Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 163 - Misi Penyusupan


__ADS_3

Pagi buta Xin Fai bersiap-siap meninggalkan kediaman Xu Ming untuk pergi ke kota Sanmin, sedikitnya dia sudah mengetahui gambaran letak tempat yang akan dijadikan tempat perekrutan anggota kelompok itu. Sebelum pergi, Xu Ming memberikannya seratus keping emas secara cuma-cuma.


"Ambil ini, mereka pasti akan meminta biaya pendaftaran. Jika ada lebihnya bisa kau gunakan untuk makan dan minum. Jaga kesehatanmu baik-baik, ya."


Xin Fai mengangguk pelan sembari membenarkan posisi topi berkebun pemberian Xu Ming, dia mengatakan topi itu hanya sekedar untuk menyamar meskipun Xin Fai mengatakan hal itu tidak diperlukan.


Kepergiaannya meninggalkan kesan tersendiri di hati Xu Ming, dia berharap Xin Fai benar-benar bisa melakukannya. Mendengar kekuatan Manusia Darah Iblis belakangan semakin memuncak drastis dia merasa rencana ini memiliki pengaruh untuk melemahkan mereka setidaknya sepuluh persen.


Mei Lian yang pagi ini baru bisa bertatap kembali dengan Xin Fai tidak dapat mengatakan apa-apa, dia merasa pemuda itu sudah tidak mengenalinya lagi atau mungkin saja dia salah orang. Gadis itu memegang kalung yang melingkari lehernya sedih, namun Xu Ming segera menghiburnya.


"Lian'er, malam ini kita akan makan daging. Kau suka daging, kan?"


Mei Lian tersenyum lembut, dia tahu Xu Ming yang sudah dia anggap sebagai ayah angkat itu mencoba menghiburnya. "Aku akan memasaknya nanti malam."


***


Akhir-akhir ini musim hujan terus menggenangi daratan, angin kencang melewati perumahan warga tanpa henti. Suasana agak muram itu membuat penduduk di kota Sanmin menjadi malas, mereka menatapi ladang yang kini telah dipenuhi oleh air hujan tanpa minat.


Hewan-hewan ternak juga beberapa mati akibat musim ganas ini, membuat ekonomi di kota yang terkenal akan kejorokannya kini mengalami penurunan seperti tahun lalu.


Salah seorang petani mengeluh kesal di depan rumahnya.


"Hais, kalau seperti ini lebih baik aku bergabung dengan Manusia Darah Iblis saja."


Penuturan itu membuat istrinya menaruh telunjuk di depan bibirnya. "Sst! Jangan sampai salah satu dari mereka mendengar omonganmu itu! Jangan pernah menyebut nama mereka atau kepalamu akan dipenggal!"


Baru saja mengatakannya kini darah mencuat hingga membasahi dinding rumah mereka, si petani itu melongok kaget mendapati istrinya kini telah terpotong dengan mata membelalak. Jantungnya berdetak sangat kencang disertai keringat dingin mengucur di pelipisnya.

__ADS_1


"Kudengar tadi ada yang menyebut nama kami..." Pendekar dengan tato kalajengking itu menopang kapak besarnya di atas bahu, dia menoleh ke petani sangat dingin.


"Apa kau ingin bergabung dengan kami?"


"Y-ya aku ingin bergabung dengan kalian!" Jawab petani sesegera mungkin, dia yakin telat menjawab saja nasibnya akan sama seperti istrinya itu. "Baiklah, ayo ikut denganku."


"Boleh aku ikut juga?"


Pendekar tersebut melihat ke belakang di mana seorang pemuda dengan penampilan amat sederhana mengangkat tangannya. "Aku jauh-jauh datang ke sini untuk menjadi bagian dari kalian."


"Darimana asalmu?"


"Desa Peiyu, Tuan Pendekar."


Pria itu berjalan begitu sombong sembari mengecek tubuh Xin Fai, dia membuang topi pemberian Xu Ming agar dapat melihat jelas wajahnya. "Cih, apa alasanmu ingin masuk ke kelompok kami?"


"Membunuh? Alasan yang menarik sekali! Ayo ikut denganku!" Pendekar itu menarik Xin Fai cepat, dia merasa pemuda itu sangat berguna untuk kelompok mereka di masa depan. Sedangkan si petani itu mengikuti arah mereka pergi hingga memasuki hutan belantara, melewati sungai kering dan juga jalan terjal.


