Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 110 - Huang Kun vs Liu Bei II


__ADS_3

Suara Huang Kun menggelegar sangat keras, semua orang tertegun beberapa saat mendengar kata-katanya. Termasuk seorang pemuda tampan dengan baju armor milik Pasukan Seribu Kaki yang kini duduk di kursi peserta paling belakang.


Pemuda tersebut merasa pernah mengatakan kalimat itu sebelumnya pada seseorang yang selalu dia pikirkan belakangan ini.


Huang Kun mencengkram pedang dengan tekad membara.


"Melampaui ambang batas! Begitulah Xin Fai mengatakannya! Aku takkan kalah padamu, meski langit dan bumi mengutukku sekalipun!" suara Huang Kun terdengar begitu lantang.


Pemuda di kursi peserta tadi menegakkan punggung saat nama tersebut menyapa telinganya. "Xin Fai...?"


Huang Kun bergerak maju membabatkan pedang dengan gesit membuat Liu Bei tersentak akibat serangan yang secara tiba-tiba itu berubah lebih kuat dari yang dilihatnya tadi.


Sebelumnya Huang Kun merasa tertekan karena semua tatapan seolah mengucilkannya membuat dia tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya, termasuk Shen Xuemei dan Li Yong yang seperti menginginkannya untuk berhenti saja daripada memaksakan diri.


Namun di satu titik dia mendapatkan dukungan dari satu orang yang masih percaya pada kekuatannya, orang itu adalah Xin Fai.


Huang Kun tak peduli meski puluhan ribu mata memandang seolah dirinya pengecut namun hanya dengan satu orang yang mendukungnya saja sudah membuat dia kembali bersemangat.


Huang Kun melepaskan daya serang yang besar, kini pergerakannya gesit sekaligus tajam menghancurkan lawan. Liu Bei mundur beberapa langkah seolah memikirkan darimana Huang Kun mendapatkan kekuatan tersebut.


"Kau pasti penasaran mengapa tiba-tiba aku mengeluarkan kekuatan seperti ini, kan?" Huang Kun baru saja menarik kembali pedangnya.


Liu Bei tak menjawab, dia menunggu jawaban Huang Kun dengan wajah angkuhnya.


"Dari tekad. Aku hanyalah orang bodoh yang memiliki tekad kuat asal kau tahu."


Setelah mengatakan itu Huang Kun meliukkan tubuhnya dan datang dari arah tak terduga, dia melibas serangan dengan tempo cepat membuat gerakannya sama sekali tidak bisa ditebak.


Penonton yang awalnya ragu dengan kekuatan Huang Kun kini mulai serius menonton pertandingan, bahkan orang yang sempat bertaruh jika pemenang pertarungan kali ini adalah Liu Bei mulai menelan ludah. Apalagi jumlah taruhan yang dikeluarkannya tidak sedikit.


Huang Kun mencontoh sedikit pertarungan Xin Fai yang pernah dilihatnya, dengan serangan jarak rendah itu Liu Bei lagi-lagi tak percaya dengan apa yang kini dihadapinya.


Liu Bei berhasil mendaratkan satu tendangan dan dirinya juga mendapatkan luka goresan dari pedang Huang Kun.


Yang Guifei selaku wasit hanya bisa mengukur kekuatan Huang Kun di tempatnya berdiri, dia merasa Huang Kun bukan pemuda biasa. Entah apa yang membuatnya sangat keras kepala, namun bisa dipastikan seseorang telah mengubah jalan pikirannya hingga menjadi seperti ini.


Satu per satu serangan merobohkan pertahanan Liu Bei, kini keadaan seperti terbalik.

__ADS_1


Memang keadaan sebelumnya berat sebelah, namun posisi itu telah berganti. Kini Huang Kun sepenuhnya menguasai arena pertandingan layaknya binatang buas. Sedangkan Liu Bei mati kutu dibuatnya.


Serangan jarak rendah seperti ini tak pernah Liu Bei temukan di manapun, dia semakin tidak bisa fokus saat pahanya tersayat dalam dan mengalami pendarahan hebat.


"Apa kau tak pernah merasakan luka sampai begitu panik saat pahamu berdarah?" Huang Kun tertawa kecil.


"Diam kau, dasar lemah!"


"Benarkah? Kupikir kau termasuk orang yang pintar dalam hal membaca situasi."


Liu Bei mengeraskan rahangnya sangat marah karena kenyataannya kini dialah yang lemah, dia merasa seperti terlempar ke dasar bumi paling dalam setelah sebelumnya terbang di atas awan.


Para penonton kini lebih memihak Huang Kun yang telah berhasil bangkit dari keterpurukannya.


"Pemuda sialan! Aku akan membunuhmu!"


Huang Kun tak menghindari tebasan dari Liu Bei dengan sengaja, dia membiarkan pedang tersebut bersarang di dadanya dengan melintang miring.


Darah segar mencuat membuat semua orang memandang penuh tanda tanya.


