Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 77 - Kekalahan Kedua Huang Kun


__ADS_3

Siang hari seperti biasa Xin Fai sudah berada di bawah pohon dengan duduk bersila, dia terlihat begitu fokus bermeditasi.


Matahari baru saja naik tepat di atas kepala, meskipun cahayanya begitu terik namun udara di sana sangatlah sejuk.


Saat menarik napas pun Xin Fai merasakan paru-parunya dipenuhi oleh oksigen, udara di tempat ini sangat berbeda dengan udara di tempat lain. Sama halnya seperti air terjun tempat Xin Fai berlatih dulu, setiap tempat yang memiliki banyak energi alam mempunyai keistimewaan tersendiri.


Udara di pegunungan ini membuat orang yang menghirupnya merasakan tubuhnya begitu ringan, serta pikirannya pun jernih. Maka tak heran tempat ini terkenal di Kekaisaran Shang dan sering menerima tamu yang merupakan orang-orang penting.


Xin Fai menarik napasnya dalam dengan mata terpejam, aliran energi alam berputar di sekitarnya. Tidak jauh darinya seorang pemuda bernama Huang Kun sedang menatapinya, dia merasa Xin Fai sedang lengah.


Dengan mengendap-endap Huang Kun berjalan di belakang Xin Fai, saat hendak mengejutkannya rupa-rupanya juniornya itu sudah lebih dulu menyadari kedatangannya. Pendengaran Xin Fai sangat tajam, bahkan suara jangkrik dari kejauhan pun masih terdengar jelas di telinganya.


Xin Fai bergerak tiba-tiba untuk menakuti Huang Kun. Huang Kun yang ingin mengejutkan Xin Fai sebaliknya dibuat kaget olehnya, dia mengelus dada sambil menstabilkan detak jantungnya.


"Kau... Padahal aku sudah mengendap-endap tadi..." Wajah Huang Kun kecewa berat, dia duduk di samping Xin Fai kelelahan.


"Hahahaha, salah sendiri mau mengejutkanku," tawa Xin Fai meledak setelahnya membuat Huang Kun tersenyum kecut, dia mengalihkan topik pembicaraan.


"Hari yang cerah... Bagaimana kalau sekarang saja kita latih tandingnya?" Huang Kun tak mau berbasa-basi, sebenarnya dia telah berlatih keras dari semalam untuk mengalahkan Xin Fai hari ini. Karena kekalahannya kemarin, dirinya begitu terpukul dan berjanji akan menjadi lebih kuat dan tak mengulangi kesalahan yang sama.


Xin Fai mengulas senyum kecil.


"Istirahatlah dulu sebentar, Senior. Kau harus memulihkan tenagamu dulu."


Huang Kun tersenyum malu dibuatnya, Xin Fai sadar pemuda riang itu tidak dalam kondisi prima. Sebagian kekuatannya telah terkuras karena latihan. Sambil memulihkan tenaga dalam, Huang Kun mengonsumsi pil yang berguna untuk meningkatkan tenaga dalamnya secara cepat.


Tatapan Xin Fai masih menoleh ke langit, entah apa yang sedang dipikirkannya membuat Huang Kun penasaran. Namun dia tak mau mempertanyakannya dan memilih melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Cukup lama terjadi keheningan sampai Huang Kun mengatakan dia siap bertarung dengan Xin Fai.


Huang Kun menarik pedangnya cepat, sorot matanya berbeda dari kemarin. Jika sebelumnya dia menganggap Xin Fai hanya bocah kecil, kali ini dia menganggap lawannya adalah musuh yang tangguh dan segera memasang sikap waspada. Tekadnya sangat kuat, terlihat dari pegangan di gagang pedangnya yang sangat erat.


Latih tanding dimulai, Huang Kun melesat cepat menunjukkan kebolehannya. Kedua pedang saling beradu memunculkan bunga api. Xin Fai menahan laju serangan yang begitu kencang tersebut dengan kagum. Kekuatan Huang Kun saat ini sangat berbeda dari yang sebelumnya.


'Senior Huang Kun hanya butuh tekad yang kuat agar kekuatan sesungguhnya keluar dengan maksimal. Perkataan Lan An dulu memang terbukti benar...' batin Xin Fai.


