Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 179 - Angka Romawi


__ADS_3

Pertarungan baru saja dimulai ketika Xin Fai berlari kencang ke arah siluman tikus tersebut, merasa tak diuntungkan dengan tempat pertarungan yang terlalu sempit dia berlari menuju ruangan lebar yang kini kosong karena para penjaga sibuk bertarung dengan Yong Tao.


Selagi siluman tikus milik bertarung dengan musuh Kratos ikut memasukkan serangan tiba-tiba yang membuat Xin Fai kelabakan menghadapi dua serangan bersamaan. Kedua musuh ini bukan hanya kompak, bahkan dia curiga mereka memiliki satu pikiran dalam dua tubuh.


Kekompakan serangan ini mampu membuat Xin Fai tak bisa menyerang dan hanya berdiri dalam posisi bertahan. Cakar siluman tikus menajam ketika hendak terjun bebas ke bawah di mana Xin Fai sibuk meladeni Kratos. Satu detik sebelum cakar tersebut mengenai kepalanya Xin Fai mengeluarkan tenaga dalam dengan jumlah cukup besar membuat pusaran angin berterbangan di sekitarnya disertai ratusan pisau tajam berkecepatan tinggi berusaha mengincar musuh dari segala arah.


"Oh... Aku pernah mendengar kekuatan emas seperti ini..." Kratos bergumam. "Bukankah ini mirip dengan kekuatan Kaisar Langit?"


"Jadi kau tahu kekuatan ini?"


"Tentu saja aku tahu, kekuatan ini berasal dari Kekaisaran kami."


Sejak awal Xin Fai cukup dibuat kebingungan akan asal usul Qiang Jun, dia berasal dari Kekaisaran Qing atau Kekaisaran Shang dirinya pun tidak bisa memastikan. Daripada tambah penasaran mungkin Kratos memiliki jawaban untuk hal itu.


"Dari Kekaisaran kalian? Apa Kaisar Langit berasal dari Kekaisaran kalian?"


"Orang tuanya berasal dari dua Kekaisaran berbeda, dia anak yang lahir atas pertikaian politik di zaman dahulu untuk mendamaikan perang di antara dua kubu." Kratos mengernyit sedikit kesal saat menyadari mulutnya spontan berbicara. "Dan kenapa pula aku malah menceritakannya padamu?"


"Hahaha itu juga karena mulutmu cerewet! Sudahlah, sudah cukup basa-basinya aku membutuhkan sesuatu yang berada di belakangmu." Xin Fai mulai kembali fokus untuk bertarung, aura pembunuh keluar dari tubuhnya membuat siluman tikus menjadi sedikit gentar namun dia sendiri tidak mau mengalah dan malah mendesis kencang.


Duel melawan pengguna siluman ini cukup menghabiskan waktu yang lama, Xin Fai menggemerutukkan gigi ketika pisau cahaya tidak bereaksi ketika mengenai tubuh siluman tikus dan juga tubuh Kratos yang terlindungi oleh armor, ini bisa dikatakan sangat merepotkan. Apalagi di luar sana nampaknya Yong Tao berada dalam situasi sulit.

__ADS_1


"Ck kalau aku terlambat misi ini juga akan sia-sia..." gumamnya pelan, dia masih mengayunkan pedang pusaka miliknya yang terus ditangkis Kratos. Kekuatan berimbang ini memang sudah diperkirakannya sejak awal. Kekuatan pria asing berbaju armor ini setidaknya mencapai pendekar agung tahap 4 dan hampir mencapai tahap selanjutnya.


Langkah kaki Xin Fai memundur beberapa jarak saat pedang Kratos melibas udara, telat satu detik saja pedang itu bisa merenggut nyawanya. Di sisi lain siluman tikus menggencarkan serangan tiba-tiba yang membuat dirinya terkecoh habis.


Tubuh Xin Fai terpental menabrak tembok, dia bangkit cepat meluruskan punggungnya lagi. Pemuda itu menatap tajam ke depan dengan tatapan yang jauh lebih mengerikan.


"Sejak awal kalian terlalu meremehkanku."


"Huh? Sampah dari Kekaisaran kalian memang kekuatannya takkan setara dengan kekuatan kami berdua."


"Aku akan serius bertarung setelah ini."


