
Liu Fengying dan Xin Xia menapak di tanah dan segera menghampiri sebuah goa besar yang dilindungi dengan mata air terjun di depannya, tempat itu sangat tersembunyi hingga tidak disadari siapapun serta berada sangat jauh dari markas pusat yang seharusnya menjadi tempat mereka semua beroperasi.
Liu Fengying menoleh ke arah Xin Xia sedikit menampilkan senyuman bengisnya, "Hari ini aku akan menepati janjiku. Untuk menghilangkan Ratu Iblis yang selama ini berusaha mengambil kesadaranmu."
"Be-benarkah? Apa aku bisa kembali pada kakakku setelah ini?"
"Tentu saja kau bisa." Liu Fengying membatin setelahnya. 'Kau bisa melihatnya mati di tanganmu sendiri setelah ini.'
Xin Xia mulai memasuki bagian dalam goa, menelisik sekitar dengan sangat cermat. Dia menjadi heran ketika melihat lembar-lembar kertas segel dipasang pada dinding goa seperti mengekang sesuatu di dalamnya.
Namun Xin Xia tidak begitu mempedulikannya, pikirannya tertuju pada Xin Fai kali ini. Dia berjanji akan menceritakannya setelah Liu Fengying membantunya mengeluarkan Ratu Iblis yang dianggap akan menjadi ancaman dunia.
Xin Xia menyentuh permukaan batu lonjong berukuran besar di depannya, terlihat banyak sekali goresan pedang yang membentuk huruf-huruf aneh.
"Apa ini?"
"Itu adalah peninggalan leluhurku, sebuah batu formasi pemanggilan roh yang dibuatnya pada masa dulu. Andai dia masih hidup, pasti dia sudah menunggu hari ini tiba."
"Maksudmu pembebasan manusia dari kehancuran terbesar?"
"Xiaxia... Kau begitu polos." Senyuman terlihat di sudut bibirnya, andai hari ini Liu Yun masih hidup dia pasti akan menikahkan Xin Xia dengan putranya itu.
Liu Fengying mengelus pipi Xin Xia lembut, pipi gadis itu sangat putih karena dia tidak pernah mengijinkannya keluar walaupun satu menit saja dengan mengatakan kekuatan yang mengalir dalam tubuhnya akan mencelakai semua orang, termasuk saudaranya sendiri.
Maka dari itu Xin Xia memutuskan untuk tetap bersama Liu Fengying, menunggu hari di mana dirinya bisa bebas. Dia tidak pernah mengetahui situasi di luar selain saat pertarungan di Turnamen Pendekar Muda dulu.
Xin Xia sendiri yang memintanya untuk ikut ke Lembah Kabut Putih, dirinya sendiri tidak ingat pernah kehilangan kendali hingga menewaskan banyak nyawa di tangannya. Dari itu semua Xin Xia sadar apa yang dikatakan Liu Fengying selalu benar, dia hanya akan menurut apa yang dikatakannya agar tidak terjadi lagi kesalahan seperti dulu.
"Bertahun-tahun sudah kekuatanmu akhirnya terkumpul, sayangnya di saat penting seperti ini kakakmu malah datang mengacaukan semuanya."
__ADS_1
"Maafkan dia, aku berjanji akan memarahinya nanti. Dia pasti akan mengerti kalau kau sebenarnya adalah orang yang baik." Binar mata Xin Xia masih terlalu polos, Liu Fengying merasa gadis ini memang mudah sekali ditipu. Dia tidak pernah melihat ke kerasnya kehidupan di luar seperti saudaranya.
Liu Fengying sedikit bergidik, jika hari saat penyerangan desa Peiyu dulu dia membawa Xin Fai mungkin umurnya tidak akan sepanjang ini.
Pemuda itu cerdik dalam berpikir, mengerikan dalam membunuh. Siapa sangka di umur 25 tahun ini dia menjadi pimpinan perang besar yang akan dicatat dalam sejarah ke depannya.
"Kalau begitu berdirilah di depan batu ini, aku akan segera memulai ritual pemanggilannya," perintah Liu Fengying, sesaat Xin Xia menjawab.
"Bukannya pengusiran? Kau akan melenyapkan jiwa Ratu Iblis dari tubuhku, kan?"
"Kau mulai tidak mempercayaiku?"
"Ti-tidak, maafkan aku." Xin Xia menunduk takut. Wajahnya mulai pucat pasi mendapatkan tatapan dingin dari iris mata tajam Liu Fengying.
Liu Fengying berkonsentrasi, kekuatannya mulai terasa menguasai goa. Dia mengeluarkan sebuah Kitab yang terlihat sangat mengerikan.