Tebasan bergerak tajam dari segala arah, Xin Fai berusaha menahan semuanya selama mungkin untuk mengetahui kekuatan asli Huang Kun lebih jauh.


Tidak salah sekte Kuil Teratai menjadikannya satu dari tiga murid terkuat di sana, pergerakan Huang Kun yang tajam dan bertenaga sudah pasti membuat musuh-musuhnya kalah telak.


Agak lama berada di posisi bertahan Xin Fai perlahan maju karena Huang Kun yang terus mendesaknya. Dalam latih tanding ini, mereka sepakat tak akan menggunakan jurus yang menggunakan tenaga dalam.


Kekuatan mulai berimbang, Huang Kun bersikeras untuk menyerang Xin Fai namun karena terlalu terburu-buru dirinya membuka celah.


Ayunan pedang Huang Kun tak selincah tadi, dia menggigit bibirnya saat menyadari kekuatan yang Xin Fai keluarkan jauh lebih besar dari latih tanding kemarin.


Dengan napas tersengal-sengal Huang Kun mengatakan kekalahannya, dia mengepalkan tangannya begitu erat karena tak bisa mengalahkan Xin Fai.


Xin Fai sendiri pernah berada di posisi Huang Kun, saat dulu berlatih dengan Lan An di Kota Anguo. Semua pengalaman yang diberikan Lan An amat berguna baginya.


Huang Kun mendengus berat. "Ah, walaupun sudah berlatih keras tetap saja aku kalah darimu.."


"Senior, kau hanya perlu mempertahankan tekadmu itu agar bertambah kuat. "


"Kau takkan mengerti perasaanku... Aku..." Huang Kun memiliki harga diri yang tinggi sebagai lelaki, kalah dari seorang junior seperti Xin Fai untuk yang kedua kalinya membuat dirinya hampir menangis.

__ADS_1


"Aku pernah berada di posisi Senior, aku bahkan kalah tiga kali dari lawanku sebelumnya."


Xin Fai mulai menceritakan sosok bernama Lan An yang dulu mengajarinya ilmu bela diri. Mendengar usia Lan An hanya 12 tahun sedangkan kekuatannya sangatlah hebat membuat Huang Kun iri.


Huang Kun berpikir agak lama merenungkan semuanya, tak lama setelahnya bola matanya seperti berapi-api. Dia terlihat sangat semangat.


"Aku akan terus mengajakmu latih tanding meskipun harus ribuan kali sampai aku mendapatkan kemenanganku!" ucapnya mantap, pemuda itu sangatlah ambisius.


"Dengan senang hati, Senior."


Seorang pria sepuh datang setelahnya, dia datang dengan senyum ramah seperti biasanya. Alisnya putih dengan jenggot yang memutih pula, dia adalah Tao Wei. Salah satu Pilar Kekaisaran yang amat disegani oleh semua orang.


Tao Wei berucap pelan. "Aku selalu mengamati latihanmu di sini, Fai'er. Melihat salah satu murid kebanggaanku kalah darimu telah menyadarkanku untuk melatih murid-muridku agar lebih giat berlatih."


Dengan seluruh hormatnya Xin Fai menjawab. "Tidak Senior, aku hanya beruntung bisa menang dari Senior Huang."


Huang Kun menunduk. Dia kembali berkecil hati.


"Kau tidak mungkin beruntung dua kali, Fai'er... Aku sudah mengakui kekuatanmu memang di atasku," kata Huang Kun setelahnya.


Xin Fai terdiam, dia tak tahu harus menjawab apa lagi. Setelahnya Tao Wei mengatakan bahwa Turnamen Pendekar Muda akan segera diselenggarakan. Mereka harus bersiap-siap berangkat menuju pusat kota Kekaisaran Shang.


Huang Kun dan Xin Fai bersedia menjadi perwakilan sekte Kuil Teratai untuk mengikuti Turnamen Pendekar Muda. Di sisi lain, ada satu murid lagi yang akan dikirimkan dari pihak mereka.


Huang Kun mengatakan bahwa murid yang akan ikut itu bernama Shen Xuemei salah seorang pemuda yang berdarah bangsawan. Ketika menceritakan orang itu, Huang Kun tampak tak begitu menyukainya, dia menjelaskan Shen Xuemei memiliki perangai buruk.


***

__ADS_1


__ADS_2