Di balik bebatuan yang menjulang tinggi terlihatlah sebuah markas sangat besar dengan beberapa tengkorak manusia menghiasi dinding pintu tersebut. Api obor mengisi mulut markas yang dipenuhi oleh penjagaan ketat.


Pendekar yang membawa Xin Fai ke tempat ini menuntunnya untuk menemui atasan. "Lihatlah aku membawa seekor tikus yang menarik."


Seorang pria dengan sebelah mata tertutup kain mengamati Xin Fai dari atas ke bawah sangat teliti, dia menyipitkan mata karena merasa orang yang dimaksud bukanlah orang kaya raya yang bisa dirampok oleh mereka.


Namun harus diakui aura yang memancar dari tubuhnya sangat tidak biasa, pria itu mengelus dagunya berpikir-pikir. "Kurasa orang beraliran lurus sepertimu tidak akan sudi menjadi bagian dari kami? Atau ini hanya tipu muslihatmu?"


Penjaga di sekitar atasan mereka bersiap mengacungkan tombak, Xin Fai menyadari pergerakan di sekitarnya mulai terasa berbahaya. Dia memilih mengeluarkan aura pembunuhnya sebentar.

__ADS_1


"Aku sudah membunuh banyak orang dan tidak pernah puas akan hal itu. Kurasa dengan bergabung ke sini rasa kesalku akan berkurang."


Pendekar di depannya mengangkat tangan mengisyaratkan para bawahannya untuk berhenti mengacungkan tombak, dia merasa sedikit terkejut saat merasakan aura pembunuh milik Xin Fai sangatlah kuat. Seorang pendekar aliran putih tidak mungkin memiliki aura pembunuh sekuat itu, dari wajahnya saja dia sudah yakin Xin Fai adalah orang yang haus darah.


Pendekar itu menimang-nimang sebentar sebelum melanjutkan. "Baiklah, berikan aku seratus koin emas dan kau bisa mengikuti seleksi yang akan diadakan besok."


Xin Fai memasuki markas yang begitu luas di mana para pendekar kecil bahkan pendekar agung juga berkumpul di sana. Mereka menatapi kedatangan Xin Fai dengan tatapan membunuh, tidak ada sedikitpun rasa segan di mata mereka.


Menyadari dirinya saat ini menjadi pusat perhatian Xin Fai memilih segera menuju tempat untuk mendaftarkan diri, sistem penerimaan anggota baru ini telah Xin Fai ketahui lebih dahulu berkat Xu Ming tanpa harus kebingungan lagi.


Selesai dengan pendaftaran Xin Fai beranjak menuju sebuah ruangan tempat para pendekar menunggu di sana sembari berbincang-bincang. Bukan hanya pendekar, para orang biasa yang telah kehilangan mata pencaharian kini pun ikut bergabung demi terus menyambung hidup.


Dengan janji manis ketika masuk ke Manusia Darah Iblis setiap membunuh mereka akan mendapatkan puluhan koin emas siapa yang tidak tergiur akan hal itu. Perkembangan pesat organisasi gelap ini mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, sebaliknya kekuatan aliran putih-netral terus berkurang.


Menyadari betapa ramainya orang-orang yang hendak masuk ke kelompok ini Xin Fai berangsur menuju tempat paling pojok, di sana dia dapat mendengar jelas obrolan mereka.


Dari percakapan mereka Xin Fai dapat menyimpulkan Liu Fengying masih hidup sampai sekarang, buktinya saat ini dia melebarkan penerimaan anggota hingga ke Kekaisaran lain. Ketika sedang fokus mendengarkan tiba-tiba seseorang datang padanya.


"Hei anak muda! Boleh aku bergabung di sini?" Ucapnya pelan, dia menunjuk meja sekitarnya yang telah penuh. "Kurasa tidak ada tempat lain selain di sini."


Xin Fai mengangguk pelan. Orang-orang terus berlalu lalang di tempat itu tanpa henti dan dia hanya menopang dagunya dengan malas.


Sosok yang duduk di hadapannya mulai membuka pembicaraan. "Kau masih begitu muda, kenapa memilih masuk ke kelompok ini?"


Tangan Xin Fai berangsur turun ke atas meja, dia menimang sebentar memikirkan alasan yang tepat. "Hanya iseng saja."


"Iseng? Serius? Orang yang datang ke sini rata-ratanya ingin mendapatkan kekuatan dan kekayaan secara cepat, alasanmu itu benar-benar aneh di telingaku..."

__ADS_1


__ADS_2