Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 82 - Desa Pembantaian II


__ADS_3

Udara dipenuhi dengan asap pembakaran disertai jeritan dan rintihan para rakyat miskin di desa tersebut. Mereka merasa ketakutan kala itu saat mendapati desa mereka menjadi sasaran selanjutnya dari Manusia Darah Iblis.


Kepala desa tak bisa berbuat apapun, dia hanya bisa menangisi ketidakmampuan dirinya untuk menjaga desa. Para Pejuang adalah orang yang pertama kali dihabisi oleh kelompok aliran hitam tersebut hingga sekarang ini mereka tak memiliki perlawanan apapun dan hanya bisa menyerahkan nyawa mereka.


Salah seorang Manusia Darah Iblis menariknya, pria berumur itu menatapi anak istrinya yang berada dalam kerumunan penduduk yang kini dikumpulkan di alun-alun desa. Keadaan mereka semua sungguh mengenaskan, bahkan ada yang sedang sekarat.


"Tolong ampuni nyawa pendudukku... Aku akan memberikan semua hartaku untukmu, aku berjanji."


"Cih, kami tak butuh harta. Yang kami butuhkan adalah nyawa."


Kepala desa menahan napas sembari menelan ludah terpaksa, dia merasa tak memiliki harapan lagi. Saat pedang telah bersiap memotong kepalanya di saat itu juga terjadi hal yang menggemparkan.


Seorang Manusia Darah Iblis jatuh terkapar di tanah dalam keadaan bersimbah darah, kepalanya telah lepas dari tempatnya dan menggelinding tak jauh dari tubuhnya.


Semua pasukan Manusia Darah Iblis terlihat bingung sekaligus waspada. Meskipun telah mencoba sesiaga mungkin kali ini satu nyawa kembali melayang. Setelahnya terdengar suara di antara mereka, suara tersebut begitu lantang ketika mengatakannya.


"Aku akan membunuh kalian semua!"


Xin Fai melesat di antara para Manusia Darah Iblis, dalam setiap serangan dia membuat musuh terluka atau bahkan terbunuh.


Xin Fai memutuskan dirinya harus cepat bertindak, dia tahu pasti 20 orang di sini hanya sebagian dari kelompok mereka. Yang lainnya pasti sedang berpencar di seluruh desa. Sebelum anggota lainnya datang Xin Fai harus lebih dulu membersihkan dua puluh orang ini.


Lima orang yang saling berdekatan menjadi sasaran pertamanya, Xin Fai mendekat tanpa pikir panjang. Sembari berlari tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan yang membuat pergerakannya jauh lebih terlihat dari sebelumnya.

__ADS_1


Lima orang tersebut memajukan pedang bersiap menyambut, namun Xin Fai tak menyerang dalam jarak dekat. Dia berhenti tepat di depan lima orang tersebut.


"Kitab Tujuh Kunci - Angin Desa Daan!"


Meskipun menghemat tenaga dalamnya, nyatanya Xin Fai berhasil melepaskan setidaknya hampir seratus pisau angin. Dua di antara para musuhnya terkena di bagian vital, menyebabkan tubuh mereka ambruk ke tanah dalam keadaan tak bernyawa.


Xin Fai melakukan hal yang sama membuat tiga orang tersisa mau tak mau harus maju, ketika mereka maju kembali pisau angin menembus tubuh mereka.


Kepala desa yang dalam keadaan berlutut tak pernah menyangka saat ini mereka akan kedatangan seorang pendekar muda bahkan sangat muda yang datang sendiri untuk menyelamatkan desanya. Bagaimanapun pria itu begitu mencintai desanya. Tempat kelahirannya ini.


Puluhan Manusia Darah Iblis lainnya tak bisa tinggal diam, mereka segera mengeroyok Xin Fai bersamaan. Melihat hal itu kepala desa merasa nyawa Xin Fai telah tamat.


Tiga belas pria dewasa bersama-sama mengerubunginya dan melepaskan serangan mematikan. Beberapa serangan mengenai kulit Xin Fai, saat sebuah kapak meluncur hendak membelah kepalanya Xin Fai menunduk dan menarik pedang yang satunya lagi.


