Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 65 - Monster Iblis II


__ADS_3

"GRROAAH!" Lang menggeram sambil melompat, jaraknya dengan tubuh Xin Fai hanya berkisar beberapa meter lagi, namun siluman singa iblis lebih dulu berada di dekat anak itu.


Sang siluman singa hendak menerkam, cakarnya seketika memanjang menampilkan deretan kuku yang sangat tajam. Li Yong mencengkram gagang pedang marah karena tak bisa menyelamatkan Xin Fai.


Cakar siluman Iblis sendiri dikabarkan bisa mengoyak kulit pendekar besar sekalipun. Maka tak heran ratusan nyawa telah melayang olehnya hanya dalam kurun waktu yang singkat.


Karena jarak Lang yang terpaut begitu jauh dengan sang singa membuat serigala itu mengamuk. Dia berlari secepat kilat dengan auman buas yang menggema ke seluruh penjuru namun hal itu sama sekali tak membuat siluman singa iblis berhenti.


Ketika dalam satu jengkal lagi kuku itu akan mengoyak kulit Xin Fai seketika itu juga cahaya merah keluar dengan skala besar menimbulkan angin kencang. Tanpa diduga petir langsung menyambar di seluruh penjuru tanpa awan mendung sedikit pun. Li Yong menelan ludah kasar, dia tahu penyebab petir itu berasal dari Xin Fai.


"Sudah terlambat... Apakah Iblis itu lebih dulu mengambil tubuh Xin Fai?" Pundak Li Yong merosot dengan tatapan kosong, dia berhenti berlari. Sedangkan siluman singa yang hendak menerkam Xin Fai berhenti ketakutan.


Siluman iblis sepertinya tentu mengenal aura yang keluar dari tubuh Xin Fai, aura yang lebih iblis dari semua iblis. Yang bisa dikatakan bahwa pemilik aura mengerikan itu adalah Tuannya sendiri.


Mendadak semua mata membelalak menatap siluman singa yang kini seperti berlutut hormat pada Xin Fai. Beberapa warga menggeleng tak percaya, mereka sama sekali tidak bisa menjawab apa yang sedang terjadi di depan sana.


"Sungguh hebat... Membuat siluman iblis sekuat itu tunduk padanya... Siapa anak itu?" gumam Walikota Majia, mulutnya bahkan sampai terbuka.


Lang yang jaraknya lebih dekat dengan Xin Fai tentu saja melihat mata anak itu yang sebelah kiri telah berubah merah darah.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Dia ingin segera mendengar penjelasan dari mulut Xin Fai namun waktunya sama sekali tidak mendukung.


Beberapa detik setelahnya Xin Fai baru tersadar dan mendapati tubuhnya sedang berdiri dengan seekor siluman iblis yang berukuran sama seperti Lang tengah bersujud padanya.


"Apa yang–"


Seluruh mata menatapnya, gerak-gerik Xin Fai berangsur kaku.


Siluman singa itu menyadari aura Tuannya telah hilang dari tubuh Xin Fai, dia hendak menyerang anak itu lagi namun Lang menerkamnya lebih dahulu.


Pertarungan kedua siluman tersebut menimbulkan kekacauan di sekitarnya. Beberapa rumah warga yang berada di sana tak luput dari kehancuran, meskipun kekuatan Lang masih di atas siluman singa iblis namun pergerakan musuhnya jauh lebih mengerikan. Dia tak peduli tubuhnya dirobek sekalipun asal dirinya bisa membunuh Lang.

__ADS_1


Li Yong tak tinggal diam, dia melancarkan berbagai serangan jarak jauh menggunakan tongkatnya. Hasilnya kekuatan siluman iblis mulai melemah dan Lang berhasil membunuhnya dengan terkaman berkekuatan besar.


Terlihat bulu Lang dipenuhi cuatan darahnya sendiri, dia mendapatkan luka yang cukup banyak oleh musuhnya. Xin Fai yang masih belum bisa memahami keadaan hanya bisa terpaku.


Belum sempat beristirahat Li Yong segera berpamitan pada Walikota Majia yang kini berterimakasih padanya, pria itu menawarkan jamuan makan padanya namun Li Yong lebih dulu menolak halus karena ada hal penting yang harus diselesaikannya. Dia menggendong Xin Fai kemudian berlari secepat mungkin menggunakan ilmu meringankan tubuh.


"Hei apa yang terjadi?" Xin Fai mengoceh kebingungan saat tubuhnya diangkut seperti karung beras.


Dengan singkat Li Yong menjelaskan semua hal yang terjadi padanya, dan juga alasan dirinya harus pergi secepat mungkin ke Kuil Teratai.


Lang baru saja mendapatkan permata iblis dari musuhnya yang telah mati beranjak menyusul. Dengan luka berat di tubuhnya setidaknya kecepatan berlarinya agak berkurang walaupun sama sekali bisa untuk mengimbangi Pendeta Li Yong.


