
"Permata silumannya ke mana?" Xin Fai tak mendapatkan permata yang dicarinya setelah beberapa waktu. Letak permata siluman berbeda-beda, dengan tubuh tikus yang sebesar itu tentu saja Xin Fai kewalahan mencarinya.
Akhirnya Lang memutuskan untuk turun tangan. Dia mengobrak-abrik isi daging siluman dan menemukan permata berwarna merah hati di dekat tulang ekor siluman tersebut.
Xin Fai memerhatikan permata dengan aura yang sangat mematikan itu.
"Berarti aura pembunuh yang daritadi terasa di sekitar sini berasal dari siluman tikus," gumamnya.
Lang mengomentari. "Tak heran mengapa aura pembunuhnya begitu kuat. Selama ratusan tahun hidup di hutan ini dia sudah membunuh banyak manusia, bahkan lebih banyak daripada aku."
Mendengar penjelasan tersebut Xin Fai agak ragu memasukkan permata itu ke tubuhnya. "Apa menurutmu tidak apa-apa jika permata ini masuk ke tubuhku? Permata ini nampak sangat berbahaya."
"Jika kau menggunakan permata itu tentu saja terdapat manfaat dan juga masalah di dalamnya," jelas Lang. Menurut perkataan Lang sendiri, permata itu bisa mengaktifkan sebanyak 25 lingkaran tenaga dalam serta keuntungan lainnya yang belum Xin Fai ketahui.
Selebihnya, efek samping dari permata tersebut yakni bisa membunuh jiwa kemanusiaan Xin Fai hingga beberapa persen diakibatkan dari sifat permata yang penuh dengan aura pembunuh.
Selain itu permata merah darah tersebut membuat Xin Fai lebih haus darah layaknya siluman, semakin banyak dia mendapatkan permata seperti itu semakin hilang juga sisi manusiawinya.
Xin Fai jadi ragu setelah mendengar penjelasan tersebut tapi mau tak mau dia harus mengumpulkan ke-33 permata siluman agar jika iblis telah bangkit dalam tubuhnya setidaknya dia bisa melakukan perlawanan.
Permata siluman seketika menyerap ke tubuh Xin Fai saat di arahkan ke tulang punggungnya, sensasi permata itu sangatlah berbeda. Tubuhnya terasa lebih kuat dengan indera pendengaran semakin tajam.
Kaibo mendekat sambil bertumpu dengan tongkatnya. Setiap kali dia bicara jenggotnya juga bergerak seperti ulat bulu, membuat Xin Fai mau tak mau harus berpaling muka. Hal itu tentu saja membuat Kaibo bingung namun dirinya tak mempermasalahkan hal itu.
"Permata siluman yang kau dapatkan memberikan keuntungan mengikuti sifat pemilik permata itu," jelasnya. "Contohnya jika yang kau hadapi adalah siluman ular maka permata yang kau dapatkan akan membuatmu kebal terhadap racun ular."
"Apa setelah itu tubuhku bisa memproduksi racun ular?" Tanya Xin Fai menggebu-gebu, dia nampak sangat antusias mengingat selama ini jika harus menang dia mesti memutar otak. Dan salah satu rencana liciknya adalah dengan menggunakan racun Kelabang Lima Mata.
Namun tanggapan yang dia dapatkan sungguh menyebalkan, Lang memasang wajah seperti mengatakan 'dasar anak bodoh!' sedangkan Kaibo menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Tidak bisa, organ dan sistem tubuhmu berbeda dengan ular. Aku hanya memberi sedikit gambaran saja siapa tahu bisa membantumu."
"Ohh baiklah aku akan memikirkannya, sebaiknya aku menguji kekuatanku sekarang juga."
"Tenaga dalammu bahkan sudah terkuras habis tadi." Lang menyela.
"Aku akan belajar memulihkan tenaga dalamku dalam waktu cepat, hal ini sangat diperlukan di situasi genting seperti tadi."
Roh-roh yang berkeliaran di hutan telah kembali masuk ke dalam Kitab Tujuh Kunci, Kaibo juga sudah kembali ke tempat asalnya.
Sedangkan Lang memilih beristirahat di bawah pohon besar, tak jauh darinya Xin Fai duduk bersila sambil menarik napas panjang.
Memulihkan stamina tentu saja membutuhkan waktu lama, beruntung dari permata siluman tadi ia mendapatkan 25 tenaga dalam baru. Dengan itu setelah beristirahat sejenak ia mencoba berlari dengan Langkah Cahaya.
