
Wen Xue mengatakan dalam peperangan ini mereka menyiapkan ribuan kuda terbaik. Dalam pengawasannya langsung pula, pasukan yang akan bertarung di garda terdepan dilatih.
Mereka adalah pasukan terbaik yang dilatih khusus untuk bisa membidik dan melepaskan anak panah secara akurat dari atas kuda.
Meski dalam keadaan penuh goncangan di atas kuda serta dengan tingginya kecepatan lari kuda, nyatanya kemampuan memanah pasukan ini dipastikan akan sulit diimbangi kekuatan infantri lainnya.
Dana yang dikeluarkan tidak main-main dalam pertempuran ini, Kaisar Qin mempertaruhkan segalanya. Dia memasang wajah sangat serius, membuat Xin Fai merasa sedikit bersalah telah bersikap seperti tadi. Bagaimanapun kemenangan mereka berada di tangannya.
Kemudian untuk kelompok yang berada di belakang pasukan berkuda menyusul setelahnya. Strategi ini mengedepankan perang kilat dengan mengkonsentrasikan penyerbuan oleh semua pendekar ke dalam garis pertahanan musuh, kemudian memecahkan mereka dan terus menekan sambil bergerak maju saat musuh belum siap untuk melakukan perlawanan.
Xin Fai merasa kurang setuju dengan ini, dia merasa perang ini terlalu adil sedangkan Yang Guifei, Wen Xue maupun Yong Tao sekalipun belum tahu banyak seluk beluk Manusia Darah Iblis dalam mengatur strategi.
Perang ini pasti telah terendus di hidung Liu Fengying, dia pasti telah merencanakan strateginya lebih matang, mengandalkan kecurangan dan kelemahan musuh.
"Kurasa perang ini bukan hanya sekedar perang biasa..." Akhirnya dirinya mengeluarkan suara setelah beberapa lama. Salah seorang wanita berumur yang menduduki kursi Pilar Kekaisaran menjawab.
"Bisa kau menjelaskan lebih dulu? Kurasa pengalamanmu dalam menghabisi Manusia Darah Iblis lebih banyak."
"Tapi aku yakin akan banyak yang menentang pendapatku, karena ini perang semua orang, bukan perang Aliansi Pedang Suci."
Xiang Yu, pemilik gelar Pilar Kekaisaran kelima menyahut. "Kau ingin mengalahkan mereka dengan caramu sendiri?"
"Benar sekali, Senior."
Sejenak semuanya terdiam, Xin Fai menunggu orang lain mengizinkannya melanjutkan. Benar saja, Yang Guifei mengeluarkan suara. "Mungkin taktik perangmu bisa dipertimbangkan, aku bersedia mendengarnya."
Xin Fai mengalihkan pandangannya ke seluruh penjuru, tampaknya dari wajah-wajah para jagoan yang berhadir mereka tak begitu setuju. Mengingat reputasi Aliansi Pedang Suci sebagai pembunuh berdarah dingin yang enggan mengampuni nyawa musuh. Tentu saja dia menginginkan perang dengan mengikuti cara aliran hitam.
__ADS_1
"Pertama-tama mari membicarakan strategi musuh, apa yang akan kalian lakukan andaikan markas kalian akan diserbu?"
Ho Shing memikirkan pertanyaan itu sangat serius, tak begitu lama segera berbicara. "Membuat pertahanan?"
"Itu kalau mengandalkan cara aliran putih, paman." Dia melanjutkan. "Kalau aku jadi mereka, aku akan memikirkan cara untuk bertahan sekaligus menyerang. Bagaimana caranya? Dengan membuat pasukan pemanah sebanyak mungkin di pintu gerbang, menggunakan api siluman di panahnya, dan mengeluarkan siluman burung untuk penyerangan di udara."
Wen Xue yang merupakan ahli strategi sampai kehilangan kata-kata mendengarnya, dia tidak memiliki pola pikir seperti itu. Pemikiran yang jauh lebih rumit namun efektif. Maka tak heran lagi mengapa Aliansi Pedang Suci mampu memenangkan hampir semua pertarungan.
"Kalau begitu kita harus menyiapkan perisai untuk perlindungan diri..."
"Benar. Lalu, apa kau sudah memikirkan cara untuk menerobos gerbang mereka. Aku yakin gerbang itu sangat susah diterobos, mereka pasti membuatnya dari batu ataupun besi."
Wen Xue mengangguk tapi sedikit penasaran, apakah Xin Fai sudah melihat secara langsung gerbang itu. Memang gerbang yang melindungi markas terbuat dari besi dan dindingnya dibuat dari batu.
"Kau sudah pernah melihat sendiri gerbang itu?" Wen Xue lantas menanyakan hal lain, sekedar untuk menjawab rasa penasarannya saja.
"Tidak, aku tidak memiliki waktu untuk mengunjunginya. Hanya sekedar menebak. Ngomong-ngomong apa kalian sudah mengetahui bagaimana kita akan menerobosnya?"
