Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 247 - Perdebatan Panjang


__ADS_3

"Kau memiliki adik? Kenapa tidak pernah memberitahukannya padaku?" Yong Tao berkata antusias, raut wajah tegangnya mulai lunak saat mendengar hal tersebut tapi senyumannya perlahan mengendur saat melihat lawan bicaranya murung. Ada yang salah dengan perkataannya.


Xin Fai menengadah menatap dedaunan rimbun pohon yang disandarnya, berusaha mengingat masa lalu tentang adiknya Xin Xia. Saat di rumah desa Peiyu dulu melakukan banyak hal bersama tapi saat desanya dihancurkan justru dia tidak bisa melindungi adik perempuannya itu.


"Xin Xia... Dia anak yang penurut. Aku kenal dia sangat baik, dia takkan melakukan sesuatu yang akan melukai orang terdekatnya."


"Adik yang mengagumkan," tanggap Yong Tao lembut.


"Justru karena tidak ingin melukai yang lain, dia akan mengorbankan diri sendiri untuk menebusnya."


Lan An mengernyitkan dahinya. "Maksudmu? Mengorbankan diri sendiri? Apa kau mengetahui sesuatu soal ini?"


Tidak terdengar jawaban usai itu, hanya bunyi cicitan burung kecil yang terdengar di sekitar danau desa.


"Senior Yong, menurutmu bagaimana jika salah satu di antara musuhmu adalah orang yang ingin kau lindungi?"


Menaikkan sebelah alisnya dengan heran sekaligus bertanya-tanya Yong Tao tidak bisa menjawab apa-apa. Pria itu memandangi Xin Fai seperti mencari sesuatu, dia mulai memahami maksud perkataan yang baru saja keluar dari mulut pemuda itu.


"Kenapa tiba-tiba membahas musuh? Bukankah tadi sedang membahas adikmu?"


"Keduanya saling berkaitan, Senior Yong."


Yong Tao membulatkan bola matanya tak percaya akan dugaannya, tapi dia sendiri pun tidak bisa menyangkal kenyataan tersebut karena tidak mengetahui apapun tentang adik Xin Fai. Yang diketahuinya hanyalah pemuda itu datang dari sekte Kuil Teratai bersama Shen Xuemei, Huang Kun dan Li Yong. Merebut kedudukan pertama calon Pilar Kekaisaran dan kembali dari Hutan Kabut setelah menghilang beberapa tahun.


"Adikmu, jangan-jangan dia yang mengamuk hari itu. Di tengah stadium dengan kekuatan sangat besar. Kulitnya pucat seperti mayat, dan mulutnya ditutupi jaring laba-laba..."


"Benar Senior Yong, gadis itu adalah adiknya Fai'er. Aku tidak tahu mengapa ini seperti sebuah kebetulan yang direncanakan," kata Lan An menjelaskan.


Yong Tao menggelengkan kepala, membuang pandangan ke seberang jalan. "Adikmu itu... mungkin, dia bukan manusia lagi. Aku tidak bisa merasakan hawa manusianya, dia membunuh ratusan orang tanpa berkedip."

__ADS_1


"Mungkin?" Xin Fai menyela.


"Mungkin dia manusia mungkin juga tidak... Hari itu di tengah stadium dia mengamuk, di sisi lain aku bisa melihatnya menangis."


Kepalan tangannya menjadi semakin erat saat mendengar kebenaran tersebut, Xin Fai benar-benar ingin mengetahui alasan Xin Xia bergabung dengan Manusia Darah Iblis. Sejauh yang dikenalnya, Xin Xia tidak akan melakukan hal seburuk itu dalam hidupnya.


"Senior, jika kau berada di posisiku apa yang akan kau lakukan? Membunuh adik sendiri dan menyelamatkan semua orang atau justru menjadi musuh semua orang demi menyelamatkannya?"


"Adikmu sekarang berada dalam kekangan musuh, sebagai Pimpinan Aliansi Pedang Suci seharusnya kau tahu apa yang harus dilakukan." Yong Tao menepuk pundaknya menguatkan.


Kini Lan An ikut mengeluarkan suaranya, dia menepuk punggung Xin Fai agak keras.


"Menghancurkan penjara yang mengekangnya, adik kecil aku tahu hanya kau yang bisa melakukannya."


"Begitu, ya. Terimakasih. Aku tahu apa yang harus kulakukan mulai sekarang."


Sembari ikut menyandarkan diri di batang pohon Yong Tao bersuara, dia menyilangkan kedua tangan di depan dada. "Kalau begitu boleh kami mendengar rencanamu itu? Barangkali bisa membantu?"


