
Di tengah perjalanan Zhu Yue menyinggung masalah sekte aliran netral itu, sedikit kesal juga dirinya saat mengingat tindakan mereka merebut makanan warga. Memang benar, persediaan makanan menipis dari waktu ke waktu, tapi mengambil paksa seperti itu sangatlah memalukan bagi seorang pendekar sepertinya.
"Ketua Xin, apa menurutmu kita harus menghancurkan Gurun Hantu juga? Bisa jadi desa yang dipenuhi mayat itu juga hancur karena ulah mereka."
Xin Fai melirik singkat sembari memikirkan kembali perkataan tersebut, namun belum sempat menjawab matanya perlahan menyipit saat menemukan sebuah hunian yang mencurigakan di depan sana. Sedikit senyum jahil khasnya terpampang sebelum dia berucap.
"Ayo beri kejutan yang meriah untuk para pendekar itu," tunjuknya pada rombongan pendekar yang sibuk meminum arak di bawah kaki gunung, mereka sedang beristirahat setelah melakukan perjalanan.
Tentu saja Xin Fai dapat mengenali siapa mereka dengan mudah. Mereka adalah Manusia Darah Iblis yang diburunya sejak kemarin, kekuatannya pun hanya sebatas di tingkat pendekar menengah ke bawah.
"Ingat, yang mendapatkan paling banyak bunuhan akan mendapatkan bayaran lebih."
"Yosshh membunuh kacang-kacangan seperti mereka kerbau pun bisa melakukannya!" Para anggotanya bersemangat, mereka bersiap di posisi masing-masing dan dalam hitungan ketiga langkah kaki berderap liar menyerbu musuh.
Para Manusia Darah Iblis yang sedang bersantai-santai dia tak menyangka akan mendapatkan serangan gerilya seperti ini, mereka mencoba bertahan namun dalam kurun waktu yang terbilang singkat saja hampir setengah dari mereka sudah tak bernyawa lagi.
"Apa-apaan mereka ini?! Apa mereka benar-benar pendekar aliran putih?" salah satu pendekar aliran hitam berseru sebelum kepalanya dibabat golok.
Xin Fai tidak turun dari kudanya dan hanya menyaksikan pertarungan itu, mereka sangat bersemangat membunuh musuh dan dalam waktu singkat saja Manusia Darah Iblis tumbang tanpa perlawanan berarti.
"Jika semua pendekar aliran putih memperlakukan aturan yang sama seperti ini, keadaannya mungkin tidak seburuk sekarang." Xin Fai bergumam dan hanya didengar olehnya sendiri, namun sejatinya seorang pendekar aliran putih selalu memberikan kesempatan kedua pada musuh yang memohon ampun.
Zhu Yue menyarungkan pedangnya yang telah dilumuri darah, dia menaiki kudanya menatap sang pimpinan. "Musuh sudah berhasil dibunuh, setelah ini kita akan bergerak ke mana?"
__ADS_1
"Tidak perlu jauh-jauh, kita akan segera bertarung lagi."
Entah yang ke berapa kalinya Zhu Yue mengernyitkan heran hingga ini menjadi kebiasaannya sejak bertemu dengan Xin Fai. Setahunya berdasarkan peta milik Xin Fai, markas musuh masih amat jauh dari tempat mereka saat ini.
Pendengaran Xin Fai yang telah terlatih mendengar suara dari kejauhan bisa menangkap pertarungan sengit dalam radius ratusan meter dari tempatnya, dia segera memacu kuda mengejar pertarungan itu membuat anggotanya yang belum sempat bersiap harus kelabakan mengikuti agar tidak tertinggal.
Sebuah tanah luas dengan bau amis darah tercium kuat menjadi medan pertempuran habis-habisan bersama bunyi gema derap kaki yang kompak menerjang musuh, sebuah pasukan berbaju besi yang rasanya tidak asing tengah bertarung mati-matian menghadapi musuh yang jumlahnya lebih banyak, selain itu pihak aliran putih yang tengah bertarung itu telah terluka banyak dan hanya bisa bertahan seiring berjalannya waktu.
Xin Fai merasa tidak begitu asing dengan pasukan berkuda itu, bendera yang dibawa mereka juga mengingatkannya pada Pasukan Seribu Kaki.
Seorang pria menyemburkan darah dari mulutnya saat mata pedang menembus batang tenggorokannya, Xin Fai melebarkan mata saat dia merasa tidak asing dengan lelaki itu dan segera mengejar dengan langkah kilat.
