
Tenda yang didirikan Manusia Darah Iblis telah menjadi kuburan bagi mereka sendiri, beberapa para pendekar aliran hitam jatuh terkapar dengan mulut mengeluarkan darah pekat. Semakin banyak mereka meminum arak, semakin cepat juga kematian menjemputnya.
Mereka yang masih bisa bertahan mencoba untuk mengkonsumsi berbagai penawar racun namun tidak ada satupun yang berhasil. Dikarenakan racun Kelabang Lima Mata sendiri mempunyai sifat racun yang begitu tinggi dan hanya bisa ditawar oleh satu obat saja.
Obat tersebut hanya ada di tangan Xin Fai, meskipun sudah mengetahuinya mereka tetap bersikeras untuk mempertahankan nyawa masing-masing.
Bahkan ada yang bertarung untuk memperebutkan satu obat saja, mereka yang tidak punya obat apapun hanya bisa menahan racun dengan tenaga dalam.
"Siapa yang meracuni kita?!"
Salah satu pendekar hitam berseru keras-keras, ia mencoba menahan racun yang masuk dalam tubuhnya namun semakin dia mengeluarkan tenaga dalam justru kerusakan organ tubuhnya semakin bertambah.
Ia sama sekali tidak melihat tanda-tanda orang yang meracuni mereka sampai tiba-tiba Xin Fai muncul sambil memamerkan botol kaca kecil berisi mata kelabang yang dimasukkan ke dalam air. Air biasa tersebut berubah warna menjadi hitam mengikuti sifat racun dari mata tersebut.
"Kau mencari pelakunya? Aku yang melakukannya."
"Kau-?!"
Kini hanya tersisa enam pendekar yang berhasil bertahan hidup, mereka memasang tatapan ingin membunuh dan bisa dirasakan oleh Xin Fai bahwa hawa di sekitarnya begitu mencekam. Dia sadar orang-orang tersebut ingin segera mencabut nyawanya.
"Bunuh dia!"
Belum berjalan satu meter pria tersebut jatuh tersungkur, dia memuntahkan darah hitam dan beberapa detik kemudian berbaring di tanah. Beberapa temannya berusaha mengejar Xin Fai tapi anak itu mencoba menghindari pertarungan. Ia berlari sambil meledek pendekar yang tersisa.
"Ayo kejar aku kalau bisa! Hahaha!"
__ADS_1
"Dasar bocah brengsek!"
Seandainya mereka dalam kondisi prima Xin Fai tak yakin untuk menampakkan dirinya. Namun dengan racun itu dia merasa di atas angin, lihat saja beberapa musuhnya yang lain. Mulai memuntahkan darah segar sambil berteriak kesakitan.
Xin Fai bisa seyakin itu karena telah membaca seluruh isi kitab zamrud pemilik Kelabang Lima Mata itu, dikatakan bahwa racun tersebut pernah membunuh salah satu Pilar Kekaisaran. Jika orang sekuat itu saja bisa mati, maka para pendekar kelas teri seperti mereka harusnya bisa pergi ke neraka dengan mudah.
"Arrghhh!"
Dengan menembak anak panah Xin Fai akhirnya berhasil membunuh dua orang di antara mereka, Xin Fai memang tak ragu untuk membunuh dari jarak jauh. Apalagi yang dibunuhnya adalah organisasi Manusia Darah Iblis. Namun beda lagi jika harus memenggal orang, dia sebaik mungkin tidak ingin membunuh sampai mengoyak daging seperti tadi. Hal itu membuat isi perutnya seperti berputar.
Dalam waktu terbilang singkat tiga anak panah kembali merebut nyawa pendekar lainnya, mereka sama sekali tak menghindari bidikan Xin Fai karena racun yang begitu menyakitkan itu telah mengalihkan perhatian mereka. Tersisa satu orang yang masih berdiri, anak kecil itu menarik pedang dengan ragu.
