
"Sudah tujuh tahun berlalu... Akhirnya tubuh ini akan menjadi milikku," ujarnya sembari melayangkan tatapan membunuh pada dua orang yang sedang menatapnya di kejauhan. Mereka adalah Lan An dan seorang berwujud roh yakni Rajawali Kegelapan.
"Kau... Sepertinya aku pernah melihatmu hari itu..."
Rajawali Kegelapan terkesiap untuk waktu yang lama, dia menelan ludah saat mulai merasakan bumi bergetar akibat kekuatan ganas bermunculan di sekitar tubuh Xin Fai. Angin menderu-deru kencang dikelilingi aura merah gelap, langit menghitam kelam menunjukkan tanda-tanda akan turunnya hujan sebentar lagi.
"Kau iblis itu, kau membuat Qiang Jun harus menanggung beban seumur hidup bahkan sampai harus mati-matian bertahan agar tidak menimbulkan kesengsaraan bagi semua umat!"
Xin Fai menyunggingkan senyum sinis, mengangkat sebelah tangannya secara perlahan dan menurunkannya ke bawah. Dalam seketika sebuah batu besar tercipta dan jatuh merosot tajam hendak mengenai keduanya.
Rajawali Kegelapan lantas menarik kerah baju Lan An agar segera menjauh, andai terkena batu itu bisa dipastikan tubuhnya akan rata bersama tanah.
"Dan kau hanya orang bodoh yang tidak bisa berbuat apa-apa, di saat temanmu berada dalam bahaya yang bisa kau lakukan hanya menonton. Berdiri gemetar lalu berharap ada orang yang rela menyelamatkan temanmu itu tanpa mengorbankan dirimu sendiri!"
Rajawali Kegelapan tak sanggup menjawab apapun setelah itu, dia mengepalkan tangan ingin memukul sosok yang mengusik masa lalunya itu, tetapi sayangnya iblis itu menguasai tubuh Xin Fai. Jika dia memukulnya yang merasakan sakit nantinya bukan sang iblis melainkan Xin Fai sendiri.
"Orang-orang sepertimu hanya bisa berkata omong kosong, pantas saja tidak ada yang peduli walaupun kau mati sekalipun."
Perkataan itu membuat Rajawali Kegelapan tidak bisa mengendalikan diri, dia mengeluarkan tenaga dalam membuat ledakan energi roh terasa di sekitarnya.
Lan An memasang ekspresi panik, dia yakin bahwa Rajawali Kegelapan tidak akan bisa mengimbangi kekuatan iblis itu. Bahkan Qiang Jun sendiri kewalahan melawannya. Melakukan tindakan ceroboh hanya akan mempercepat kekalahan mereka saja.
"Senior, aku tahu kau sedang emosi. Tapi ada baiknya tidak terbawa suasana oleh kata-katanya. Saat ini kita harus mengulur waktu sampai Xin Fai berhasil mengalahkan dia di alam bawah sadarnya."
"Kau marah mendengar kenyataan itu?" Sang iblis tertawa menyebalkan, dia kembali mengeluarkan kekuatan hendak menciptakan sesuatu yang lebih berbahaya lagi.
__ADS_1
"Biar kukatakan, orang sepertimu saja tidak ada siapapun yang sudi mengingat. Apalagi Qiang Jun yang kau kagumi, dia bahkan dibunuh oleh manusia yang dilindunginya sendiri... Hahahaha lucu sekali," tawanya menjadi-jadi. Rajawali Kegelapan tak sanggup lagi membendung rasa kesalnya, dia tidak memikirkan apapun lagi selain membalas perkataan tersebut.
"Tarik kembali kata-katamu itu!" teriak Rajawali Kegelapan sambil mengepalkan tinjunya, dia melayang di udara bersama energi roh. "Kau boleh menghinaku sepuasmu, tapi tidak dengan Qiang Jun!"
Belum sempat dirinya menjangkau iblis itu sebuah angin kencang yang mengandung daya listrik melemparnya jauh hingga terpental menabrak dinding besi.
"Jangan kira karena dirimu memakai wujud roh aku tidak bisa melukaimu." Iblis itu menciptakan bola api neraka dalam jumlah yang begitu banyak, Lan An tahu akan ada bahaya besar yang mengincar Rajawali Kegelapan. Dia segera berlari kencang dan melindungi pria itu dari depan.
"Minggir di sana! Api itu tidak akan mengampuni nyawamu jika kau terkena salah satunya!" Rajawali Kegelapan berseru panik. Dia berusaha menyingkirkan Lan An sebelum iblis melepaskan bola api neraka tersebut, keduanya masih bersikukuh di tempat masing-masing. Lan An keras kepala, dia merasa yakin bisa menghadapi bola api itu sendirian.