Dengan kedua pedang itu Xin Fai mengeluarkan tenaga dalam yang tidak sedikit. Sekilas di tubuhnya nampak seperti cahaya yang membentuk jubah emas serta mahkota yang begitu samar.


Kecepatan kilat itu sama sekali baru bagi mereka, serangan yang membentuk bulatan emas berturut-turut tersebut berlangsung beberapa detik namun berhasil melepaskan puluhan hingga ratusan ayunan pedang.


Serangan yang begitu mematikan itu membuat darah musuh mencuat liar membasahi tanah, ada yang tangannya terpotong bahkan yang jaraknya paling dekat dengan Xin Fai sudah dipastikan akan meninggal dalam keadaan tubuh terpotong-potong.


Para penduduk menahan napas melihat kejadian itu, seperti pembunuhan berantai yang dilancarkan seorang pemuda kecil. Rasanya jika salah satu dari mereka mengatakan ini mimpi maka mereka pasti akan langsung mempercayainya.


Puluhan tubuh yang dalam keadaan tak utuh lagi jatuh berserakan, hanya tiga orang lagi yang tersisa itupun dalam keadaan yang buruk.

__ADS_1


Xin Fai lekas mengambil nyawa ketiga orang tersebut tanpa ampun, meskipun mereka meminta belas kasihan namun dendam dalam diri Xin Fai tak lagi bisa dihentikan.


"Kalianlah yang telah membunuh keluargaku! Aku bersumpah akan membunuh kalian semua!" ancamnya begitu serius, satu nyawa terakhir berhasil Xin Fai renggut. Dia berhenti sebentar untuk memulihkan tenaga dalam. Selagi Manusia Darah Iblis yang lain belum menyusul, Xin Fai memberikan arahan pada kepala desa.


"Sebaiknya kalian segera meninggalkan tempat ini dan mengungsi di desa lain sementara waktu. Aku akan mencoba membersihkan desa ini sebisaku."


Meskipun masih belum percaya yang mengalahkan dua puluh pendekar aliran hitam itu Xin Fai namun kepala desa tak mau membantahnya, dia segera menurut.


"Pastikan kalian sampai ke desa lain dengan selamat dan kembali ke desa ini setelah keadaannya membaik. Desa ini tak boleh dikuasai oleh Manusia Darah Iblis."


Setelah mendengar perkataan Xin Fai kepala desa berterimakasih sebelum pergi bersama sisa penduduk. Lang yang baru saja menikam satu pendekar agung mendengus saat melihat kini lebih banyak pasukan kembali datang.


Jumlah mereka berkisar hampir tujuh puluh orang bahkan lebih, Xin Fai tetap berdiri di tempatnya tanpa takut akan kematian. Karena sebelumnya Xin Fai juga pernah merasakan kematian saat berada di desa Peiyu. Dan sang iblis lah yang membuatnya masih bisa bernapas sampai sekarang.


Di dalam rombongan itu terdapat setidaknya lima pendekar agung yang memasuki tahap 2 sampai tahap 3, kekuatan mereka jauh lebih besar dari musuh Xin Fai yang sebelumnya.


Li Yong baru saja datang bersama Shen Xuemei serta Huang Kun yang kini diangkat di pundaknya.


Pemuda bernama Huang Kun itu tak bisa berlari cepat, kecepatan berlarinya setara dengan orang biasa. Membuat Li Yong tak bisa meninggalkannya sendiri karena musuh bisa datang darimana saja. Dan baru bisa sampai saat Xin Fai telah membunuh banyak orang dalam waktu yang terbilang cepat.


Li Yong menatapi dua puluhan mayat yang terbaring di sekitar Xin Fai dengan tak percaya.


"Fai'er? Apa kau semua yang melakukan ini..?"

__ADS_1


Anggukan kepala Xin Fai membuat Li Yong hampir pingsan dibuatnya.


***


__ADS_2