Tubuh Xin Fai terasa menyatu di udara, langkahnya begitu ringan seperti tanpa bobot. Jika diingat-ingat lagi, kecepatan berlari para tikus tadi jauh lebih mengerikan daripada ini.
"Aku harus meningkatkan kecepatan berlariku jika tidak ingin hal seperti tadi terulang lagi." Batin Xin Fai. Seandainya tidak ada Lang tentu saja dia tidak akan selamat dengan kecepatan berlarinya ini. Meskipun jika dibandingkan dengan manusia kecepatannya juga tidak buruk.
"Aku harus bertambah kuat, yah! Aku akan membunuh Manusia Darah Iblis secepatnya!"
Setelah bersorak demikian dia berlatih pedang lebih giat, sambil membayangkan teknik yang pernah diajari Lan An serta guru Fu Shi.
Bahkan ketika matahari sudah terbit lagi Xin Fai masih berdiri memegang pedang, keringat di sekujur tubuhnya tidak membuat semangatnya berkurang sedikitpun.
Betisnya gemetaran karena tak sanggup lagi, tenaga yang dipakainya juga tidak main-main. Ia melatih jurus Bulan Separuh Lingkaran untuk menyempurnakannya, membuat telapak tangan Xin Fai memerah karena memegang pedang terlalu lama.
"Masih belum cukup! Aku harus bertambah lebih kuat lagi!"
Lang, yang baru saja membuka matanya dibuat kaget oleh teriakan itu. Dia terbangun dan mendapati Xin Fai masih berlatih seperti semalam.
__ADS_1
"Hhhh... Jika ada turnamen orang gila sedunia aku yakin anak ini pasti akan menang," gerutu Lang tak habis pikir. Xin Fai berlatih seperti orang kesetanan. Dia bahkan tidak tidur dalam beberapa hari terakhir.
Xin Fai sendiri sudah biasa dengan kondisi itu, dulu saat masih kecil dia selalu melaut bersama ayahnya ketika malam tiba. Tidur baginya hanya jika keadaan tubuhnya mulai kurang sehat, selebihnya jika bisa Xin Fai tak mau tidur terlalu lama.
Dulu ketika disuruh tidur oleh ibunya pun Xin Fai lebih memilih berkebun di halaman belakang rumah atau menimba air di sumur untuk meringankan beban kerja orangtuanya.
Xin Fai terbilang orang yang sangat rajin, dia sudah terlatih melakukan pekerjaan berat sekalipun harus bergadang siang malam.
Karena merasa lapar Lang memutuskan untuk berkeliling sebentar mengingat dirinya tak begitu suka dengan makanan manusia yang Xin Fai bawa. Dia mencari hewan buruannya semakin jauh dari tempat Xin Fai.
Xin Fai yang masih dalam semangat membara dibuat bingung setelah melihat ke belakang dan tak menemukan Lang di sana. Ia mengernyit dan mencoba mencari di sekelilingnya.
Seketika suara auman serigala terdengar, Xin Fai mendekat ke sumber suara dengan menggunakan Langkah Cahaya membuat waktu tempuhnya jauh lebih cepat.
Xin Fai mendapati Lang sedang berdiri di depan sebuah mayat yang masih baru, di sana terlihat seorang perempuan cantik bersama pasukan berkuda dengan bendera yang melambangkan mereka berasal dari keluarga bangsawan. Namun yang didapati Xin Fai bukan hanya itu, namun di dalam dekapan perempuan itu terdengar samar suara tangisan bayi.
Xin Fai mendekat dan menarik bayi itu, tetapi jari-jari yang mendekap tubuh bayi tersebut begitu kuat. Xin Fai dibuat kewalahan oleh jari mayat yang melindungi sang bayi.
"Dia sangat menyayangi anaknya sampai mendekap bayinya seberat ini..."
Saat Xin Fai menarik paksa jari tersebut bahkan sampai terdengar suara tulang yang patah, dia bergumam meminta maaf pada mayat tersebut.
Lang hanya menonton tanpa berkomentar, sedikit keanehan terasa dalam dirinya sampai membuatnya bertanya-tanya.
"Mengapa aku tiba-tiba berniat menolong bayi ini?!" Batin Lang. Padahal dulu dia sangat tidak peduli dengan nyawa manusia.
Lang tidak mengetahui alasannya mengarahkan Xin Fai untuk menyelamatkan bayi tersebut tapi satu hal yang pasti, sejak bertemu Xin Fai sikapnya jauh lebih baik dari yang sebelumnya.
***
__ADS_1
author mau minta tolong kalian bantu naikin rate cerita ini yaaa plisss😭🙏