"Pendekar sesungguhnya... Dia takkan mengeluh ketika mendapatkan luka seperti ini... Meskipun darah kau pisahkan dari tulangku, aku tetap akan menjadi orang kuat dari yang terkuat!"


Namun hari ini dia bertindak gila, dirinya sama sekali tak kesakitan dari luka berat yang dialaminya saat ini.


"Pe-pemuda gila!" Liu Bei tergagap, dia seperti anj*ng yang menggonggong ketakutan. Napasnya tersendat-sendat tak percaya, Huang Kun memang orang yang tidak waras menurutnya.


Huang Kun tersenyum sangat mengerikan, Liu Bei seperti ingin kencing di celana dibuat pemuda itu.


"Jika membiarkan tubuhku terluka saja aku tak keberatan, apalagi melihat tubuhmu yang kucincang beberapa bagian."


"Tutup mulutmu!"


Huang Kun menerjang seperti binatang liar, dia serius dengan perkataannya. Perbedaan kekuatan seakan tak berarti lagi dalam pertandingan ini. Keadaan sama sekali terbalik dalam waktu yang terbilang singkat.


Dan di kursi peserta Xin Fai baru menyadari, bahwa Huang Kun sebenarnya adalah masokis atau orang yang mendapatkan kesenangan dari rasa sakit baik secara fisik maupun mental. Jadi wajar saja, selama pertarungan tadi Huang Kun sama sekali tak keberatan bahkan ketika tubuhnya mengalami pendarahan serius sekalipun.


Xin Fai sempat menyesal telah mengkhawatirkan seniornya yang satu itu. Mungkin sekarang Huang Kun sendiri tak menyadari bahwa dirinya adalah masokis.

__ADS_1


Tubuh Liu Bei kini sebelas dua belas dengan keadaan Huang Kun, rasa takutnya pada tatapan pemuda itu membuat Liu Bei sama sekali tak bisa berpikir jernih, bahkan untuk melakukan perlawanan saja dia kesusahan.


"Kenapa sekarang kau yang ketakutan? Mana gaya sok berkuasamu tadi?"


Huang Kun menggerakkan kakinya di lantai hingga membuat Liu Bei tersandung.


Liu Bei merangkak ke belakang saat melihat Huang Kun berdiri di depannya seperti hendak membelah tubuhnya menjadi dua.


"Aku menyerah! Aku menyerah! Tolong aku, kumohon!"


Yang Guifei buru-buru menghentikan pertandingan saat melihat hasil akhir pertarungan sangat tak terduga, Huang Kun keluar sebagai pemenangnya.


Puluhan ribu penonton tercengang selama beberapa detik namun sesaat setelahnya terdengar sebuah tepuk tangan nyaring dari kursi peserta.


Xin Fai bertepuk tangan sangat bahagia.


"Aku padamu, Senior Huang! Nenek-nenek sekalipun akan jatuh cinta padamu setelah ini!"


Setelahnya Xin Fai tergelak lucu, dia tak peduli orang-orang menatapnya keheranan. Baik Huang Kun maupun Xin Fai tak ada satupun dari mereka yang waras. Keduanya tertawa lepas tanpa tahu malu.


Sedangkan Liu Bei telah lebih dulu turun dari arena pertandingan, dia masih saja merinding ketakutan. Seumur hidup dia tak pernah dihabisi sampai separah ini.


Saat bertarung dengan Liu Bei banyak lawannya yang langsung mengundurkan diri ketika tubuhnya dikoyak sadis oleh Liu Bei.


Namun Huang Kun sangat berbeda. Dia seperti tak peduli dengan luka-luka berat yang diberikan Liu Bei. Sekalipun tulang dan darahnya dipisahkan, dia takkan menyerah. Pemuda itu seperti tak takut mati, hal itulah yang membuat Liu Bei berkali-kali menelan ludahnya gusar tak tahu harus mengalahkan Huang Kun dengan cara seperti apa lagi.


Huang Kun tak menyadari bahwa tindakannya itu mengubah pandangan Liu Bei, pemuda itu kini tak sanggup lagi mengangkat kepalanya untuk menghadapi penonton.


***


**Siapakah pemuda tampan berbaju armor itu? hmm dia adalah idolaku wkwkwk:,D


btw makasih sebelumnya sudah membaca sejauh ini, gak nyangka lho kalian sangat mengapresiasi karyaku bahkan pas liat total votenya udh lewat 10K membuat jiwa misqin ku bergetar 🤣poinku aja cuma 300-an hedeh...


terimakasih sekali lagi untuk para pembaca berhargakušŸ™tanpa kalian mungkin cerita ini cuma menjadi buku berdebu yang gak akan dilirik siapapun hwhwhw😌


Satu hal lagi, author boleh minta tolong gak? boleh kan yak wkwk. bantu rate 5 cerita ini dong, emg sih ga penting tapi rasanya pengen aja lihat ratingnya 4.8, kakpit ini emg bnyk maunya wkwkwk

__ADS_1


dah itu aja salam sapa dari author ayam ini, babayyyyy~`🐤**


__ADS_2