
Xin Fai pergi begitu saja tanpa memedulikan mulut Zhu Yue yang terbuka lebar. Dia menggeleng heran. "Sepertinya pimpinan kita ini adalah sosok bertangan besi."
Wakil ketua bergerak mundur menuju hadapan para pendekar yang jumlahnya sekitar 100 orang. Karena masih awal-awal maka anggota yang direkrut hanya sedikit dan itu juga mereka yang terpilih dengan prestasinya.
"Diam, diam! Dengar! Ketua sudah memberikan perintahnya! Sekarang juga bersiap-siap, kita akan pergi menuju barat memberantas para Manusia Darah Iblis!"
Banyak di antara mereka yang terkejut dan sedikit meragukan hal ini, pasalnya baru kemarin mereka resmi terbentuk dan hari ini langsung bergerak. Mengingat umur Xin Fai lebih muda dari mereka beberapa pendekar yang usianya hampir mencapai kepala empat mengatakan dirinya terlalu terburu-buru dan labil. Yang lainpun ikut protes selama beberapa saat sebelum suara derap kaki datang dan di sana Xin Fai telah kembali demi memastikan pasukannya siap pergi bertempur.
"Kalian yang tidak setuju pergi bersamaku, bisa langsung mundur dari barisan dan pulang kembali ke rumah kalian!"
Para pendekar itu terdiam, nada bicara terdengar amat tegas dan juga penuh penekanan.
"Aliansi Pedang Suci bukan tempat untuk bermalas-malasan, satu detik sama dengan satu tebasan! Kita dibentuk untuk sepenuhnya mengabdi pada Kekaisaran."
Sunyi senyap mengisi udara, tidak ada yang berani berbicara bahkan untuk bergeser saja segan. Xin Fai memasang tatapan awas, dia merasa harus memastikan pasukan yang dibawanya ini serius saat di medan perang atau tidak mereka hanya akan menyusahkan saja.
"Aku tidak akan marah jika kalian ingin keluar langsung dari aliansi ini, karena kuberi tahu saja sejak awal," ucapnya menggantung. "Semua keputusan aliansi berada di tanganku. Kita akan pergi ke segala tempat untuk menghancurkan musuh, bukan untuk bertarung saja tapi untuk bertaruh nyawa! Siapapun bisa mati dalam perjalanan nanti."
Para pendekar yang nyalinya masih kecil mulai bergetar, betis kian terasa lemas saat membayangkan begitu mengerikannya sistem yang akan dipergunakan Xin Fai ke depannya. Mengingat kesan pemuda itu terlihat amat menakutkan akhirnya pria yang berdiri di tengah barisan itu mundur dan pergi dari sana tanpa berniat kembali lagi.
__ADS_1
Menyusul pria itu dua pendekar lainnya pun ikut mengundurkan diri, mereka juga merasa tidak sanggup. Sebenarnya jika Yong Tao yang menjadi pimpinan mereka masih sangat yakin untuk bertarung karena merasa nyawa mereka aman di tangan pria nomor satu itu namun kalau di tangan Xin Fai biar dia memiliki kekuatanpun mereka yakin pemuda itu hanya akan menggunakan kekuatannya untuk membunuh.