
Di dalam dunia persilatan, pendekar memiliki beberapa tingkat dimulai dari pendekar kecil, menengah, besar, agung, agung kehormatan dan terakhir tanpa batas.
Pendekar kecil biasanya disewa untuk mengawal para pedagang yang hendak bepergian jauh. Kekuatan mereka memang hanya sedikit di atas manusia biasa.
Sedangkan pendekar menengah biasanya bekerja sebagai penjaga gerbang kota, di atas pendekar menengah ada pendekar besar yang dipekerjakan sebagai pengawal kerajaan sedangkan di aliran hitam mereka biasanya bekerja sebagai pembunuh bayaran.
Kekuatan mereka terbilang cukup kuat, salah satu pendekar besar adalah Zhang Bingjie pemilik Serigala Malam yang pernah bertarung dengan Xin Fai.
Untuk naik ke tingkat berikutnya diperlukan upaya mati-matian dengan bertaruh nyawa antara hidup dan mati, seorang pendekar besar yang bisa melewati masa kritisnya dan membuka 5 gerbang panca indra akan mendapatkan kekuatan Pendekar Agung. Kekuatan ini bisa membuat seseorang menjadi terpandang, bahkan diangkat sebagai Tetua Sekte.
Tingkatan selanjutnya adalah Pendekar Agung Kehormatan yang biasanya tersemat pada Pilar Kekaisaran, mereka adalah orang yang paling dikagumi oleh masyarakat dengan kekuatan yang sangat besar.
Tidak banyak pendekar di Kekaisaran Shang yang dapat meraih tingkat Pendekar Agung Kehormatan. Hanya sekitar dua puluh orang yang dapat meraihnya. Di atas Pendekar Agung Kehormatan sendiri, ada satu tingkatan lagi yang sangat sulit bahkan hampir tidak mungkin didapatkan. Yaitu Pendekar Tanpa Batas.
Hanya ada satu pendekar Tanpa Batas di Kekaisaran Shang, yaitu Yong Tao seorang pendekar nomor satu di Kekaisaran Shang.
Menurut legenda, masih ada satu tingkatan pendekar yang paling suci bahkan di luar jangkauan manusia, dia adalah Pendekar Kaisar Langit.
Ribuan tahun yang lalu seorang pria dengan keadaan tubuh istimewa dapat melampaui batas kekuatan manusia sampai mendekati dewa dan mendapatkan gelar Pendekar Kaisar Langit.
Meskipun hanya legenda namun banyak orang yang percaya dengan mitos tersebut mengingat di sebuah kota bernama Daan terdapat sebuah patung manusia yang mengacung pedang ke atas menentang langit. Patung tersebut amat melegenda dan dikenal dengan nama Patung Manusia Iblis.
Dari semua tingkatan pendekar tersebut bukan hal mudah bagi seseorang untuk mencapai kemampuan pendekar besar, bahkan rata-rata orang bisa mendapatkannya di umur 30-an namun hari ini pemikiran tersebut terbantahkan. Orang-orang di sekitar Xin Fai baik itu dari Pasukan Seribu Kaki atau Manusia Darah Iblis dapat melihat kekuatan seorang bocah 9 tahun yang sama kuatnya seperti kekuatan seorang pendekar besar.
Pisau cahaya emas di sekujur tubuh Xin Fai merupakan energi perubahan jenis yang kuat dan jarang ditemui di Kekaisaran Shang, bisa dibilang kekuatan tersebut sangat istimewa.
__ADS_1
Di saat yang sama juga mereka dengan jelas dapat merasakan hawa pembunuh yang begitu kuat menekan atmosfer. Hal itu membuat pasukan Manusia Darah Iblis memasang sikap waspada.
Mereka menatap Xin Fai yang sedang berdiri tegap di tempatnya berpijak, pedang di tangannya bersinar keemasan.
"Kau pernah mendengar legenda Pendekar Kaisar Langit?" tanya salah satu Pasukan Seribu Kaki. Temannya mengangguk pelan.
"Kaisar Langit... Dikatakan pedang yang dia gunakan mengeluarkan cahaya keemasan dan memiliki seekor Serigala Berbulu Emas."
Lang menjadi perhatian berikutnya, entah pendapat mereka benar atau salah namun mereka memilih tak banyak bicara lagi setelah itu dan seefisien mungkin membunuh lawan yang tersisa.
