
Meskipun masih sedikit merasa tak enak namun Lang lebih pandai menilai situasi, tidak ada waktu untuk menyesali perbuatan Xin Fai yang telah terlanjur terjadi. Sekarang adalah bagaimana menyelesaikan ini semua, masalah Xin Fai adalah masalahnya juga.
"Terimakasih. Dan maaf sudah membuatmu repot."
Xin Fai yang baru saja ingin berbicara dengan Naga Air kurang jelas mendengar apa yang dikatakan Lang, dia hanya bisa mengernyit heran dan segera berdalih pada Naga Air.
"Aku benar-benar harus menepati janjiku, Rubah Petir sangat menginginkan tubuh aslinya kembali."
"Rubah Petir, ya? Si Tua Keladi itu masih saja memikirkan penampilannya," ucap Naga Air berterus-terang. Dia mengingat-ingat kembali rubah yang satu generasi dengannya, mereka telah melihat dunia lebih lama.
"Bagaimana? Kau akan membantuku?"
"Menurutmu?"
"Kau harus membantuku."
"Jawabanmu sedikit menyebalkan, tapi ya sudahlah aku juga sudah bosan di sini. Ribuan tahun tinggal di sini seperti binatang ternak, aku rasa sudah saatnya kekuatanku digunakan."
Xin Fai tersenyum bahagia, tidak pernah menyangka membujuk Naga Air ternyata semudah ini. Sejak beberapa hari yang lalu dia sempat khawatir Naga Air akan menolak permintaannya mengingat Naga Es adalah Siluman Penguasa Bumi yang terkuat. Mengalahkannya tak cukup hanya mengandalkan kekuatan sendiri.
"Aku juga akan membantu, paling tidak akan berguna sedikit." Lang ikut berbicara, Xin Fai mengangguk. "Seekor Serigala Pengembara akan kembali berkelana."
Sekarang malah Lang yang menjadi bersemangat, dia menurunkan tatap matanya ke pijakannya menatap pantulan dirinya di atas air. Entah apa yang sedang dia pikirkan, menebaknya saja sudah membuat perut Xin Fai berputar-putar. Dia menahan tawa sebisa mungkin sambil memalingkan muka agar Lang tidak mengetahuinya.
"Tapi yang menjadi permasalahannya adalah apa kau sudah mempelajari Segel Naga?"
"Hah?" Xin Fai baru pertama kali mendengarnya, dia tersadar akan sesuatu dan segera menepuk dahinya. Bagaimana dia bisa lupa dengan cara menyembunyikan Naga Air selama di perjalanan nanti? Tidak mungkin siluman itu harus muncul di tengah-tengah kota. Yang ada seluruh Manusia akan menyerbu Naga Air dan malah berakhir dengan pertarungan tanpa henti.
__ADS_1
"Kau tidak mempelajarinya?"
"Tidak tahu, kau tidak memberitahunya dulu."
Naga Air menjadi sedikit ragu. "Jurus ini memang sudah jarang dipelajari mengingat tidak ada satupun manusia yang bisa menggunakannya."
"Kenapa?"
"Segel Naga digunakan untuk memindahkan kekuatan Siluman Penguasa Bumi ke dalam tubuh manusia, tentu saja kau harus memiliki ilmu tingkat tinggi untuk melakukannya. Belum lagi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi saat kau gagal menggunakannya."
"Seperti? Jangan bilang akan tumbuh sisik di tubuhku, atau... Seperti yang dikatakan Rubah Petir, Siluman Penguasa Bumi yang berada dalam kendaliku akan menyerang balik."
Mengangguk setuju, Naga Air segera menambahkannya. "Segel Naga hanya bisa dipelajari dengan matang dalam rentang waktu dua tahun, apa kau bersedia melakukannya bersamaku di bawah air?"
Mendengar kata dia tahun Xin Fai tertohok, dia tidak memiliki waktu sebanyak itu mengingat perang besar sedang dipersiapkan dalam waktu satu bulan lagi. Lang berusaha berpikir keras di tengah derasnya hujan. Namun sama sekali tidak memiliki solusi untuk hal ini.
"Kalau mempelajarinya sembarangan aku yakin kau akan dikuasai oleh kekuatan Siluman Penguasa Bumi yang tidak akan bisa kau kendalikan. Tujuan dibuatnya jurus ini adalah untuk mengendalikan kekuatan siluman sepertiku."
