
Lan An memutar tubuhnya secara cepat melihat segerombolan pendekar datang ke tempat ini tanpa diduga, dia menautkan alisnya marah bersiap mengeluarkan pedangnya.
"Para cecunguk ini, bagaimana mereka bisa masuk? Siapa yang memberitahu mereka kalau kita akan pergi ke sini?" Lan An menggumam dalam hati, mencoba mengingat-ingat siapa pelakunya. Tidak ada siapapun yang bisa dia curigai kecuali pemilik penginapan yang sempat mendengar obrolan rahasia mereka semalam.
Tapi mengingat memasuki desa Guangfu bukanlah hal yang mudah dan paling tidak mereka harus berhadapan dengan Rajawali Kegelapan yang telah menjaga desa ini selama sepuluh tahun, membuat makam Qiang Jun sama sekali tidak bisa disentuh siapapun dalam jangka waktu ribuan tahun. Satu-satunya jawaban yang masuk akal adalah kemungkinan besar mereka melakukan suatu cara licik untuk bisa mencapai tempat ini.
Xin Fai baru saja mencengkram dua pedang legendaris di tangannya, sesaat dia terkejut akan sesuatu. Tubuhnya terasa sakit, terdengar suara raja iblis mengaung di dalam kepalanya.
"Akhirnya setelah sekian lama... Sisa jiwaku yang tersegel di pedang ini kembali..."
Pemuda itu tanpa sadar telah berlutut di tanah, memegangi kepalanya yang terasa berdenyut hebat. Memanfaatkan momentum tersebut para pendekar Kekaisaran Qing memajukan diri, menyerbu dari segala arah dalam waktu yang hampir bersamaan.
Lan An lebih cepat merespon. Dia membawa Xin Fai lari keluar dari hutan tersebut karena merasa pertarungan di tempat ini hanya akan sangat merugikan keduanya, lagipula jumlah musuh terlalu banyak. Sekitar 30 pendekar besar lebih yang bergabung, beberapa bahkan merupakan pengguna ilmu aliran hitam yang cukup hebat.
Susah payah berlari untuk segera keluar dari hutan ini hal pertama yang ditemui Lan An adalah beberapa manusia yang diikat pada tiang tinggi dan para mayat hidup berusaha menggapai mereka. Pantas saja tidak ada mayat hidup yang menyerang para pendekar itu karena perhatian para mayat hidup telah dialihkan.
Di depan rumah yang agak temaram terlihat Rajawali Kegelapan tengah berlari kencang, langkahnya nyaris tidak menapak di tanah. Dia terlihat sangat panik. Ketika mereka saling berhadapan Rajawali Kegelapan berbicara.
"Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba banyak orang datang ke sini, mereka sepertinya sudah yang mengetahui rahasia ini, sejak tadi pagi aku sudah memusnahkan setengah dari mereka tapi ada beberapa yang berhasil lewat..." Rajawali Kegelapan menolehkan pandangannya pada Xin Fai yang tengah menggenggam dua pedang milik Qiang Jun.
Xin Fai masih tidak bergeming, telinganya panas dan mengeluarkan darah merah. Matanya mulai tidak bisa melihat dengan jelas saat kesadarannya mulai menurun. Di sisi lain seluruh tubuhnya terasa sakit, pemuda itu menahannya sekuat tenaga masih berusaha tidak mengeluh. Antara cemas dan takut dia rasakan saat itu, Xin Fai merasa pernah mengalami hal ini sebelumnya saat perjalanan ke Kuil Teratai bersama Li Yong.
__ADS_1
Andai saja kebangkitan monster iblis terjadi lebih cepat dari perkiraannya Xin Fai tidak tahu harus berbuat apa. Dia takut saat tubuhnya berada di luar kendali justru akan melukai Lan An dan yang lainnya. Awalnya dia berencana setelah mendapatkan dua pedang ini akan meminta para pendeta di Kuil Teratai untuk menyegel iblis dalam tubuhnya lagi namun dirinya merasa tidak yakin untuk itu setelah mendengar sesuatu bergemuruh di telinganya.
"Akhirnya kau menemukannya..."
"Diam..." Xin Fai menutup telinga, membuat tangannya basah terkena darah.
"Kau berhasil mendapatkannya ..."
Rajawali Kegelapan tidak bisa memastikan apa yang tengah terjadi pada pemuda itu, sesaat dia membatu kala mengingat tubuh Manusia Iblis seperti Qiang Jun. Ini adalah detik-detik di mana mereka akan mengamuk. Terakhir kali melihat Qiang Jun mengamuk, Rajawali Kegelapan bisa melihat satu kota luluh lantak akibat perbuatannya.
