
Raja Erick yang melihat putranya dibawa oleh Dewa Trevor memerintahkan Leo, panglima perang negeri Braga. Leo juga rival sekaligus sahabat baik dari Agil.
Leo menggunakan langkah kilat tingkat dua untuk mencari keberadaan Agil. Ia menelusiri jejak ki dari Agil karena memang ki dewa berbeda dengan ki manusia.
"Kemana kau bodoh... apa kau akan membuat aku kerepotan lagi setelah kau di usir dari ibu kota?" Gumam Leo.
Setelah Leo keluar dari ibu kota Braga, ia berhasil mendeteksi ki milik sahabatnya. Leo menambah kecepatan dan tiba di daerah yang sangat panas.
"Apa ini? kekuatan Agil?" Banyak sekali pertanya an Leo waktu itu.
Leo melihat ditengah kobaran api yang membakar tanah terlihat Agil yang tertunduk diam. Keberadaan dewa Trevorpun tidak ada disana.
"Hey sob, apa dirimu menang?" tanya Leo dengan sedikit khawatir.
Sontak Agil melihat Leo dengan meneteskan air mata, "aku akan di latih menjadi dewa oleh dewa Trevor."
"Bukankah itu berita bagus?" jawab Leo
"Kau tau? Jika manusia diangkat menjadi Dewa, maka ia tidak akan bertemu keluarganya lagi," jelas Agil dengan singkat.
__ADS_1
Jika makhluk hidup di akui oleh dewa, maka kekuatan makhluk itu naik secara signifikan sudah mendekati dewa.
Dan jika sudah mendekati kekuatan dewa, maka makhluk itu akan di teleport paksa menuju alam dewa serta akan dilatih menjadi dewa.
Dewa adalah makhluk abadi, jadi mereka akan kehilangan kontak dengan keluarganya.
"Lalu apa aku bisa membantumu sob?" Tanya Leo singkat.
"Jagalah Teo, ia adalah anakku. Mungkin kau sudah melihatnya di arena tadi. Bilang padanya, aku sudah mati melawan dewa Trevor," pinta Agil.
Leo yang sudah tau Teo adalah anak Agil langsung menjawab permintaan Agil. "Hey... Aku tidak akan mengecewakanmu. Tapi kau harus kembali dan menjelaskannya sendiri. Ki milik Teo mirip dengan ki milikmu. Aku yakin ia juga tidak sebodoh itu."
"Sekarang aku benar benar kehilanganmu..." Air mata Leo benar benar tak terbendung.
Sebelum Agil benar benar menghilang ia sempat mengucapkan, "Maaf Eva, Teo. Aku tidak bisa membawamu ke bukit bintang."
Flashback
Sebelum Agil dan Teo pergi ke turnamen. Agil pernah mengajak Teo dan Eva untuk pergi ke bukit bintang.
__ADS_1
"Setelah kita ke turnamen, kita akan pergi bersama ke bukit bitang," Jelas Agil kepada Eva.
Teo tidak tau apa itu bukit bintang dan langsung bertanya pada ayahnya, "bukit bintang? Apa itu ayah, ibu?"
"Bukit bintang adalah tempat pertama ayah dan ibumu ini bertemu. Disana sangat indah dengan jutaan bintang bersinar," Jawab Agil dengan menatap mata Eva tapi malu malu.
Leo pergi kembali ke arena tapi kakinya sangat berat melangkah kesana. Ia bingung apa yang akan ia jelaskan pada Eva dan Teo.
Sesampainya ia sampai di arena. Ia masih menyaksikan Teo dan Mael sedang bertarung.
"Kedua anak itu apabenar benar masih kecil?" batin Leo yang masih sedih karena ditinggalkan sahabatnya.
Mael mulai menyerap energi alam yang ada disekitarnya. Teo yang tidak bisa menyerap ebergi alam benar benar kebingungan.
"Hey, apa yang kamu lakukan?" Tanya Teo kepada Mael.
"Apa kamu tidak tau cara menyerap energi alam?" Mael bertanya balik dan malahan ia mau mengajarkan teknik itu pada Teo. "Aku akan mengajarimu."
JANGAN LUPA LIKE KALAU SUKA!!!
__ADS_1
LIKE MEMBERI PENULIS SEMANGAT DAN IDE BARU.