Tidak lebih dari dua serangan melayang dan memotong tubuh musuh begitu saja, Xin Fai beralih menopang tubuh laki-laki itu dan benar saja dia teringat akan sosok pria yang telah membantunya hidup saat pertama kali. Dia adalah Zhishu Yan, pendekar besar yang harus meregang nyawa karena terus membela para rakyat kecil selama bertahun-tahun. Hari ini, tubuhnya bergelimangan darah.
Xin Fai menggemerutukkan giginya terbakar emosi, dia membaringkan jasad Zhishu Yan sembari menunjukkan hormatnya. Mungkin jika bukan karena pria itu yang menyuruhnya pergi ke Kuil Teratai kehidupannya tidak akan seperti ini atau bahkan dirinya sudah mati di desa Peiyu.
"Terimakasih sudah banyak membantuku, aku sudah menepati janjiku padamu untuk menjadi seorang Pilar Kekaisaran."
Meskipun Zhishu Yan tidak akan mendengarnya lagi namun Xin Fai tetap berbicara. Zhu Yue masih berada di sisinya melindungi Ketua mereka dari serangan musuh yang menyerbu layaknya terjangan ombak. Beberapa pendekar Aliansi Pedang Suci mulai mengalami pendarahan akibat aksi keroyokan para pendekar aliran hitam ini, beberapa saat keadaan mereka terpojokkan dan terus memburuk saat salah satu dari mereka terjatuh dan menjadi bulan-bulanan musuh.
Zhu Yue berteriak lantang ketika melihat salah satu temannya terjatuh namun dia sendiri juga tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke sana karena musuh tak memberikan ruang untuknya bergerak.
"Tenang saja..."
__ADS_1
Zhu Yue teralihkan pada pancaran kekuatan yang keluar begitu dahsyat membuat angin bertiup kencang bersama dengan ratusan pisau emas yang tercipta di sekitar Xin Fai. Para anggota Aliansi Pedang Suci yang masih belum sempat melihat kekuatan pimpinan mereka si Pedang Iblis ini dibuat terkejut bahkan musuh yang awalnya gencar-gencaran menyerbu mereka mendadak terdiam dengan perasaan ketar-ketir.
"Aku yang akan membunuh mereka semua."
Kilat mata yang sama ketika dirinya melakukan pembantaian sendirian Manusia Darah Iblis beberapa waktu lalu kembali tampak, belum sempat berkedip Xin Fai telah menghilang dari tempatnya secepat kilat dan muncul di tengah-tengah musuh.
Kecepatan tanpa banding ini tidak bisa disadari mereka sebelum satu tebasan memotong tempurung kepala mereka dan terus terjadi bertubi-tubi tanpa ampun. Lolongan dan jeritan para pendekar aliran hitam yang meregang nyawa terdengar nyaring dalam waktu hampir bersamaan membuat sebagian pendekar bergidik ngeri membayangkan andai saja tubuh mereka yang ditebas pemuda itu hingga berserakan di tanah penuh darah.
Zhu Yue dan lainnya tentu tidak tinggal diam, mereka melakukan hal yang sama meski masih ingin menyaksikan kekuatan sang Pedang Iblis itu.
Tidak ada lagi yang meragukan kekuatan sang pimpinan Aliansi Pedang Suci, melihat bagaimana caranya membunuh saja mereka sudah dibuat merinding apalagi menyaksikan lebih lama lagi pembantaian mengerikan yang membuat isi perut mereka terasa berputar itu.
Kurang lebih dua puluh pendekar aliran hitam mengepung Xin Fai bersamaan berharap dengan jumlah mereka sanggup untuk menandingi pemuda itu namun kurang dari waktu tiga menit 16 tubuh telah kembali berserakan di tempatnya menyisakan empat yang tersisa.
"Maafkan kami! Aku berjanji akan berubah lebih baik setelah ini!"
"Kata-kata itu basi sekali, sudah berapa puluh kali kau menggunakan kalimat yang itu-itu saja?" Xin Fai berkata seakan tersirat ancaman di dalamnya. Pria pendekar itu berkeringat dingin saat menyadari perkataan itu benar sekali.
"Tolong ampuni nyawaku, aku akan benar-benar menyesali perbuatanku selama ini dan jika mau aku ingin bergabung dengan kalian..." Suara itu terdengar seperti penyesalan, dan harapan dalam satu waktu.
"Setelah kalian membunuh pimpinan pasukan itu, jangan harap bisa melihat sinar matahari esok pagi."
**
__ADS_1
jangan lupa untuk terus dukung agar author ttp semangat, sekecil apapun dukungannya sangat berharga lhoš¤§