Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 68 - Kebangkitan Monster Iblis III


__ADS_3

"Aku bisa membuatmu menyesal jika kau membunuh Paman Li dan juga Lang!" Xin Fai kembali melancarkan serangannya namun semua dengan mudah dipatahkan oleh sang iblis.


"Benarkah? Apa gunanya menyelamatkan manusia-manusia lemah ini sedangkan dirimu memiliki kekuatan yang istimewa. Dengan menggunakan kekuatanku kau bisa menguasai seluruh dunia ini," kata iblis dengan segala rayuannya namun Xin Fai sama sekali tak tertarik.


"Aku tidak peduli dengan kekuatan. Mau aku harus terbunuh sekalipun, setidaknya aku mati dengan menyelamatkan banyak orang."


"Oh, sepertinya aku telah bertemu dengan orang sepertimu sebelumnya. Haha, kalian berdua sungguh bocah naif, sungguh menyedihkan aku bisa terlahir di tubuh kalian."


Tak mau mendengar ocehan lagi Xin Fai kembali menyerang dengan menggunakan jurus lain.


"Kitab Tujuh Kunci - Jurus Seribu Roh!"


Asap yang ditimbulkan dari kaki Xin Fai mengeluarkan puluhan roh di dalamnya dan berusaha menyerang monster iblis.


Roh-roh tersebut dapat dikalahkan iblis itu dengan mudah tanpa berkedip sedikitpun, Xin Fai semakin tak tahan dibuatnya.


Karena dirinya tak bisa menggunakan pedang serta kitab-kitabnya, Xin Fai rasa menaklukkan iblis ini sangatlah tidak mungkin. Dia mencoba berpikir keras sebelum menyerang lagi, karena tak mendapatkan jalan keluar Xin Fai akhirnya menyerang secara membabi buta membuat iblis itu marah.


"Jangan mencoba menganggu konsentrasiku, bocah kecil!" sang iblis merasa terganggu hingga membuat senyum licik melebar di bibir Xin Fai.


"Kau sedang bertarung di luar sana, kan? Sepertinya aku memiliki kerjaan lain daripada harus menunggu di sini," katanya senang. Xin Fai sudah menyadari sejak awal, setiap kali iblis itu menjawab pertanyaannya ekspresinya selalu merasa terganggu.


"Cih, hanya dengan itu saja kau sudah merasa menang?" Monster tersebut melebarkan matanya dan bisa melihat Xin Fai dengan jelas.


Tanpa banyak bicara Xin Fai segera maju namun sedetik kemudian serangan berkekuatan dahsyat menerjangnya.


"Kitab Dewa Iblis - Kutukan Kabut Darah!"


Sebuah gumpalan asap merah mengepungnya, Xin Fai mundur beberapa langkah dengan panik saat kabut itu bergerak seperti memiliki nyawa. Helai baju Xin Fai yang sempat terkena sedikit kabut itu bahkan hilang tak bersisa.


"Sial! Jadi ini kekuatannya?"

__ADS_1


Xin Fai terus dibuat kewalahan ketika menghindari serangan kabut, dengan Langkah Cahaya yang tinggi dia berhasil melepaskan diri.


"Seharusnya berlari sekencang ini menguras tenagaku, apa karena berada di alam bawah sadar, tenaga dalam serta staminaku tidak berkurang?" gumamnya pelan, Xin Fai mencoba memperpendek jarak dengan iblis.


Saat jarak mereka hanya beberapa meter lagi iblis itu tiba-tiba saja menciptakan ratusan pisau yang kini mengambang di udara.


'Ilmu penciptaan?! Apa jurus itu ada di dunia ini? Tapi iblis sepertinya bukan berasal dari dunia, lebih tepatnya dari neraka. Jadi kekuatan seperti ini sudah pasti dimiliki olehnya.' batin Xin Fai menalar semua hal yang terjadi untuk menarik kesimpulan.


Ratusan pisau tersebut terbang ke arahnya, Xin Fai mencoba menggunakan jurus Angin Desa Daan tanpa pedang untuk menangkis.


"Kitab Tujuh Kunci - Angin Desa Daan!"


Level kekuatan angin miliknya terpaut sangat jauh dengan pisau yang diciptakan sang iblis, pisau tersebut terlihat sangatlah nyata jika dilihat dengan mata telanjang.


Salah satu pisau tersebut mengenai lengan Xin Fai, anak itu menatapi kulitnya yang tergores itu kembali seperti sedia kala.


"Jurus yang dilepaskan di alam bawah sadar ini sama sekali tidak berpengaruh denganku, setidaknya dengan ini aku masih memiliki kemungkinan untuk menghentikan monster jelek ini."


"Monster jelek katamu?!" Sang Iblis bisa mendengar jelas perkataan Xin Fai, dia terlihat sangat marah.