Naga Air mengeluarkan sebuah kitab yang dia sembunyikan di dimensinya sendiri, Kitab Segel Naga itu tampaknya sudah sangat tua. Namun Naga Air menjaganya dengan sangat hati-hati.
"Leluhurmu yang membuatnya, aku masih menyimpannya sampai sekarang. Saat aku dan dia mengelana bebas dia selalu mengatakan kelak akan ada cucu-cucunya yang menemuiku, hari itu aku percaya perkataannya benar-benar terjadi. Kau adalah orang yang dia maksud."
"Begitu, ya... Tapi aku tidak memiliki waktu sebanyak itu, atau aku harus merubah rencana? Setelah perang akan kembali lagi ke sini, mungkin." Pemuda itu berujar ragu sekali, masih memikirkan berbagai cara untuk mempelajari Kitab Segel Naga ini.
"Kalau begitu aku akan menunggu, tidak usah terlalu terburu-buru."
Naga Air berniat memasuki tempat bersemayamnya kembali, merasa akan ada kapal manusia yang datang untuk melihat keberadaannya. Dia takut manusia akan mencurigai Xin Fai karenanya.
__ADS_1
Xin Fai masih berpikir keras, sedetik sebelum Naga Air terjun ke dalam air dia berteriak kencang. "Tunggu dulu!"
"Kenapa?" Naga Air menunda sebentar.
"Apa kau bisa memasuki alam bawah sadarku?"
Naga Air terdiam sebentar, mengangguk pelan. "Mudah saja, memangnya kenapa?"
"Qiang Jun sudah mengajarkanku menggunakan alam bawah sadar, di dimensi itu satu jam berjalan seperti satu hari."
Usai mengatakannya Naga Air segera mendekat kembali, ekornya yang panjang menghantam air membuatnya rintiknya terciprat mengenai Lang dan juga Xin Fai. "Itu artinya dalam satu bulan kau bisa mempelajari Kitab Segel Naga selama 720 hari? Kurasa tak begitu buruk juga," balasnya kemudian.
Lang memasuki tubuh Xin Fai, berharap selama dia tertidur nanti pemuda itu tidak akan berbuat sesuatu yang aneh-aneh. Sedangkan Naga Air membawanya masuk ke dasar laut, cukup lama menahan napasnya di dalam air akhirnya mereka berhenti. Xin Fai dapat merasakan udara di sekitarnya.
Ketika membuka matanya pemuda itu terdiam sangat lama, wajahnya kaget bukan main saat melihat satu dunia yang sangat berbeda dari apa yang pernah dilihatnya selama ini. Dimensi yang diciptakan oleh Naga Air terlihat sangat indah, kekuatannya yang setara dengan dewa memang tidak bisa diragukan lagi.
"Inikah Dataran Yang?" Bibirnya terasa kelu saat berucap, hamparan tanah hijau yang ditumbuhi oleh bunga-bunga indah bersama tenangnya telaga biru yang sebening kristal. Tidak ada kehidupan di sana, barangkali hanya terdengar bunyi cicitan burung.
Buah apel tumbuh subur di tempat ini, sekilas terlihat seperti dunia dongeng tapi jelas ini bukan sekadar khayalannya. Xin Fai dapat merasakan udara dingin memenuhi paru-parunya, meskipun tampaknya matahari bersinar terik tapi udaranya sangat sejuk. Dia tidak bisa membayangkan ada dunia seindah ini.
"Ini.... Jadi selama ini kau tinggal di tempat ini?" Xin Fai berucap pelan, berusaha menyentuh kupu-kupu yang melewati wajahnya.
"Ya, aku sudah menjaganya ribuan tahun, tidak terasa waktu berjalan sangat cepat saat terakhir kali kepala keluarga Xin meninggal hari itu."
"Majikanmu pasti sangat baik sampai kau menghadiahkan tempat ini padanya." Hanya itu yang dapat dia katakan, Xin Fai masih terkagum akan surga buatan Naga Air ini. Dunia kecil yang sangat indah pikirnya.
"Kau ingin tinggal di sini juga?"
__ADS_1
"Mungkin."
Naga Air membawa Xin Fai terbang ke telaga biru yang berjarak cukup dekat dari tempat semula. "Kalau begitu saatnya berlatih."