"Bagaimana kau bisa membuat siluman iblis berlutut padamu?" Lang segera bertanya tanpa basa-basi. Dia sungguh terkejut saat melihat hal itu tadi.


"Aku tidak tahu, tapi sebelum terbangun tadi aku bertemu dengan sosok monster yang sangat mengerikan."


"Apa maksudmu monster iblis itu?"


"Senior mengetahuinya?"


"Dia memang mengerikan tapi bagaimanapun aku sudah berhutang nyawa dua kali kepadanya."


Li Yong menyela. "Dia bukan monster yang bisa kau anggap temanmu. Di masa lalu dia membunuh puluhan ribu manusia menggunakan tubuh Manusia Iblis sepertimu juga."


Angka yang keluar dari mulut Li Yong membuat Xin Fai kaget tak alang kepalang. "Puluhan ribu?!"


"Melihat iblis itu bisa mengambil kesadaranmu, dan menggunakan dimensi lain untuk berbicara denganmu... Itu berarti dia sudah memasuki tahap selanjutnya dari pembangkitan."


Li Yong memahami Xin Fai sama sekali tak mengerti.


Dirinya menjelaskan dengan tenang meskipun sedang berlari dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Kebangkitan dibagi menjadi enam tahap, yang pertama pembangkitan yaitu ketika iblis itu memilih tubuhmu untuk dijadikan wadah kebangkitannya. Lalu yang kedua pengalihan, di mana kau akan mendapatkan tanda pemilik tubuh Manusia Iblis tersebut."


Tanda yang dimaksud Li Yong adalah bekas luka bakar kehitaman di dada Xin Fai.


"Dan saat ini kau berada di tahap pengalihan. Kesadaranmu sudah diambil sebanyak tujuh persen oleh iblis tersebut."


"Apa menurutmu itu berbahaya?"


Sejurus Li Yong mengangguk pelan, "jika masuk ke tahap selanjutnya yaitu penyesuaian jiwa, maka perlahan-lahan kau akan kehilangan keseimbangan dalam tubuhmu dan bukan tidak mungkin iblis itu bisa mengambil alih tubuhmu walau hanya sejenak."


"Di tahap selanjutnya yakni pengambilan seluruh kesadaran dan kendali tubuhmu berada di tangan Iblis tersebut, kebaikan, empati, rasa peduli serta kemanusiaanmu akan dirampas olehnya."


Menarik napas sejenak Li Yong melanjutkan kembali penuturannya. "Kemudian setelah itu, kau akan memasuki tahap penghancuran. Di mana tubuh manusiamu akan berubah wujud ke bentuk iblis sesungguhnya. Otakmu akan dihancurkan dan tubuhmu akan dikendalikan jiwa iblis sempurna. Memang di tahap tersebut kau masih bisa ada di bumi ini, namun hanya sebagai roh saja. Tanpa bisa mengambil tubuhmu kembali sama sekali."


"Dan yang terakhir?"


"Yang terakhir adalah Iblis Sempurna. Kekuatan yang menandingi dewa ini sangatlah berbahaya di jaman dulu. Dia menghabisi puluhan sampai ratusan ribu nyawa saat itu. Tahap ini adalah puncak kehancuran yang sebenarnya."


Li Yong sedikit menekankan ucapannya karena semua hal itu berhubungan dengan masa depan Xin Fai ke depannya.


"Dengan kekuatan seperti itu... Bagaimana manusia bisa menghentikannya? Ini sangat tidak masuk akal..."


"Bukan tidak mungkin untuk menyegel iblis itu, dibutuhkan ribuan pendekar agung kehormatan serta puluhan pendekar tanpa batas untuk menandingi kekuatannya, dan mereka semua berhasil menciptakan sebuah jurus suci penyegelan Iblis yang kini hanya bisa dipelajari di sekte kami."


Xin Fai terdiam membisu, dia mencoba memahami satu per satu kenyataan pahit tersebut, sejenak dia merasa bersalah.


"Kenapa kalian tidak membunuhku saja? Bukankah lebih cepat seperti itu?" Xin Fai terdengar pasrah dengan kata-katanya.


"Tidak semudah itu, jika kau harus matipun, kau harus menghabisi jiwa iblis dalam dirimu sendiri agar tak muncul kembali dalam waktu dekat, dalam artian kau harus melawan iblis itu sendirian."


Xin Fai ingin menanyakan hal lain lagi namun dia mengurungkan niatnya karena sudah menyadari bahwa tubuhnya memang istimewa. Namun istimewa tersebut mengundang marabahaya bagi seluruh umat manusia.

__ADS_1


Li Yong membiarkan Xin Fai merenungi itu semua, dia tak bicara banyak lagi setelah itu. Dengan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi mereka berlari siang dan malam tanpa berhenti.


***


__ADS_2