Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 216 - Ho Xiuhan


__ADS_3

"Jangan! Tega sekali membiarkan perempuan tidur sendirian di tempat ini! Tidak berhati, kejam!"


Bola mata Xin Fai memutar malas, "Bilang saja kau ingin ditemani, memang sebegitu takutnya kah kau pada mayat si Setan Gila?"


Xin Fai berhasil menebak kekhawatirannya sejak tadi, tidak ada kalimat pembangkangan lain keluar dari bibir merah Ren Yuan. Suasana hening membuat keduanya canggung dalam beberapa saat sebelum akhirnya sebuah tarikan napas berat terdengar, Xin Fai kembali duduk di tempatnya semula tepat di samping Ren Yuan.


Padahal niat hati Xin Fai ingin mempelajari kitab milik Setan Gila yang baru saja didapatnya namun hal itu dia urungkan, gadis di sampingnya tampak kelelahan. Dia menguap beberapa saat mencari tempat untuk bisa tidur, tidak memiliki pilihan lain Ren Yuan menyandarkan kepalanya di dinding seperti yang Xin Fai lakukan.


Tetapi semakin lama kepalanya kian bergerak hingga bersandar di pundak Xin Fai yang masih terjaga, pemuda itu melirik sebentar ke arah Ren Yuan dan hendak menegurnya namun ketika melihat gadis itu sudah tertidur dirinya jadi tak tega membangunkan.


Malam berlalu begitu saja, saat pagi mulai menyingsing Xin Fai kembali tersadar setelah sebelumnya berlatih bersama Iblis Merah di alam bawah sadar. Ren Yuan masih berada di posisi semula, dan saat bisa mengendalikan tubuhnya kembali seluruh sendinya terasa kaku kesemutan.


"Nona Ren... Minggir..."


Ren Yuan tidak mau menyingkirkan kepalanya, Xin Fai takut jika seandainya dua gadis di dalam rumah bangun dan melihat ini pasti sebuah kecurigaan muncul. Apalagi sosok Ren Yuan begitu dikenal luas.


Baru saja berpikir untuk membangunkan Ren Yuan lagi, dua gadis keluar dari rumah. Pintu terbuka lebar, begitu juga dengan dua pasang mata itu. Mereka menutup mulut terkejut sambil berbisik-bisik pelan, entah apa yang diomongkan namun itu cukup membuat Xin Fai tak enak hati.


Tangan Xin Fai bergerak hendak menepuk pundak Ren Yuan, tidak disangka gadis itu segera terbangun dan bola matanya membulat saat tangan Xin Fai bergerak hendak menyentuh tubuhnya.


"Brengsek!!"


Serangan pukulan telak menampar wajah Xin Fai, wajahnya memerah dengan bekas telapak tercetak jelas di sana.


"Situasi seperti ini, aku selalu jadi korbannya." Dia kembali mengulang kalimat yang sama.

__ADS_1


"Apa yang kau gumamkan setelah berani menyentuh tubuhku?!" Ren Yuan berkata keras. "Cabul!"


Hampir saja Xin Fai terbatuk-batuk mendengar tuduhan kejam itu, padahal semalam Ren Yuan yang menyandarkan kepalanya dan dia yang menjadi korban. Hidup memang keras bagi seorang lelaki, begitulah kata sang Ayah saat ibunya sedang mengamuk dulu sekali.


Merasa berdebat sungguh percuma, Xin Fai bangun segera. "Aku tidak menyentuhmu."


Ren Yuan masih menunjukkan sikap waspada namun beberapa waktu berselang sikapnya berubah seperti biasa, mereka mulai bergerak menyusuri hutan menemukan jalan kembali ke kota namun tampaknya Xin Fai kehilangan arah. Dia saja tidak mengingat darimana arahnya datang.


Ren Yuan lagi-lagi mengamuk karena dirinya tidak bisa menemukan jalan keluar dan terus berputar-putar di sepanjang hutan sambil berpikir-pikir.


"Jangan mengomel terus kalau kau ingin pulang dengan selamat, biarkan aku berpikir dengan tenang." Akhirnya Xin Fai memprotes setelah sekian lama mendiamkan diri. Dia meloncat tinggi ke atas dahan pohon demi bisa melihat jelas deretan perumahan yang terletak tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Ketika dirinya turun ke tanah ternyata segerombolan orang dengan bendera dan orang-orang penting datang, tentu saja dengan raut wajah cemas sebelum akhirnya tatapan lega terlihat ketika Ren Yuan muncul di hadapan.