Terdengar sedikit tawa dari mulut Xin Fai, dia merasa strategi perang itu akan membunuh mereka semua. Sebelum mereka sempat menyerbu bagian dalam markas para pendekar yang menunggu di luar sudah lebih dulu habis oleh siluman burung dan panah api.
"Kenapa tidak memikirkan cara yang lebih cepat saja?"
Qin Minjie menyipitkan matanya. "Katakan saja."
"Di Kekaisaran Qing banyak perompak yang menjual bahan peledak, kalian bisa membelinya dengan harga murah. Mungkin Rou Han bisa membantu untuk hal ini."
Pemuda itu menarik napas sebentar. "Tidak ada yang harus bertaruh nyawa untuk membuka gerbang, hanya seekor kuda saja. Sudah cukup."
__ADS_1
Yong Tao sempat tertegun, pemikiran itu sudah terlampau tidak masuk akal baginya.
Xin Fai menyadari orang-orang mulai tak mempercayai kata-katanya, dia segera bersuara lagi sebelum mendengar pertanyaan.
"Siapkan lima kuda yang akan membawa pemicu itu ke depan gerbang, agar tidak ketahuan kita harus menyembunyikan kuda itu di tengah-tengah. Lima puluh meter di depan gerbang kita harus mengecoh mereka dengan cara apapun dan membiarkan 5 kuda itu lari ke pintu gerbang, aku akan menembakkan panah api untuk meledakkannya."
"Strategi yang tidak masuk akal..." Xiang Yu menggumam takjub, dia sempat menahan napas untuk beberapa saat. Pemikiran Xin Fai sangat hebat, bahkan strategi perang yang dimilikinya bisa mengimbangi Wen Xue yang sudah menyelami dunia peperangan selama berpuluh-puluh tahun.
"Tapi menggunakan binatang sebagai peledak, ini sungguh kejam. Aku tidak setuju akan pendapatmu." Lagi-lagi tetua senior yang memang tak menyukainya menyela. "Mengorbankan binatang tak bersalah dalam peperangan kita bukanlah suatu strategi yang harus kau banggakan, di mana jiwa kemanusiaanmu?"
Mulai terdengar pendapat yang satu suara dengan lelaki berumur senja itu, memang cara yang diberikan Xin Fai sangatlah asing dan tidak pernah digunakan oleh mereka. Bahkan beberapa masih sempatnya menyinggung Aliansi Pedang Suci di rapat besar ini.
"Kalau kau ingin bertempur dengan caramu sendiri silahkan pergi bersama kelompokmu, aku tidak ingin dipimpin oleh orang yang bahkan tidak menghargai nyawa sepertimu."
Xin Fai cukup sabar menerima kata-kata tersebut, dia menahan kesabaran sedalam mungkin. Menyembunyikan amarahnya dengan sedikit tersenyum.
"Lalu, kau punya solusi? Cepat atau lambat lima kuda yang akan dipakai berperang itu juga akan mati oleh panah api mereka, kita semua juga akan masuk dalam lautan api sebelum bisa memasuki gerbang. Apa nyawa lima kuda itu bisa senior samakan dengan nyawa puluhan ribu pendekar serta ribuan kuda lainnya?"
Yong Tao akhirnya mengeluarkan pendapatnya juga. "Kurasa strategi ini sudah sangat baik, aku setuju dengannya. Mempertaruhkan nyawa pasukan berkuda terlalu beresiko karena mereka yang akan menyapu bersih markas musuh. Dalam perang harus ada yang dikorbankan untuk mencapai kemenangan, bahkan dengan nyawa sendiri."
Pria itu mencebik, para tetua lainnya lebih memihak Xin Fai. Sosok yang sangat jarang terlihat itu telah memenangkan hati semua orang di ruangan ini dengan pemikiran cerdiknya. Jika bukan karena kesan awalnya yang buruk tadi, pria itu mungkin akan ikut terkagum saat mendengarkan strategi perangnya.
Seorang pengawal datang mengantarkan sosok dalam balutan jubah hitam, sosok itu berjalan pelan membuat ruangan sunyi senyap seketika. Pandangan semua orang jatuh kepada sosok dalam dalam balutan jubah tersebut.
Ketika membuka tudung jubah terlihat seorang yang begitu dikenalnya berdiri di sana, Xin Fai nampak senang saat melihat sosok itu menjadi lebih berisi dibanding saat mereka bertemu dulu. Tatap matanya yang teduh menatapi semua tamu termasuk Xin Fai secara bergiliran.
"Maaf aku telat datang, dikarenakan masih banyaknya orang-orang yang mengincar tubuhku ini maka aku harus lebih hati-hati saat bepergian keluar." Dia menjelaskan lalu duduk saat Qin Minjie mempersilahkan.
__ADS_1
***
batere keburu abis, ga sempet perbaiki. sori wee😂