Salah satu jurus terlarang di kitab tersebut adalah ilmu tingkat tinggi yang memungkinkan penggunanya memanggil jiwa yang telah lama hilang, jurus ini sangat berbahaya bahkan bisa sampai mengancam penggunanya sendiri.
Namun Liu Fengying tidak memedulikan resiko tersebut, andai dia benar-benar harus mati masih ada Manusia Darah Iblis yang siap meneruskan langkahnya untuk mewujudkan apa yang leluhurnya inginkan sejak dulu, yakni membangkitkan kekuatan tanpa tanding yang telah lama punah.
Cahaya merah mengelilingi tempat Xin Xia berpijak, gadis itu melihat sekitarnya khawatir tapi tak mau mengatakannya pada Liu Fengying. Dia menelan ludah kasar saat sosok wanita bertanduk muncul dari cahaya merah tersebut persis di hadapannya.
Binar mata Liu Fengying mulai cerah, dia berlutut di belakang Ratu Iblis. Sang pemilik kekuatan penciptaan dan penghapusan, tatap matanya bak lorong kematian tak berujung, kukunya sangat panjang. Setidaknya bisa membuat tubuh beruang pun terbelah dua.
"Ratu Iblis, aku sudah sangat menanti hari kebangkitanmu ini. Dan sekarang sudah kupersiapkan tubuh yang siap menampung jiwamu untuk tetap hidup," ujarnya sembari menyengir lebar.
Xin Xia membelalakkan matanya, hampir menangis. "Pa-paman... Kau.... Kau berbohong padaku?"
Liu Fengying memalingkan wajahnya tak peduli, dia tak menaruh perhatian sedikitpun pada gadis itu. Tatapannya terkunci pada Ratu Iblis, dia yakin dapat memanfaatkan kekuatan iblis itu untuk menguasai dunia ini.
__ADS_1
Ratu Iblis masih menatapi Xin Xia tajam, tak melepaskan pandangannya sedetikpun. Iblis itu sama sekali tidak berkedip, dia hanya melotot membuat Xin Xia mati rasa.
"Paman... Kau... Aku selalu mempercayaimu.." tangis Xin Xia mulai terdengar, isak tangisnya tersendat-sendat. Gadis itu menyapu air matanya dengan punggung tangan berulang kali.
"Kalau begini bagaimana aku bisa bertemu dengannya?"
Liu Fengying menjawab. "Kau akan segera bertemu dengannya, setelah kau membunuhnya di tanganmu sendiri."
"Seharusnya aku tidak mempercayai kalian sejak awal."
"Kau masih terlalu bodoh, tidak mengerti bagaimana dunia ini bekerja. Lantas menyalahkanku? Kenapa tidak menyalahkan dirimu sendiri? Karena kau, setelah ini ratusan ribu orang di luar sana akan mati. Kau akan membuat benua ini dibanjiri oleh darah."
Ratu Iblis mendekat perlahan-lahan, baju merahnya tergerai sampai ke tanah. Semakin dekat Xin Xia semakin gemetar, dia dapat merasakan sendiri hawa yang membuat jantungnya terasa membeku. Gadis itu jatuh terduduk, lututnya terasa lemas.
Ratu Iblis menunduk, meski gerakannya sangat lamban namun saat wanita iblis itu menangkap batang leher Xin Xia dia bergerak sangat cepat. Dalam sekejap saja kaki Xin Xia terangkat ke atas, dia berusaha menapakkan kakinya tapi tidak bisa.
Napas Xin Xia tercekat, bulir bening mulai membasahi pelupuk matanya lagi. Gadis itu mencengkram tangan Ratu Iblis berusaha menyingkirkannya. Kakinya menendang-nendang udara dengan segala upaya.
Tidak pernah sekalipun dia memikirkan Liu Fengying akan berkhianat seperti ini, selama di markas pusat satu-satunya orang yang dia percaya hanya Liu Fengying.
Sejak awal Xin Xia harusnya tahu, satu-satunya orang yang bisa dia percayai di dunia ini hanya Xin Fai. Dia pasti akan melakukan segala cara untuk menyembuhkannya.
Namun saat mengingat saudaranya itu Xin Xia merasa tak pantas. Sudah berapa kali Xin Fai memintanya untuk jujur namun dia menyembunyikannya dan memilih bersama Liu Fengying.
Xin Xia tidak dapat merasakan udara masuk ke dalam paru-parunya lagi, semuanya terasa seperti berputar.
"Ma-maafkan aku kakak..."
***
__ADS_1