Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 147 - Penyerangan Tak Diduga XIII


__ADS_3

Pihak putih-netral yang sebelumnya berada dalam posisi terpojokkan perlahan kembali bangkit, walaupun masih belum mengerti kekuatan apa yang membantu mereka namun saat ini bukan waktunya untuk menanyakan hal itu.


Yong Tao terus menerus membelah kerumunan pendekar aliran hitam hingga akhirnya dia bertemu dengan Xin Fai dan Liu Fengying yang tengah bertarung di tengah-tengah mereka.


Sebaliknya Liu Yun dan petinggi lain menjauh demi menghindari serangan roh-roh tersebut, salah satu petinggi yang terkena serangan roh bahkan harus kehilangan sebelah tangannya hingga tidak bisa bertarung dengan kekuatan penuh.


Kekuatan pihak aliran hitam mengurang drastis, bahkan pasukan Darah Putih yang memantau dari langit-langit juga terkena serangan para penjaga keamanan Lembah Kabut Putih yang kini tergerak untuk melakukan perlawanan setelah sebelumnya menjadi sasaran pembantaian. Pertarungan berjalan semakin sengit bahkan jauh lebih kacau dari sebelumnya.


Adu pedang terjadi di antara Xin Fai dan Liu Fengying, ketika menyadari Yong Tao turut turun tangan memasuki pertarungan pria itu mengumpat keras-keras. Kini keadaan berbalik begitu cepat, para petinggi yang sebelumnya berada di sisi Liu Fengying telah menghilang bahkan beberapa dari mereka mulai mengalami luka serius.


"Sial! Sial! Sial! Ini semua salahmu, bocah! Kau sudah menghancurkan seluruh rencana ku!" Geram Liu Fengying.


Tawa kecil terdengar di sekitarnya, ternyata Yong Tao masih sempat tertawa melihat kesusahan pria itu. Semua rasa kesalnya terasa terbalaskan kali ini, dengan menghunuskan pedangnya ke depan dia berbicara lantang.


"Akan kuajarkan padamu bagaimana rasa putus asa yang sebenarnya."


Pertarungan Liu Fengying melawan Xin Fai dan juga Yong Tao menjadi pusat perhatian banyak orang, keributan dan daya hancur yang dilepaskan mengenai area sekitar mereka dengan amat brutal.


Liu Fengying menepis Pedang Roh namun serangan susulan datang setelahnya, Yong Tao menggerakkan pedangnya ke bawah hendak memotong Liu Fengying cepat.


Menggunakan kecepatan tingkat tinggi Liu Fengying berupaya menghindarinya, dia memasukkan serangan balasan namun tak berhasil melukai salah satu dari mereka, sedang pendekar aliran hitam hebat lainnya mencoba memasuki pertarungan namun para roh di sekitar Xin Fai menghambat lari mereka.


Yong Tao merasa ini adalah kesempatan terbaik untuk menghapuskan Liu Fengying dari dunia persilatan, dengan kehadiran pria itu pembantaian yang terjadi beberapa tahun ini di Kekaisaran Shang akan terus saja berlanjut. Semua otak di balik pergerakan organisasi Manusia Darah Iblis adalah Liu Fengying, maka dari itu membunuhnya merupakan langkah terbesar dalam menghancurkan kelompok sesat tersebut.


Namun melakukannya tak semudah membalikkan telapak tangan, Liu Fengying pintar sekali dalam menghadapi situasi genting yang membahayakan nyawanya. Dia menggunakan segala cara untuk terus bertahan dan kerap kali menggunakan tubuh temannya saat pedang hendak melukainya.

__ADS_1


Xin Fai mengarahkan para roh ke arah pria itu, dia menggerakkan matanya ke arah lari Liu Fengying. Dengan keadaan tubuh terluka seperti ini dirinya memilih tak berlari kencang dulu dan hanya menyerang dari jarak jauh mengandalkan kekuatan roh.


Satu demi satu roh menghilang saat pedang Liu Fengying menebasnya, lelaki itu mengayunkan pedang tanpa henti dan setiap ayunannya berhasil menghabisi satu roh.


