Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 162 - Negosiasi dengan Xu Ming


__ADS_3

Dalam kecanggungan yang terjadi sejak tadi akhirnya Xu Ming membuka suaranya, "Aih jangan tiba-tiba berbicara seperti itu Lian'er..."


Xin Fai tidak dapat mengenali siapa orang yang berbicara tadi, suaranya sangat asing terdengar. Karena tidak tahu harus menjawab apa dia memilih diam saja.


Sedikit makanan hangat disodorkan di depannya, asap dari kuah tersaji dengan aroma begitu kuat. Xin Fai telah lama tidak memakan makanan seperti ini, biasanya dia hanya memakan daging bakar atau paling tidak belut listrik setiap harinya.


Seusai menyantap makanan tersebut Xu Ming menyuruh anak-anak yang tengah duduk di dekatnya meninggalkan ruangan karena mereka harus berbicara berdua saja.


"Jadi bagaimana? Tentang informasi yang akan kuberikan, apa kau sanggup memberikanku seratus keping emas?"


Xin Fai merogoh sakunya dan hanya mendapatkan dua puluh keping emas yang masih tersisa di sana, ribuan koin emas miliknya dulu dia titipkan di sekte Kuil Teratai agar aman dan hanya membawa seperlunya saja ketika mengikuti turnamen dulu.


Melihat jumlah keping emas itu Xu Ming memasang raut wajah kecewa namun bagaimanapun juga saat ini dia membutuhkan uang meskipun sedikit demi membayar tempat tinggal dan biaya hidupnya bersama anak-anak yang tinggal di sini.


"Ya sudahlah, aku akan menjawab pertanyaanmu tapi hanya seadanya karena jumlah yang kau berikan hanya dua puluh keping emas..."


Sebelum itu Xin Fai lebih dulu bertanya, "Yang tinggal di tempat ini, apa mereka semua anakmu?"


"Hah? Kau berpikir demikian?" Xu Ming tergelak. "Tidak. Mereka bukan anakku, mereka adalah budak yang diperjualbelikan di pasar gelap dan aku membeli mereka agar tidak disiksa oleh orang-orang busuk itu."


Xu Ming menuangkan teh di cangkirnya pelan, meskipun tak begitu tahu bagaimana perasaan pria itu namun Xin Fai sadar dia melakukan hal itu sukarela.


"Kutebak pasti dulunya kau adalah seorang pedagang kaya? Apa itu benar?" Xin Fai berkata balik membuat Xu Ming kembali larut dalam gelak tawanya.


"Hahahaha benar sekali, karena membeli budak aku harus membayar sangat banyak. Tapi aku tidak menyesal setelah ini karena setidaknya hidupku sedikit berguna untuk mereka."


Entah mengapa Xu Ming yang terlihat licik serta penuh taktik ini masih memiliki hati nurani demi membebaskan para budak, Xin Fai teringat akan satu budak yang tinggal bersama pria itu.


"Yang berbicara padaku tadi... Boleh aku tahu siapa namanya? Tidak mungkin dia tiba-tiba mengenalku begitu saja tanpa alasan."

__ADS_1


"Oh, maksudmu Mei Lian?"


Xin Fai tertegun mendengar nama yang tidak asing itu, dia teringat akan seorang anak kecil yang dulu melarikan diri sendirian di tengah hutan saat desanya menjadi tanah pembantaian.


"Rupanya dia berhasil melarikan diri hari itu." Xin Fai tersenyum kecil, dia agak lega mendengarnya. "Terimakasih sudah mau menyelamatkannya."


Seketika Xin Fai menggerakkan tangannya dan keluarlah sekitar lima puluh belut listrik di samping Xu Ming dalam tiba-tiba.


Xu Ming berdiri kaget saat mendapati belut listrik langka tersebut, satu ekor saja harganya sekitar sepuluh keping emas. Jika dikalikan total penjualan seluruh belut listrik ini mencapai angka 500 keping emas.


Mata Xu Ming berdalih menatapi Xin Fai seolah tak percaya, bibirnya bergetar menyaksikan belut listrik yang terkenal akan kehebatannya itu. "Apa kau berasal dari sekte yang menjual belut-belut listrik ini?"


