
Keadaan hening berlangsung cukup lama hingga akhirnya Raja Iblis mengalihkan perhatiannya, menatapi Xin Fai lembut. "Terimakasih sudah mempertemukan kami kembali, aku akan mengingat budi baikmu ini."
Xin Fai tersenyum kecil sembari mengangguk, entah kenapa dia merasa ikut bahagia melihat keduanya dipertemukan. Ratu Iblis pun ikut melirik ke arahnya, masih sedikit mengintimidasi.
"Aku masih belum bisa memaafkan kalian."
"Aku tidak pernah meminta kalian untuk memaafkan para leluhur kami, tapi yang kuinginkan kita bisa berdamai. Apa kau menginginkan perang kembali? Jika iya, mungkin hari di mana kau dimusnahkan akan terulang kembali."
Ratu Iblis ingin mendekati Xin Fai, namun suaminya tak mengijinkan. Dia tahu wanita itu ingin mencelakakan Xin Fai.
"Yang dia katakan benar, sayang. Kita tak seharusnya di sini bersama para manusia." Raja Iblis tersenyum sebentar.
"Tapi–"
"Anak manusia ini membiarkan aku tetap hidup walaupun tahu mungkin aku akan berkhianat dan membuat kehancuran, sayang, dia mempercayaiku. Iblis yang sudah mengancam hidup rasnya selama ribuan tahun. Kau juga harus percaya padanya, ya?"
Ratu Iblis menatapi suaminya lama, mulai berpikir jernih lalu menganggukkan kepalanya pelan sekali.
Raja Iblis menatapi istrinya.
"Kalau begitu kita pulang, ke rumah kita sendiri."
Bayangan Raja Iblis memudar, lenyap bersama cahaya yang tak bersinar terang seperti tadi. Perlahan-lahan wujud Ratu Iblis menghilang, tanduknya pun turut lenyap dari telingan sang pemilik tubuh.
Tubuh Xin Xia jatuh ke bawah akibat tak sadarkan diri, Xin Fai segera mengejarnya dan menangkap tubuh adiknya itu. Dia membawanya ke bawah dan segera membaringkannya.
Yong Tao dan teman-temannya yang lain datang mengerubungi, melihat rupa gadis itu dengan seksama. Jaring laba-laba yang menutupi mulutnya menghilang, memperlihatkan wajah cantik rupawan. Siapapun takkan berkedip melihatnya.
Lan An berjongkok di samping Xin Fai, melihat Xin Xia dengan senyuman yang tak bisa diartikan. "Dia jatuh dari langit, pasti jodohku."
__ADS_1
Xin Fai ingin sekali menertawai temannya yang satu itu, tapi waktunya tidak tepat. Dia berusaha memulihkan tubuh Xin Xia yang terluka. Kekuatan yang diserapnya dari Ratu Iblis masih tersisa banyak.
Berselang dua jam kemudian, para pendekar aliran putih masih sibuk menangkap para Manusia Darah Iblis yang masih hidup. Sebagian besar dari mereka telah lenyap di makan Naga Air. Sedangkan Naga Air sendiri menghilang tepat saat musuh berhasil ditaklukkan.
Xin Xia membuka kelopak matanya perlahan, melihat langit biru di atas yang mulai menampakkan semburat jingga pertanda akan sore. Tatap matanya terhenti di satu titik di mana Xin Fai tengah bahu membahu membantu mengangkat para mayat yang tersisa.
Merasa diperhatikan Xin Fai menoleh ke belakang, melihat Xin Xia sudah sadarkan diri dia segera mendekat. Tapi langkahnya kalah cepat dengan Lan An, memang pemuda itu sepertinya tertarik dengan adiknya Xin Xia.
"Sudah bangun? Haus? Atau lapar?" Lan An memamerkan apel dan air minum di kedua tangannya, menawarkan pada Xin Xia yang hanya melongo bingung.
"Kau siapa?"
Lan An menggaruk belakang lehernya. "Namaku Lan An, teman Xin Fai."
Xin Xia mengedarkan pandangannya ke sekitar, melihat sosok yang tengah dicarinya ke mana-mana. Tampak saudaranya itu tengah berjalan mendekat dengan membawa sebuah kain tebal.