Sang iblis terpancing emosi mendengar hal tersebut, dia mengangkat tangan dan seketika dua siluman dengan bentuk aneh muncul. Yang satu serigala berkepala elang dan satu lagi beruang bersisik. Keduanya memiliki mata merah bercahaya serta aura pembunuh kuat. Setidaknya dua siluman itu setara dengan raja siluman tikus yang pernah Xin Fai hadapi.


"Bagaimana kau bisa mendapatkan banyak senjata sedangkan aku tidak? Kau sangat tidak adil!" gerutu Xin Fai merasa terpojokkan, iblis itu dengan mudah menciptakan pisau terbang serta siluman seperti ini dari ruang hampa.


"Hahahaha!" Iblis tertawa puas menikmati hal tersebut, dia selalu merasa di atas angin. Rasanya manusia hanyalah makhluk lemah dan rapuh, membuatnya semakin sombong saat menjawab Xin Fai.


"Kau sungguh tak tahu apa-apa tentangku? Manusia bodoh sepertimu takkan tahu ilmu tingkat tinggi seperti ilmu penciptaan ini. Hanya dengan membayangkan apa yang kuinginkan, semua hal bisa kulakukan dengan mudah."


"Hanya dengan ilmu penciptaan kau bisa membunuh ratusan ribu manusia di jaman dulu?"


Tawaan bengis iblis itu seakan menjawab pertanyaannya, Xin Fai menukikan alis marah. Kematian ratusan ribu nyawa seakan menjadi candaan untuk iblis tersebut.

__ADS_1


"Kau tak lebih dari sebuah dosa, sungguh menyedihkan. Meskipun dengan kekuatan seperti itu, kau pasti akan merasakan kesepian karena tak memiliki siapapun dalam hidupmu."


"Aku tak perlu siapapun, kau kira iblis sepertiku sama seperti manusia?"


Meski iblis itu tertawa namun Xin Fai dapat merasakan setidaknya tawaannya menjadi lebih terpaksa, dia bertolak pinggang.


"Ribuan tahun sendirian pasti hal sulit bagimu untuk menjalaninya, hahhaa!"


"Berhenti bermain-main bocah!"


Tangan iblis tersebut menurun ke bawah dan setelahnya batu-batu besar berjatuhan hendak menghantam Xin Fai.


Saat sedang berkonsentrasi menghindar justru ratusan pisau angin menyerbunya bersamaan. Xin Fai tak sempat mengelak dari pisau itu, dia juga tak memiliki senjata untuk menangkis serangan yang datang.


Xin Fai memuntahkan darah saat banyak pisau menancap di tubuhnya, dia mencabut pisau tersebut. Salah satunya mengenai tepat di bagian jantung, meskipun tubuhnya kembali seperti semula namun rasa sakit dari tusukan itu terasa sangat nyata.


Dua siluman yang sebelumnya didatangkan iblis itu mulai bergerak lincah, mereka mengeluarkan bunyi nyaring. Xin Fai berusaha menyerang sang beruang bersisik namun kulitnya sangat keras. Serangan tersebut sama sekali tak berarti dan justru Xin Fai terpukul mundur saat beruang tersebut melepaskan serangannya.


"Sial... Kenapa semua lawanku semakin lama semakin mengerikan?" Batin Xin Fai pasrah, sejak awal dia meninggalkan desa Peiyu dirinya sudah langsung dihadapkan dengan pendekar besar bernama Zhang Bingjie. Lalu menghadapi ratusan Manusia Darah Iblis, dan terakhir siluman berkekuatan besar seperti raja siluman tikus.


Xin Fai bangun dari jatuhnya sembari mengepalkan tangan, saat sang iblis merasa anak itu telah putus asa justru senyuman meledek terpasang di kedua sudut bibirnya.


"Jadi tadi katamu kau cukup membayangkan apapun yang kau mau, maka kekuatanmu akan menciptakan semuanya, kan?"


Sang monster menyipitkan mata menebak segala kemungkinan yang akan terjadi, di satu sisi konsentrasinya terpecah karena harus mengendalikan tubuh Xin Fai. Namun bocah naif seperti Xin Fai menurutnya bukan bahaya besar.


Justru sekarang yang membuatnya tak bisa menyerang Xin Fai secara langsung karena di luar sana pasukan pendeta dari Kuil Teratai datang jauh lebih banyak. Dia hanya bisa mengandalkan dua siluman itu untuk menahan Xin Fai dan fokus untuk mengalahkan para pendeta di luar sana.


Xin Fai mengangkat kedua tangannya.


"Lihatlah di kedua tanganku ada Pedang Kaisar Langit dan Pedang Darah Iblis, kau tahu? Di sebelahku juga ada seorang Manusia Iblis yang sangat mengerikan bernama Qiang Jun."

__ADS_1


Karena dia begitu serius dengan perkataan Xin Fai, sesuatu yang sangat tak diinginkannya terjadi tanpa diduga.


***


__ADS_2