Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 135 - Penyerangan Tak Diduga


__ADS_3

Adu serangan tapak dan tinju menimbulkan dentuman yang keras, gesekan di lantai arena terdengar nyaring sekali namun tidak ada satupun di antara Xin Fai maupun Lan An yang ingin mundur.


Xin Fai mengepalkan tinju dan disambut Lan An dengan sekuat tenaga, pemuda itu tetap tersenyum meskipun betisnya mulai terasa bergetar menahan kuatnya laju serangan tersebut.


Jika bukan karena kekuatan fisik Lan An yang sudah terlatih sejak kecil dia yakin hari ini dirinya akan dengan mudah dikalahkan oleh Xin Fai, semakin lama dorongan tinju tersebut membuatnya mundur. Lagi-lagi suara deritan sepatu bergesekan dengan lantai memekakkan telinga orang yang mendengarnya.


Kini sebelah tangan Xin Fai bergerak cepat hendak menumbuknya dan segera saja Lan An menahan menggunakan kedua tangan.


Detik demi detik terlewatkan dengan pertarungan keduanya yang terus saling mendorong menggunakan kekuatan penuh.


Lan An menggemerutukkan gigi sangat keras, dia kian menyadari kekuatan Xin Fai sebenarnya seperti apa setelah lawannya ini mulai serius bertarung.


Cahaya keemasan membludak ketika Lan An berniat mendorong Xin Fai lebih jauh lagi, pemuda itu melebarkan mata ketika menyadari ekspresi Xin Fai berubah tajam. Sekujur tubuhnya kini dipenuhi pisau cahaya yang bergerak liar, beberapa menabrak lantai hingga menimbulkan goresan kecil di bawah sana.


Lan An berujar takut. "Kau tidak berniat membunuhku, kan?"


Loncatan energi cahaya semakin membesar diiringi munculnya bentuk jubah dan mahkota emas samar di tubuh Xin Fai, matanya bercahaya terang menatap Lan An yang memandangi penuh keterkejutan.


Tidak ada jawaban dari mulut Xin Fai membuat Lan An semakin kalang kabut, dia tak sanggup lagi menahan dorongan tangan Xin Fai.


"Kau... Siapa?" tanya Lan An mencoba mengenali pemuda di hadapannya, tatapan membunuh di mata itu sangatlah berbeda dari yang pernah dilihatnya. Dia mundur beberapa langkah mencoba melepaskan diri dan memahami situasi yang sedang terjadi.


Yang Guifei merasa keadaan kini mulai di luar terkendali. Bagaimanapun satu stadium hening begitu saja saat melihat kekuatan besar yang dilepaskan Xin Fai.

__ADS_1


Semula Yang Guifei menyangka Xin Fai menggunakan jurus terlarang namun nampaknya tebakan itu salah sepenuhnya. Jika dilihat lebih lama lagi tenaga dalam yang dilepaskannya adalah energi murni yang sangat sulit ditemukan di Kekaisaran Shang dan hanya dimiliki oleh siluman suci seperti Serigala Berbulu Emas milik Kaisar Langit.


"Aku tidak berniat membunuhmu." Xin Fai menggeram. "Tapi membunuh para binatang yang terus bersembunyi itu. Mereka–" ucapannya terpotong.


Sebuah panah melesat dengan kecepatan tinggi, serangan tersebut berasal dari atas. Xin Fai menarik senyum kecil ketika itu juga. "Pertarungan sesungguhnya akan dimulai sebentar lagi. Persiapkan diri kalian semuanya!" Teriakan Xin Fai sontak saja membuat para penonton berdiri, ketika mereka menengadah ke langit ratusan siluman burung yang ditunggangi pendekar aliran hitam telah berkumpul di sana, seseorang menatap Xin Fai dari atas dengan senyum terkembang sangat lebar bahkan membuat seluruh giginya kelihatan.


"Benar-benar anak yang menarik~ Aku tidak sabar ingin mencabik-cabik kulitnya di markas nanti." Lelaki gemulai itu nampak sangat berbahaya, meskipun dia terlihat penuh celah namun statusnya sebagai pimpinan Darah Putih di organisasi Manusia Darah Iblis tidak bisa diremehkan.


