Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 72 - Kebangkitan Monster Iblis VII


__ADS_3

Setelah tadinya merasa memiliki harapan untuk menghentikan iblis ini sekarang Xin Fai harus menerima kenyataan bahwa dia harus menghadapi dirinya sendiri, Xin Fai menguatkan pijakan untuk menahan tebasan musuh.


"Aku tidak akan kalah dari diriku sendiri! Kau tahu, aku selalu mati-matian melampaui ambang batas dan menaklukkan diriku sendiri. Mengalahkanmu bukan hal sulit untukku!"


Perkataan Xin Fai terdengar berani, meski tak begitu yakin namun Xin Fai tak peduli lagi. Dia harus secepatnya menyelesaikan pertarungan ini atau korban yang berjatuhan di luar sana semakin bertambah.


Melihat ayunan pedang yang digerakkan begitu kuat Xin Fai kembali memundurkan dirinya agar tak terkena dampak serangan, dia hanya bisa menelan ludah pahit melihat musuhnya ternyata lawan yang tangguh.


Sejenak senyum sedih terpampang di wajahnya, ketika Ayahnya masih hidup dulu dia sering mendengar nasihat lelaki kumal itu. Kata-kata Ayahnya selalu dia ingat dalam ingatannya.


"*Kau tahu? Musuh yang paling berbahaya bagi manusia adalah dirinya sendiri." Xin Wao yang tengah memancing ikan memasang wajah serius, Xin Fai kala itu tak begitu mengerti maksud Ayahnya. Dia hanya berdiri mendengarkan di anjungan kapal.


"Dan yang paling mengetahui kelemahan dan kelebihan kita adalah diri kita sendiri."


Xin Fai menatap Ayahnya bingung. "Jadi, menurut Ayah apa ada cara untuk mengalahkan diri kita sendiri?"


Lelaki bertubuh seperti pohon Cemara itu mengulas senyum simpul*.


"Kau bisa menaklukkan dirimu dengan menjadi lebih kuat dari sebelumnya, mudah saja. Dengan melampaui ambang batas." Ujar Xin Fai merapalkan kembali kata-kata dari Ayahnya, dia memegang gagang pedang begitu kencang. Musuh di depannya menatap dengan wajah datar.


"Aku hanya perlu melampaui diriku untuk mengalahkanmu."


Langkah kaki Xin Fai semakin lama semakin cepat, penguasaan tenaga dalamnya meningkat. Dia bisa memulihkan kembali staminanya yang hilang dengan teknik pernapasan tinggi.


Pedang Kaisar Langit menghantam dua pedang di tangan musuh Xin Fai dengan ganas, bunga api timbul karena gesekannya terlalu kuat baik dari Xin Fai maupun musuhnya.


Pertarungan kembali dimulai, berbagai jurus Xin Fai keluarkan dengan beruntun tanpa jeda. Musuhnya mengeluarkan jurus seribu roh yang kini berhadapan dengan roh-roh yang berada di pihak Xin Fai.


Kekuatan mereka saling beradu dengan imbang cukup lama, terkadang Xin Fai yang harus mundur dan sebaliknya. Xin Fai menarik diri sebentar untuk sembari menarik napas.


Dia mengingat saat latihan dulu pernah mempelajari sebentar jurus-jurus dari Kitab Tujuh Kunci, meski tak melatihnya namun dia rasa jika menggunakannya sekarang mungkin jurus itu akan berguna.


Xin Fai memejamkan mata sejenak sebelum kembali mengumpulkan tenaga dalamnya, cahaya emas memancar keluar dengan sangat terang bahkan sempat mengecohkan para siluman yang menyerang Qiang Jun.

__ADS_1


"Jurus itu..." Qiang Jun menggumam sembari menatapi Xin Fai. Dirinya bisa melihat Pedang Kaisar Langit bereaksi saat anak itu hendak mengeluarkan jurusnya.


Energi yang terpancar dari Pedang Kaisar Langit menyelimuti tubuh Xin Fai lambat laun, sejenak terbentuk jubah serta sebuah mahkota samar berwarna emas di kepalanya.


"Dia sudah membuka gerbang pertama dari Kitab Tujuh Kunci."


Dalam Kitab Tujuh Kunci, gerbang pertama bisa dibuka ketika penggunanya mencapai 100 lingkaran tenaga untuk dapat membuka dua kunci yaitu Kunci Bulan dan Kunci Roh.


Sedangkan membuka gerbang kedua dibutuhkan 500 lingkaran tenaga dalam untuk bisa membuka Kunci Langit dan Kunci Jiwa. Di gerbang ketiga membutuhkan 1000 tenaga dalam untuk mendapatkan Kunci Bumi dan Kunci Batin.


Dan yang terakhir gerbang keempat akan mengantarkan penggunanya pada kekuatan tanpa batas, yaitu Kunci Semesta, kunci ketujuh yang membutuhkan 3000 lingkaran tenaga dalam.