"Hahahaha mau kau serius atau tidak juga akulah yang akan memenangkan pertarungan in–"


Lelaki itu mundur lima langkah disertai siluman tikus bergerak menuju ke depan untuk melindungi majikannya, baik siluman tikus maupun Kratos menjadi lebih waspada dari sebelumnya.


Tidak membiarkan mereka bersiap lebih lama lagi Xin Fai memutar pedangnya setengah putaran penuh disertai energi emasnya yang keluar tak beraturan mengejar Kratos, saat sedikit aliran listrik itu mengenainya Kratos merasakan armornya sekalipun bisa digores dengan mudah oleh kekuatan tersebut.


Siluman tikus yang berdiri melindungi Kratos harus meregang nyawa mendapatkan serangan yang begitu membunuh ini, tubuhnya bergetar saat tak mampu lagi menahan dan hendak tumbang dalam beberapa saat lagi. Xin Fai tidak tinggal diam, dia mencari celah agar bisa menyerang pemilik siluman ini diam-diam.


Saat jarak dengan Kratos hanya beberapa meter lagi rupanya tikus itu menjadi lebih ganas dari sebelumnya. Matanya memerah dengan aura pembunuh begitu kuat keluar dari tubuhnya. Tubuh siluman tikus kini dilapisi baja merah yang terbentuk dari energi silumannya layaknya seorang prajurit. Meskipun sedikit terkejut Xin Fai tetap maju berani tidak menghiraukan perubahan kekuatan siluman tersebut.

__ADS_1


"Wujud terakhir ini akan membuatmu mati, sialan! Kau akan merasakan sendiri kekuatan sebenarnya siluman tikusku ini!"


Ketika mendapatkan celah yang tidak dilindungi baju baja di tubuh siluman tikus Xin Fai langsung saja membelah bagian lehernya, pedang pusaka menjadi semakin tajam saat dialiri kekuatan besar darinya.


Leher siluman tikus menggelinding bersama darah yang menggenangi lantai membentuk genangan beberapa detik kemudian dan hanya ditatap oleh Kratos dalam keheningan.


"Tidak mungkin... Silumanku..." Kratos mengeraskan rahangnya sangat marah, wajah pria itu memerah murka disertai aura mengerikan menguar dari dirinya. Dia tidak percaya siluman yang telah dibelinya di pelelangan dengan harga fantastis ini akan tumbang di tangan pemuda itu. "Aku akan membunuhmu!"


"Coba saja kalau bisa."


Pertarungan antara keduanya menjadi sangat sengit di awal-awal namun hal itu tidak berlangsung lama saat Kratos menyadari kekuatannya tak seimbang lagi dengan Xin Fai, pria itu berada dalam posisi terpojokkan saat pedang Xin Fai menebas kencang dan membuat senjatanya terpental jauh.


Kini Kratos tidak memiliki apapun untuk mempertahankan diri, dia hanya memiliki satu pilihan yaitu melarikan diri.


Saat melihat Kratos berlari amat kencang ke lorong-lorong di depan sana Xin Fai hanya bisa mendecih kesal, mengejar laki-laki itu hanya akan menghabiskan waktunya saja sedangkan di depannya kini dia harus membuka pintu untuk mendapatkan barang yang Yong Tao cari.


Xin Fai berdiri cukup lama saat melihat sebuah bahasa aneh tertera di atas sebuah kotak yang bisa diisi dengan angka-angka romawi. Pemuda itu berpikir keras sembari menopang dagu, keributan di luar sana mengganggu konsentrasinya beberapa kali.


"Ini sangat sulit untuk dipikirkan, apalagi aku tidak mengerti bahasa apa yang mereka pakai." Tangannya meraba dinding besi bertuliskan huruf aneh tersebut. Dia mencoba mengartikan angka pertama dengan angka acak dan begitu seterusnya hingga tidak bisa bernapas tenang lagi memikirkannya.


Keributan di tempat Yong Tao bertarung semakin kacau saja di detik-detik itu, tampaknya si pria nomor satu tersebut mulai kewalahan meladeni musuhnya yang datang dalam jumlah tak terkira. Jika dirinya masih buntu di tempat ini bisa saja Yong Tao sedang meregang nyawa di sana, apalagi keadaannya juga bisa dibilang memburuk.

__ADS_1


**


__ADS_2