Xin Fai menapak di tanah lalu melompat dengan kekuatan yang sangat cepat, dia tak peduli tenaga dalamnya akan terkuras habis yang terpenting sekarang adalah membunuh seluruh Manusia Darah Iblis tersebut.
Dengan posisi menyerang Xin Fai menebas pedang secara membabi buta, dia membabat ke segala arah membuat musuhnya gentar. Selain dalam posisi menyerang ia juga dalam posisi bertahan. Xin Fai mengeluarkan tenaga dalam yang cukup untuk tubuhnya agar terlindungi dari sayatan musuh.
Dengan tubuh kecil itu Xin Fai bergerak lincah tanpa ada yang bisa menghentikannya, Langkah Angin yang dikuasai anak itu telah naik ke tahap selanjutnya yaitu Langkah Cahaya. Dengan kecepatan seperti itu sangat mungkin musuh dibuat kewalahan menghadapinya.
Xin Fai tak begitu mengerti mengapa dia jadi begitu marah atas kematian Mu Liong dan memutuskan untuk membunuh sisa Manusia Darah, ia hanya mengikuti egonya dan berjanji akan mengusir mereka dari desa Mu Liong.
Musuh memasukkan beberapa serangan namun dengan konsentrasi Xin Fai yang berada di tingkat tertinggi dia berhasil mengelak dengan mudah bahkan menyerang balik.
Dalam waktu singkat Xin Fai berhasil membunuh lima Manusia Darah Iblis, anak itu mulai hilang keseimbangan saat merasakan tenaga dalamnya terkuras habis. Ketika tidak bisa menyeimbangkan tubuh salah satu musuh menggunakan kesempatan tersebut untuk menyerangnya.
Namun sayang, Lang yang daritadi mengawasi Tuannya tidak tinggal diam. Dia menerjang sambil mengaum keras.
"Grroaah!"
__ADS_1
Tubuh pendekar tersebut mengalami pendarahan hebat akibat terkaman Lang. Xin Fai berjongkok sembari menstabilkan deru napasnya yang terputus-putus, melihat Tuannya mulai kelelahan Lang berinisiatif memberikan pertolongan padanya.
Cahaya emas dari tubuh Lang bergerak ke arah Xin Fai dan masuk ke tubuhnya dengan mudah. Anak itu mengangkat wajah menatap Lang bingung.
"Mengapa kau memberikanku tenaga dalam lagi?"
"Kau harus bertarung untuk meningkatkan kemampuanmu, bukankah katamu kau ingin membunuh mereka semua?"
Xin Fai mengangguk yakin, ia mengepalkan tangannya dengan erat. Rasa lelah tak memadamkan semangatnya yang membara.
"Bunuh yang pantas dibunuh, bukannya sederhana?"
"Ya. Benar sekali." Jika sebelumnya Xin Fai nampak ragu-ragu ketika membunuh orang, kali ini ia sangat yakin. Kematian Mu Liong membekas dengan jelas di kepalanya.
Setengah jam kemudian seluruh Manusia Darah Iblis berhasil dibunuh, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil melarikan diri karena Chuan Gui yang terus-menerus mengelilingi desa dan mencari mereka yang tersisa.
Lautan darah menutupi jalanan desa tersebut, puluhan mayat telah terkapar tak bernyawa. Pasukan Seribu Kaki berencana kembali ke kota Anguo yang terletak tak jauh dari desa ini.
Xin Fai yang sudah kehabisan tenaganya hanya bisa tertawa kaku sambil mengangkat jempol.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Lang bingung.
"Haha...aku baik-baik saja, kau lihat? Sekarang kau jadi dua di mataku... Hahaha, dua serigala bermulut pisau..." Xin Fai mulai melantur, di matanya yang mulai buram dia bisa melihat Lang ada dua. Satu serigala cerewet sepertinya saja sudah membuat Xin Fai ingin menangis apalagi jika ada dua.
Sesaat anak itu kehilangan kesadaran dan terjatuh tepat di depan Lang.
__ADS_1
"Dasar anak bodoh!"
Dan kejadian yang sama terulang kembali. Lang tak habis pikir dengan Xin Fai, anak itu sangat ceroboh sekaligus bodoh. Namun meski demikian, Lang tetap mengakuinya sebagai Tuannya.