Sedetik kemudian kepulan asap tebal berisi para roh bergerak dengan kecepatan tinggi, Liu Fengying yang baru saja membunuh roh tak sempat menghindar. Di saat bersamaan pula Yong Tao maju menyerang, dia menarik pedang sangat yakin bisa membunuh lawannya itu.


Saat merasa sang pimpinan Manusia Darah Iblis akan tamat riwayatnya hari ini, mendadak seorang wanita dengan pakaian serba merah muncul. Dia merentangkan tangan lebar menyambut semua serangan yang ditujukan ke arah Liu Fengying.


Tubuh Yin Baoyu sang pimpinan Darah Merah terbelah dua oleh pedang Yong Tao, darah mencuat liar membasahi lantai membentuk genangan.


Baik Xin Fai maupun Yong Tao tak bisa berkata apa-apa lagi selain menahan kekesalannya, momentum itu sangat sempurna untuk membasmi Liu Fengying namun nyatanya pria itu masih bisa bernapas dan menyerang balik lebih ganas berkat Yin Baoyu.


Di pertarungan lain Tao Wei yang baru saja menyadarinya mencebik kesal.


"Seharusnya aku membunuh wanita itu sampai mati tadi!" Dia kembali membantai gabungan Manusia Darah Iblis di depannya. Dalam ajaran aliran putih, mereka selalu menganggap setiap manusia berhak memiliki kesempatan kedua. Namun untuk situasi ini rasanya pemikiran itu tidak cocok, keputusannya tadi ternyata menjadi masalah terbesar untuk Yong Tao.


Liu Fengying berhenti seraya menyerang balik, dia dan Yong Tao saling beradu kekuatan menggunakan pedang. Meskipun telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka masih saja berimbang seperti tadi.


Ketika sedang berfokus menahan laju pedang Yong Tao, Liu Fengying dikagetkan oleh hawa keberadaan seseorang yang tiba-tiba berada di sampingnya.


"Hai."


Brukk


Tendangan Bulan Sabit melesat tajam membentur kepala Liu Fengying, lelaki itu mendongakkan kepalanya namun sebuah pedang meluncur deras di pundaknya hingga remuk oleh pedang tersebut.

__ADS_1


Tak membuang kesempatan lagi Xin Fai dan juga Yong Tao saling mengeroyok Liu Fengying hingga darah membanjiri tubuhnya, lelaki itu jatuh terkapar berusaha melarikan diri dengan merangkak namun beberapa pejuang serta pendekar aliran putih lain melakukan hal yang sama dilakukan Xin Fai, yakni menendangnya penuh kekesalan.


Xin Fai mengepalkan tinju yang kini menumbuk batang hidung Liu Fengying sampai pria itu mimisan.


"Seharusnya dosa-dosa seperti kalian tidak usah terlahir di bumi ini."


Liu Fengying berkata pelan dengan sudut bibirnya yang koyak. "Ch, bocah sepertimu tahu apa."


Pria itu menengadah pelan hingga matanya bertemu dengan Xin Fai.


"Kau mau tahu apa yang kuketahui saat ini?" Ucapnya Xin Fai.


Lagi-lagi wajah Liu Fengying menjadi sasaran kemarahan Xin Fai, dia dan pendekar lain terus saja melepaskan pukulan. Di saat bersamaan pula kekacauan terjadi di sekitarnya. Para pendekar bertarung satu sama lain karena jatuhnya Liu Fengying di tangan Xin Fai.


"Yang kutahu sampah-sampah seperti kalian tidak pantas hidup di sini! Kalian hanya membuat kekacauan saja!"


"Lalu? Kau pikir dengan membunuhku semua ini akan berhenti?"


Liu Fengying tampak menyunggingkan senyum, dia tertawa terbahak-bahak sampai kerongkongannya mengering.


"Kalau kau pikir akulah yang terkuat di kelompok Manusia Darah Iblis, maka kau salah besar!"


Seketika terasa hawa tajam nan menusuk di sekitarnya namun Xin Fai tak tahu hawa tersebut berasal dari mana. Dia menolehkan pandangan ke seluruh penjuru mata angin sebelum mendadak Liu Fengying berteriak.


"Di sini!"

__ADS_1


***


__ADS_2