Lan An merespon lebih dulu, dia dapat merasakan pemuda itu sedang merencanakan sesuatu yang mengancam nyawanya. Paling tidak Lan An memahami bagaimana watak Xin Fai, dia selalu bergerak bebas sesuai kehendaknya tidak peduli apa itu harus membahayakan nyawanya sendiri.


"Aku akan mencari Pedang Manusia Iblis dan Pedang Kaisar Langit di Kekaisaran Qing."


"Apa?!" Yong Tao tersedak napasnya sendiri, dia terbatuk-batuk selama beberapa detik sebelum mengamati Xin Fai dari atas ke bawah.


"Kau serius dengan perkataanmu? Kau akan membawa puluhan nyawa Aliansi Pedang Suci pergi ke Kekaisaran Qing? Belum tentu mereka dapat menerima kehadiran kita apalagi beberapa tahun terakhir terjadi konflik di Kekaisaran kita dengan mereka."


"Aku akan memikirkan cara memasuki Kekaisaran mereka besok," ujarnya. Tiba-tiba Lan An menahan lengannya, masih berusaha memastikan pendengarannya sendiri.


"Kau akan pergi ke sana? Kenapa harus di sana? Lagipula pedang yang kau cari telah menghilang ribuan tahun tanpa siapapun mengetahui keberadaannya semenjak Qiang Jun meninggal."

__ADS_1


"Kau sendiri tahu darimana Qiang Jun meninggal? Apa pernah melihat mayatnya?"


Lan An ingin membalas tapi sama sekali tidak memiliki argumen yang cukup untuk menghentikan Xin Fai.


"Yang kita lihat saat ini hanya patungnya saja, tidak ada yang mengetahui di mana makamnya yang sebenarnya."


Kali ini Yong Tao yang memberikan nasehat padanya, merasa mencari dua pedang legendaris itu merupakan sebuah kemustahilan. Ditambah lagi waktu mencari itu akan memakan puluhan tahun dan belum tentu benar-benar akan menemukannya.


"Xin Fai, kau tidak boleh pergi ke Kekaisaran orang. Di sana ilmu mereka jauh lebih tinggi di atas kita, banyak orang-orang curang hidup di sana. Kau tidak akan mengetahui Kekaisaran Qing yang sebenarnya, itu seperti daratan neraka. Kau dan nyawa aliansi berada dalam bahaya jika mereka tahu kalian berasal dari Kekaisaran Shang."


"Kalau begitu Aliansi Pedang Suci aku titipkan pada Kakak An, dia pasti bisa memimpikannya, paling tidak sebelum umurku 25 tahun, aku akan kembali dengan atau tidak adanya kedua pedang itu."


"Xin Fai!" Akhirnya nada Yong Tao meninggi, dia mulai tidak bisa mengontrol emosi. "Bagaimana kalau kau sudah mati sebelum hari itu tiba?"


"Kau boleh mengumpati kuburanku setelah itu."


"Kau–"


Lan An menengahi keduanya agar tidak terjadi perseteruan lebih lama, dia menahan dada Yong Tao membuat lelaki itu sedikit demi sedikit bisa menjernihkan pikiran.


"Senior, kau yang mengatakan semua keputusan Aliansi Pedang Suci berada di tanganku, kan? Kau lupa dengan janji itu?"


"Aku menyuruhmu membunuh musuh-musuh, bukan untuk mempertaruhkan nyawamu demi dua pedang tidak berguna itu! Kau membutuhkan apa? Kekuatan? Kami bisa menyediakan sumber daya untukmu."


"Sembilan bulan, atau bahkan lebih cepat dari itu."


Baik Lan An maupun Yong Tao sama-sama terdiam, Xin Fai membalikkan badannya menghadap dua orang tersebut bersama ekspresi wajah yang sulit diartikan.


"Iblis di dalam tubuhku akan bangkit kembali, tanpa dua pedang itu mungkin tubuh ini akan direbut oleh raja iblis dan tidak perlu jauh-jauh mengkhawatirkan musuh, harusnya yang lebih kau perhatikan adalah musuh di depan matamu ini."

__ADS_1


Situasi menjadi semakin berat usai Xin Fai mengatakan itu, Yong Tao masih menatapinya tajam hingga akhirnya dia mengembuskan napas berat. Merasa tidak akan menang melawan Xin Fai dalam hal berdebat, lelaki itu menampakkan wajah mengalah.


***


__ADS_2