
Matahari bersinar dengan sangat terik namun Xin Fai tak kunjung sadar, kontan hal itu membuat serigala bernama Lang mengamuk.
"Anak bodoh! Bangunlah! Grrhhh!" Lang menghantam tanah menimbulkan bunyi getaran yang dahsyat. Li Yong juga kebingungan dibuatnya. Mereka harus berangkat ke Kota Majia akan tetapi Xin Fai sama sekali belum terbangun sampai sekarang.
Saat Li Yong berpikiran hendak memastikan kondisinya sesuatu yang buruk lebih dulu terjadi.
Tak lama setelahnya Xin Fai terbatuk-batuk mengeluarkan darah dari bibirnya.
Li Yong panik. "Apa yang terjadi?"
Pendeta tersebut mengeluarkan sejumlah tenaga dalam di kepala Xin Fai. Dia menutup mata dan seketika itu juga bisa melihat penampakan Monster iblis yang sangat mengerikan sampai membuatnya mundur beberapa langkah.
Sedetik tadi dia bisa merasakan hawa pembunuh yang tidak manusiawi menyerangnya, jika telat menghindar saja Li Yong pasti sudah hilang kesadaran.
"Kita tidak bisa menunda ini terlalu lama. Iblis di dalam tubuhnya sudah mulai bergerak," jelas Li Yong panik. Ketenangan sama sekali tak bersisa lagi di wajah putihnya. Dia menggendong Xin Fai dan segera berlari ke Kota Majia dengan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi.
Lang menyusul dengan mengimbangi kecepatan tersebut. Setelah tiba di Kota Majia Walikota langsung menyambut mereka hangat namun respon yang didapatkannya sangat aneh.
Li Yong memasang wajah ketakutan, bayangan Monster iblis masih membekas di ingatannya.
"Aku harus bergegas membunuh siluman itu dan mengantarkan anak ini ke sekte kami. Cepat tunjukkan di mana silumannya."
Setelah menitipkan Xin Fai pada Lang, Li Yong segera dituntun oleh Walikota beserta beberapa pejuang tersisa.
Lang memilih berteduh di balik pohon untuk menunggu Li Yong kembali, dia menurunkan Xin Fai ke tanah.
Sama sekali tidak diduganya, seekor siluman iblis berlari ke arahnya. Lang terbangun siaga, dia menggeram dengan ganas.
"Grrroaahhh!"
Siluman iblis tak memperdulikannya, mata merah siluman singa merah tersebut tertuju pada Xin Fai.
Dengan segera Lang menerkam, namun karena dia melompat sekuat tenaga dan tak berhasil menerkam singa tersebut jarak mereka mulai melebar. Kecepatan berlari siluman singa iblis itu di atas perkiraannya, dia menghindar dengan sangat gesit.
"Sial!" Umpat Lang saat menyadari siluman tersebut hendak menyerang Xin Fai. Di saat bersamaan baru Pendeta Li bersama beberapa pejuang mengejarnya.
"Sudah terlambat!" Li Yong menggerutu, Xin Fai tergeletak tak sadarkan diri sedangkan dua siluman berlari dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Salah satunya Lang, yang hendak melindunginya dari terkaman siluman singa iblis.
__ADS_1
"Akhirnya terlahir kembali..."
Xin Fai berdiri di sebuah ruangan hampa yang sangat gelap, di hadapannya berdiri pilar merah dengan lambang pentagram dan ukiran yang aneh.
Saat menoleh ke depan, Xin Fai hampir dibuat pingsan ketika mendapati sosok siluman atau lebih tepatnya monster berkepala kambing menatapnya dengan tatapan yang amat mengerikan.
Xin Fai tak mengerti mengapa sekujur tubuhnya gemetaran tanpa sebab, aura yang dilepaskan monster itu tak pernah ditemuinya di manapun.
"Si-siapa kau?!"
Bunyi percikan air terasa di mana-mana dengan gema suara aneh di sekitarnya. Xin Fai tak tahu dia sedang berada di mana, dirinya merasakan ancaman yang begitu kuat dari monster tersebut.
"Siapa aku? Akulah yang menyelamatkanmu ketika hampir mati oleh pemanah itu."
"Kau?!" Xin Fai membelalakkan matanya dan menyadari sosok di hadapannya adalah iblis yang selama ini bersemayam dalam dirinya.
Setelah mengingat-ingat terakhir kali dirinya jatuh pingsan saat latihan di hutan. Dan bisa dipastikan sekarang dia berada di alam bawah sadarnya sendiri. Bunyi gema misterius sungguh membuatnya risau, hawa mengerikan terus menempel di tubuhnya setiap detik.