Burung rajawali serta elang berwarna keperakan mengisi birunya langit hari itu, belum sempat terkejut satu per satu pendekar aliran putih tewas seketika saat panah menembus kepala mereka hingga pecah. Mereka menatapi salah satu pendekar yang telah tewas tersebut dan menyadari pelakunya adalah lelaki gemulai di atas sana, dia menarik panahnya dengan senyuman yang sungguh menjijikkan.


"Mari bermain-main sebentar denganku, para tikus kecil~"


Lima menit sebelumnya dari kursi para penonton Li Yong menyadari Shen Xuemei telah pergi dari tempatnya, dia mencari pemuda itu di seluruh kursi penonton dan tidak menemukannya.


Sejenak mata Li Yong terhenti di satu sudut, dia mendekat kebingungan dan ketika menyadari apa yang tengah terjadi pendeta itu memarahi Shen Xuemei. "Apa yang kau lakukan? Cepat minta maaf!"


"Cepat minggirkan muridmu ini! Dia mengganggu ketenangan kami!"


"Kami? Memang kalian berasal dari sekte mana?" Shen Xuemei menjawab, dia seolah menguji kesabaran pendekar bertudung.


"Kami dari sekte Golok Putih!"


Seorang lelaki tua menyahut di belakang mereka.

__ADS_1


"Kami yang berasal dari sekte Golok Putih! Jangan mengada-ada kau!"


Shen Xuemei semakin curiga kala itu sedang Li Yong memahami situasi lebih lanjut, dia sampai tidak bisa menonton pertarungan Xin Fai karena kegaduhan ini.


"Mereka sangat mencurigakan, ini benar-benar aneh... Lihatlah pemuda yang berdiri di depan mereka itu," tunjuk Shen Xuemei pada seorang pemuda bertudung yang memasang senyum iblis, aura merah menyelimuti tubuhnya. Bahkan di balik jubahnya terlihat sebuah pedang yang sangat mirip dengan pedang Xin Fai di kediaman mereka.


"Shen Xuemei, kita harus pergi dari sini." Li Yong tiba-tiba saja menjadi panik, dia menarik pergelangan tangan Shen Xuemei cepat. Dilihatnya pemuda yang dimaksud tadi mulai berbicara.


"Asal kalian tahu," ujarnya.


"Sejarah manusia adalah sejarah sepatu. Sejarah tentang tempat dimana ia pernah berpijak dan menjejak. Sejarah di mana orang-orang akan membunuh dan terbunuh. Sejarah di mana peperangan besar akan terjadi, nyawa direnggut dari rongganya dan kesenangan hanya dirasakan mereka yang benar-benar mengikuti sejarah itu sendiri."


Li Yong tidak memedulikan kata-kata aneh itu, dia menganggap pemuda itu sudah gila dan berurusan dengannya hanya akan menimbulkan masalah namun Shen Xuemei sama sekali tidak mau meninggalkan tempatnya berdiri. Dia menatap ke depan tajam. "Sejarah apa yang kau maksud?"


Pemuda bertudung bergerak dan menghadap ke arahnya. "Sejarah tentang kami. Sejarah para Manusia Darah Iblis yang telah lahir ratusan tahun lamanya sama seperti kalian yang berasal dari sekte Kuil Teratai."


Jantung Li Yong berdetak lebih kencang, di sekitarnya orang-orang mulai waspada dan siap menarik pedang kapanpun. Sedangkan kelompok bertudung di sekitar pemuda itu lebih dulu bersiap jika terjadi bentrokan.


"Manusia Darah Iblis!? Bagaimana kalian bisa masuk ke sini? Bukankah penjagaan telah diperketat?" Salah seorang pendekar bertanya.


"Memang sudah diperketat," suaranya mengelam. "Tapi bagaimana jika yang menjaga ini semua adalah orang-orang kami?"


Sontak semua orang memutar pandangan ke seluruh penjuru dan mendapati murid-murid sekte Lembah Kabut Putih menjerit dengan mata yang memerah, mereka berubah menjadi lebih ganas. Nampaknya mereka telah kehilangan kesadaran dan dikendalikan oleh sesuatu.

__ADS_1


Shen Xuemei memandangi seorang pria bertudung yang berlari di pintu penjagaan, dia menembakkan sebuah jarum merah dan setelahnya murid yang menjadi sasarannya menjerit dengan dada terbakar. Tato Manusia Darah Iblis tercetak jelas di dadanya setelah itu


"Terlambat! Mereka sudah menyerang!"


__ADS_2