Ketujuh kunci ini merupakan jurus yang sangat ditakuti di zaman Qiang Jun dulu sampai saat ini, karena ilmu tingkat tinggi ini diciptakan oleh seorang Pendekar Kaisar Langit yang dikabarkan menandingi kekuatan para dewa.


Musuh bergerak tanpa merasa terpengaruh dengan ledakan energi yang terpancar di tubuh Xin Fai, dia membabatkan pedang berkekuatan penuh.


Meski menggunakan kedua pedangnya namun senjata di tangan Xin Fai dapat menahannya dengan mudah.


"Aku yang akan membunuhmu," ujar Xin Fai dingin. Mendadak atmosfer dipenuhi hawa pembunuh yang kental, musuhnya dapat merasakan hal itu.


Tangan Xin Fai terangkat tinggi setelah menepis serangan, dia bersiap melakukan jurus paling tinggi yang sempat dipelajarinya.


"Kitab Tujuh Kunci - Seratus Pedang Purnama!"


Qiang Jun tak bisa mengikuti pergerakan Xin Fai lagi, yang terlihat hanyalah sayatan pedang berturut-turut yang membentuk lingkaran emas penuh dalam penjara itu. Kecepatannya mengimbangi Langkah Kilat.


Serangan mematikan tersebut melukai musuhnya dengan sangat parah dan terdengar suara pedang patah dari sana. Kini pedang Manusia Darah Iblis milik musuhnya telah terbelah dua.


Seperti namanya jurus itu membutuhkan seratus tebasan pedang dengan tenaga dalam tinggi.


Dengan tubuh aslinya, Xin Fai takkan sanggup menggunakan jurus ini dan hal itulah yang membuatnya tak berani mempelajarinya, tenaga dalamnya akan terkuras habis dalam waktu kurang dari sepuluh detik jika menggunakannya.


Musuh Xin Fai memuntahkan darah hitam pekat, tubuhnya dipenuhi sayatan dalam yang merobek kulitnya. Dia mengangkat kepala dengan bibir gemetar.

__ADS_1


"Aku akan membunuhmu!"


Duel tersebut mengakibatkan kegaduhan, sang iblis menonton dengan serius. Semakin lama semakin jelas rasa takut tergambarkan saat beberapa detik kemudian mahkluk ciptaannya kembali dikalahkan Xin Fai.


Ketika musuhnya dalam keadaan terpojokkan, Xin Fai bersiap menggencarkan jurusnya.


"Kitab Tujuh Kunci - Jurus Seribu Roh!"


Tubuh tersebut terpotong menjadi dua tanpa mengeluarkan darah, musuhnya berteriak dengan suara menggema. Seribu roh bergerak memakan mayatnya dan menghilang begitu saja.


Sesaat setelahnya tanpa berpikir lagi Xin Fai berusaha memotong besi penjara menggunakan pedang. Karena besi itu terlalu keras Xin Fai mendecak pelan dibuatnya.


Merasa masih memiliki waktu untuk menyiapkan jurus selanjutnya iblis tersebut mulai memulihkan kekuatannya sejenak sembari memejamkan mata.


Begitu banyak jurus yang dipakainya membuat kekuatannya berkurang, dan jika tak memiliki kekuatan lagi dia bisa saja lenyap dari muka bumi ini.


Setelah berhasil memulihkan kekuatannya sebentar iblis itu mengangkat tangan, dia membuka mata dan mendapati seorang bocah tengah melompat tinggi ke arahnya.


"Mati kau!"


Sabetan pedang merobek mata sang iblis hingga mengeluarkan darah, iblis itu meronta kencang sambil menciptakan pembatas berupa besi besar dengan buru-buru agar Xin Fai tak bisa menyerangnya.


Namun Xin Fai yang memiliki tubuh kecil bisa menyalip di antara celah-celah, sang iblis mengumpat kesal. Bocah seperti Xin Fai memang terlalu licik untuk anak seusianya.


Dengan tenaga dalam yang besar Xin Fai cukup melebarkan besi penjara menggunakan tangannya lalu keluar dari sana, dia tak mengulur waktu lagi. Sambil meningkatkan kecepatan berlari ke tingkat tertinggi dirinya akhirnya bisa mencapai Langkah Kilat. Tahap selanjutnya dari Langkah Cahaya.


Sang iblis tak bisa melihat dengan jelas lagi karena kedua matanya yang lain ternodai darah dari mata yang di atasnya. Dia mundur beberapa langkah. Namun kecepatan Xin Fai sedikit lebih cepat dibandingkannya.


"Berhenti bermain-main denganku, bocah!"


"Kaulah yang mempersulit keadaan! Cukup kembalikan tubuhku dan aku akan pergi!"


***

__ADS_1


__ADS_2