
Xin Fai menggerutu untuk kesekian kalinya, bagaimana caranya Liu Fengying dan Xin Xia menghilang begitu saja saat memasuki air terjun ini. Dia dapat merasakan firasat buruk tengah mengincar adiknya itu, tak bisa dijelaskan rasa cemasnya pada Lang, Xin Fai memilih berdiam sebentar.
Dia mendengarkan baik-baik gelombang suara, matanya terbuka lebar setelah itu. Memang benar ada sebuah ruangan di dalam air terjun ini.
"Sepertinya ini adalah tempat rahasia keturunan mereka, hanya yang memiliki darah keturunan mereka yang dapat membukakan jalan..." Lang memberitahu.
"Jadi apa kau memiliki cara untuk menerobosnya?"
"Menerobosnya, ya? Sepertinya sulit, ruangan di dalam disegel oleh mantra-mantra. Tidak mudah untuk masuk ke dalam."
Xin Fai menendang kerikil batu gelisah, dia kembali mengeluarkan Rantai Api Neraka yang ujung matanya segera menghantam dinding batu di balik air terjun.
Pemuda itu kehilangan kesabarannya. Karena saat ini juga dia dapat merasakan sebuah kekuatan yang lebih tinggi dibanding Raja Iblis. Lang pun menyadarinya.
"Celaka... Ini benar-benar celaka..." Xin Fai mengusap wajahnya, kepalanya pusing karena tidak memiliki satupun cara untuk masuk.
Gigi Xin Fai merapat kuat, dia berusaha mendengarkan percakapan di dalam. Benar saja, Liu Fengying menyebut seseorang yang bernama Ratu Iblis. Terdengar suara isakan Xin Xia di dalam, dia yakin adiknya itu pasti berada dalam bahaya besar.
Kepalan tangannya mengerat, berkali-kali dia berpikir tapi akhirnya buntu juga. Sedangkan segala jurus tak mempan sama sekali pada dinding batu ini. Yang terlihat hanyalah sebuah dinding batu biasa, tidak ada ruangan tersembunyi di dalamnya.
"Ketua Xin!"
Xin Fai menoleh ke belakangnya, terlihat Chang Wei dan Ho Xiuhan tengah berlari saling merangkul. Ho Xiuhan terluka sangat parah, namun terus memaksa mengimbangi langkah Chang Wei.
Xin Fai mendekati dua pria itu, menatap Ho Xiuhan panik. "Ada masalah apa?"
"Kau bisa memasuki tempat itu?"
Xin Fai melirik ke belakangnya, tak menyangka Ho Xiuhan tahu tempat tersebut.
"Kau mengetahuinya?"
"Saat pelatihan dulu aku sering melihat Liu Fengying pergi ke tempat ini, hanya ada satu cara untuk masuk ke dalam..."
__ADS_1
Ho Xiuhan memberikan sebuah anting hitam yang terasa familiar, anting itu juga dipakai Liu Fengying meskipun tertutupi oleh rambut lebatnya.
"Kami baru saja mencurinya dari kamar Liu Fengying, itu adalah anting milik anaknya dulu, Liu Yun. Di anting itu mereka meneteskan darahnya. Jadi Ketua bisa memasuki tempat itu dengan antingnya..."
"Ho Xiuhan, terimakasih sudah membantuku."
"Ketua Xin, aku hanya membalas budi. Dibandingkan dengan mencuri seperti ini, kau telah lebih dulu membantuku mengusir iblis di tubuhku ini."
Xin Fai mengangguk paham, dia tersenyum sekilas bersiap memasuki tempat Liu Fengying dan Xin Xia berada. Lang memasuki tubuhnya agar bisa masuk, pemuda itu menggunakan sebelah anting di kuping kirinya. Tak lama kemudian dapat dilihatnya sebuah terowongan di balik air terjun.
Mata pemuda itu melotot saat melihat adiknya dicekik hingga tidak bisa bernapas.
"Ma-maafkan aku, kakak..."
"Xia'er!"
Tepat setelah melihat dengan jelas apa yang telah terjadi di dalam, Ratu Iblis menghilang. Lenyap tanpa meninggalkan jejak. Membuat tubuh Xin Xia jatuh merosot ke bawah, Xin Fai segera berlari menangkap tubuhnya.
"Yun'er..." Liu Fengying menggumam pelan, dia dapat melihat samar sosok Liu Yun di diri Xin Fai. Senyum sedihnya tergambarkan beberapa saat.
"Kau memang pantas mati!" Xin Fai menggerakkan tangannya, menciptakan Ilusi Hujan Darah. Seketika itu pula goa gelap menjadi tempat luas tak berujung. Langit merah darah bersama teriakan kelelawar yang menjerit-jerit.
