Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 232 - Kehancuran Sekte Awan Biru


__ADS_3

"Apa kau tahu mengapa mereka menjadikan Xin Xia bahan uji coba mereka?"


Ho Xiuhan terdiam beberapa lama seakan mengingat-ingat sesuatu, saat mengingatnya pria itu langsung bersuara. "Aku pernah mendengar mereka mengatakan bahwa Nona Xin memiliki kesamaan dengan sesuatu yang mereka sebut dengan Ratu Iblis."


Begitu terkejut dirinya mendengar perkataan itu, puluhan kemungkinan buruk kembali datang silih berganti di kepalanya. Xin Fai bahkan sampai berhenti berjalan setelah mendengar itu semua, dia tidak merespon Ho Xiuhan dalam beberapa saat karena masih sibuk berpikir.


Baru saja dibuat panik dengan keadaan adiknya, Xin Fai kembali dibuat pusing dengan rombongan pendekar dengan seragam hitam merah di jalan-jalan kota. Mereka mengacungkan tombak sambil berseru-seru, meneriaki sesuatu yang terdengar seperti pembangkangan.


Sontak saja para warga menepi membiarkan rombongan itu lewat, mereka tidak berani mengambil resiko dengan menentang orang-orang itu apalagi para Pejuang di tempat ini seperti ketakutan saat melihat mereka datang.


"Mereka siapa Ketua?" Ho Xiuhan bertanya agak kebingungan, mungkin saja Xin Fai tahu siapa gerangan kelompok tersebut. Seragam mereka tak pernah terlihat di manapun, nampaknya kelompok ini masih baru dibuat.


"Aku juga tidak tahu, mungkin hanya sekedar orang-orang kurang kerjaan." Xin Fai melanjutkan jalannya, berusaha kembali fokus memikirkan perkara Xin Xia. Ho Xiuhan mengatakan jika gadis itu memiliki kesamaan dengan Ratu Iblis yang memiliki kekuatan penciptaan dan penghapusan. Ini sudah jauh lebih gawat kalau saja benar dugaannya. Bahwa Manusia Darah Iblis hendak menggunakan Xin Xia sebagai wadah penampung jiwa sang ratu iblis.


"Setelah aku, sekarang Xin Xia malah menjadi sasarannya. Sebenarnya apa yang telah terjadi?" Dia menggumam gelisah tak sanggup bersabar lagi.


"Minggir! Minggir!"


"Ketua Xin, rombongan itu lewat!"


Xin Fai menoleh ke belakangnya dan mendapati seorang pria berwajah kaku tengah melotot di atas kudanya, seperti sedang menunjukkan ekspresi murka. "Berani sekali kau menghalangi jalan Putra Mahkota! Tidak bisa dibiarkan, kau sungguh tak punya adab!"

__ADS_1


Ho Xiuhan yang tubuhnya jauh lebih besar menyeret Xin Fai agar segera meminggirkan diri. Padahal mereka tidak terlalu mengganggu jalan mereka namun pria itu melebih-lebihkan. Dia berbicara seolah dirinya dilanda masalah besar jika mereka tak lekas menyingkir.


"Pangeran Qin Yijun akan menjadi Kaisar kita yang berikutnya! Tunjukkan hormat kalian padanya!" Pria itu menyeru dengan sangat keras hingga terdengar di seluruh penjuru. Penduduk beramai-ramai berdiri di pinggiran masih dalam situasi menegangkan.


Entah apa yang terjadi sampai para penduduk lebih takut pada pria yang berseru itu daripada Putra Mahkota di dalam kereta kuda berwarna putih megah.


Zhu Yue tampak keluar dari kedai arak dan segera menyusul mereka di kejauhan. Pria itu datang dengan wajah khawatir. Saat di kedai arak dari pelayan di tempat itu dia mendengar bahwa sekte Awan Biru yang hendak mereka kunjungi telah tewas semua tanpa terkecuali. Akhir-akhir situasi kota menjadi buruk akibat pergerakan kelompok yang bekerja pada Putra Mahkota Qin Yijun.


Sekte Awan Biru menentang Putra Mahkota pertama secara terus terang, dikarenakan kelompok yang mendukungnya adalah berasal dari aliran hitam dan merupakan musuh terbesar Kekaisaran Shang. Bisa-bisanya calon Kaisar memilih untuk menggunakan kekuatan mereka demi bisa berdiri di puncak.