"Aku Iblis Hati yang tercipta dari dendammu selama ini," lugas monster tersebut. Lambang pentagram di dahinya bersinar merah dengan tiga bola mata hitam pekat bagaikan lorong kematian.
"Suatu saat kau akan menghadapiku untuk memperebutkan tubuhmu ini. Karena tubuhmu sekarang merupakan wadah untuk jiwaku selanjutnya... Hahaha!"
"Kupastikan kau takkan bangun untuk selamanya."
"Sungguh percaya diri, terakhir kali ada yang mengatakan itu juga padaku. Dan akhirnya dia mati juga meskipun aku tak berhasil mendapatkan tubuhnya untukku."
Xin Fai menebak orang tersebut adalah Qiang Jun. Terlihat tangan kanannya mengepal erat. "Benarkah? Jika aku mati sekalipun, aku akan menyeretmu bersamaku ke neraka!"
Perkataan yang sangat berani itu agak membuat sang Monster Iblis tertarik, dia tertawa lagi menimbulkan gelombang suara yang dahsyat.
"Haha... Lihat saja nanti, selama diriku masih belum bisa merebutnya perkuatlah dirimu."
Alis Xin Fai mengerut, dia yakin ada maksud lain di dalam ucapan monster tersebut dan benar saja sang Iblis langsung menambahkan. "Dendam bisa membuatmu menjadi kuat, kau tahu mengapa orang-orang jahat di muka bumi ini lebih banyak? Karena mereka memiliki alasan hidup begitu kuat yaitu dendam. Mereka takkan mati dengan mudah sebelum dendamnya terbalas."
Gesekan di kepalan tangan Xin Fai sampai terdengar jelas, giginya merapat kencang. "Tentu saja aku akan kuat, dengan atau tanpa dendam ini. Saat itu jangan menjerit jika aku mengoyak mulutmu itu."
Iblis menatapi Xin Fai hendak menertawainya, ibaratnya seekor kelinci yang sedang menantang naga langit. Begitulah perandaiannya pada anak ini.
__ADS_1
"Bagaimana kau begitu percaya diri, jika tubuhmu saat ini hampir terbunuh lagi?"
Iblis merubah ekspresinya sangat garang. "Seekor siluman singa akan membunuhmu dalam hitungan detik."
"Apa?!" Wajah Xin Fai berubah panik, dia memutari pandangan ke sekelilingnya tapi tak menemukan jalan keluar untuk meninggalkan tempat ini.
Sang Iblis menikmati ekspresi ketakutan itu, dia tak henti-hentinya menertawakan Xin Fai. Begitu puas dia tertawa, meskipun begitu wajahnya tetap tak berkurang mengerikannya.
"Jangan bercanda denganku! Cepat keluarkan aku dari sini."
"Memang menurutmu kau akan selamat?"
Tentu saja Xin Fai tak yakin karena tak tahu situasinya, dia hendak berbicara lagi namun perkataannya tertahan di tenggorokan.
"Aku akan menyelamatkanmu untuk yang kedua kalinya. Tapi aku memiliki satu permintaan untukmu."
Xin Fai mengernyit heran. "Untuk apa aku membantumu? Jika seandainya aku mati juga, kau takkan bisa mendapatkan tubuh ini."
Monster Iblis tetap saja tak habis pikir, pikiran Xin Fai sangatlah tajam dan dia bisa menerka maksudnya tanpa berkedip sekalipun.
"Bagus. Aku suka anak pintar sepertimu. Tapi bukankah kau sudah berjanji, jika kau mati kau juga harus menyeretku ke neraka? Seandainya kau mati, aku akan bangkit di tubuh yang lain dan kau tidak akan bisa menghentikanku setelah itu."
Kesabaran Xin Fai sudah cukup habis dibuat monster ini, dia bahkan tidak tahu apakah tubuhnya sekarang dalam keadaan baik-baik saja di sana.
"Jadi apa yang kau inginkan dariku?"
"Kau harus mendapatkan kembali Pedang Darah Iblis, pedang pusaka dunia yang terakhir kali tertancap di pemakaman Qiang Jun."
Mata keemasan Xin Fai menyipit karena rasa curiga mulai bermunculan di kepalanya. "Untuk apa kau menginginkan pedang itu?"
"Kau tampaknya sangat penasaran, ya? Biar kuberitahu. Jiwaku yang berada di tubuhmu hanya setengahnya saja. Dan setengah lagi berada di pedang itu."
Tak mendengar jawaban sang monster kembali menambahkan, Xin Fai sendiri mulai terbiasa dengan aura mencekam di sekitarnya dan juga wajah mengerikan Monster tersebut.
"Tanpa pedang itu, kau takkan bisa mengalahkanku."
"Baiklah aku menyetujuinya, cepat keluarkan aku dari sini."
__ADS_1
***