Xin Fai tidak menjawab dan justru mengalihkan topik pembicaraan, mau tak mau demi tidak menyinggung pemuda itu Xu Ming menjawabnya. Dari awal dia menganggap Xin Fai hanya seorang pemuda biasa namun yang dilihatnya kini membuat dirinya berdiri mematung. Xin Fai bukan orang biasa seperti perkiraannya, sikapnya bahkan menjadi lebih sopan setelah itu.


"Beritahu aku siapa yang menjadi peracik racun di organisasi Manusia Darah Iblis."


Sembari mengingat-ingat Xu Ming mengelus jenggotnya, dia menjawab kemudian. "Wei Xinxin, dia si petinggi ke empat di kelompok itu."


"Kalau kau ingin bertemu dengannya itu akan sangat sulit, tapi kebetulan aku memiliki satu cara untuk mengatasinya..." Senyum licik nampak di wajah pria ringkih itu.


"Dua hari ke depan, awal bulan ini Manusia Darah Iblis akan merekrut anggota baru. Mereka melakukan perekrutan di sebuah hutan belantara di Kota Sanmin. Kota itu tidak terlalu jauh dari sini jika kau bisa menguasai Langkah Cahaya."


Xu Ming memanggil seseorang untuk membawakannya alat tulis, dia menggambarkan sesuatu di atasnya. Xin Fai yang baru saja menyadari lelaki itu sedang menggambar sesuatu di atas kertas segera menahannya.


"Percuma saja, paman Xu. Aku tidak bisa melihat apa yang sedang kau gambar itu..."


Xu Ming berhenti bergerak dengan raut wajah bertanya-tanya. "Bagaimana bisa? Aku yakin kau bisa melihat, kau berjalan saja tidak membutuhkan tongkat."


Xin Fai menjelaskan dia memang masih bisa berjalan dengan mengandalkan pendengarannya yang tajam, sedikitnya dari suara dia bisa mendapatkan gambaran tempat di sekitarnya. Namun tidak halnya dengan membaca ataupun melihat sebuah gambar.

__ADS_1


Masih tidak percaya Xu Ming mengangkat tangannya dan menaikkan jari tengah dan telunjuk. "Sekarang aku sedang menunjukkan angka?"


"Dua?"


"Kau bisa melihat!"


"Hahahaha..." Pemuda itu tertawa lucu, dia ingin sekali melihat bagaimana wajah si tua Xu Ming ini. "Aku hanya menebak isi kepalamu saja, dan aku memang benar-benar tidak bisa melihat. Makanya aku harus mencari penawar dari racun yang membuat mataku gagal fungsi seperti ini."


Xu Ming agaknya mulai mengerti letak benang merah ini, dia menjentikkan jarinya tak lama setelah itu. "Baiklah, karena kau sudah memberikan aku banyak belut listrik aku akan memberi satu rahasia besar."


Perubahan wajah Xin Fai berubah, Xu Ming yakin informasi ini bisa dikatakan setara dengan apa yang telah pemuda itu berikan.


Sebelum berbicara Xu Ming memerhatikan sekitarnya dan memastikan tidak ada orang lain yang mendengarnya.


"Di markas bawah tanah mereka, aku pernah melihat ruang harta karun. Bukan hanya puluhan ribu koin emas yang bisa kau dapatkan di sana, melainkan beberapa penawar segala racun, kitab tanpa tanding dan juga pedang pusaka lainnya."


"Darimana kau mengetahui itu semua?"


Xu Ming menggaruk batang hidungnya salah tingkah, dia seperti malu. "Saat masih muda dulu aku suka mencari tahu banyak hal. Bahkan hampir saja masuk ke organisasi gelap itu. Tapi sayangnya kemampuan bela diriku sangat lemah dan aku tidak diterima di sana, untungnya setelah itu aku mengetahui banyak rahasia mereka dan kurasa ini semua akan berguna untukmu."


Pria itu melanjutkan. "Jika kau berhasil melakukannya aku yakin mereka akan berada dalam kehancuran besar! Hahahaha!"


Gaya Xu Ming yang terkesan licik dan sombong memang membuat Xin Fai tertarik, dia berpikir untuk membangun kerja sama dengan pria ini.


"Jika aku berhasil melakukannya, aku akan membeli informasi lain darimu nanti."


"Dengan senang hati, Pendekar Muda."


Keduanya tergelak licik, benar-benar penuh siasat.

__ADS_1


***


__ADS_2