Permasalahan ini terus berlanjut sejak satu tahun belakangan, meskipun masih secara diam-diam mereka terus melakukan penekanan pada Kekaisaran. Zhu Yue menceritakan bagaimana sekte Awan Biru dibantai dalam satu malam, ratusan orang meregang nyawa di tangan kelompok Kultus Iblis. Sebuah kelompok cabang dari Manusia Darah Iblis yang mendukung langsung Pangeran Mahkota Qin Yijun agar naik sebagai Kaisar Shang berikutnya.


Masalah yang datang tiba-tiba ini harus dipikirkan lebih dulu, mereka memilih mundur dari hadapan Kultus Iblis tanpa memperdebatkan apapun lagi. Rombongan lewat bersama lontaran-lontaran tajam, melakukan perlawanan terang-terangan terhadap kebijakan Kaisar Qin Gaozu.


Kehancuran sekte Awan Biru merupakan berita yang cukup buruk, baru saja terjadi kemarin malam yang menandakan kudeta awal ini masih sangat baru. Belum terlambat untuk mencegah peperangan besar terjadi. Karena yang dibawa oleh Putra Mahkota adalah kelompok Manusia Darah Iblis, kelompok terkuat yang berpuluh-puluh tahun menjadi musuh terbesar Kekaisaran.


"Wakil Zhu, katakan pada yang lain kita harus segera pergi ke sekte Awan Biru."


"Baiklah Ketua." Zhu Yue memberi hormat sebelum akhirnya pergi memacu kudanya secepat mungkin.


Lagi-lagi rombongan Kultus Iblis lewat di jalan depan penginapan, Xin Fai mengintip di balik celah jendela demi bisa melihat Putra Mahkota di dalam kereta kuda.

__ADS_1


Sejenak tatapannya bertemu dengan pria yang kini duduk manis di dalamnya. Dia tersenyum sinis menyadari ada seseorang yang tengah mengamati di balik jendela. Merasa dirinya seratus persen menang bersama Manusia Darah Iblis.


Tentu saja setelah dirinya diangkat menjadi Kaisar, kelompok Manusia Darah Iblis memiliki hak penting dalam Kekaisaran. Mereka akan berkuasa sepenuhnya. Tidak perlu diragukan lagi kehancuran sehebat apa yang akan dirasakan semua orang.


"Aku harus segera menghentikan ini, atau jika tidak semuanya akan menjadi kacau." Xin Fai masih menatap Putra Mahkota itu secara terang-terangan. Sikap seperti itu membuat sosok di dalam kereta kuda tersinggung, wajahnya berubah kesal namun dia tidak mengambil tindakan apapun.


Tak lama Zhu Yue telah berhasil mengumpulkan hampir seluruh anggota, mereka kekurangan dua orang. Xin Fai tidak mempermasalahkan hal itu, mungkin saja dua orang lainnya sedang sibuk mencari hiburan sendiri di kota ini atau sekedar berjalan-jalan.


Pasukan segera digerakkan menuju bagian timur kota, di mana sebuah gunung tempat sekte Awan Biru berada. Letaknya memang tinggi dan diperlukan waktu cukup lama agar tiba di tempat tersebut.


Benar berita yang beredar, ratusan mayat tergeletak di sekte Awan Biru. Ruang di dalamnya tumpah basah oleh darah, tidak ada satupun yang berhasil mempertahankan nyawanya di tempat ini. Cara pembunuhan Manusia Darah Iblis terbilang amat keji, mereka memotong tubuh di bagian penting untuk melakukan perlawanan seperti lengan dan kaki, beberapa bahkan kehilangan bola matanya.


Aliansi Pedang Suci tentu murka melihat kesadisan ini, konflik di antara sekte Awan Biru dan Kultus Iblis bukan hanya sekedar permasalahan politik melainkan nafsu membunuh kelompok aliran hitam itu sendiri yang mengakibatkan pembantaian secara besar-besaran ini.


"Para iblis itu tidak bisa dibiarkan, membunuh dengan cara seperti ini..." Salah satu pria menjadi geram, dia menarik pedangnya sangat erat.


Xin Fai sama halnya dengan para anggota, dia menarik pedangnya dan mengacungkan di udara.


"Kita harus mengajarkan para iblis itu, bahwa ada kelompok yang jauh lebih keji dari mereka."


"Cih, mereka akan merasakan sendiri bagaimana rasanya jika Iblis Pemakan Dosa bergerak."

__ADS_1


***


__ADS_2