"Oh sepertinya aku menemukan satu manusia yang sudah bosan hidup, kalau begitu maumu aku akan mengabulkannya." Sang monster iblis melepaskan seratus bola api neraka di belakangnya secara serentak, menghambur ke arah Lan An dan Rajawali Kegelapan dalam sekali serang.
Lan An awalnya masih bisa menghindari bola api tersebut dengan mudah tapi lama-kelamaan dia menyadari hawa panas yang ditimbulkan dari api ini melemahkan konsentrasinya.
Salah satu bola api neraka nyaris saja menabrak tubuhnya andai Rajawali Kegelapan tidak sigap tapi sayangnya roh itu yang menjadi korban.
Dia mencoba memulihkannya sejenak tapi monster iblis tak memberikan jeda sedikitpun. Dia kembali menciptakan lima siluman iblis yang muncul dari ruang hampa, menembus dimensi manusia lalu mengaum keras. Bersiap bertarung sampai mati.
Lan An mengokohkan pijakannya, berusaha meyakinkan diri dalam hati. Bagaimana pun caranya kali ini dia harus bisa menghentikan Xin Fai, hanya itu yang dia tahu. Dia yakin sosok yang telah dianggapnya sebagai keluarga itu pasti tak menginginkan kehancuran besar umat manusia. Dia melakukan apapun demi bisa melewati kebangkitan ini.
Walaupun keadaan sama sekali berat sebelah akan tetapi Lan An masih percaya, dia memberikan waktu untuk Rajawali Kegelapan memulihkan kekuatan rohnya sejenak. Lima siluman sekaligus menghadang dari arah depan. Lebih parahnya kali ini bola api neraka pun turut dilepaskan bersama dengan tikaman lima siluman itu.
Lan An mulai mempertanyakan apakah nyawanya masih akan selamat hari ini?
*
__ADS_1
Bunyi menggema terasa seperti berada di dasar laut dalam, suara menyerupai paus yang mengaung begitu mengerikannya terdengar berulang kali hingga akhirnya sebuah tangan dingin menyentuh wajahnya membuat Xin Fai terbangun di alam bawah sadarnya sendiri.
Dia dapat melihat Iblis Merah tengah memperhatikannya serius, tatap matanya berbeda dari sebelumnya.
"Hari ini adalah hari yang kutunggu-tunggu."
"Ma-maksudmu hari kebangkitan kedua?"
"Benar. Akan kukatakan padamu satu rahasia, di kebangkitan kedua ini ada satu cara untuk menghancurkan jiwa sang iblis secara permanen."
Xin Fai sontak terbangun secara cepat, merasa antusias mendengar kemungkinan tersebut. Dia mengeluarkan suara. "Kau mengetahui bagaimana caranya?"
"Ya. Aku akan memberitahumu setelah ini..."
"Pantas saja aku merasa ada tamu tak diundang yang bergabung ke sini, sudah berapa tahun kau singgah di rumahku, bocah besar?" Monster Iblis membuka matanya lebar, menampilkan lengkungan mata tajam serta mengancam.
"Cih, rumahmu? Sudah berapa kali aku berusaha masuk ke tubuh anak ini dan kau sengaja menghancurkan kesadaran spiritual ku sebelum bisa memasukinya."
Xin Fai mengerutkan alisnya dalam. "Bukannya hari itu aku baru pertama kali bertemu denganmu saat menemukan Kitab Terlarang?"
"Baru pertama kali bertemu dengannya? Jangan bercanda! Hei manusia bodoh, jangan-jangan kau menyembunyikan sesuatu dari generasi penerusmu itu?" Iblis itu menyahut.
Lagi-lagi Xin Fai hanya bisa memandangi dua iblis di hadapannya bergantian. Mau dipikir seribu kali pun dia tetap tidak mengetahui hubungan mereka. Tapi tampaknya hubungan itu tidak baik.
Iblis Merah mengubah topik pembicaraan. "Iblis jelek, biar kukatakan padamu. Bertahun-tahun aku sudah menunggu untuk dipertemukan denganmu. Terharu tidak?"
__ADS_1
Sang monster iblis seperti hendak memuntahkan isi perutnya, dia berceloteh dengan nada yang sedikit meninggi. "Aku juga menunggu untuk membalas kematian para siluman peliharaanku dulu, kau harus membayarnya dengan lima kali mati!"
**