Raut buruk berubah amat bahagia kala melihat mereka bisa selamat, karena dikatakan siapapun yang menjadi korban Setan Gila tidak akan bisa kembali, jika bisa pun dalam keadaan telanjang tak bernyawa. Melihat Ren Yuan dan gadis lainnya bisa kembali dalam keadaan baik tentu adalah kabar yang sangat bagus.


"Syukurlah kau selamat, Yuan'er..." Seorang wanita cantik dalam balutan gaun merah muda berkata, senyumannya begitu manis menyambut anak gadis satu-satunya itu.


"Iya, ibu. Lagipula aku tidak akan selamat jika Xin Fai tidak datang semalam."


"Xin Fai? Pemuda mana yang telah menyelamatkanmu, Yuan'er? Aih, aku sangat ingin bertemu dengannya." Ayah Ren Yuan sumringah mengatakan, dia memutar pandangan ke sekeliling dengan cermat.


"Ah, dia ada di sini–eh, ke mana dia pergi?" Ren Yuan kebingungan saat matanya tidak mendapati sosok yang dibicarakan, Xin Fai seharusnya berada tak jauh darinya tadi.


"Apa kalian melihatnya? Seorang pemuda yang bersama kami tadi?"

__ADS_1


Pengawal yang berada di sekitar kepala keluarga Ren menggeleng bingung, mereka justru sejak awal tidak melihat siapapun selain Ren Yuan dan dua gadis di belakangnya.


"Aku tidak berbohong, Ayah. Dia tadi ada di sini!" Ren Yuan mempertegas takut jika kedua orangtuanya tidak percaya, dua gadis di belakang menjadi saksi. Mereka mengangguk mengiyakan hal tersebut.


Di tempat lain Xin Fai telah beranjak pergi ke jalan lain, melintas sepanjang jalan secara cepat karena ditakutkan akan sesuatu yaitu iblis di dalam Ho Xiuhan. Mungkin saja ketika semalam dirinya belum kembali, iblis dalam diri pria itu sudah mengamuk.


Sembari mempercepat laju langkahnya, dia mengingat-ingat kembali arah kediaman Walikota. Untung ingatannya cukup bagus, dalam waktu beberapa menit saja langkah kakinya telah sampai di pekarangan rumah Walikota.


Berbelok menuju bangunan yang sepertiga ukuran dari kediaman sang Walikota, Xin Fai menelisik sekitarnya dan dapat mendengar suara gaduh dari dalam. Dibarengi suara teriakan lantang Zhu Yue yang menderu-deru. "Matilah kau!"


Pedang Zhu Yue bergerak tajam akan menusuk punggung Ho Xiuhan dari arah belakang setelah sebelumnya berhasil membuat lawan terhempas ke dinding dan memposisikannya dalam keadaan terpojokkan.


Iblis dalam diri Ho Xiuhan mengamuk, suara si pemilik tubuh persis seperti suara monster yang telah tertidur selama puluhan tahun di dalam tubuhnya.


Dalam satu pergerakan bagaikan kilat pedang di belakang Ho Xiuhan beradu kencang dengan tangan pria tersebut. Ho Xiuhan memegang bilah pedang hingga tangannya berdarah-darah namun tak sedikitpun rasa sakit tampak di wajahnya.


Pedang Zhu Yue diremas erat lalu diputar dengan mudahnya membuat pria itu melayang lalu terpental membentur kursi kayu. Sang monster dalam tubuh Ho Xiuhan kembali mengamuk, perlahan mendekati Zhu Yue yang tengah merangkak mundur.


"Mi-minggir!" Dua orang yang datang bersama Zhu Yue mencoba menghalangi, namun tentu saja dengan mudah pula iblis itu melepaskan kekuatan tinggi hingga membuat mereka terpental menghantam dinding.


Ho Xiuhan yang telah dirasuki iblis mencekik leher Zhu Yue hingga kaki pria itu tidak dapat lagi menapak di tanah, terlihat dia hendak menjerit namun suaranya tertahan. Wajahnya mulai membiru saat pasokan oksigen tidak bisa diraihnya lagi, urat leher pria itu muncul akibat kekuatan misterius yang tengah menyerangnya.


**


hnya ada 1 chap berhubung kondisi author tdk memungkinkan, gomen🙏

__ADS_1


__ADS_2