Gadis itu menunduk pelan, terlihat masih sangat polos dan cengeng. Dia hanya menurut, tangannya mencengkram erat kain yang membalut tubuhnya.
"Ma-maafkan aku..."
"Tidak usah dipikirkan, setelah ini kita akan pulang, jangan menyalahkan dirimu lagi atas kejadian ini."
Xin Xia mengangguk tiga kali, sangat menurut pada Xin Fai. Membuat Lan An gemas, pemuda itu menyodorkan apel di tangannya.
"Kalau begitu makanlah, aku tahu kamu lapar."
Xin Xia berlindung di balik punggung saudaranya, takut pada Lan An. Sosok asing itu terasa berbahaya di matanya.
"Hei–adikmu itu, sama aku tidak menurut, sedangkan padamu dia menurut seperti kucing!" Lan An terlihat jengkel, secara tidak langsung dia sudah ditolak untuk mendekati gadis itu.
__ADS_1
Xin Fai tertawa kecil, senang melihat temannya itu marah-marah tidak jelas. Dia melihat sekitar setelahnya, keadaan mulai damai. Para pendekar aliran putih telah menguasai markas musuh. Manusia Darah Iblis telah hancur hari ini juga, di tangan mereka semua. Walaupun beberapa orang menganggap kemenangan ini lima puluh persennya karena kehadiran Xin Fai.
Kereta-kereta kuda mulai dipersiapkan untuk membawa pasukan yang terluka, kini mereka yang tersisa diperintahkan untuk kembali dengan kemenangan. Tak terbayangkan betapa bahagianya wajah mereka ketika berhasil menumpaskan kejahatan di Kekaisaran Shang yang sudah mengakar.
Hanya lontaran kemenangan yang terdengar di mulut para pendekar sepanjang perjalanan kembali, rombongan pasukan berjalan sembari menyeru-nyerukan nama Xin Fai.
Kini tak diragukan lagi kekuatan Pilar Kekaisaran pertama itu, mereka dapat melihat sendiri pertarungannya dengan Ratu Iblis di atas langit. Dengan kekaguman tiada tara, mereka terus mendiskusikannya sepanjang perjalanan.
Pertarungan hari ini dan semua orang yang berada di dalamnya akan masuk dalam sejarah. Yong Tao menatap langit malam di balik celah kereta kuda.
Terlihat dia menjadi sangat tenang, wajah tegangnya kini mulai menghilang. Dia tahu kepada siapa masa depan Kekaisaran Shang akan dibawa dan merasa sosok Xin Fai memang orang yang tepat untuk menjalankan semua tugasnya kelak.
Dalam pertarungan kali ini korban jiwa di pihak mereka tak bisa dielakkan, guru besar sekte Gunung Angin Timur harus mengembuskan napas terakhirnya di akhir pertarungan bersama sahabat dekat Ren Yuan, yakni Zhuan Ang.
Selain itu Pilar Kekaisaran ke tujuh juga harus meninggal karena serangan mayat hidup, masih banyak lagi nyawa para tokoh-tokoh hebat yang tewas dalam peperangan ini.
Mereka akan dimakamkan dengan segala hormat. Yong Tao mengatakan mayat mereka akan dimakamkan pada satu tanah khusus kepada para pendekar yang meninggal dalam perang besar ini.
Di kereta kuda lain Xin Xia tertidur lelap di samping Xin Fai, adiknya itu terlihat sangat pucat seperti mayat hidup meski sudah diberikan makanan dan minuman. Tampaknya selama hidup bertahun-tahun di organisasi Manusia Darah Iblis gadis itu tidak diperlakukan dengan baik.
Xin Fai menatap gemerlap bintang sangat lama, kemudian mengangsurkan pandangan ke arah Xin Xia, mengelus kepalanya perlahan.
"Sebentar lagi kita akan berpisah, tunggu aku di Lembah Kabut Putih, Xiaxia. Aku akan kembali setelah urusanku selesai." Samar-samar dia menarik napas dalam, bersiap menghadapi pertarungan yang lebih besar selanjutnya.
**
bener2 mumet authornya😑 antara bagi waktu nulis sama ngejar tugas yg kaya rentenir, maafkan kalau alurnya masih kurang memuaskan🙏 insyaallah direvisi ke depannya (kalau iya wkwkkw)
12 chapter lagi menuju ending gyahahhaaha🤣
__ADS_1