Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 28 - Kota Anguo II


__ADS_3

"Tuan, kami sudah menyiapkan beberapa ramuan dan obat yang anda perlukan."


Xin Fai membuka pintu dan mendapati pria berjenggot putih di hadapannya tengah menunduk hormat. Seumur hidupnya Xin Fai tidak pernah menyangka dia akan diperlakukan demikian, karena nyatanya dia hanyalah seorang anak nelayan miskin.


Namun Xin Fai tidak menolaknya, ia merasa tak perlu menyia-nyiakan kebaikan lelaki itu.


Chuan Gui masuk ke kamar ditemani satu pelayan yang membawa teh hijau, wanita tersebut meletakkannya di meja dan izin pamit.


Xin Fai mengamati teh hijau tersebut lama, teh itu bukan seperti teh biasa dikarenakan asap yang menguap di atasnya juga ikut berwarna hijau.


"Apakah Tuan penasaran dengan teh ini?"


Xin Fai mengangguk, kemudian Chuan Gui menjelaskan.


"Teh hijau ini diproduksi oleh sebuah klan ternama bernama Lan Wangjun, teh ini berfungsi untuk meningkatkan stamina dan tenaga dalam Tuan hingga beberapa lingkaran."


Chuan Gui menyodorkan teh hangat itu ke arahnya, Xin Fai menerima dengan takjub karena tidak pernah ia melihat hal seperti ini sebelumnya. "Ah ini berbeda dengan air sungai yang ibu masak di rumah," gumam Xin Fai tersenyum ketika mengingat masa kecilnya dulu. Chuan Gui mengelus jenggotnya sembari menaikkan satu alisnya.


"Air sungai? Apakah Tuan bercanda?"


Xin Fai mengangguk masih meminum teh hangat tersebut, seketika sensasi hangat masuk ke dalam tubuhnya. Seperti yang dikatakan Chuan Gui, dalam waktu yang singkat Xin Fai bisa merasakan tenaga dalam mengalir kembali dalam tubuhnya. Perutnya yang kelaparan pun mulai berhenti keroncongan.

__ADS_1


Meskipun tidak tahu menahu tentang teh hijau yang diminumnya saat ini, Xin Fai bisa menebak bahwa teh tersebut berharga ratusan keping emas. Mengingat rasa dan aromanya begitu enak, Xin Fai bahkan ingin menangis kala meminum teh itu.


Melihat ekspresi Chuan Gui, Xin Fai akhirnya bercerita.


"Aku tinggal di sebuah desa bernama Peiyu, Ayah ibuku sudah meninggal karena serangan Manusia Darah Iblis."


"Hamba turut berdukacita Tuan, tapi dari keluarga mana Anda berasal jika boleh tahu? Keluarga Liu? Atau keluarga Yong? Setahuku di desa Peiyu hanya ada dua keluarga bangsawan di sana."


Xin Fai menarik sedikit senyumnya.


"Aku tidak berasal dari keluarga bangsawan."


"Benarkah?" Chuan Gui mengamati Xin Fai dari atas sampai bawah dan baru menyadari pakaian anak itu hanya sekadar baju biasa. Tidak terlihat seperti seorang bangsawan.


"Ahahaha, berarti saya sudah salah duga..." Chuan Gui tertawa renyah, sedangkan Xin Fai menanggapinya dengan cengiran khasnya.


"Tidak masalah Paman Gui."


Chuan Gui semakin penasaran tentang identitas seseorang yang diprioritaskan oleh seorang Zhishu Yan, ia bertanya-tanya tentang seluk beluk Xin Fai. Dimulai dari kehidupannya, nama orangtuanya dan kesehariannya.


Namun Chuan Gui tidak bisa menemukan sesuatu yang berhubungan dengan kekuatan Xin Fai semalam. Kekuatan besar dengan pisau cahaya keemasan milik anak itu jelas saja membuat lelaki sepuh itu begitu tertarik.

__ADS_1


"Darimana kau mendapatkan kekuatan sebesar itu...ah, maafkan kelancangaanku. Aku hanya sedikit penasaran tentang dirimu."


"Tidak perlu sungkan Paman," senyum Xin Fai terkembang setelahnya, ia mulai menceritakan semua hal yang ia alami. Latihannya di goa kelelawar, air terjun dan kekuatan misterius Lang yang tanpa sengaja menyatu dengan tubuhnya.


"Anak ini begitu istimewa, pantas saja Senior Yan begitu menghormatinya." Batin Chuan Gui mengukur kekuatan anak itu.


Sejak meninggalkan desa Peiyu tubuh Xin Fai bertambah tinggi, ia tak menyadari bahwa Langkah Angin yang selama ini dipelajari olehnya akan membuat perubahan dalam dirinya.


Setelah menghabiskan teh hijau Xin Fai kembali diberikan beberapa ramuan. Chuan Gui mengatakan bahwa dirinya tak harus menghabiskan semua itu dalam satu hari jika ingin menyerapnya secara maksimal.


Xin Fai mengangguk, saat Chuan Gui hendak keluar kamar pria tersebut sempat menanyakan sesuatu hal yang membuat Xin Fai terdiam agak lama.


"Jika kau mau, kau bisa bergabung dengan sekte Pasukan Seribu Kaki." Chuan Gui menambahkan, "ah itu jika kau tidak keberatan, aku tidak memaksanya..."


Xin Fai menggaruk kepalanya sambil menyengir lebar. "Tenang saja paman, aku memang belum tahu akan bergabung atau tidak tapi aku janji akan pergi ke sektemu."


Chuan Gui tersenyum singkat, dalam hatinya ia sangat tertarik pada anak itu. Mata Xin Fai terbilang sangat berbeda dengan orang kebanyakan, jika di ruangan terbuka mata miliknya akan menampakkan warna keemasan yang sangat unik.


Dan dari pedang yang dimilikinya, tentu saja membuat Chuan Gui lagi-lagi terpana. Dia bahkan sempat mengira anak itu berbohong tentang kedua orang tuanya yang merupakan orang miskin.


"Aku akan menunggu kedatanganmu di sekteku."

__ADS_1


***


Gapapa deh cerita ini agak sepi, bagi yang masih menunggu kelanjutannya semoga gak bosan yah sama cerita ala-ala kadar saya, jgn lupakan like dan komen ya hehe, peace✌️


__ADS_2