
Pria itu hendak menjawab tidak ingin kalah debat tapi mulutnya tertahan karena tidak memiliki jawaban yang sekiranya bisa membantah omongan pemuda itu. Dia hanya bisa menelan ludah dengan emosi sembari melibatkan tangan kasar.
"Kami dari Aliansi Pedang Suci, hanya sebentar singgah di sini. Setelah urusan selesai aku akan membawa mereka pergi."
"Tetap tidak bisa, mundur atau akan kupanggil atasan untuk menegurmu!"
"Hm... Sulit juga ternyata," gumamnya sembari menopang dagu hendak berpikir lebih lama lagi tapi tahu-tahu saja orang yang dia tunggu sudah datang. Pria itu mendekati gerbang utama secara kharismatik, gaya berjalannya pelan namun pasti layaknya seorang bangsawan besar. Dia menatap para penjaga perbatasan setelah itu, agak lama bercampur tatapan kesal.
"Saudara Xin, boleh ceritakan padaku bagaimana mereka menyambut kedatangan kalian?"
Xin Fai menyengir jahil membuat puluhan penjaga di depannya memasang wajah panik luar biasa. Siapa yang tidak mengenal pria di depannya ini, dia adalah salah satu kepala keluarga bangsawan di Kekaisaran Qing. Kuasa politik dan kelihaiannya dalam penguasaan pasar sudah tidak bisa diragukan. Maka tak heran dia memiliki banyak kenalan untuk mengembangkan pengaruh keluarga bangsawannya, salah satunya Lian Sheng. Mereka adalah dua sahabat dekat.
Sebelum meninggalkan Lembah Kabut Putih, Lian Sheng sudah mengetahui lebih dulu rencana Xin Fai dari mulut Yong Tao dan segera menawarkan bantuannya. Dia yakin Rou Han bisa membantu Xin Fai memasuki Kekaisaran Qing dengan aman mengingat reputasinya sudah terkenal di mana-mana. Memintanya melakukan itu bukanlah hal sulit bagi Lian Sheng.
Rou Han melirik Aliansi Pedang Suci secara cermat, tak membuang-buang waktu lebih lama dia segera memperkenalkan diri. "Selamat datang di Kekaisaran Qing, Tuan-tuan Pendekar Aliansi Pedang Suci. Kami sangat menyambut kedatangan anda-anda sekalian, aku Rou Han dengan senang hati menyambut kedatangan kalian semua." Dia mengembangkan senyum formalnya seperti biasa. Tangannya bergerak mempersilakan masuk selagi belum banyak orang berdatangan.
Rou Han berganti menatapi para penjaga di sampingnya. "Dan setelah ini anak buahku akan memberikan perhitungan pada kalian semua."
Mereka menelan ludah susah payah, andai Xin Fai mengatakan bahwa Rou Han akan datang ke tempat ini mereka takkan berani berkata seperti itu. Semuanya menunduk dalam sampai Rou Han dan Aliansi Pedang Suci meninggalkan tempat tersebut.
***
Rou Han berhenti pada sebuah penginapan yang bisa dibilang cukup mewah, biaya sewanya mungkin tiga kali jauh lebih tinggi dari harga biasanya tapi pria berkumis tipis itu mengatakan pada mereka bahwa penginapan tersebut adalah miliknya dan mereka tak perlu membayar sepeserpun untuk tinggal di sana.
Sebelumnya Rou Han sudah mengetahui sendiri apa yang ingin dicari Aliansi Pedang Suci di Kekaisaran Qing dan memutuskan untuk membantu. Itu semua dia lakukan demi membalas jasa keluarga Lian Sheng yang telah membantunya beberapa kali dalam permasalahan politik.
__ADS_1
Langkah derap kaki terdengar sepanjang lorong penginapan. Kamar yang disiapkan cukup banyak. Rou Han terlihat hendak menyampaikan sesuatu, dia sedikit tersenyum.
"Aku pernah mendengar namamu dari Lian Sheng, saat peristiwa yang membunuh istrinya di Hutan Terkutuk dulu, kau telah menyelamatkan anaknya."
"Begitu, ternyata Paman Sheng mengatakannya padamu."
"Paman? Bukankah kau sudah menjadi anak angkatnya?" Rou Han terdengar seperti menggumam heran. Xin Fai tertegun kecil lalu segera mengibaskan tangannya. "Keluarga besar Lian tidak pantas untukku."
"Kau terlalu rendah hati, melihat di usia semuda ini sudah memimpin kelompok yang dikomando langsung oleh Kekaisaran Shang. Tidak diragukan lagi kau sangat berbakat," puji Rou Han lagi.