Ia menarik napas dalam mencoba menstabilkan deru napas agar tetap stabil, pendekar yang hendak ditebasnya berseru kencang.
"Segel Dewa Iblis!"
Darah dari dada pendekar tersebut telah tertutup dengan cepat, melihatnya saja Xin Fai sudah yakin musuhnya bukan manusia lagi. Bahkan mendekati siluman, sepengetahuan Xin Fai hanya siluman yang bisa melakukan regenerasi secepat itu.
"Aku akan membunuhmu!"
Xin Fai menggenggam pedang di tangannya dan maju menyambut serangan, dia meloncat hendak menebas leher musuh namun dengan mudah ditangkis bahkan Xin Fai sendiri sampai terpental jauh.
"Kekuatan ini... Jauh lebih kuat dari Pendekar hitam yang pernah kutemui, dia sepuluh kali lipat lebih kuat." Xin Fai menarik anak panahnya mencoba membidik dengan beruntun, ketika berhasil mengenai pria itu anak panah terbelah menjadi dua.
"Ini terlalu berbahaya." Xin Fai memutuskan untuk mencari cara aman, dia berlari masuk ke dalam hutan dan mengambil sebuah kerang abu-abu yang digantungkan di pinggangnya, kerang kecil yang sebelumnya diberikan Zhishu Yan dulu.
__ADS_1
Saat meniup kerang ternyata bunyi yang dihasilkan begitu besar dan Xin Fai baru menyadari ternyata itu bukanlah kerang biasa, suara yang hasilkan bisa terdengar siapapun yang berada dalam jarak cukup jauh.
Bukannya merasa bala bantuan yang akan datang justru ia merasa sudah mengundang Manusia Darah Iblis ke tempatnya.
Saat sedang berlari mendadak dari arah belakang seseorang melompat dengan kekuatan yang sangat cepat. Pendekar hitam itu tampak sudah kerasukan, dia berteriak keras dengan kepala mendongak.
Sejauh pengamatan Xin Fai sendiri setelah pendekar hitam tersebut menyatukan pedang dan tatonya sebuah segel telah terbuka menyebabkan sosok lain merasuki tubuh pendekar itu.
Meskipun tebakannya belum tentu benar ia tetap menjaga jarak, bagaimanapun juga dia masih begitu kecil untuk berhadapan dengan pria bertubuh besar yang memiliki kekuatan mengerikan itu.
Saat jarak mereka hanya beberapa meter musuh memutar tubuh lalu menghentakkan kakinya, gerakan yang familiar itu membuat Xin Fai melompat sekuat tenaga.
"Tarian Dewa Iblis!"
Salah satu pohon yang terkena serangan tumbang, menggambarkan betapa hebatnya tenaga dalam yang dilepaskan dalam serangan tersebut. Andai Xin Fai tak mengelak mungkin tubuhnya sudah terbelah dua.
Xin Fai menarik napasnya yang berantakan, dia memasang ancang-ancang seraya memerhatikan pendekar itu.
Saat berjalan mundur Xin Fai hampir saja terjatuh saat menyadari di belakangnya ternyata ada jurang. Malam yang begitu gelap membuatnya tidak menyadari hal itu. Belum sempat mencari tempat aman, musuh malah melompat ke arahnya.
Xin Fai menarik akar pohon di tanah, dia menunduk dan pendekar hitam itu terjatuh ke dalam jurang dalam sekejap mata.
Xin Fai mengintip ke dalam jurang yang begitu dalam tersebut, suara jeritan pendekar hitam terdengar menggema dan bisa dipastikan tubuhnya mendarat dalam keadaan remuk mengingat betapa dalamnya jurang itu.
Menghela napasnya dengan lega, Xin Fai akhirnya bisa menghirup udara. Ia hendak pergi sebelum tiba-tiba terdengar bunyi derap kaki yang begitu banyak dari kejauhan.
__ADS_1
"Jangan bilang aku sudah mengundang para Manusia Darah Iblis?!" raut wajah Xin Fai berubah buruk.
***