"Sekarang berikan tubuhmu padaku..."
Tak diduga-duga sebuah anak panah mengincar dari belakang hendak menembus tubuh Xin Fai, puluhan pendekar berhasil menyusul mereka dari bukit tersebut. Sang pemegang panah berteriak lantang sebelum melepaskannya dengan nada menggertak.
Xin Fai belum bisa menyadari ancaman itu akibat rasa sakit yang mengganggu fokusnya, semakin lama napas pemuda itu semakin berat. Dia berusaha menengok ke belakang. Matanya terbuka lebar saat melihat Ri Chu sudah jatuh terkapar setelah ditancap oleh tiga anak panah sekaligus. Macan itu ternyata berusaha melindunginya dari hunusan anak panah.
"Ri Chu..."
Lan An mengedipkan matanya tak percaya, dia masih tidak mengerti situasi yang tengah terjadi di hadapannya. Ri Chu sudah mengembuskan napas terakhir dan mati begitu saja.
"Kalian membunuhnya... Aku sendiri bahkan tidak sampai hati membunuh macan ini..." Xin Fai berjalan terseret-seret, mengeluarkan hawa pembunuh yang semakin besar dalam jangka waktu cepat. Seketika rasa benci menguasai dirinya seolah tak terbendung jumlahnya. Dia dapat melihat tiga puluh orang ini layaknya Manusia Darah Iblis, mereka adalah musuh dan layak dihakimi.
__ADS_1
"Mengamuklah.. aku akan membantumu membunuh mereka semua..."
Lagi-lagi suara itu terdengar merisaukan pikirannya, Xin Fai baru menyadari kenapa bagian organ dalamnya terasa sakit. Segel formasi iblis dalam tubuhnya telah rusak dan kini kekuatan sang monster iblis kembali tumbuh dalam tubuhnya setelah sekian lama. Dia sadar lima bulan terakhir sudah menggunakan kekuatan iblis terlalu banyak demi mencapai tempat tujuan mereka yaitu Kekaisaran Qing sekaligus menghancurkan musuh yang mereka temui, namun tak pernah menyangka kebangkitan kedua akan terjadi secepat ini.
"Kakak An, sepertinya setelah ini aku akan kehilangan kendali... Apa kau bisa menahanku sebentar sampai aku bisa mengalahkan monster iblis ini?"
"Maksudmu–" kata-kata Lan An tertahan di ujung tenggorokan, tak berani melanjutkan karena telah lebih dulu tahu apa maksud perkataan Xin Fai.
"Kebangkitan Iblis Kedua..." Sedetik tatap mata pemuda itu jatuh pada tiga puluh pendekar di depannya, rasa bencinya semakin menjalar membakar dada. Dia menatapi Ri Chu sekali lagi dan rasa penyesalan masih sama, dia mengingat-ingat baru tadi pagi dirinya memberikan macan itu sebuah nama dan kini dia telah mati tepat di depan matanya sendiri.
"Aku akan membunuh mereka dulu."
Tidak menunggu persetujuan dari siapapun Xin Fai segera melesat tajam dan tiba di tengah-tengah musuh dalam satu kedipan mata. Dua pedang di tangannya menembus tubuh pendekar besar layaknya memotong air. Dalam sekejap mata dua sampai tiga nyawa melayang di tangannya.
Seribu tahun telah terlewati sejak Pedang Kaisar Langit tertanam di tanah bukit Guangfu, energi alam seperti loncatan petir yang secara rutin menyambar ke pedang itu membuat bilah pedangnya menjadi sangat tajam. Sama sekali keras tanpa bandingan serta daya tempur yang mematikan membuat benda apapun yang mengenainya akan hancur dalam sekali tebas.
Sementara itu Pedang Manusia Iblis bekerja dengan menyerap energi yang didapatkan dari tubuh musuh kemudian menyalurkannya ke tubuh pengguna, asap merah dipenuhi kegelapan mengelilingi senjata paling berbahaya itu. Xin Fai jatuh tersungkur saat berhasil menyapu dua orang terakhir, dia memuntahkan darah segar setelahnya.
Rajawali Kegelapan memasang sikap waspada, dia menahan Lan An agar tidak menghampiri Xin Fai karena tahu sudah ada jiwa jahat yang mengambil alih tubuh pemuda itu.
"Baru berselang beberapa tahun kekuatannya sudah sehebat ini, memang patut sekali untuk dibunuh." Xin Fai berkata pelan, nada bicaranya terasa berbeda dan Lan An hampir tidak mengenali siapa sosok yang tengah berbicara di depannya itu.
__ADS_1
***