"Senior terlalu memuji." Setelah mengatakannya mereka tiba di sebuah kamar yang telah disiapkan untuknya, Xin Fai menunduk kecil. "Kami akan beristirahat sampai besok setelah menempuh perjalanan panjang, tapi... Apa aku boleh meminta sesuatu?"
"Boleh, katakan saja padaku jangan sungkan."
"Apa kau tahu sesuatu tentang bukit Guangfu? Dan desa yang berada di dekatnya?"
Kemudian mereka memasuki kamar, Xin Fai menjadi semakin bingung karena Rou Han tampak gelisah. Desa Guangfu yang dia bicarakan adalah desa kelahiran Lan An, entah kenapa Rou Han menganggapnya sebagai sesuatu yang tabu untuk dibicarakan.
"Boleh jelaskan apa yang terjadi dengan desa itu?"
Rou Han terlihat meneguk ludahnya sebelum berbicara, dia memberanikan diri. "Di sana adalah area terlarang. Sejak sepuluh tahun yang lalu muncul wabah mematikan di sana, aku tidak tahu kenapa banyak orang yang perlahan mati di rumahnya sendiri. Ada sebuah kekuatan mengerikan yang bersemayam di sana."
'Mungkinkah itu kekuatan Qiang Jun? Tapi dia seharusnya sudah tiada.' batin Xin Fai menalar.
"Apa yang menyebabkan wabah itu? Dari tikus? Atau semacamnya?"
__ADS_1
"Kau tidak mengerti," Rou Han mulai berkeringat dingin. "Itu adalah kutukan, mereka mati tapi masih membuka mata. Tidak bisa tertutup!" tegasnya memastikan. Usai mengatakan hal tersebut dia meludah agar kesialan tidak menghampirinya setelah menyebutkan desa tersebut.
"Aliansi Pedang Suci datang untuk tempat itu. Kudengar karena di sana adalah area terlarang masyarakat tidak dibolehkan masuk jika tidak memiliki izin. Aku benar-benar membutuhkan bantuan Tuan untuk ini."
Rou Han tercengang antara kaget dan tak percaya, di sisi lain dia memahami karena Xin Fai bukan orang Kekaisaran Qing dia tidak mengetahui kengerian Desa Guangfu yang telah melegenda. Korban jiwa yang mati selepas memasuki desa tersebut sudah tidak bisa terhitung jumlahnya, tidak ada satupun yang selamat di antara mereka. Membuat berita tentang desa ini belum sepenuhnya benar karena hanya terdengar dari mulut ke mulut.
Tapi Rou Han sendiri percaya seratus persen pada cerita tersebut pasalnya dia pernah melewati gerbang desa tersebut dan merasakan sebuah kekuatan mengerikan yang membuat seluruh bulu kuduknya berdiri.
"Kau akan membawa delapan puluh orang itu ke sana? Xin Fai, itu terlalu beresiko. Kau tidak paham kenapa gerbang itu selalu dijaga oleh para pendeta, karena roh jahat di sana begitu kuat. Tanah desa itu saja bisa menyerap kesadaran spiritualmu!" Rou Han berkata terburu-buru membuat napasnya berantakan.
"Jika kau mengalami musibah di desa itu dan kembali tanpa bernyawa bagaimana aku menceritakannya pada Lian Sheng nanti?" ucapnya.
"Ini sangat penting bagiku, jika tidak mendapatkan apa yang kucari nyawaku berada dalam ancaman yang jauh lebih besar."
"Aku tidak bisa mengerti mengapa kau begitu berani seperti ini, kau mungkin sudah jauh lebih tahu tentang desa itu dibandingkan aku, kenapa masih keras kepala juga?"
"Maafkan aku. Kali ini aku benar-benar berharap anda bisa membantuku. Saat tiba di desa Guangfu nanti Aliansi Pedang Suci akan menunggu di depan gerbang, aku dan Lan An yang akan masuk ke sana. Jika terjadi sesuatu baru pasukan akan digerakkan."
"Bagaimana aku bisa menjamin nyawamu aman atau tidak sedangkan sudah ribuan manusia mati di tempat itu?"
"Percaya atau tidak aku sudah melewati dua kematian, tidak ada lagi yang perlu ditakutkan untuk itu."
Rou Han memegang kepalanya sakit, dia merasa menyesal sudah mengabaikan isi surat Lian Sheng. Ya, pemuda itu memang teguh pendirian dan sama sekali susah digoyahkan. Tidak begitu lama Rou Han mengangguk menandakan persetujuan.
"Baiklah aku akan mengurusnya untukmu, berjanjilah untuk menjaga nyawamu."
__ADS_1
"Aku berjanji."