Liu Fengying terdorong ke belakang saat sekumpulan kelelawar menyerbunya, menguliti tubuhnya hidup-hidup. Ditambah kini hujan darah mulai turun melelehkan tulangnya. Membuat pria itu menjerit hebat. Tak terbayangkan rasa sakit yang dideranya hari ini.
Liu Fengying berusaha melihat Xin Fai sedikit, di antara rasa sakit yang amat sangat itu dia dapat melihat kilat mata Xin Fai. Tatapan pertentangan yang telah lama tak pernah dilihatnya lagi. Pria itu mendongakkan kepalanya ke langit, menyambut tetesan air darah itu dengan lapang dada.
"Aku selalu berpikir, sifatmu sama dengan Yun'er..."
"Jangan samakan aku dengan kalian, kau..." Xin Fai menahan perkataannya, terlalu banyak emosi meluap di dadanya membuat dia tidak bisa berpikir sama sekali. Dia masih menopang Xin Xia di pahanya berharap gadis itu segera bangun.
"Kau akan mengerti bagaimana rasanya nanti setelah menjadi seorang Ayah." Liu Fengying bergetar saat mengatakannya.
Xin Fai membunuh Liu Fengying sampai berkali-kali berharap pria itu mendapatkan hukuman akan apa yang dia lakukan selama ini, pria itu menjerit meronta-ronta. Membuat tulang rahangnya seperti akan patah, hingga akhirnya Xin Xia mulai bereaksi Xin Fai segera mengakhiri nyawa lelaki itu. Dia membunuhnya menggunakan dua pedang sekaligus.
__ADS_1
Akhirnya Xin Fai bisa bernapas sedikit lega, musuh terbesarnya akhirnya terbunuh hari ini.
Akan tetapi dia tidak yakin lagi apa musuh besarnya telah benar-benar mati atau tidak. Sebuah kekuatan yang ratusan kali lebih menyeramkan telah bangkit. Rambut panjang Xin Xia berterbangan bersama angin kencang yang datang tiba-tiba. Membuat pemuda itu mulai bisa menebak kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Dia mencoba berbagai jurus dari Kitab Terlarang yang sempat dia pelajari namun justru kekuatannya terhisap oleh Xin Xia dengan sangat cepat.
Xin Fai melepaskan gadis itu karena saat bersentuhan dia terus menyerap energi kehidupannya.
"Xia'er, sadarlah. Rebut kembali tubuhmu," ucapnya pelan. Berharap Xin Xia mendengarkan apa yang dia ucapkan.
"Ratu Iblis, kau tidak seharusnya bangkit lagi seperti ini. Maaf, karena manusia berulah, mereka berusaha membangkitkan jiwamu yang harusnya sudah tenang."
Tidak mendapatkan jawaban apapun Xin Fai dapat menyimpulkan kesadaran Ratu Iblis tidak sepenuhnya kembali, Xin Xia dan Ratu Iblis berbagi tubuh dalam satu waktu. Percuma mengajak mereka berbicara.
Tubuh itu hanya menuruti apa yang ingin dilakukan Ratu Iblis.
Xin Fai berniat mengeluarkan kantung kecil tempat Raja Iblis menyimpan sisa kesadaran spiritualnya. Namun saat menyodorkan benda itu Ratu Iblis telah menghilang secara tiba-tiba dari hadapannya. Membuat pemuda itu mulai panik, dia segera keluar dari tempat air terjun. Tak menemukan ke mana perginya sang Ratu Iblis.
Dalam waktu yang bersamaan pula tatapannya terkunci di tubuh Liu Fengying yang telah tergelatak tak bernyawa, perlahan-lahan kekuatan yang tersisa dari tubuh itu mengendap ke atas menuju satu titik.
Xin Fai melebarkan netra matanya, terlihat jelas kepanikan tengah mengguncangnya.
"Energi kehidupan...? Apa dia sedang menyerap energi kehidupan orang-orang yang telah mati?"
Xin Fai mengingat-ingat kembali tempat para pendekar tempur, mungkin sudah puluhan ribu orang baru saja meninggal di sana. Jika benar kekuatan Ratu Iblis bisa menyerap kekuatan yang tersisa dari orang mati, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi ke depan.
"Dia akan menyerap puluhan ribu kekuatan manusia... Ini benar-benar gawat."
Namun perkiraannya salah besar, Xin Fai tertegun saat melihat pergerakan di sekitarnya. Liu Fengying bangkit kembali dengan mata merah darah, bersiap membunuhnya dengan kekuatan yang seratus kali lebih kuat dari yang sebelumnya.
***
Jgn lupa vote, like, komen, fav dan kalo ad koin lebih bisa kasih tips ya, teman-teman 😁
__ADS_1